Ref. tonsilitis

download Ref. tonsilitis

If you can't read please download the document

  • date post

    31-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    234
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Ref. tonsilitis

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangTonsilitis adalah peradangan tonsil palatina yang merupakan bagian dari cincin waldeyer yang disebabkan oleh infeksi (virus atau bakteri) dan inflamasi pada tonsil.Fungsi cincin waldeyer adalah sebagai benteng bagi saluran makanan maupun saluran napas terhadap serangan kuman-kuman yang ikut masuk bersama makanan/minuman dan udara pernapasan. Selain itu, anggota-anggota cincin waldeyer ini dapat menghasilkan antibodi dan limfosit.1Tonsilitis kronik merupakan kondisi dimana terjadi pembesaran tonsil yang disertai dengan serangan infeksi yang berulang-ulang. Tonsilitis juga menjadi salah satu penyakit yang paling umum ditemukan pada masa anak-anak. Angka kejadian tertinggi terutama pada anak-anak dalam kelompok usia antara 5-10 tahun dimana penyebab dari radang tersebut paling banyak diakibatkan dari infeksi bakteri.2Berdasarkan survey epidemiologi penyakit THT di 7 provinsi (Indonesia) tahun 1994-1996, prevalensi tonsilitis kronis sebesar 3,8% tertinggi kedua setelah nasofaring akut (4,6%).Berdasarkan data medical record tahun 2010 di RSUP dr. M. Djamil padang bagian THT-KL sub bagian laring faring ditemukkan tonsilitis sebanyak 465 dari 1110 kunjungan di poliklinik sub bagian laring faring dan menjalani tonsilektomi sebanyak 163 kasus,sedangkan jumlah kunjungan baru penderita tonsilitis kronik di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar periode Juni 2008-Mei 2009 sebanyak 63 orang.Dibandingkan dengan jumlah kunjungan baru pada periode yang sama, maka angka ini merupakan 4,7% dari seluruh jumlah kunjungan baru. Insiden tonsilitis kronis di RS. Dr. Kariadi Semarang 23,26%.1Sedangkan penelitian yang dilakukan di Malaysia pada Poli THT Rumah Sakit Sarawak selama 1 tahun dijumpai 8.118 pasien, dalam jumlah pen-derita penyakit tonsilitis kronis menempati urutan keempat yakni sebanyak 657 (81%) penderita.1

1.2 Tujuan dan Manfaat Studi KasusPrinsip pelayanan dokter keluarga pada pasien ini adalah menatalaksana masalah kesehatan dengan memandang pasien sebagai individu yang utuh terdiri dari unsur biopsikososial, serta penerapan prinsip pencegahan penyakit promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative. Proses pelayanan dokter keluarga dapat lebih berkualitas bila di dasarkan pada hasil penelitian ilmu kedokteran terkini (evidence based medicine)

1.2.1 Tujuan UmumTujuan dari penulisan laporan studi kasus ini adalah untuk mendapatkan pelayanan dokter keluarga secara paripurna (komprehensif) dan holistic, sesuai dengan standar kompetensi dokter Indonesia (SKDI), berbasis evidence base medicine (EBM) pada pasien dengan mengidentifikasi faktor resiko dan masalah klinis serta prinsip penatalaksanaan pasien tonsillitis berdasarkan kerangka penyelesaian masalah pasien (problem oriented)

1.2.2 Tujuan Khususuntuk mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan etika dalam pengendalian tonsillitis secara individual, masyarakat maupun pihak terkait

untuk melakukan pengendalian tonsillitis dan melakukan rujukan bagi kasus tonsillitis, sesuai dengan SKDI yang berlaku

untuk melakukan komunikasi, pemberian informasi dan edukasi pada level individu, keluarga, masyarakat dan mitra kerja dalam pengendalian tonsillitis

untuk memanfaatkan sumber informasi terkini dan melakukan kajian ilmiah dari data di lapangan untuk melakukan pengendalian tonsillitis

untuk menggunakan landasan ilmu kedokteran klinis dan kesehatan masyarakat dalam melakukan upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative dalam pengendalian tonsillitis

untuk dapat menggunakan dan menjelaskan epidemiologi, transmisi dan pathogenesis tonsillitis

untuk melakukan anamnesis, pemeriksaan fisis dan pemeriksaan penunjang, serta menginterpretasikan hasilnya dalam mendiagnosis tonsillitis

untuk melakukan prosedur tatalaksana tonsillitis sesuai standar kompetensi dokter Indonesia

1.2.3 Manfaat Studi KasusBagi institusi pendidikan

Dapat dijadikan acuan (referensi) bagi studi kasus lebih lanjut sekaligus sebagai bahan atau sumber bacaan diperpustakaanBagi penderita (pasien)

Menambah wawasan akan tonsillitis yang meliputi proses penyakitnya dan pencegahan menyeluruh, sehingga dapat memberikan keyakinan untuk tetap berobat secara teraturBagi tenaga kesehatan

Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi pemerintah daerah dan instansi kesehatan beserta paramedic yang terlibat di dalamnya mengenai pendekatan diagnosis holistik penderita tonsillitisBagi pembelajar studi kasus ( Mahasiswa)

Sebagai pengalaman berharga bagi penulis sendiri dalam rangka memperluas wawasan dan pengetahuan mengenai evidence based dan pendekatan diagnosis holistik tonsillitis serta dalam hal penulisan studi kasus

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1 ANATOMI Tonsil adalah massa yang terdiri dari jaringan limfoid dan ditunjang oleh jaringan ikat dengan krypte didalamnya.Tonsila palatina terdiri atas 2 buah. Setiap tonsil berbentuk massa bulat seperti telur dari jaringan limfoid yang terletak di dinding lateral oropharynx yaitu diantara pilar anterior dan posterior.3,4Berdasarkan lokasinya, tonsil dibagi menjadi :Tonsila lingualis, terletak pada radix linguae.

Tonsila palatina (tonsil), terletak pada isthmus faucium antara arcus glossopalatinus dsan arcus glossopharingicus.

Tonsila pharingica (adenoid), terletak pada dinding dorsal dari nasofaring.

Tonsila tubaria, terletak pada bagian lateral nasofaring di sekitar ostium

tuba auditiva.Plaques dari Peyer (tonsil perut), terletak pada ileum.4

Jaringan limfoid yang tersebar di seluruh pharynx pada lapisan subepitel yang kemudian berkumpul membentuk suatu massa secara kolektif disebut cincin Waldeyer. Adapun jaringan limfoid yang dimaksud adalah :4Tonsila nasopharynx atau adenoid

Tonsila palatina

Tonsila lingualis

Tonsila tubaria dalam fosa Rosenmuller

Lateral pharyngeal band

Nodul-nodul pada dinding posterior pharyngeal4

Jaringan limfoid pada Cincin Waldeyer berperan penting pada awal kehidupan, yaitu sebagai daya pertahanan lokal yang setiap saat berhubungan dengan agen dari luar (makan, minum, bernafas), dan sebagai surveilen imun. Fungsi ini didukung secara anatomis dimana di daerah faring terjadi tikungan jalannya material yang melewatinya disamping itu bentuknya tidak datar, sehingga terjadi turbulensi khususnya udara pernafasan. Dengan demikian kesempatan kontak berbagai agen yang ikut dalam proses fisiologis tersebut pada permukaan penyusun cincin Waldeyer itu semakin besar.4Tonsila palatina merupakan suatu massa jaringan limfoid yang terletak di dalam fossa tonsil pada sudut orofaring, dan dibatasi oleh pilar anterior (otot palatoglosus) dan pilar posterior (otot palatofaringeus). Tonsil berbentuk oval dengan panjang 2-5 cm, masing-masing tonsil mempunyai 10-30 kriptus yang meluas ke dalam jaringan tonsil. Didalam kryptus biasanyaa ditemukan leukosit,limfosit,epitel yang terlepas,bakteri dan sisa makanan. Tonsil tidak selalu mengisi seluruh fossa tonsilaris, daerah yang kosong diatasnya dikenal sebagai fossa supratonsil.4Adapun struktur yang terdapat disekitar tonsila palatina adalah : Anterior : arcus palatoglossus

Posterior : arcus palatopharyngeus

Superior : palatum mole

Inferior : 1/3 posterior lidah

Medial : ruang orofaring

Lateral : terdapat kapsul fibrousyang dipisahkan dari m.constrictor pharyngis superior olehjaringan areolar longgar. Kapsul ini tidak melekat erat pada otot pharynx sehingga mudah dilakukan diseksi pada tonsilektomi.2,3

VaskularisasiTonsila diperdarahi oleh 5 arteri yaitu :Cabang tonsil dari arteri facialis yang merupakan arteri utama.

Arteri pharyngeal ascendens dari arteri carotis externa

Cabang ascendens tonsila palatina dari arteri facialis

Cabang lingualis bagian dorsal dari arteri lingual

Cabang descendens tonsila palatina berasal dari arteri maxillaris4

Vena dari aliran tonsil masuk ke vena paratonsila yang akan bergabung menjadi vena facialis dan plexus vena pharyngeal.4

InnervasiCabang tonsila palatina dari ganglion sphenopalatine (CN V) dan nervus glossopharyngeal yaang berfungsi sebagai sensorik.4

LimfatikAliran limfe pembuluh-pembuluh limfe tonsil bergabung dengan nodi lymphoidei profundi. Nodus yang terpenting dari kelompok ini adalah nodus jugulodigastricus, yang terletak di bawah dan belakang angulus mandibulae.42.2 FISIOLOGISeperti organ limfoid lainnya pada cincin Waldeyer, tonsila palatina berfungsi sebagai proteksi dan menangkap bahan asing dari udara maupun dari bahan makanan. Krypte tonsil akan melebar jika terdapat kontak area terhadap benda asing. Tonsil tampak lebih besar pada anak-anak dan mengecil saat pubertas.Tonsil dapat diangkat jika terdapat indikasi terhadap penyakit tonsil.4Selain itu tonsil membentuk zat zat antibodi yang terbentuk di dalam sel plasma saat reaksi seluler.Infeksi bakterial kronik pada tonsil akan menyebabkan terjadinya antibodi lokal, perubahan ratio sel B dan sel T.5

2.3 ETIOLOGITonsilitis bisa disebabkan oleh beberapa jenis bakteri dan virus.Antara tonslitis akut dan tonsilitis kronik memiliki perbedaan penyebabnya yaitu tonsilitis akut lebih sering disebabkan oleh kuman grup A streptococus -hemolyticus, pneumococcus, streptococcuc viridans dan streptococcuc pyrogenes, sedangkan tonsilitis kronik kuman penyebabnya sama dengan tonsilitis akut tetapi kadang-kadang kuman berubah menjadi kuman golongan gram negatif.Infiltrasi bakteri pada lapisanepitel jaringan tonsil akan menimbulkan reaksi radang berupa keluarnya leukosit polimorfonuklear sehingga terbentuk detritus. Detritus ini merupakan kumpulan leukosit, bakteri yang mati dan epitel yang terlepas. Secara klinis detritus ini mengisi kriptus tonsil dan tampak sebagai bercak kekuningan.Tonsilitis kronis pada anak dapat disebabkan karena anak sering menderit