Referat Mata RD Traksional

of 20 /20
ANATOMI DAN FISIOLOGI MATA Mata adalah cerminan jiwa, demikian kata pepatah. Sehingga tidak ada salah jika kita membahas secara tuntas anatomi dan fisiologi mata. Anatomi dan fisiologi mata perlu diketahui lebih dalam, untuk mempelajari lebih lanjut kelainan- kelanainan yang biasa diderita yang berkaitan dengan kelainan pada mata. Secara struktural anatomis, bola mata berdiameter ±2,5 cm dimana 5/6 bagiannya terbenam dalam rongga mata, dan hanya 1/6 bagiannya saja yang tampak pada bagian luar. Perhatikan gambar dibawah ini: Gambar diatas adalah gambar anatomi mata. Bagian-bagian mata mempunyai fungsi-fungsi tertentu. Fungsi-fungsi dari anatomi mata adalah sebagai berikut: Sklera: Melindungi bola mata dari kerusakan mekanis dan menjadi tempat melekatnya bola mata.

description

Pemisahan retina dari sel epitel pigmen retina dengan sel fotoreseptor.

Transcript of Referat Mata RD Traksional

Page 1: Referat Mata RD Traksional

ANATOMI DAN FISIOLOGI MATA

Mata adalah cerminan jiwa, demikian kata pepatah. Sehingga tidak ada salah jika kita

membahas secara tuntas anatomi dan fisiologi mata. Anatomi dan fisiologi mata perlu

diketahui lebih dalam, untuk mempelajari lebih lanjut kelainan-kelanainan yang biasa

diderita yang berkaitan dengan kelainan pada mata.

Secara struktural anatomis, bola mata berdiameter ±2,5 cm dimana 5/6 bagiannya

terbenam dalam rongga mata, dan hanya 1/6 bagiannya saja yang tampak pada bagian

luar. Perhatikan gambar dibawah ini:

Gambar diatas adalah gambar anatomi mata. Bagian-bagian mata mempunyai fungsi-

fungsi tertentu. Fungsi-fungsi dari anatomi mata adalah sebagai berikut:

Sklera: Melindungi bola mata dari kerusakan mekanis dan menjadi tempat

melekatnya bola mata.

Otot-otot mata, adalah Otot-otot yang melekat pada mata, terdiri dari: muskulus

rektus superior (menggerakan mata ke atas) dan muskulus rektus inferior

(mengerakan mata ke bawah).

Kornea: memungkinkan lewatnya cahaya dan merefraksikan cahaya.

Page 2: Referat Mata RD Traksional

Badan Siliaris: Menyokong lensa dan mengandung otot yang memungkinkan lensa

untuk beroakomodasi, kemudian berfungsijuga untuk mengsekreskan aqueus

humor.

Iris: Mengendalikan cahaya yang masuk ke mata melalui pupil, mengandung

pigmen.

Lensa: Memfokuskan pandangan dengan mengubah bentuk lensa.

Bintik kuning (Fovea): Bagian retina yang mengandung sel kerucut.

Bintik buta: Daerah syaraf optic meninggalkan bagian dalam bola mata

Vitreous humor: Menyokong lensa dan menjaga bentuk bola mata

Aquous humor: Menjaga bentuk kantong bola mata

Otot, Saraf dan Pembuluh darah Pada Mata

Otot yang menggerakan bola mata dengan fungsi ganda dan untuk pergerakan mata

tergantung pada letak dan sumbu penglihatan sewaktu aksi otot. Otot penggerak bola

mata terdiri enam otot yaitu:

Muskulus oblik inferior memiliki aksi primer eksotorsi dalam abduksi, dan

memiliki aksi sekunder elevasi dalam adduksi, abduksi dalam elevasi.

Muskulus oblik superior memiliki aksi primer intorsi dalam aduksi, dan aksi

sekunder berupa depresi dalam aduksi, dan abduksi dalam depresi.

Page 3: Referat Mata RD Traksional

Muskulus rektus inferior memiliki aksi primer berupa gerakan depresi pada

abduksi, dan memiliki aksi sekunder berupa gerakan ekstorsi pada abduksi, dan

aduksi dalam depresi.

Muskulus rektus lateral memiliki aksi gerakan abduksi.

Muskulus rektus medius memiliki aksi gerakan aduksi

Muskulus rektus superior memiliki aksi primer yaitu elevasi dalam abduksi dan

aksi sekunder berupa intorsi dalam aduksi serta aduksi dalam elevasi.

Beberapa otot bekerja sama menggerakkan mata. Setiap otot dirangsang oleh saraf

kranial tertentu. Tulang orbita yang melindungi mata juga mengandung berbagai saraf

lainnya.

Saraf optikus membawa gelombang saraf yang dihasilkan di dalam retina ke otak

Saraf lakrimalis merangsang pembentukan air mata oleh kelenjar air mata

Saraf lainnya menghantarkan sensasi ke bagian mata yang lain dan merangsang

otot pada tulang orbita.

Arteri oftalmika dan arteri retinalis menyalurkan darah ke mata kiri dan mata kanan,

sedangkan darah dari mata dibawa oleh vena oftalmika dan vena retinalis. Pembuluh

darah ini masuk dan keluar melalui mata bagian belakang.

Page 4: Referat Mata RD Traksional

Struktur pelindung

Struktur di sekitar mata melindungi dan memungkinkan mata bergerak secara bebas ke

segala arah. Struktur tersebut melindungi mata terhadap debu, angin, bakteri, virus, jamur

dan bahan-bahan berbahaya lainnya, tetapi juga memungkinkan mata tetap terbuka

sehingga cahaya masih bisa masuk.

Orbita adalah rongga bertulang yang mengandung bola mata, otot-otot, saraf,

pembuluh darah, lemak dan struktur yang menghasilkan dan mengalirkan air mata.

Kelopak mata merupakan lipatan kulit tipis yang melindungi mata. Kelopak mata secara

refleks segera menutup untuk melindungi mata dari benda asing, angin, debu dan cahaya

yang sangat terang.

Page 5: Referat Mata RD Traksional

Ketika berkedip, kelopak mata membantu menyebarkan cairan ke seluruh permukaan

mata dan ketika tertutup, kelopak mata mempertahankan kelembaban permukaan mata.

Tanpa kelembaban tersebut, kornea bisa menjadi kering, terluka dan tidak tembus cahaya.

Bagian dalam kelopak mata adalah selaput tipis (konjungtiva) yang juga membungkus

permukaan mata.

Bulu mata merupakan rambut pendek yang tumbuh di ujung kelopak mata dan

berfungsi membantu melindungi mata dengan bertindak sebagai barrier

(penghalang).

Kelenjar kecil di ujung kelopak mata menghasilkan bahan berminyak yang

mencegah penguapan air mata.

Kelenjar lakrimalis terletak di puncak tepi luar dari mata kiri dan kanan

dan menghasilkan air mata yang encer.

Page 6: Referat Mata RD Traksional

Air mata mengalir dari mata ke dalam hidung melalui 2 duktus lakrimalis; setiap duktus

memiliki lubang di ujung kelopak mata atas dan bawah, di dekat hidung. Air mata

berfungsi menjaga kelembaban dan kesehatan mata, juga menjerat dan membuang

partikel-partikel kecil yang masuk ke mata. Selain itu, air mata kaya akan antibodi yang

membantu mencegah terjadinya infeksi.

Bola mata mempunyai 3 lapis dinding yang mengelilingi rongga bola mata. Ketiga lapis

dinding ini dari luar ke dalam adalah sebagai berikut:

Sklera

Sklera merupakan jaringan ikat dengan serat yang kuat; berwarna putih buram (tidak

tembus cahaya), kecuali di bagian depan bersifat transparan, disebut kornea. Konjungtiva

adalah lapisan transparan yang melapisi kornea dan kelopak mata. Lapisan ini berfungsi

melindungi bola mata dari gangguan.

Koroid

Koroid berwarna coklat kehitaman sampai hitam merupakan lapisan yang berisi banyak

pembuluh darah yang memberi nutrisi dan oksigen terutama untuk retina. Warna gelap

pada koroid berfungsi untuk mencegah refleksi (pemantulan sinar). Di bagian depan,

Page 7: Referat Mata RD Traksional

koroid membentuk badan siliaris yang berlanjut ke depan membentuk iris yang berwarna.

Di bagian depan iris bercelah membentuk pupil (anak mata). Melalui pupil sinar masuk.

Iris berfungsi sebagai diafragma, yaitu pengontrol ukuran pupil untuk mengatur sinar

yang masuk. Badan siliaris membentuk ligamentum yang berfungsi mengikat lensa mata.

Kontraksi dan relaksasi dari otot badan siliaris akan mengatur cembung pipihnya lensa.

Retina

Retina adalah selembar tipis jaringan saraf yang semitransparan, multilapis yang

melapisi bagian dalam dua per tiga posterior dinding bola mata. Retina membentang

ke depan hampir sama jauhnya dengan korpus siliare, dan berakhir di tepi ora

serrata. Pada orang dewasa, ora serrata berada sekitar 6,5 mm di belakang garis

Schwalbe pada sisi temporal dan 5,7 mm di belakang garis ini pada sisi nasal.

Permukaan luar retina sensorik bertumpuk dengan lapisan epitel berpigmen retina

sehingga juga bertumbuk dengan membrane Bruch, koroid dan sklera. Disebagian

besar tempat, retina dan epitelium pigmen retina mudah terpisah hingga membentuk

suatu ruang subretina, seperti yang terjadi pada ablasio retina. Tetapi pada diskus

optikus dan ora serrata, retina dan epitelium pigmen retina saling melekat kuat

sehingga membatasi perluasan cairan subretina pada ablasio retina. Hal ini

berlawanan dengan ruang subkhoroid yang dapat terbentuk antara khoroid dan sklera

yang meluas ke taji sklera. Dengan demikian ablasi koroid meluas melewati ora

serrata, dibawah pars plana dan pars plikata. Lapisan - lapisan epitel permukaan

dalam korpus siliare dan permukaan posterior iris merupakan perluasan ke anterior

retina dan epitelium pigmen retina. Permukaan dalam retina menghadap ke vitreus.2

Lapisan-lapisan retina mulai dari sisi luar ke dalam adalah sebagai berikut:

1. Epitelium pigmen retina

Merupakan lapisan terluar dari retina. Epitel pigmen retina terdiri dari satu

lapisan sel mengandung pigmen dan terdiri atas sel-sel silindris dengan inti di

Page 8: Referat Mata RD Traksional

basal. Daerah basal sel melekat erat membran Bruch dari koroid. Fotoreseptor

dipelihara oleh epitel pigmen retina, yang berperan pada proses penglihatan.

Epitel pigmen ini bertanggung jawab untuk fagositosis segmen luar

fotoreseptor, transportasi vitamin, mengurangi hamburan sinar, serta

membentuk sawar selektif antara koroid dan retina.3, 4, 5

2. Lapisan fotoreseptor segmen dalam dan luar batang dan kerucut.

Sel-sel batang dan kerucut di laisan fotoreseptor mengubah rangsangan

cahaya menjadi suatu impuls saraf yang dihantarkan oleh jaras-jaras

penglihatan ke korteks penglihatan ocipital. Fotoreseptor tersusun sehingga

kerapatan sel-sel kerucut meningkat di di pusat makula (fovea), dan kerapatan

sel batang lebih tinggi di perifer. Pigmen fotosensitif di dalam sel batang

disebut rodopsin. Sel kerucut mengandung tiga pigmen yang belum dikenali

sepenuhnya yang disebut iodopsin yang kemungkinan menjadi dasar kimiawi

bagi tiga warna (merah,hijau,biru) untuk penglihatan warna. Sel kerucut

berfungsi untuk penglihatan siang hari (fotopik). Subgrup sel kerucut

responsif terhadap panjang gelombang pendek, menengah, dan panjang (biru,

hijau merah). Sel batang berfungsi untuk penglihatan malam (skotopik).

Dengan bentuk penglihatan adaptasi gelap ini terlihat beragam corak abu-abu,

tetapi warnanya tidak dapat dibedakan. Waktu senja (mesopik) diperantarai

oleh kombinasi sel kerucut dan batang.2,4, 5

3. Membrana limitans externa

4. Lapisan inti luar sel fotoreseptor, Ini terdiri dari inti dari

batang dan kerucut.3,6

5. Lapisan pleksiformis luar, yang mengandung sambungan – sambungan sel

bipolar dan sel horizontal dengan fotoreseptor .3,6

6. Lapisan inti dalam badan sel bipolar, amakrin dan sel horizontal

7. Lapisan pleksiformis dalam, yang mengandung sambungan – sambungan sel

ganglion dengan sel amakrin dan sel bipolar .3,6

8. Lapisan sel ganglion, Ini terutama mengandung sel badan sel ganglion (urutan

kedua neuron visual 7 pathway). Ada dua jenis sel ganglion.3,6

Page 9: Referat Mata RD Traksional

9. Lapisan serat saraf, yang mengandung akson – akson sel ganglion yang

berjalan menuju ke nervus optikus.3,6

10. Membrana limitans interna. Ini adalah lapisan paling dalam dan memisahkan

retina dari vitreous. Itu terbentuk oleh persatuan ekspansi terminal dari serat

yang Muller, dan pada dasarnya adalah

dasar membran.3,6

Gambar 1. Lapisan retina dari luar ke dalam (3)

Retina mempunyai tebal 0,1 mm pada ora serrata dan 0,23 mm pada kutub

posterior. Di tengah – tengah retina posterior terdapat makula. Secara klinis makula

dapat didefinisikan sebagai daerah pigmentasi kekuningan yang disebabkan oleh

pigmen luteal (xantofil) yang berdiameter 1,5 mm. Secara histologis makula merupakan

bagian retina yang lapisan ganglionnya mempunyai lebih dari satu lapis sel. Secara

klinis, makula adalah bagian yang dibatasi oleh arkade – arkade pembuluh darah retina

temporal. Di tengah makula sekitar 3,5 mm di sebelah lateral diskus optikus terdapat

fovea yang secara klinis jelas – jelas merupakan suatu cekungan yang memberikan

pantulan khusus bila dilihat dengan oftalmoskop.2

Fovea merupakan zona avaskular di retina pada angiografi fluoresens. Secara

histologi, fovea ditandai dengan menipisnya lapisan inti luar dan tidak adanya lapisan –

lapisan parenkim karena akson – akson sel fotorreceptor (lapisan serat Henle) berjalan

oblik dan pergeseran secara sentrifugal lapisan retina yang lebih dekat ke permukaan

dalam retina. Foveola adalah bagian paling tengah pada fovea, disini fotoreseptornya

adalah sel kerucut dan bagian retina yang paling tipis. Semua gambaran histologis ini

Page 10: Referat Mata RD Traksional

memberikan diskriminasi visual yang halus. Ruang ekstraseluler retina yang normalnya

kosong potensial paling besar di makula dan penyakit yang menyebabkan penumpukan

bahan di ekstrasel dapat menyebabkan daerah ini menjadi tebal sekali.2

Gambar 2. Anatomi makula (6)

Retina menerima darah dari dua sumber yaitu khoriokapilaria yang berada tepat

diluar membrana Bruch, yang mendarahi sepertiga luar retina termasuk lapisan

pleksiformis luar dan lapisan inti luar, fotorreceptor, dan lapisan epitel pigmen retina

serta cabang – cabang dari arteri sentralis retinae yang mendarahi dua pertiga sebelah

dalam. Fovea sepenuhnya diperdarahi oleh khoriokapilaria dan mudah terkena

kerusakan yang tak dapat diperbaiki kalau retina mengalami ablasi. Pembuluh darah

retina mempunyai lapisan endotel yang tidak berlubang yang membentuk sawar darah

retina. Lapisan endotel pembuluh khoroid dapat ditembus. Sawar darah retina sebelah

luar terletak setinggi lapisan epitel pigmen retina.2,3

2.

Anatomi Tambahan pada Mata

Anatomi tambahan pada mata terdiri dari alis mata, kelopak mata, bulu mata dan aparatus

lakrimalis.

Page 11: Referat Mata RD Traksional

Alis mata: terdiri dari rambut kasar yang terletak melintang di atas mata, fungsinya

untuk melindungi mata dari cahaya dan keringat juga untuk kecantikan.

Kelopak mata: ada 2, yaitu atas dan bawah. Kelopak mata atas lebih banyak

bergerak dari kelopak yang bawah dan mengandung musculus levator pepebrae

untuk menarik kelopak mata ke atas (membuka mata). Untuk menutup mata

dilakukan oleh otot otot yang lain yang melingkari kelopak mata atas dan bawah

yaitu musculus orbicularis oculi. Ruang antara ke-2 kelopak disebut celah mata

(fissura pelpebrae), celah ini menentukan “melotot” atau “sipit” nya seseorang.

Pada sudut dalam mata terdapat tonjolan disebut caruncula lakrimalis yang

mengandung kelenjar sebacea (minyak) dan sudorifera (keringat).

Bulu mata: ialah barisan bulu-bulu terletak di sebelah anterior dari kelenjar

Meibow. Kelenjar sroacea yang terletak pada akar bulu-bulu mata disebut kelenjar

Zeis. Infeksi kelenjar ini disebut Lordholum (bintit).

Apparatus lacrimalis: terdiri dari kelenjar lacrimal, ductus lacrimalis, canalis

lacrimalis, dan ductus nassolacrimalis.

I. Diagnosis

Ablasio retina ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan

oftalmologi dan pemeriksaan penunjang.

1. Anamnesis

Gejala umum pada ablasio retina yang sering dikeluhkan penderita

adalah:

Page 12: Referat Mata RD Traksional

a. Floaters (terlihatnya benda melayang – laying) yang terjadi karena adanya

kekeruhan di vitreus oleh adanya darah, pigmen retina yang lepas atau

degenerasi vitreus itu sendiri.1,2,3

b. Photopsi/light flashes (kilatan cahaya), tanpa adanya sumber cahaya di

sekitarnya, yang umumnya terjadi sewaktu mata digerakkan dalam

keremangan cahaya atau dalam keadaan gelap.3

c. Penurunan tajam penglihatan, penderita mengeluh penglihatannya

sebagian seperti tertutup tirai yang semakin lama semakian luas. Pada

keadaan yang telah lanjut, dapat terjadi penurunan tajam penglihatan yang

berat.1,3,6

Pada ablasio regmatogenosa, pada tahap awal masih relative terlokalisir,

tetapi jika hal tersebut tidak diperhatikan oleh penderita maka akan berkembang

menjadi lebih berat jika berlangsung sedikit sedikit demi sedikir menuju ke arah

makula. Keadaan ini juga tidak menimbulkan rasa sakit tiba- tiba kehilangan

penglihatan terjadi ketika kerusakannya sudah parah. Pasien seperti biasanya

mengeluhkan kemunculan tiba – tiba awan gelap atau kerudung didepan mata.2,3

Selain itu perlu di anamnesa adanya faktor predisposisi yang menyebakan teradi

ablasio retina seperti adanya riwayat trauma, riwayat pembedahan sebelumnya

seperti ekstraksi katarak, pengangkatan korpus alienum inoukler, riwayat penyakit

mata sebelumnya (uveitis, perdarahan vitreus, amblopia, galukoma, dan retinopati

diabetik). Riwayat keluarga dengan sakit mata yang sama serta penyakit serta

panyakit sistemik yang berhubungan dengan ablasio retina (diabetes melitus,

tumor, sickle cell leukimia, eklamsia, dan prematuritas).1,2,3

2. Pemeriksaan oftalmoskopi

Adapun tanda – tanda yang dapat ditemukan pada keadaan ini antar

lain :

a. Pemeriksaan visus. Dapat terjadi penurunan tajam penglihatan akibat

terlibatnya makula lutea atau kekeruhan media refrakta atau badan kaca

yang menghambat sinar masuk. Tajam penglihatan akan sangat terganggu

bila makula lutea ikut terangkat. 1,2,3

b. Tekanan intraokuler biasanya sedikit lebih atau mungkin normal.1,3

Page 13: Referat Mata RD Traksional

c. Pemeriksaan funduskopi. Merupakan salah satu cara terbaik untuk

mendiagnosa ablasio retina dengan menggunakan oftalmoskop indirek

binokuler. Pada pemeriksaan ini retina yang mengalami ablasio tampak

sebagai membran abu – abu merah muda yang menutupi gambaran

vaskuler koroid. Jika terdapat akumulasi cairan pada ruang subretina,

didapatkan pergerakkan undulasi retina ketika mata bergerak. Pembuluh

darah retina yang terlepas dari dasarnya berwarna gelap, berkelok – kelok

dan membengkok di tepi ablasio. Pada retina yang terjadi ablasio telihat

lipatan – lipatan halus. Satu robekan pada retina terlihat agak merah muda

karena terdapat pembuluh koroid dibawahnya. 1,3,6

d. Electroretinography (ERG) adalah dibawah normal atau tidak ada.3

Ultrasonography mngkonfirmasikan diagnosis. Ini adalah nilai khusus pada pasien media berkabut terutama dihadapan padat katarak.3

1. Ilyas, Sidarta. Ilmu Penyakit Mata edisi ketiga. 2010. Fakultas Kedokteran

Universitas Indonesia: Jakarta. p.1-10, 183-6

2. Vaughan, Daniel G. Asbury, Taylor. 2000. Oftalmologi umum (General

ophthalmology) edisi 17. EGC: Jakarta. p. 12-199

3. Khurana. Diseases of retina in comprehensive ophthalmology 4th edition. New

Age International Limited Publisher: India. p. 249- 279.

4. Junqueira LC, Jose C. Histologi Dasar Teks & Atlas. Edisi 10. Jakarta: EGC;

2007. Hal. 470-464

5. Reynolds,J. Olitsky,S. Anatomy and Physiology of Retina In : Pediatric retina.

2011. Springer-verlag : Berlin Heidelberg. Page 39-50.

6. American Academy Ophtalmology. Retina and Vitreous: Section 12 2007-2008.

Singapore: LEO; 2008. p. 9-299

Page 14: Referat Mata RD Traksional

(1) Ablasio retina traksional

Etiologi

Penyebab utama dari ablasio retina tipe traksi yaitu retinopati diabetes proliferative,

retinopathy of prematurity, proliferative sickle cell retinopathy.

Patogenesis

Terjadi pembentukan yang dapat berisi fibroblas, sel glia, atau sel epitel pigmen

retina. Awalnya terjadi penarikan retina sensorik menjauhi lapisan epitel di sepanjang

daerah vascular yang kemudian dapat menyebar ke bagian retina midperifer dan makula.

Pada ablasio tipe ini permukaan retina akan lebih konkaf dan sifatnya lebih terlokalisasi

tidak mencapai ke ora serata. 1

Pada mata diabetes terjadi perlekatan yang kuat antara vitreus ke area proliferasi

fibrovaskular yang tidak sempurna. Selanjutnya terjadi kontraksi progresif dari membran

fibrovaskular di daerah perlekatan vitreoretina yang apabila menyebabkan traksi

pembuluh darah baru akan menimbulkan perdarahan vitreus.

Traksi vitroretinal statis dibagi menjadi; (1) Traksi tangensial, disebabkan oleh kontraksi

membran fibrovaskular epiretina pada bagian retina dan distorsi pembuluh darah retina.

(2) Traksi anteroposterior, disebabkan oleh kontraksi membran fibrovaskular yang

memanjang dari retina bagian posterior. (3) Traksi bridging disebabkan oleh kontraksi

membran fibrovaskular yang akan melepaskan retina posterior dengan bagian lainnya

atau arkade vaskular.2

Gejala Klinis

Fotopsia dan floater sering kali tidak ditemukan. Sedangkan defek lapang

pandang biasanya timbul lambat.

Melalui pemeriksaan oftalmologis akan didapati bentukan yang konkaf dengan tanpa

adanya robekan, dengan elevasi retina tertinggi di daerah traksi vitreoretinal. Pompa oleh

retina akan menurun sehingga tidak terjadi turn over cairan.2

Terapi

Page 15: Referat Mata RD Traksional

Pada vitrektomi pars plana dilakukan pengambilan agen penyebab traksi. Selanjutnya

dapat pula dilakukan tindakan retinotomi dengan penyuntikan perfluorokarbon untuk

meratakan permukaan retina.2

1. 2. Kanski JJ, Bowling B, editors. Clinical Ophthalmology: a systemic approach.

7th ed. Elsevier, 2011