Referat Tb Milier Selesai

download Referat Tb Milier Selesai

of 26

  • date post

    13-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    242
  • download

    22

Embed Size (px)

description

tb milier

Transcript of Referat Tb Milier Selesai

REFERAT

TB MILIER

Disusun Oleh :

Vera Octasia, S.Ked030.05.225Pembimbing :

Dr. Sri Rasuna Sundoro, Sp.A

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK

PERIODE 26 AGUSTUS 02 NOVEMBER 2013

RUMAH SAKIT TNI AL Dr. MINTOHARDJO

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI

JAKARTA

2013KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr wb,

Puji syukur ke hadirat Allah SWT karena atas berkah dan rahmatnya, penulis dapat menyelesaikan referat ini yang merupakan salah satu tugas yang harus dipenuhi dalam rangkan kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti yang berlangsung di RS TNI AL Dr. Mintohardjo periode 26 Agustus s.d 02 November 2013.

Pada kali ini penulis akan membahas mengenai Tuberkulosis Milier. Walaupun dalam pembuatannya penulis menemui berbagai hambatan dan kesulitan namun penulis berusaha semaksimal mungkin menyelesaikan referat ini dengan sebaik-baiknya.

Pembuatan referat ini tidak akan berhasil tanpa bantuan dari berbagai pihak. Maka penulis mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada Dr. Sri Rasuna Sundoro, Sp.A selaku pembimbing, Kedua orang tua saya tercinta dan teman-teman yang telah memberi semangat dalam menyelesaikan referat ini.

Penulis menyadari bahwa referat ini tidak luput dari kesalahan baik yang disengaja maupun tidak. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk perbaikan di masa yang akan datang. Semoga referat ini bermanfaat bagi pembaca.

Jakarta, September 2013

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

Daftar isi

BAB I PENDAHULUAN

BAB II TUBERKULOSIS MILIER

1. Definisi

2. Etiologi

3. Epidemiologi

4. Patogenesis

5. Manifestasi klinis

6. Pemeriksaan penunjang

7. Diagnosis

8. Diagnosis banding

9. Terapi

10. PrognosisBAB III RANGKUMAN DAN SARAN

1. Rangkuman

2. SaranDAFTAR PUSTAKA

BAB IPENDAHULUAN

Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis bersifat berulang, kronik dan dapat menginfeksi pulmo dan ekstrapulmo yang dikarakteristikan dengan terbentuknya granuloma kaseosa, fibrosis dan kavitas. Tuberkulosis paru merupakan bentuk TB yang sering terjadi yaitu sekitar 80% dari kasus. Tuberkulosis ekstrapulmoner dapat menyerang beberapa organ selain paru. karena penyebarannya yang bersifat limfogen dan hematogen.(1)Sepertiga dari populasi dunia sudah tertular dengan TB paru dengan sebagian besar penderita adalah 15-55 tahun yang berpotensi menularkan kepada orang lain. WHO memperkirakan adanya 9,5 juta kasus baru dan sekitar 0,5 juta orang meninggal akibat TB paru diseluruh dunia2. Laporan WHO tentang insidensi TB secara Global tahun 2010 menyebutkan bahwa insidensi terbesar TB terjadi di Asia-Tenggara yaitu sebesar 40% dan Indonesia menempati posisi ke lima setelah Banglades, Buthan, Korea dan India(1,2).Salah satu bentuk TB ekstrapulmoner yaitu tuberkulosis milier merupakan adanya manifestasi Mycobacterium tuberculosis (tuberkulosis diseminata) yang menyebar secara hematogen tetapi berdasarkan konsensus tuberkulosis anak (2010) mengatakan bahwa TB milier masuk kedalam TB pulmoner tipe berat.(1,2,3) TB Milier, dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu basil M. Tuberculosis (jumlah dan virulensinya) dan status imunologis pasien (nonspesifik dan spesifik). Tuberkulosis milier lebih sering terjadi pada bayi dan anak kecil terutama usia kurang dari 2 tahun, dikarenakan imunitas seluler spesifik, fungsi makrofag dan mekanisme lokal pertahanan parunya belum dapat berkembang sempurna sehingga basil TB mudah berkembang biak dan menyebar keseluruh tubuh. (4,5)BAB II

TUBERKULOSIS MILIER1. Definisi

Tuberkulosis milier adalah infeksi bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang penyebarannya melalui lifo-hematogen sistemik dari paru ke bagian lain dari tubuh. (3,4)Tuberkulosis milier juga dikenal sebagai TB diseminata atau TB cutic acute generalisata. Bentuk TB ini ditandai dengan adanya penyebaran luas ke seluruh tubuh dengan ukuran lesi yaitu 1-5 mm. Gambaran lesi ini khas terlihat pada foto rontgen paru, yaitu adanya bintik-bintik kecil seperti biji atau millet yang distribusinya pada seluruh paru. TB miliaria dapat menginfeksi sejumlah organ, termasuk paru-paru, hati, limpa, dan selaput otak. (3,4,5)

2. EpidemiologiTuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting di dunia ini. Pada tahun 1992, World Health Organization (WHO) telah mencanangkan TB sebagai Global Emergency. Perkiraan kasus TB secara global pada tahun 2009 adalah: (3,4,5) Insiden kasus

: 9,4 juta (8,9 9,9 juta)

Prevalens kasus

: 14 juta (12-16 juta)

Kasus meninggal (HIV negatif): 1,3 juta (1,2 juta-1,5 juta)

Kasus meninggal (HIV positif): 0,38 juta (0,32-0,45 juta)

Jumlah kasus terbanyak adalah regio Asia Tenggara (35%), Afrika (30%), dan regio Pasifik Barat (20%). Sebanyak 11-13 % kasus TB adalah HIV positif, dan 80% kasus TB-HIV berasal dari regio Afrika. Pada tahun 2009, diperkirakan kasus Tbmultidrug- resistant (MDR) sebanyak 250.000 kasus (230.000-270.000 kasus), tetapi hanya 12% atau 30.000 kasus yang sudah terkonfirmasi. Dari hasil data WHO tahun 2009, lima negara dengan insidens kasus terbanyak yaitu india (1,6-2,4 juta), China (1,1-1,5 juta), Afrika Selatan (0,4-0,59 juta), Nigeria (0,37-0,55 juta), dan Indonesia (0,35-0,52 juta). India menyumbangkan kira-kira seperlima dari sejumlah kasus didunia (21%). (4,5,6)Dari seluruh kasus TB, sekitar 1,5% mengalami TB milier. WHO melaporkan bahwa sekitar 2-3 juta pasien meninggal tiap tahunnya akibat TB Milier. Insidensi TB Milier nampak lebih tinggi di Afrika. Hal ini disebabkan faktor risiko sosial ekonomi yang rendah, jenis kelamin yaitu lelaki lebih banyak dibanding perempuan dan faktor kesehatan. Tidak dibuktikan adanya peran genetik dalam hal ini. (4,5,6)Berdasarkan data yang didapatkan dari Pedoman Nasional TB 2011 diketahui bahwa TB milier ini merupakan salah satu bentuk TB berat dan dan memiliki angka kejadian sekitar 3-7% dari seluruh kasus TB dengan angka kematian yang tinggi (25% pada bayi). Tuberkulosis milier lebih sering terjadi pada usia kurang dari 2 tahun. Hal ini dikarenakan imunitas seluler spesifik, fungsi makrofag dan mekanisme lokal pertahanan parunya belum dapat berkembang sempurna, sehingga basil TB mudah berkembang biak dan menyebar keseluruh tubuh. Akan tetapi, TB milier juga dapat terjadi pada anak besar dan remaja akibat pengobatan penyakit paru primer sebelumnya yang tidak adekuat atau pada usia dewasa akibat reaktivasi kuman yang dorman.(5,6)3. Etiologi

TB milier merupakan penyakit limfo- hematogen sitemik akibat penyebaran kuman M. Tuberculosis dari kompleks primer yang biasanya terjadi dalam waktu 2-6 bulan pertama setelah infeksi awal. TB milier sering terjadi pada bayi dan anak kecil, terutama usia dibawah 2 tahun, karena i,unitas seluluer spesifik, fungsi makrofag, dan mekanisme lokal pertahanan parunya belum berkembang sempurna sehingga kuman TB mudah berkembang biak dan menyebar ke seluruh tubuh. Akan tetapi TB milier dapat juga terjadi pada anak besar dan remaja akibat pengobatan penyakit paru primer sebelumnya yang tidak adekuat, atau pada usia dewasa akibat reaktivitas kuman yang dorman. (4)Terjadinya TB milier dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu kuman M. Tuberculosis ( jumlah dan virulensi), status imunologik pasien (nonspesifik dan spesifik). Beberapa kondisi yang menurunkan sistem imun juga dapat menyebabkan timbulnya TB milier, yaitu infeksi HIV, malnutrisi, infeksi campak, pertusis, paparan asap rokok, diabetes melitus, konsumsi alkohol dan obat bius, gagal ginjal, keganasan, dan penggunaan kortikosteroid jangka lama. Faktor lingkungan (kurangnya paparan sinar matahari, perumahan yang padat, polusi udara, serta faktor sosial ekonomi) juga akan meningkatkan faktor resiko terinfeksi. (4)4. Patogenesis dan perjalanan penyakitParu merupakan port dentre lebih dari 98% kasus infeksi tbc. Karena ukurannya yang sangat kecil ( 6, (skor maksimal 14)

8) Pasien usia balita yang mendapat skor 5, dirujuk ke RS untuk evaluasi lebih lanjut

9) Perlu perhatian khusus jika ditemukan salah satu keadaan di bawah ini: Tanda bahaya: kejang, kaku kuduk, penurunan kesadaran kegawatan lain, misalnya sesak napas, foto toraks menunjukkan gambaran milier, kavitas, efusi pleura, gibbus dan koksitis10) Setelah dokter melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, maka dilakukan pembobotan dengan sistem skor. Pasien dengan jumlah skor yang lebih atau sama dengan 6 (6), harus ditatalaksana sebagai pasien TB dan mendapat OAT (obat anti tuberkulosis). Bila skor kurang dari 6 tetapi secara klinis kecurigaan kearah TB kuat maka perlu dilakukan pemeriksaan diagnostik lainnya sesuai indikasi, seperti bilasan lambung, patologi anatomi, pungsi lumbal, pungsi pleura, foto tulang dan sendi, funduskopi, CT-Scan, dan lain lainnya.8. Diagnosa BandingAcute respiratory distress syndrome merupakan reaksi serius dari berbagai bentuk kerusakan paru. Terjadi inflamasi parenkim paru yang menyebabkan ketidakseimbangan dari pertukaran gas dimana terjadi pengeluaran mediator inflamasi. Gejala lain tachpnea, penurunan level O2, sesak napas dan terdapat infiltrat difus bilateral paru . (3,7,8)Addison disease merupakan kelainan endokrin kronik dimana glandula adrenal tidak cukup untuk memproduksi hormon steroid (glukokortikoid dan mineralokortikoid). Gejala yaitu fatigue, nyeri kepala, demam, kelemahan otot, penurunan berat badan, nausea, vomitting, diare, berkeringat, perubahan mood, dan kepribadian, serta nyeri sendi dan otot. (3,7,8)Pneumonia akibat bakteri dibagi menjadi dua penyebab yaitu gram positif dan gram negatif. Gram positif oleh steptococcus pneumonia dan gram negatif oleh H. Influenza,