RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON...

28
RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT RUMAH SWADAYA TAHUN ANGGARAN 2015-2019 KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL PENYEDIAAN PERUMAHAN

Transcript of RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON...

Page 1: RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON 2...RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT RUMAH SWADAYA TAHUN ANGGARAN 2015-2019 KEMENTERIAN PEKERJAAN

RENCANA STRATEGISDIREKTORAT RUMAH SWADAYATAHUN ANGGARAN 2015-2019

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYATDIREKTORAT JENDERAL PENYEDIAAN PERUMAHAN

Page 2: RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON 2...RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT RUMAH SWADAYA TAHUN ANGGARAN 2015-2019 KEMENTERIAN PEKERJAAN

i

Renstra Direktorat Rumah Swadaya 2015-2019

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat

dan hidayah-Nya sehingga penyusunan Dokumen Rencana Strategis Direktorat

Rumah Swadaya, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Tahun 2015 – 2019

dapat diselesaikan.

Rencana Strategis Direktorat Rumah Swadaya merupakan penjabaran dari

Renstra Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan 2015 – 2019 yang diharapkan

menjadi kerangka acuan dan pedoman pelaksanaan dalam penyusunan kebijakan,

perencanaan, program dan anggaran serta kegiatan tahunan bidang perumahan

swadaya.

Akhir kata, semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kekuatan

bagi kita untuk dapat bersama-sama melaksanakan dan mewujudkan perencanaan

penyediaan perumahan yang akuntabel dan handal.

Jakarta, 2015

Direktur Rumah Swadaya

Ir. Hardi Simamora, MPL

_____________ _

Page 3: RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON 2...RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT RUMAH SWADAYA TAHUN ANGGARAN 2015-2019 KEMENTERIAN PEKERJAAN

ii

Renstra Direktorat Rumah Swadaya 2015-2019

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................................................... i

DAFTAR ISI ................................................................................................................................ ii

DAFTAR TABEL .......................................................................................................................... iii

DAFTAR GAMBAR ..................................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................. 1

1.1. Latar Belakang .............................................................................................................. 1

1.2. Kondisi Pembangunan Rumah Swadaya ......................................................................... 1

1.3. Potensi dan Permasalahan ............................................................................................. 6

1.3.1. Potensi ................................................................................................................ 6

1.3.2. Permasalahan dan Tantangan .............................................................................. 8

BAB II PROGRAM, KEGIATAN, TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS ............................................ 11

2.1. Program Pengembangan Perumahan ............................................................................. 11

2.2. Kegiatan ........................................................................................................................ 11

2.3. Tujuan .......................................................................................................................... 12

2.4. Sasaran Strategis ........................................................................................................... 12

BAB III ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI ................................................................................... 14

3.1. Arah Kebijakan dan Strategi .......................................................................................... 14

3.2. Program dan Kegiatan ................................................................................................... 15

3.3. Kerangka Regulasi ......................................................................................................... 17

3.4. Kerangka Kelembagaan ................................................................................................. 18

BAB IV TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN ............................................................. 22

4.1. Target Kinerja ................................................................................................................ 22

4.2. Kerangka Pendanaan ..................................................................................................... 22

BAB V PENUTUP ...................................................................................................................... 24

Page 4: RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON 2...RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT RUMAH SWADAYA TAHUN ANGGARAN 2015-2019 KEMENTERIAN PEKERJAAN

iii

Renstra Direktorat Rumah Swadaya 2015-2019

DAFTAR TABEL

Tabel I.1 Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Provinsi Per September .............................. 4

Tabel I.2 Potensi dan Permasalahan Pembangunan Rumah Swadaya ........................................ 6

Tabel I.3 Uraian Permasalahan MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) dalam

Menempati Rumah Layak Huni ....................................................................................... 8

Tabel II.1 Sasaran Penunjang dan Uraian Kegiatan Direktorat Rumah Swadaya ......................... 13

Tabel III.1 Program Pengembangan Perumahan Sesuai RPJM ................................................... 16

Tabel III.2 Kegiatan Pemberdayaan Perumahan Swadaya Sesuai RPJM ..................................... 17

Tabel IV.1 Kerangka Pendanaan Direktorat Rumah Swadaya Tahun 2015-2019 ......................... 22

DAFTAR GAMBAR

Gambar III.1 Struktur Organisasi Direktorat Rumah Swadaya ..................................................... 21

Page 5: RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON 2...RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT RUMAH SWADAYA TAHUN ANGGARAN 2015-2019 KEMENTERIAN PEKERJAAN

1

Renstra Direktorat Rumah Swadaya 2015-2019

Rumah Swadaya adalah rumah yang dibangun atas prakarsa dan upaya masyarakat (UU No. 1 Tahun 2011)

PERATURAN TENTANG HAK WARGA NEGARA BERTEMPAT TINGGAL 1. UUD 1945

Pasal 28 H ayat 1 : Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal mendapatkan lingkungan yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan

2. UU No 1 Tahun 2011 Pasal 50 ayat (1) : Setiap orang berhak untuk bertempat tinggal atau menghuni rumah

3. UU No. 39 Tahun 1999 Pasal 40: Setiap orang berhak untuk bertempat tinggal serta berkehidupan yang layak

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Rumah adalah bangunan gedung yang berfungsi

sebagai tempat tinggal yang layak huni, sarana

pembinaan keluarga, cerminan harkat dan martabat

penghuninya, serta asset bagi pemiliknya (UU No 1

Tahun 2011).

Rumah menjadi kebutuhan dasar setiap individu

manusia untuk melanjutkan kehidupannya. Fungsi

utama rumah adalah sebagai tempat tinggal atau

hunian. Selain memiliki fungsi tersebut, rumah juga

memiliki peran utama sebagai pusat pendidikan

keluarga, persemaian budaya dan penyiapan generasi

muda. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa rumah memiliki peranan strategis dalam

proses pembentukan watak serta kepribadian bangsa untuk masa depan.

Perumahan dan kawasan permukiman tidak dapat dipandang hanya sebagai produk bagi

terlaksananya pembangunan, namun juga harus dipandang sebagai proses manusia

untuk bermukim dalam menciptakan ruang kehidupan untuk bermasyarakat,

menampakkan jati diri dan membentuk suatu peradaban.

1.2 Kondisi Pembangunan Perumahan Swadaya

Setiap negara memiliki kewajiban untuk mengakui hak

setiap warga negara atas standar hidup yang layak yaitu

meliputi kecukupan atas makanan, pakaian dan perumahan

serta senantiasa meningkatkan perbaikan kondisi

Page 6: RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON 2...RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT RUMAH SWADAYA TAHUN ANGGARAN 2015-2019 KEMENTERIAN PEKERJAAN

2

Renstra Direktorat Rumah Swadaya 2015-2019

penghidupan secara terus-menerus. Namun data menunjukkan bahwa masih terdapat

sekitar 3,4 juta rumah tangga di Indonesia yang belum menempati rumah yang layak

huni (sumber : Kemenpera, 2014). Hal ini menunjukkan bahwa Negara Indonesia yang

diwakili oleh pemerintah dan pemangku kepentingan ternyata belum berhasil memenuhi

hak warga negara terhadap kebutuhan perumahan. Kondisi ini menjadi isu utama sejak

beberapa dekade terakhir terkait pembangunan perumahan.

Penyediaan perumahan dapat dilakukan oleh berbagai pihak, antara lain pemerintah,

swasta (pengembang) dan masyarakat secara swadaya. Dari berbagai analisa yang

dilakukan pasokan dari Pengembang sekitar rata-rata 80.000 sampai dengan 100.000

unit per tahun. Kondisi ini diperkirakan sebanding dengan 15-20 % dari kebutuhan.

Dengan demikian sisanya sekitar 80-85 % kebutuhan rumah dilakukan secara swadaya

oleh masyarakat (Opini, 2 Desember 2010).

UN-Habitat menunjukkan bahwa sekitar 70 persen investasi perumahan di

negara-negara berkembang dilakukan oleh masyarakat khususnya dalam bentuk rumah

tumbuh (progressive housing/incremental shelter). Bahkan di Indonesia jumlahnya

mencapai 90-95 persen (UN-Habitat, 2005). Hal ini menunjukkan peran masyarakat

sendiri dalam pemenuhan rumah tidak dapat diabaikan.

Keterlibatan masyarakat ini yang kemudian diberi label rumah swadaya, secara

sederhana diartikan sebagai upaya masyarakat baik secara individu maupun

berkelompok dalam memenuhi kebutuhannya terhadap rumah

Pembangunan rumah secara swadaya dapat dilakukan oleh berbagai lapisan

masyarakat, dari yang berpenghasilan tinggi sampai dengan yang berpenghasilan

rendah. Dalam pelaksanaan pembangunan perumahan, masyarakat mencoba

memenuhi kebutuhan akan perumahan tersebut dengan berbagai cara.

Pada umumnya masyarakat berpenghasilan menengah ke atas mampu

menggunakan berbagai sumberdaya untuk mendapat akses ke pembiayaan, tanah, jasa

konsultan/kontraktor, perijinan, dan informasi tentang pasar perumahan sehingga

kualitas rumah yang dibangun tergolong baik. Akan tetapi, hal ini berbeda dengan

pembangunan perumahan swadaya yang dilakukan oleh masyarakat berpenghasilan

Page 7: RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON 2...RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT RUMAH SWADAYA TAHUN ANGGARAN 2015-2019 KEMENTERIAN PEKERJAAN

3

Renstra Direktorat Rumah Swadaya 2015-2019

rendah. Minimnya akses informasi (dokumen perencanaan, tata cara perijinan, informasi

tentang kualitas bangunan), sulitnya mengakses pembiayaan. Hal tersebut

menyebabkan pembangunan rumah swadaya tidak memperhatikan tata ruang dan

rendahnya kualitas bangunan rumah yang dibangun. Permasalahan tersebut tentu saja

berdampak pada lingkungan permukiman. Golongan masyarakat tersebut ketika

membangun rumahnya hanya berorientasi pada kapling atau petak tanah yang dia miliki.

Masalah yang menyangkut bangunan rumahnya maupun kebutuhan utilitas rumah

tangganya semua diselesaikan dengan berorientasi pada sebidang tanah miliknya.

Konsep pembangunan yang ada dibenaknya benar-benar hanya pembangunan rumah,

bukan perumahan apalagi lingkungan permukiman.

Masyarakat berpenghasilan rendah cenderung memilih untuk membangun

rumahnya secara swadaya karena pengadaan dan pembangunan rumah secara

swadaya dapat dilakukan dengan biaya yang lebih rendah dari perumahan yang

disediakan oleh sektor formal sehingga pembangunannya dapat dilakukan secara

bertahap disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki, serta dapat memilih sendiri

bahan bangunan dan mekanisme pembangunan rumahnya yang dikehendaki. Namun

dalam pelaksanaannya, pengadaan rumah bukanlah hal yang mudah, terutama bagi

masyarakat berpenghasilan rendah.

Tingginya harga lahan, bahan bangunan serta mahalnya biaya perijinan untuk

mendirikan rumah menyebabkan masih banyak masyarakat yang belum dapat

mengadakan rumahnya secara swadaya dengan baik. Masyarakat mengalami banyak

kendala dan keterbatasan, baik dalam hal sosial, teknologi, maupun ekonomi yang

dapat menghambat pelaksanaan pembangunan rumahnya tersebut. Hal ini menuntut

pemerintah untuk melakukan reorientasi kebijakan pembangunannya dan melakukan

pemberdayaan masyarakat serta peningkatan kemampuan (capacity building) dari

semua pelaku-pelaku kunci yang berkepentingan (stakedolders).

Bagi masyarakat yang miskin dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),

rumah yang dibangun secara swadaya cenderung dibangun secara informal dan tidak

terorganisir, artinya tanpa mekanisme perencanaan dan perijinan sehingga tidak ada

Page 8: RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON 2...RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT RUMAH SWADAYA TAHUN ANGGARAN 2015-2019 KEMENTERIAN PEKERJAAN

4

Renstra Direktorat Rumah Swadaya 2015-2019

pengendalian terhadap tata bangunan, kualitas bangunan, kehandalan bangunan, dan

kesesuaian dengan rencana kota. Perumahan swadaya tersebut tumbuh secara spontan

dan irregular (tidak beraturan). Lokasi perumahan swadaya pun banyak yang tidak

sesuai Rencana Tata Ruang atau di daerah yang rawan bencana, serta tidak mempunyai

legalitas hak atas tanah.

Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) adalah masyarakat yang mempunyai

keterbatasan daya beli sehingga perlu mendapat dukungan pemerintah untuk

memperoleh rumah (UU No. 1 Tahun 2011). Berdasarkan data BPS bulan September

2014, jumlah penduduk miskin mencapai ± 27,7 juta jiwa atau sekitar 10,96 % dari

seluruh penduduk Indonesia. Prosentase penduduk miskin di atas 20% terdapat di

provinsi Papua, dan Papua Barat. Berikut Sebaran penduduk miskin di Indonesia

menurut Provinsi :

Tabel I.1

Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Provinsi Per September 2014

PROPINSI

JUMLAH PENDUDUK MISKIN

(000)

PERSENTASE PENDUDUK MISKIN

(%)

KOTA DESA KOTA+DESA KOTA DESA KOTA+DESA

Aceh 158.04 679.38 837.42 11.36 19.19 16.98

Sumatera Utara 667.47 693.13 1360.60 9.81 9.89 9.85

Sumatera Barat 108.53 246.21 354.74 5.41 7.84 6.89

Riau 159.53 338.75 498.28 6.53 8.93 7.99

Jambi 109.07 172.68 281.75 10.67 7.39 8.39

Sumatera Selatan 370.86 714.94 1085.80 12.96 13.99 13.62

Bengkulu 99.59 216.91 316.50 17.19 17.04 17.09

Lampung 224.21 919.73 1143.93 10.68 15.46 14.21

Kepulauan Bangka

Belitung 20.27 46.96 67.23 3.04 6.84 4.97

Kepulauan Riau 91.27 32.90 124.17 5.61 10.54 6.40

DKI Jakarta 412.79 0.00 412.79 4.09 0.00 4.09

Jawa Barat 2554.06 1684.90 4238.96 8.32 10.88 9.18

Jawa Tengah 1771.53 2790.29 4561.83 11.50 15.35 13.58

DI Yogyakarta 324.43 208.15 532.59 13.36 16.88 14.55

Jawa Timur 1531.89 3216.53 4748.42 8.30 15.92 12.28

Banten 381.18 268.01 649.19 4.74 7.18 5.51

Bali 109.20 86.76 195.95 4.35 5.39 4.76

Nusa Tenggara Barat 385.31 431.31 816.62 19.17 15.52 17.05

Nusa Tenggara Timur 105.70 886.18 991.88 10.68 21.78 19.60

Page 9: RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON 2...RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT RUMAH SWADAYA TAHUN ANGGARAN 2015-2019 KEMENTERIAN PEKERJAAN

5

Renstra Direktorat Rumah Swadaya 2015-2019

PROPINSI

JUMLAH PENDUDUK MISKIN

(000)

PERSENTASE PENDUDUK MISKIN

(%)

KOTA DESA KOTA+DESA KOTA DESA KOTA+DESA

Kalimantan Barat 78.53 303.38 381.92 5.47 9.20 8.07

Kalimantan Tengah 39.45 109.37 148.83 4.75 6.74 6.07

Kalimantan Selatan 61.21 128.28 189.50 3.68 5.64 4.81

Kalimantan Timur 98.48 154.20 252.68 3.98 10.06 6.31

Sulawesi Utara 60.08 137.48 197.56 5.57 10.47 8.26

Sulawesi Tengah 71.65 315.41 387.06 10.35 14.66 13.61

Sulawesi Selatan 154.40 651.95 806.35 4.93 12.25 9.54

Sulawesi Tenggara 45.79 268.30 314.09 6.62 15.17 12.77

Gorontalo 23.88 171.22 195.10 6.24 23.21 17.41

Sulawesi Barat 29.87 124.82 154.69 9.99 12.67 12.05

Maluku 47.58 259.44 307.02 7.35 25.49 18.44

Maluku Utara 11.17 73.62 84.79 3.58 8.85 7.41

Papua Barat 14.06 211.40 225.46 5.52 35.01 26.26

Papua 35.61 828.50 864.11 4.46 35.87 27.80

INDONESIA 10356.69 17371.09 27727.78 8.16 13.76 10.96

Sumber: Badan Pusat Statistik, 2014

Badan Pusat Statistik menyebutkan ada 14 (empat belas) kriteria kemiskinan

dimana 7 (tujuh) diantaranya terkait dengan kondisi rumah, adapun kriteria rumah

tangga miskin yang terkait rumah adalah:

1. Ruangan kurang dari 9 m2 per orang;

2. Lantai bangunan tempat tinggal terbuat dari tanah, bambu, kayu berkualitas rendah;

3. Dinding terbuat dari bambu, rumbia, kayu berkualitas rendah;

4. Tidak memiliki fasilitas buang air besar;

5. Sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik

6. Sumber air minum berasal dari sumur/ mata air tidak terlindung/ sungai/ air hujan;

7. Atap tempat tinggal terluas adalah genteng/ seng/ asbes dengan kondirsi jelek/

kualitas rendah atau ijuk/ rumbia/ lainnya.

Berdasarkan hal tersebut intervensi pemerintah diperlukan dalam upaya

pengentasan kemiskinan melalui bidang perumahan. Hal tersebut diperkuat dengan UU

No 1 tahun 2011 dimana masyarakat berpenghasilan rendah dikategorikan sebagai

masyarakat yang mempunyai keterbatasan daya beli sehingga perlu mendapat

Page 10: RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON 2...RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT RUMAH SWADAYA TAHUN ANGGARAN 2015-2019 KEMENTERIAN PEKERJAAN

6

Renstra Direktorat Rumah Swadaya 2015-2019

dukungan pemerintah untuk memperoleh rumah. Bagi masyarakat yang memiliki

keterbatasan daya beli, persyaratan perbankan seringkali mempersulit masyarakat

untuk memperoleh pinjaman. Selain persyaratan gaji tetap, diperlukan jaminan majikan

dan jaminan (collateral) berupa tanah bersertifikat. Hal ini menjadi salah satu tantangan

yang perlu ditangani dalam bidang perumahan swadaya.

1. 3 Potensi dan Permasalahan

1.3.1 Potensi

Potensi dalam pembangunan perumahan swadaya terdiri dari kekuatan dan

peluang yang dijabarkan dalam tabel berikut:

Tabel I.2

Potensi dan Permasalahan Pembangunan Rumah Swadaya

Kekuatan dasar hukum Berikut adalah beberapa dasar hukum penyelenggaraan perumahan swadaya 1. UUD 1945

Pasal 28 H ayat 1 : Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal mendapatkan lingkungan yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan

2. UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia Pasal 40: 3. Setiap orang berhak untuk bertempat tinggal serta berkehidupan yang

layak 4. UU No 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman

Pasal 50 ayat (1) : Setiap orang berhak untuk bertempat tinggal atau menghuni rumah Pasal 54 ayat (3) : Kemudahan dan/atau bantuan pembangunan dan perolehan rumah bagi MBR sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat berupa: (a) subsidi perolehan rumah, (b) stimulan rumah swadaya, (c) insentif perpajakan, (d) perizinan, (e) asuransi dan penjaminan, (f) penyediaan tanah, (g) sertifikasi tanah; dan/atau (h) prasarana, sarana dan utilitas umum.

Disamping beberapa dasar hukum di atas, terdapat beberapa peraturan yang mendukung penyelenggaraan perumahan swadaya. Peraturan tersebut diantaranya; 1. UU No.32 Tahun 2004 Tentang Otonomi Daerah 2. PP No 38 tahun 2007 tentang pembagian urusan pemerintah,

pemerintah daerah provinsi, dan pemerintah daerah kabupaten/kota (perumahan sebagai urusan wajib daerah)

3. Perpres No 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan

Potensi Regulasi & Kebijakan Dalam penyelenggaraan perumahan swadaya dalam 5 tahun ke depan, Perumahan swadaya masuk dalam arahan dari RPJMN 2015 - 2019 dengan konsep pemberdayaan dalam rangka peningkatan keswadayaan masyarakat dalam pembangunan dan peningkatan kualitas rumah yang layak huni dan terjangkau. Hingga 2015 telah tersusun berbagai kebijakan/regulasi:

Page 11: RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON 2...RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT RUMAH SWADAYA TAHUN ANGGARAN 2015-2019 KEMENTERIAN PEKERJAAN

7

Renstra Direktorat Rumah Swadaya 2015-2019

1. Peraturan Menteri PUPR Nomor 39/PRT/M/2015 tentang Perubahan Atas Permenpera Nomor 06 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya;

2. Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat No 06 tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya;

3. Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat No 05 tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Fasilitasi Pra dan Paska Sertifikasi Hak Atas Tanah untuk Memberdayakan Masyarakat Berpenghasilan Rendah Memebangun Rumah Swadaya;

4. Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat No 14 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah;

5. Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat No 04 Tahun 2011 tentang Tentang Petunjuk teknis penggunaan dana alokasi khusus Bidang perumahan dan kawasan permukiman (akses masyarakat terhadap PSU);

6. Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat No 03 Tahun 2010, Tentang Pelimpahan sebagian urusan kementerian perumahan rakyat Tahun 2010 melalui dekonsentrasi;

7. Peraturan Menteri Perumahan Rakyat No 04 Tahun 2010, Tentang Pedoman pelaksanaan dekonsentrasi lingkup Kementerian perumahan rakyat tahun 2010;

8. Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat No 01 Tahun 2009 tentang Acuan Penyelenggaraan Peningkatan Kualitas Perumahan dan

9. Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat No 05 Tahun 2009 tentang Pedoman pelaksanaan program nasional pemberdayaan masyarakat Mandiri perumahan dan permukiman (pnpm mandiri perkim)

10. Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat No 22 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal bidang Perumahan Rakyat;

11. Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat No 08 Tahun 2007 tentang Pedoman Pembangunan Perumahan Swadaya;

12. Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat No 10 Tahun 2007 tentang Pedoman Bantuan Stimulan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) Perumahan dan Permukiman;

13. Peraturan Menteri Perumahan Rakyat No 08 Tahun 2006, Tentang Pedoman Pelaksanaan Pemberian Stimulan untuk Perumahan Swadaya Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah Melalui Lembaga Keuangan Mikro/ Lembaga Keuangan Non Bank;

14. Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat No 26 Tahun 2006 Tentang Dukungan penjaminan kredit/pembiayaan untuk Pembangunan/ perbaikan perumahan swadaya melalui kredit pembiayaan mikro;

15. Peraturan Menteri Perumahan Rakyat No 08 Tahun 2006, Tentang Pedoman Pelaksanaan Pemberian Stimulan untuk Perumahan Swadaya Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah Melalui Lembaga Keuangan Mikro/ Lembaga Keuangan Non Bank.

Potensi yang ada di masyarakat 80% pembangunan perumahan di Indonesia dilakukan secara swadaya dengan memanfaatkan potensi yang bersumber pada masyarakat seperti budaya gotong royong, kepemilikan tanah MBR, kearifan lokal masyarakat, dana masyarakat, serta sumber daya material lokal

Potensi Kemitraan Potensi kemitraan diantaranya Kerja sama dengan K/L lain, organisasi dalam negeri maupun luar negeri, negara donor, dunia usaha, institusi penelitian

Page 12: RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON 2...RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT RUMAH SWADAYA TAHUN ANGGARAN 2015-2019 KEMENTERIAN PEKERJAAN

8

Renstra Direktorat Rumah Swadaya 2015-2019

dan pengembangan, serta Pengembangan penelitian oleh lembaga penelitian/perguruan tinggi terkait perumahan.

1.3.2 Permasalahan dan Tantangan

Masyarakat berpenghasilan rendah mempunyai banyak keterbatasan dalam

memiliki atau menempati rumah layak huni antara lain disebabkan oleh keterbatasan

penghasilan dan keterbatasan kemampuan dalam mengorganisasikan diri untuk

pembangunan atau peningkatan kualitas perumahan. Berdasarkan hal tersebut dapat

disimpulkan beberapa hambatan dalam pembangunan rumah secara swadaya, yaitu:

1) Kapasitas Kelembagaan yang belum memadai

2) Pembiayaan alternatif

3) Keterbatasan pada akses sumber daya

4) Lemahnya pendampingan masyarakat

5) Fasilitasi masih terbatas

Secara lengkap hambatan MBR dalam pembangunan rumah secara swadaya

sebagaimana tabel berikut:

Tabel I.3

Uraian Permasalahan MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah)

dalam Menempati Rumah Layak Huni

PERMASALAHAN URAIAN PERMASALAHAN

Kapasitas

Kelembagaan

1) Belum seluruh Pemerintah Daerah melaksanakan urusan

wajib bidang perumahan seperti yang tertuang dalam PP No

38 tahun 2007 dan UU Nomor 23 Tahun 2014;

2) Masih lemahnya sistem kelembagaan di bidang perumahan

dan permukiman;

3) Terjadinya perubahan kebijakan umum dan organisasi di

daerah yang mempengaruhi penyelenggaraan bidang

perumahan (rotasi jabatan, kelembagaan);

4) Masih terdapat ego sektoral dalam menangani masalah

perumahan terkait penanggulangan kemiskinan;

5) Penanganan lingkungan perumahan kumuh masih bersifat

parsial dan belum jadi prioritas Pemda; dan

Page 13: RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON 2...RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT RUMAH SWADAYA TAHUN ANGGARAN 2015-2019 KEMENTERIAN PEKERJAAN

9

Renstra Direktorat Rumah Swadaya 2015-2019

6) Belum terwujudnya kelembagaan yang menerapkan prinsip

Good Governance.

Pembiayaan

alternatif atau

pendanaan

1) Masih terbatasnya alokasi anggaran pembangunan

perumahan swadaya di Pemerintah daerah Provinsi,

Kabupaten/Kota dan;

2) Masih terbatasnya akses ke sumber dana alternatif bidang

perumahan (CSR, donor, LSM, Perbankan, dll); dan

3) Belum adanya kelompok keuangan mikro swadaya.

Keterbatasan

akses terhadap

sumber daya

Informasi

(perijinan,

dokumen

perencanaan)

Bahan bangunan

Teknologi

1) Belum tersedianya layanan/informasi bidang perumahan bagi

masyarakat di tingkat daerah (kesesuaian peruntukan,

ketentuan layak huni, dokume perencanaan, dll);

2) Belum adanya self help housing centre yang berfungsi sebagai

tempat informasi terkait perijinan, dokumen perencanaan, tata

cara pembangunan rumah layak huni, bahan bangunan, dan

teknologi;

3) Kurangnya sosialisasi dan tindak lanjut terhadap regulasi dan

kebijakan yang telah dimiliki oleh Direktorat Rumah Swadaya

sebelumnya, serta tingkat pemahaman SDM yang masih

kurang terhadap regulasi dan kebijakan; dan

4) Keterbatasan akses bahan bangunan PSU dan belum

tersedianya bahan bangunan alteratif yang berkualitas.

Pendampingan

Masyarakat

1) Belum adanya sertifikasi untuk Fasilitator; dan

2) Belum adanya jumlah pasti Fasilitator yang sudah

terserftifikasi.

Fasilitasi masih

terbatas

1) Anggaran pemerintah pusat untuk memfasilitasi pembangunan

rumah swadaya masih terbatas jika dibandingkan dengan

kebutuhan

2) Alokasi anggaran pemerintah provinsi dan pemerintah

kabupaten/kota di bidang perumahan swadaya masih relatif

kecil

Sesuai dengan Renstra Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan

tahun 2015 - 2019, pemenuhan penyediaan perumahan diarahkan pada penyelesaian

jumlah backlog sebesar 7,6 juta unit rumah berdasarkan konsep penghunian. Kondisi

tersebut masih ditambah dengan adanya 3,4 juta unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)

Page 14: RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON 2...RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT RUMAH SWADAYA TAHUN ANGGARAN 2015-2019 KEMENTERIAN PEKERJAAN

10

Renstra Direktorat Rumah Swadaya 2015-2019

yang perlu untuk ditingkatkan kualitas rumahnya beserta akses terhadap prasarana dan

sarana utilitas perumahan. Terkait dengan kondisi sebagaimana tersebut di atas,

Direktorat Rumah Swadaya mempunyai tugas untuk menangani backlog 250.000 unit

rumah dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebesar 1.500.000 unit rumah yang harus

ditangani selama kurun waktu 2015-2019.

Page 15: RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON 2...RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT RUMAH SWADAYA TAHUN ANGGARAN 2015-2019 KEMENTERIAN PEKERJAAN

11

Renstra Direktorat Rumah Swadaya 2015-2019

“Rumah layak huni adalah rumah yang memenuhi persyaratan keselamatan bangunan dan kecukupan minimum luas bangunan serta kesehatan penghuninya” (Peraturan Menteri Perumahan Rakyat No 22 tahun 2008 tentang SPM)

BAB II

PROGRAM, KEGIATAN, TUJUAN, DAN SASARAN STRATEGIS

2.1 Program Pengembangan Perumahan

Untuk mewujudkan dan mendukung visi Direktorat

Jenderal Penyediaan Perumahan, yaitu: “Setiap

Orang/Keluarga/Rumah Tangga Indonesia Menempati

Rumah Yang Layak huni” maka arah kebijakan Direktorat

Rumah Swadaya Tahun 2015-2019 tergambar pada

Program Pengembangan Perumahan.

Terlaksananya Program Pengembangan Perumahan

diharapkan dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya keswadayaan masyarakat

baik masyarakat yang berpenghasilan rendah sebagai penerima manfaat akhir serta

seluruh pemangku kepentingan dalam rangka melaksanakan proses pembangunan

perumahan swadaya dimana Direktorat Rumah Swadaya berperan sebagai enabler,

melakukan regulasi, dan memberikan fasilitasi.

2.2 Kegiatan

Dalam rangka mewujudkan Program Direktorat Rumah Swadaya perlu dijabarkan

kedalam Kegiatan Pemberdayaan Perumahan Swadaya yaitu:

a) Meningkatnya keswadayaan masyarakat berpenghasilan rendah untuk membangun

rumah yang layak dan terjangkau dalam lingkungan yang aman, sehat, teratur dan

serasi.

b) Meningkatnya jumlah rumah yang terfasilitasi melalui program pembangunan baru

maupun Peningkatan Kualitas secara swadaya.

Page 16: RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON 2...RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT RUMAH SWADAYA TAHUN ANGGARAN 2015-2019 KEMENTERIAN PEKERJAAN

12

Renstra Direktorat Rumah Swadaya 2015-2019

2.3 Tujuan

Tujuan Direktorat Rumah Swadaya merupakan rumusan kondisi yang hendak dituju di

akhir perode perencanaan. Tujuan Direktorat Rumah Swadaya secara umum adalah

menurunkan angka kekurangan rumah (backlog) sebesar 250.000 unit dan

mengentaskan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebesar 1.500.000 unit yang harus

ditangani selama kurun waktu tahun 2015-2019. Lebih lanjut tujuan tersebut dijabarkan

sebagai berikut:

a) Meningkatkan pengembangan kebijakan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan

untuk mendorong terciptanya iklim yang kondusif dalam pembangunan perumahan,

termasuk dukungan kebijakan penyediaan perumahan bagi masyarakat

berpenghasilan rendah.

b) Menyelenggarakan penyediaan perumahan untuk memenuhi kebutuhan hunian

yang layak, melalui fasilitasi pembangunan baru dan peningkatan kualitas rumah

layak huni, yang didukung prasarana, sarana dan utilitas yang memadai.

c) Meningkatkan peran pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam

pembangunan perumahan.

2.4. Sasaran Strategis

Sasaran strategis yang hendak dicapai oleh Direktorat Rumah Swadaya sebagai

penjabaran dari tujuan adalah:

1. Meningkatnya pengembangan kebijakan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan,

penyusunan kebijakan, program dan anggaran, kerjasama, data dan informasi serta

evaluasi kinerja pengembangan perumahan;

2. Terwujudnya keswadayaan masyarakat untuk peningkatan kualitas dan

pembangunan rumah/hunian yang layak bagi 1.750.000 masyarakat

berpenghasilan rendah (MBR) dalam lingkungan yang aman, sehat, teratur dan

serasi.

Untuk mencapai dua sasaran strategis tersebut didukung oleh kegiatan-kegiatan yang

dilaksanakan oleh Direktorat Rumah Swadaya sebagai berikut:

Page 17: RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON 2...RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT RUMAH SWADAYA TAHUN ANGGARAN 2015-2019 KEMENTERIAN PEKERJAAN

13

Renstra Direktorat Rumah Swadaya 2015-2019

Tabel II.1

Sasaran Penunjang dan Uraian Kegiatan Direktorat Rumah Swadaya

No Sasaran Penunjang Uraian Kegiatan

1 Menyusun rencana teknik dan standarisasi di bidang penyelenggaraan rumah swadaya

1. Menyiapkan penyusunan rencana teknik di bidang penyelenggaraan bantuan rumah swadaya

2. Menyiapkan penyusunan standarisasi di bidang penyelenggaraan bantuan rumah swadaya

2 Menyiapkan fasilitasi pendataan dan verifikasi data backlog rumah swadaya dan Rumah Tidak Layak Huni di

bidang rumah swadaya.

1. Menyiapkan fasilitasi pendataan backlog rumah swadaya dan Rumah Tidak Layak Huni dibidang penyelenggaraan bantuan rumah swadaya

2. Menyiapkan verifikasi data backlog rumah swadaya dan Rumah Tidak Layak Huni di bidang penyelenggaraan bantuan rumah swadaya

3 Menyiapkan fasilitasi pemberdayaan masyarakat dan fasilitasi kemitraan di bidang penyelenggaraan bantuan rumah swadaya.

1. Menyiapkan fasilitasi pemberdayaan masyarakat hasil pendataan backlog rumah swadaya dan Rumah Tidak Layak Huni..

2. Menyiapkan fasilitasi akses kemitraan untuk mendapat bantuan di bidang penyelenggaraan rumah swadaya

4 Menetapkan Penerima Bantuan dan pendampingan dalam pelaksanaan bantuan stimulan di bidang penyelenggaraan rumah swadaya.

1. Menyiapkan penerima bantuan dalam pelaksanaan bantuan stimulan di bidang penyelenggaraan rumah swadaya

2. Mendampingi dalam pelaksanaan bantuan stimulan di bidang penyelenggaraan rumah swadaya

5 Meningkatkan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan dan pemanfaatan bantuan di bidang penyelenggaraan rumah swadaya

1. Menyiapkan pemantauan pelaksanaan dan pemanfaatan bantuan di bidang penyelenggaraan bantuan rumah swadaya

2. Menyiapkan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan dan pemanfaatan bantuan dibidang penyelenggaraan rumah swadaya

Page 18: RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON 2...RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT RUMAH SWADAYA TAHUN ANGGARAN 2015-2019 KEMENTERIAN PEKERJAAN

14

Renstra Direktorat Rumah Swadaya 2015-2019

BAB III

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI

3.1 Arah Kebijakan dan Strategi

Sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Penyediaan

Perumahan dalam RPJMN Bidang Perumahan dan Pemukiman Tahun 2015-2019,

Direktorat Rumah Swadaya merencanakan program penurunan angka backlog

dalam bentuk kegiatan Pembangunan Baru sebanyak 250.000 unit dan program

penurunan RTLH sebanyak 1.500.000 unit melalui Peningkatan Kualitas.

Strategi yang akan dilakukan untuk pencapaian target tersebut adalah:

a. Meningkatkan harmonisasi, sosialisasi dan koordinasi pelaksanaan regulasi dan

kebijakan pembangunan perumahan yang implementatif dan berpihak kepada

seluruh kelompok masyarakat secara proporsional dan berimbang, sehingga

tercipta iklim yang kondusif untuk mempercepat penyediaan perumahan yang

layak bagi MBR.

b. Memberdayakan seluruh pemangku kepentingan dalam rangka mewujudkan

pembangunan perumahan yang sinergis, efektif dan efisien, yaitu pemerintah

sebagai regulator dan enabler, sedangkan masyarakat dan dunia usaha sebagai

provider:

1) Membenahi tata laksana dan penguatan dukungan kelembagaan

pembangunan perumahan, baik di pusat maupun daerah;

2) Melaksanakan program-program strategis nasional dan percontohan untuk

penyediaan tempat tinggal yang layak terutama untuk MBR;

3) Meningkatkan kualitas dan kapasitas pelaku pembangunan perumahan

dengan pembinaan dalam rangka menjamin kualitas dari pembangunan

rumah yang layak huni;

Page 19: RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON 2...RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT RUMAH SWADAYA TAHUN ANGGARAN 2015-2019 KEMENTERIAN PEKERJAAN

15

Renstra Direktorat Rumah Swadaya 2015-2019

4) Mendorong pemerintah daerah agar berperan sesuai kewenangannya dalam

pembangunan perumahan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota

didukung dengan mekanisme pendanaan yang tepat baik melalui dana

dekonsentrasi, tugas pembantuan, hibah maupun Dana Alokasi Khusus

(DAK).

5) Dalam hal melakukan pendataan RTLH, Direktorat Rumah Swadaya

berupaya:

a) Meningkatkan kualitas pengembangan kebijakan dan perencanaan yang

terpadu melalui penyediaan data yang akurat dan termutakhir.

b) Mengoptimalkan pengawasan dan pengendalian dalam melaksanakan

pendataan RTLH oleh masing-masing SKPD.

6) Pemberdayaan Perumahan Swadaya melalui peningkatan keswadayaan

masyarakat dalam pembangunan, pemeliharaan dan pencegahan Rumah

Tidak Layak Huni, serta peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni,

Pengembangan baledaya perumahan sekaligus sebagai pusat informasi

daerah, pendampingan perumahan swadaya melalui pelembagaan Tenaga

Penggerak Masyarakat (TPM), penyediaan dan peningkatan kualitas PSU

lingkungan perumahan, dan bantuan stimulan untuk pembangunan rumah

baru, kampung deret dan peningkatan kualitas rumah.

3.2 Program dan Kegiatan

Untuk mencapai sasaran strategis yang direncanakan dalam Renstra Direktorat

Jenderal Penyediaan Perumahan memerlukan komitmen dari seluruh pemangku

kepentingan di bidang perumahan mengingat intensitas dan kompleksitas

permasalahan yang harus ditangani. Direktorat Rumah Swadaya sebagai salah satu

unit kerja eselon II yang bertanggung jawab atas capaian kinerja yang diharapkan

dapat mewujudkan keswadayaan masyarakat untuk peningkatan kulitas dan

pembangunan rumah/hunian yang layak bagi 1.750.000 masyarakat berpenghasilan

Page 20: RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON 2...RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT RUMAH SWADAYA TAHUN ANGGARAN 2015-2019 KEMENTERIAN PEKERJAAN

16

Renstra Direktorat Rumah Swadaya 2015-2019

rendah (MBR) dalam lingkungan yang aman, sehat, teratur dan serasi berupa

Pembangunan Baru sebanyak 250.000 unit rumah dan Peningkatan Kualitas

sebanyak 1.500.000 unit rumah dalam rangka menurunkan angka backlog 7,6 juta

unit rumah dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebesar 3,4 juta unit rumah.

Berikut ini merupakan target program/kegiatan Direktorat Rumah Swadaya Tahun

2015-2019.

Tabel III.1 Program Pengembangan Perumahan Sesuai RPJM

PROGRAM/KEGIATAN

2015 -2019

RPJM 2015 - 2019

2015 2016 2017 2018 2019

PROGRAM PENGEMBANGAN PERUMAHAN

Pemberdayaan Perumahan Swadaya

1. Bantuan Stimulan

Pembangunan Baru

Rumah Swadaya

250.000 20.000 22.500 60.000 69.500 78.000

2. Bantuan Stimulan

Peningkatan

Kualitas Rumah

Swadaya

1.500.000 50.000 103.500 350.000 496.500 500.000

TOTAL 1.750.000 70.000 126.000 410.000 566.000 578.000

Untuk mencapai target yang maksimum sebagaimana yang ditetapkan dalam

RPJMN maka diperlukan langkah-langkah untuk menggali potensi pembiayaan

rumah swdaya dengan melakukan koordinasi dengan Pemerintah provinsi/

kabupaten kota serta sumber pembiayaan lainnya untuk melakukan program yang

serupa dan melakukan pemberdayaan masyarakat secara swadaya

kordinasi/kerjasama dengan pemangku kepentingan yang terkait dengan perumahan

sehingga dapat melampaui target yang sudah direncanakan dalam RPJMN.

Sementara itu, untuk program/kegiatan Pemberdayaan Perumahan Swadaya adalah

sebagaimana tertuang dalam tabel III.2 berikut.

Page 21: RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON 2...RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT RUMAH SWADAYA TAHUN ANGGARAN 2015-2019 KEMENTERIAN PEKERJAAN

17

Renstra Direktorat Rumah Swadaya 2015-2019

Tabel III.2 Kegiatan Pemberdayaan Perumahan Swadaya Sesuai RPJM

KEGIATAN

Dokumen/ Laporan

TARGET 2015 - 2019

2015 2016 2017 2018 2019

PEMBERDAYAAN PERUMAHAN SWADAYA

Sasaran Kegiatan Keswadayaan masyarakat untuk peningkatan kualitas dan pembangunan rumah/hunian yang layak dan terjangkau bagi MBR dalam lingkungan yang aman, sehat, teratur dan serasi

1. Perencanaan Teknis Pengembangan Perumahan Swadaya

Dokumen 3 3 4 3 4

2. Pembinaan Pendataan Rumah Swadaya

Dokumen 3 3 3 3 3

3. Pembinaan Pemberdayaan MBR dalam Penyediaan Rumah Swadaya

Dokumen 3 3 3 3 3

4. Pembinaan Pelaksanaan Pengembangan Perumahan Swadaya

Laporan 3 3 3 3 3

5. Pemantauan dan Evaluasi Pengembangan Rumah Swadaya

Laporan 3 3 3 3 3

6. Layanan Perkantoran Laporan

12 12 12 12 12

TOTAL (Dokumen) 47 9 9 10 9 10

TOTAL (Laporan) 90 18 18 18 18 18

3.3 Kerangka Regulasi

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap kegiatan Bantuan Stimulan Perumahan

Swadaya maka diperlukan suatu penyempurnaan agar pelaksanaan BSPS lebih

terstruktur dari mulai tahapan-tahapan permohonan pengajuan smpai dengan

pelaporan. Berikut usulan kerangka regulasi terkait pembangunan perumahan swadaya:

1. Regulasi peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang terkait

dengan proses penyaluran dana bantuan sosial pada masyarakat berpenghasilan

rendah melalui program BSPS.

2. Regulasi terkait standar rumah layak huni berdasarkan tipologi rumah swadaya

(fungsi, lokasi, kearifan lokal).

3. Regulasi terkait panduan teknis pendataan perumahan swadaya.

4. Regulasi terkait peningkatan kapasitas dan keswadayaan masyarakat.

5. Petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan pembangunan perumahan swadaya.

Page 22: RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON 2...RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT RUMAH SWADAYA TAHUN ANGGARAN 2015-2019 KEMENTERIAN PEKERJAAN

18

Renstra Direktorat Rumah Swadaya 2015-2019

6. Regulasi terkait panduan monitoring dan evaluasi kebijakan perumahan swadaya.

3.4 Kerangka Kelembagaan

Kerangka Kelembagaan di Direktorat Rumah Swadaya ini berdasarkan Peraturan

Menteri PUPR Nomor 15/PRT/M/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian

Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, yang memiliki tugas pokok dan fungsi sebagai

berikut:

a. Direktorat Rumah Swadaya, mempunyai tugas melaksanakan penyusunan

rencana teknik dan penyusunan standardisasi, fasilitasi pendataan dan verifikasi,

fasilitasi pemberdayaan dan kemitraan, pelaksanaan bantuan stimulan serta

pemantauan dan evaluasi di bidang penyelenggaraan bantuan rumah swadaya.

Dalam melaksanakan tugas tersebut Direktorat Rumah Swadaya menyelenggarakan

fungsi:

1) penyusunan rencana teknik dan penyusunan standardisasi di bidang

penyelenggaraan bantuan rumah swadaya;

2) fasilitasi pendataan dan verifikasi data backlog rumah swadaya dan Rumah Tidak

Layak Huni di bidang penyelenggaraan bantuan rumah swadaya;

3) fasilitasi pemberdayaan masyarakat hasil pendataan dan fasilitasi akses

kemitraan untuk mendapat bantuan di bidang penyelenggaraan bantuan rumah

swadaya;

4) penyiapan penerima bantuan dan pendampingan dalam pelaksanaan bantuan

stimulan di bidang penyelenggaraan bantuan rumah swadaya;

5) pemantauan dan evaluasi pelaksanaan dan pemanfaatan bantuan di bidang

penyelenggaraan bantuan rumah swadaya; dan

6) pelaksanaan tata usaha Direktorat.

Dalam melaksanakan fungsi tersebut di atas, Direktorat Rumah Swadaya

didukung oleh unit kerja eselon III yang terdiri atas:

a. Subdirektorat Perencanaan Teknik dan Standardisasi

Page 23: RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON 2...RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT RUMAH SWADAYA TAHUN ANGGARAN 2015-2019 KEMENTERIAN PEKERJAAN

19

Renstra Direktorat Rumah Swadaya 2015-2019

Subdirektorat Perencanaan Teknik dan Standardisasi mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan penyusunan rencana teknik dan penyiapan penyusunan

standardisasi di bidang penyelenggaraan bantuan rumah swadaya. Dalam

melaksanakan tugas Subdirektorat Perencanaan Teknik dan Standardisasi

menyelenggarakan fungsi:

1) penyiapan penyusunan rencana teknik di bidang penyelenggaraan bantuan

rumah swadaya; dan

2) penyiapan penyusunan standardisasi di bidang penyelenggaraan bantuan rumah

swadaya.

b. Subdirektorat Fasilitasi Pendataan dan Verifikasi

Subdirektorat Fasilitasi Pendataan dan Verifikasi mempunyai tugas melaksanakan

fasilitasi pendataan dan verifikasi data backlog rumah swadaya dan Rumah Tidak

Layak Huni di bidang penyelenggaraan bantuan rumah swadaya. Dalam

melaksanakan tugas tersebut, Subdirektorat Fasilitasi Pendataan dan Verifikasi

menyelenggarakan fungsi:

1) penyiapan fasilitasi pendataan backlog rumah swadaya dan Rumah Tidak Layak

Huni di bidang penyelenggaraan bantuan rumah swadaya;dan

2) penyiapan verifikasi data backlog rumah swadaya dan Rumah Tidak Layak Huni

di bidang penyelenggaraan bantuan rumah swadaya.

c. Subdirektorat Fasilitasi Pemberdayaan dan Kemitraan;

Subdirektorat Fasilitasi Pemberdayaan dan Kemitraan mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan fasilitasi pemberdayaan masyarakat hasil pendataan dan

penyiapan fasilitasi akses kemitraan untuk mendapat bantuan di bidang

penyelenggaraan bantuan rumah swadaya. Dalam melaksanakan tugas tersebut

Subdirektorat Fasilitasi Pemberdayaan dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi :

1) penyiapan fasilitasi pemberdayaan masyarakat hasil pendataan backlog rumah

swadaya dan Rumah Tidak Layak Huni termasuk penyiapan fasilitasi

penyertifikatan hak atas tanah milik calon penerima bantuan di bidang

penyelenggaraan bantuan rumah swadaya; dan

Page 24: RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON 2...RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT RUMAH SWADAYA TAHUN ANGGARAN 2015-2019 KEMENTERIAN PEKERJAAN

20

Renstra Direktorat Rumah Swadaya 2015-2019

2) penyiapan fasilitasi akses kemitraan untuk mendapat bantuan di bidang

penyelenggaraan bantuan rumah swadaya.

d. Subdirektorat Pelaksanaan Bantuan Stimulan

Subdirektorat Pelaksanaan Bantuan Stimulan mempunyai tugas melaksanakan

penyiapan penerima bantuan dan pendampingan dalam pelaksanaan bantuan

stimulan di bidang penyelenggaraan bantuan rumah swadaya. Dalam

melaksanakan tugas tersebut Subdirektorat Pelaksanaan Bantuan Stimulan

menyelenggarakan fungsi:

1) penyiapan penerima bantuan dalam pelaksanaan bantuan stimulan di bidang

penyelenggaraan bantuan rumah swadaya; dan

2) pendampingan dalam pelaksanaan bantuan stimulan di bidang penyelenggaraan

bantuan rumah swadaya.

e. Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi

Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan

penyiapan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan dan pemanfaatan bantuan di

bidang penyelenggaraan bantuan rumah swadaya. Dalam melaksanakan tugas

tersebut Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi:

1) penyiapan pemantauan pelaksanaan dan pemanfaatan bantuan di bidang

penyelenggaraan bantuan rumah swadaya; dan

2) penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan dan pemanfaatan bantuan di

bidang penyelenggaraan bantuan rumah swadaya.

f. Subbagian Tata Usaha, mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan

kepegawaian, keuangan, perlengkapan, rumah tangga, administrasi barang milik

negara, tata naskah dinas, dan kearsipan serta menyiapkan bahan pelaksanaan

pelayanan kepada pimpinan dalam rangka mendukung kinerja pimpinan dan

melakukan kegiatan penatausahaan pimpinan.

Page 25: RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON 2...RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT RUMAH SWADAYA TAHUN ANGGARAN 2015-2019 KEMENTERIAN PEKERJAAN

21

Renstra Direktorat Rumah Swadaya 2015-2019

Gam

bar

III.1

Str

ukt

ur

Org

anis

asi

Page 26: RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON 2...RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT RUMAH SWADAYA TAHUN ANGGARAN 2015-2019 KEMENTERIAN PEKERJAAN

22

Renstra Direktorat Rumah Swadaya 2015-2019

BAB IV

TARGET KINERJA

DAN KERANGKA PENDANAAN

4.1. Target Kinerja

Untuk menjalankan kebijakan-kebijakan bidang perumahan swadaya, Direktorat Rumah

Swadaya mempunyai target selama 5 (lima) tahun sebagai berikut:

1. Pelaksanaan kebijakan

a. Kebijakan yang terkait perencanaan teknik dan standardisasi perumahan

swadaya.

b. Kebijakan yang terkait fasilitasi dan verifikasi pendataan backlog rumah swadaya

dan Rumah Tidak Layak Huni.

c. Kebijakan yang terkait fasilitasi masyarakat dan kemitraan untuk mendapatkan

bantuan di bidang penyelenggaraan perumahan swadaya.

d. Kebijakan yang terkait penetapan penerima bantuan dan pendampingan dalam

pelaksanaan bantuan stimulan di bidang penyelenggaraan perumahan swadaya.

e. Kebijakan yang terkait pemantauan dan evaluasi pelaksanaan dan pemanfaatan

bantuan di bidang penyelenggaraan perumahan swadaya.

2. Pelaksanaan kebijakan strategis yang diperuntukkan untuk mengurangi angka

backlog dan Rumah Tidak Layak Huni yang ditangani langsung oleh Pusat.

3. Bantuan Pembangunan Rumah Swadaya melalui SNVT (Satuan Non Vertikal

Tertentu) yang berada pada 33 provinsi.

4.2. Kerangka Pendanaan

Untuk menjalankan berbagai program dan kegiatan penyediaan perumahan

swadaya dalam rangka mencapai sasaran yang telah ditetapkan dalam RPJMN Tahun

2015 - 2019 dan capaian sasaran strategis Direktorat Rumah Swadaya, dibutuhkan

pendanaan sebesar Rp. 34.259.115.000.000;.

Page 27: RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON 2...RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT RUMAH SWADAYA TAHUN ANGGARAN 2015-2019 KEMENTERIAN PEKERJAAN

23

Renstra Direktorat Rumah Swadaya 2015-2019

Tabel IV.1.

Kerangka Pendanaan Direktorat Rumah Swadaya Tahun 2015-2019

KEGIATAN

Dokumen/

Laporan/Unit

TARGET 2015 - 2019

2015 2016 2017 2018 2019

PEMBERDAYAAN PERUMAHAN SWADAYA

Sasaran Kegiatan

Keswadayaan masyarakat untuk peningkatan kualitas dan pembangunan rumah/hunian yang layak dan terjangkau

bagi MBR dalam lingkungan yang aman, sehat, teratur dan serasi

1. Perencanaan Teknis

Pengembangan

Perumahan Swadaya

Dokumen 3 3 4 3 4

2. Pembinaan Pendataan

Rumah Swadaya Dokumen 3 3 3 3 3

3. Pembinaan Pemberdayaan

MBR dalam Penyediaan

Rumah Swadaya

Dokumen 3 3 3 3 3

4. Pembinaan Pelaksanaan

Pengembangan

Perumahan Swadaya

Laporan 3 3 3 3 3

5. Pemantauan dan Evaluasi

Pengembangan Rumah

Swadaya

Laporan 3 3 3 3 3

6. Layanan Perkantoran Laporan

12 12 12 12 12

TOTAL (Dokumen) 47 9 9 10 9 10

TOTAL (Laporan) 90 18 18 18 18 18

PENGEMBANGAN RUMAH SWADAYA

Sasaran Kegiatan

Pembangunan Rumah dan Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya

1. Bantuan Stimulan

Pembangunan Baru

Rumah Swadaya

Unit 20.000 22.500 60.000 69.500 78.000

2. Bantuan Stimulan

Peningkatan Kualitas

Rumah Swadaya

Unit 50.000 103.500 350.000 496.500 500.000

TOTAL (unit) 1.750.000 70.000 126.000 410.000 566.000 578.000

TOTAL (anggaran Rp.juta) 34.259.115 1.515.800 2.729.460 8.348.147 10.953.720 10.711.988

Page 28: RENCANA STRATEGIS - DitJen Penyediaan …perumahan.pu.go.id/rumahswadaya/upload/RENSTRA ESELON 2...RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT RUMAH SWADAYA TAHUN ANGGARAN 2015-2019 KEMENTERIAN PEKERJAAN

24

Renstra Direktorat Rumah Swadaya 2015-2019

BAB V

PENUTUP

Rencana Strategis Direktorat Rumah Swadaya 2015 - 2019 merupakan arahan

dasar yang dijabarkan secara operasional oleh masing-masing Sub Direktorat di

Lingkungan Direktorat Rumah Swadaya. Penyusunan rencana strategis ini juga

diharapkan dapat mencapai sasaran-sasaran pembangunan perumahan dan

permukiman secara swadaya di Indonesia.

Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan melalui Direktorat Rumah Swadaya

berupaya untuk memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat di Indonesia, bagi

masyarakat berpenghasilan rendah khususnya masyarakat miskin. Pemenuhan

kebutuhan perumahan dan permukiman tersebut dilakukan secara swadaya dengan

tetap bertumpu pada kekuatan serta partisipasi masyarakat.

Dalam rangka menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan,

transparan serta akuntabel, maka diharapkan pembangunan perumahan dan

permukiman dapat berjalan secara optimal, khususnya pembangunan yang dilakukan

secara swadaya masyarakat. Pada akhirnya, pemenuhan hunian yang layak sebagai hak

dasar manusia dapat lebih terjamin dan secara langsung dapat mewujudkan visi

Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan. Oleh karena itu, Rencana Strategis dari

Direktorat Rumah Swadaya 2015 – 2019 tidak bersifat kaku dan terbuka untuk dapat

disempurnakan. Hal ini sesuai dengan prinsip perencanaan pembangunan nasional

sebagai suatu proses yang sistematis dan berkelanjutan sehingga bersifat adaptif

terhadap lingkungan strategis yang senantiasa berubah