Referat Pneumonia Apri Amalia

Click here to load reader

  • date post

    12-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    29
  • download

    10

Embed Size (px)

description

Pediatri

Transcript of Referat Pneumonia Apri Amalia

BAB IPENDAHULUAN

Pneumonia adalah infeksi akut parenkim paru yang meliputi alveolus dan jaringan interstitial. Walaupun banyak pihak yang sependapat bahwa pneumonia merupakan keadaan inflamasi, namun sangat sulit untuk membuat suatu definisi tunggal yang universal. Pneumonia didefinisikan berdasarkan gejala dan tanda klinis, serta perjalanan penyakitnya. World Health Organization (WHO) mendefinisikan pneumonia hanya berdasarkan penemuan klinis yang didapat pada pemeriksaan inspeksi dan frekuensi pernapasan.Penyakit pneumonia merupakan salah satu dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sebagian besar disebabkan oleh mikroorganisme (virus/ bakteri) dan sebagian kecil disebabkan oleh hal lain (aspirasi, radiasi, dll). Pneumonia menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak berusia di bawah 5 tahun (balita). Menurut survei kesehatan nasional (SKN) 2001, 27,6% kematian bayi dan 22,8% kematian balita di Indonesia disebabkan oleh penyakit sistem respiratori, terutama pneumonia. Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 mencatat prevalensi pneumonia pada anak 11,2%. Pneumonia merupakan penyebab kematian kedua setelah diare pada balita yaitu sebesar 15,5%. Manifestasi klinis pneumonia bervariasi mulai dari keterlibatan sebagian lobus paru sampai berupa sindrom sepsis berat. Diperkirakan hampir seperlima kematian anak di seluruh dunia, lebih kurang 2 juta anak balita, meninggal setiap tahun akibat pneumonia, sebagian besar terjadi di Afrika dan Asia Tenggara. Terdapat berbagai faktor risiko yang menyebabkan tingginya angka mortalitas pneumonia pada anak balita di negara berkembang. Faktor risiko tersebut adalah: pneumonia yang terjadi pada masa bayi berat badan lahir rendah (BBLR), tidak mendapat imunisasi, tidak mendapat ASI yang adekuat, malnutrisi, defisiensi vitamin A, tingginya prevalens kolonisasi bakteri patogen di nasofaring, dan tingginya pajanan terhadap polusi udara (asap rokok atau polusi industri).

BAB IIPEMBAHASAN

Anatomi Sistem Respiratori

Gambar 1: sistem respiratori pada manusia (sumber: www.edoctoronline.com).

Sistem respiratori pada manusia dibagi menjadi dua yaitu respiratorik atas dan respiratorik bawah. Respiratorik atas mulai dari hidung sampai dengan faring dan respiratorik bawah mulai dari laring sampai alveolus.HidungHidung merupakan organ yang pertama kali dilewati oleh udara. Hidung memberikan kelembapan dan pemanasan udara sebelum masuk ke nasofaring. Rongga hidung merupakan saluran respiratori primer pada saat bernafas. Saat bernafas dengan menggunakan pernapasan hidung, terdapat tahanan sebesar lebih dari 50% dari seluruh tahanan pada saluran respiratori. Tahanan tersebut dua kali lipat lebih banyak bila dibandingkan dengan pernapasan mulut.FaringFaring memiliki 3 bagian yang terdiri dari nasofaring yaitu bagian yang langsung berhubungan dengan rongga hidung, kemudian dilanjutkan dengan orofaring dan terakhir adalah laringofaring. Nasofaring merupakan suatu rongga dengan dinding kaku di atas, belakang dan lateral, yang secara anatomi termasuk bagian faring. Orofaring yang merupakan bagian kedua faring, setelah nasofaring, dipisahkan oleh oto membranosa dari palatum lunak. Yang termasuk bagian orofaring adalah dasar lidah (1/3 posterior lidah), valekula, palatum, uvula, dinding lateral faring termasuk tonsil palatine serta dinding posterior faring. Laringofaring merupakan bagian faring yang dimulai dari lipatan faringoepiglotika ke arah posterior, inferior terhadap esophagus segmen atas.LaringLaring berperan pada proses fonasi dan sebagai katup untuk melindungi saluran respiratori bawah. Organ ini terdiri dari tulang dan kumpulan tulang rawan yang disatukan oleh ligament dan ditutupi oleh otot dan membrane mukosa. Epiglottis merupakan tulang rawan yang berbentuk seperti lembaran, yang melekat pada dasar lidah dan tulang rawan tiroid.

Trakea dan bronkusTrakea merupakan bagian dari saluran respiratorik yang bentuknya menyerupai pipa serta memanjang mulai dari bagian inferior laring sampai daerah percabangannya. Trakea terbagi menjadi dua bronkus utama kanan dan kiri. Bronkus utama kiri memiliki rongga yang lebih sempit dan lebih horizontal bila dibandingkan dengan bronkus utama kanan. Trakea dan bronkus terdiri dari tulang rawan dan dilapisi oleh epitel bersilia yang mengandung mucus dan kelenjar serosa. Bronkus kemudian akan bercabang menjadi bagian yang lebih kecil dan halus yaitu bronkiolus. Bronkiolus dilapisi oleh epitel bersilia namun tidak mengandung kelenjar serta dindingnya tidak mengandung jaringan tulang rawan.AlveolusBronkiolus berakhir pada suatu struktur yang menyerupai kantung, yang dikenal dengan nama alveolus. Alveolus terdiri dari lapisan epitel dan matriks ekstraseluler yang dikelilingi oleh pembuluh darah kapiler. Alveolus mengandung 2 sel utama, yaitu sel tipe 1 yang membentuk struktur dinding alveolus dan sel tipe 2 yang menghasilkan surfaktan. Alveolus memiliki kecenderungan untuk kolaps karena ukurannya yang kecil, bentuknya yang sferikal dan adanya tegangan permukaan. Namun hal tersebut dapat dicegah dengan adaya fosfolipid, yang dikenal dengan nama surfaktan, dan pori-pori pada dindingnya.Alveolus berdiameter 0,1 mm dengan ketebalan dinding hanya 0,1 m. pertukaran gas terjadi secara difus pasif dengan bergantung pada gradient konsentrasi. Setiap paru mengandung lebih dari 300 juta alveolus. Setiap alveolus dikelilingi oleh sebuah pembuluh darah.Paru-paruParu-paru terdapat dalam rongga thoraks pada bagian kiri dan kanan. Paru-paru memilki : Apeks, Apeks paru meluas ke dalam leher sekitar 2,5 cm di atas calvicula Permukaan costo vertebra, menempel pada bagian dalam dinding dada Permukaan mediastinal, menempelpada perikardium dan jantung. Basis, terletak pada diafragma

Paru kanan dibagi atas tiga lobus yaitulobus superior,medius dan inferior, sedangkan paru kiri dibagi dua lobus yaitu lobus superior dan inferior. Tiap lobus dibungkus oleh jaringan elastik yang mengandung pembuluh limfe, arteriola, venula,bronchial venula,ductus alveolar,sakkus alveolar, alveoli.Paru-paru dibungkus oleh pleura. Pleura ada yang menempel langsung ke paru, disebut sebagai pleura visceral. Sedangkan pleura parietal menempel pada dinding rongga dada dalam. Diantara pleura visceral dan pleura parietal terdapat cairan pleura yang berfungsi sebagai pelumas sehingga memungkinkan pergerakan dan pengembangan paru secara bebas tanpa ada gesekan dengan dinding dada.

Definisi PneumoniaPneumonia adalah infeksi akut parenkim paru yang meliputi alveolus dan jaringan interstitial. Walaupun banyak pihak yang sependapat bahwa pneumonia merupakan keadaan inflamasi, namun sangat sulit untuk membuat suatu definisi tunggal yang universal. Pneumonia didefinisikan berdasarkan gejala dan tanda klinis, serta perjalanan penyakitnya. World Health Organization (WHO) mendefinisikan pneumonia hanya berdasarkan penemuan klinis yang didapat pada pemeriksaan inspeksi dan frekuensi pernapasan.Secara anatomis pneumonia dapat diklasifikasikan sebagai pneumonia lobaris, pneumonia segmentalis dan pneumonia lobularis yang lebih dikenal sebagai bronkopneumonia dan biasanya mengenai paru bagian bawah.Berdasarkan tempat terjadinya infeksi, dikenal dua bentuk pneumonia, yaitu: 1) pneumonia masyarakat (commnunity acquired pneumonia), bila infeksinya terjadi di masyarakat, dan 2) pneumonia RS atau pneumonia nosokomial (hospital acquired pneumonia), bila infeksinya didapat di Rumah Sakit. Selain berbeda dalam lokasi tempat terjadinya infeksi, kedua bentuk pneumonia ini juga berbeda dalam spektrum etiologi, penyakit dasar atau penyakit penyerta, gambaran klinis, dan prognosisnya. Pneumonia yang didapat di RS sering merupakan infeksi sekunder pada berbagai penyakit dasar yang sudah ada, sehingga spektrum etiologinya berbeda dengan infeksi yang terjadi di masyarakat. Oleh karena itu, gejala klinis, derajat beratnya penyakit, dan komplikasi yang timbul lebih kompleks. Pneumonia yang didapat di RS memerlukan penanganan khusus sesuai dengan penyakit dasarnya.

Faktor RisikoBeberapa faktor meningkatkan risiko kejadian dan derajat pneumonia, antara lain defek anatomi bawaan, defisit imunologi, polusi, GER (gastroesophageal reflux), aspirasi, gizi buruk, berat badan lahir rendah (BBLR), tidak mendapatkan air susu ibu (ASI), imunisasi tidak lengkap, adanya saudara serumah yang menderita batuk, dan kamar tidur yang terlalu padat penghuninya.

EpidemiologiPneumonia pada anak merupakan infeksi yang serius dan banyak diderita anak-anak di seluruh dunia yang secara fundamental berbeda dengan pneumonia pada dewasa. Di Amerika dan Eropa yang merupakan negara maju, angka kejadian pneumonia masih tinggi, diperkirakan setiap tahunnya 30-45 kasus per 1000 anak pada umur kurang dari 5 tahun, 16-20 kasus per 1000 anak pada umur 5-9 tahun, 6-12 kasus per 1000 anak pada umur 9 tahun dan remaja.Di RSU Dr.Soetomo Surabaya, jumlah kasus pneumonia meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2003 dirawat sebanyak 190 pasien. Tahun 2004 dirawat sebanyak 231 pasien, dengan jumlah terbanyak pada usia kurang dari 1 tahun (69%). Pada tahun 2005, anak berumur kurang dari 5 tahun yang dirawat sebanyak 547 kasus dengan jumlah terbanyak pada umur 1-12 bulan sebanyak 337 orang. Kasus pneumonia di negara berkembang tidak hanya lebih sering didapatkan tetapi juga lebih berat dan banyak menimbulkan kematian pada anak. Insiden puncak pada umur 1-5 tahun dan menurun dengan bertambahnya usia anak. Mortalitas diakibatkan oleh karena Streptococcus pneumoniae dan Staphylococcus aureus, tetapi di negara berkembang juga berkaitan dengan malnutrisi dan kurangnya akses perawatan. Dari data mortalitas tahun 1990, pneumonia merupakan seperempat penyebab kematian pada anak dibawah 5 tahun dan 80% terjadi di negara berkembang.Pneumonia menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak berusia di bawah 5 tahun (balita) di Indonesia. Menurut survei kesehatan nasional (SKN) 2001, 27,6% kematian bayi d