Proposal Penelitian Kuantitatif Revisi Siti Mahmudah

download Proposal Penelitian Kuantitatif Revisi Siti Mahmudah

of 25

  • date post

    14-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    331
  • download

    5

Embed Size (px)

description

kg

Transcript of Proposal Penelitian Kuantitatif Revisi Siti Mahmudah

PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIFPENGARUH PENDIDIKAN PESANTREN TERHADAP MORALITAS PESERTA DIDIK

OLEH: SITI MAHMUDAH(124564035)

PRODI SOSIOLOGIJURUSAN PENDIDIKAN SEJARAHFAKULTAS ILMU SOSIALUNIVERSITAS NEGERI SURABAYA2014

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar belakang Perkataan pesantren barasal dari kata santri, dengan awalan pe dan akhiranan, bararti tempat tinggal santri[footnoteRef:1]. Yang menurut kamus umum bahasa indonesia memiliki 2 pengertian,yaitu: [1: http://library.walisongo.ac.id/digilib/files/disk1/9/jtptiain-gdl-s1-2005-zaenalarif-424-Bab3_319]

1. Orang yang beribadah sungguh-sungguh,orang shaleh2. Orang yang mendalami pengajian agama islam dengan berguru pada orang alim.Dari pengertian di atas dapat di simpulkan bahwa pesantren merupakan tempat tinggal santri yang di dalamnya terdapat pendidikan agama yang di ajarkan oleh orang yang alim atau kiyai agar menjadi orang yang taat beragama.Dulu pesantren merupakan sumber penting bagi pendidikan humaniora di pedesaan,karena pesantren dapat di katakan sebagai pusat kreativitas masyarakat,melalui pola hubungan kiyai santri,dan tradisi pesantren yang masuk ke pedesaan.[footnoteRef:2] [2: Rafael raga maran,2000,manusia dan kebudayaan dalam prespektifilmu budaya dasar,jakarta: rineka cipta,halamann 50]

Pesantren sebagai lembaga pendidikan merupakan sistem yang memiliki beberapa sub sistem, setiap sub sistem memiliki beberapa sub-sub sistem dan seterusnya, setiap sub sistem dengan sub sistem yang lain saling mempengaruhi dan dapat dipisahkan. Sub sistem dari sistem pendidikan pesantren antara lain:1) Aktor atau pelaku: Kyai; ustadz; santri dan pengurus2) Sarana perangkat keras: Masjid; rumah kyai; rumah dan asrama ustadz pondok dan asrama santri; gedung sekolah atau madrasah; tanah untuk pertanian dan lain-lain.3) sarana perangkat lunak :tujuan,kurikulum kitab,penilaian,tata tertib,dll[footnoteRef:3]. [3: http://library.walisongo.ac.id/digilib/files/disk1/9/jtptiain-gdl-s1-2005-zaenalarif-424-Bab3_319]

Setiap pesantren sebagai institusi pendidikan harus memiliki ke-3 subsistem ini, apabila kehilangan salah satu dari ke-3nya belum dapat dikatakan sebagai sistem pendidikan pesantren.

Dewasa ini pesantren telah mengalami banyak perkembangan dan menjadi lembaga yang sangat di minati oleh masyarakat,hal ini di buktikan dengan semakin banyaknya jumlah pesantren yang beraada di pedesaan bahkan di kota yang dalam tahun ini sekitar 17 pondok pesantren yag berada di kota lamongan.Sekarang ini pesantren tidak hanya mengajarkan kitab-kitab kuning melainkan sudah di kombinasikan dengan kurikulum yang berstandard nasional dengan cara mendirikan sekolah-sekolah umum yang masih berbasis agama seperti madrasah Tsanawiyah, dan madrasah aliyah. Hal ini menjadikan generasi generasi muda alumni dari pesantren tidak hanya bisa menjadi dai atau penceramah yang bisa menjawab masalah agama melainkan juga bisa menjadi tokoh intelek yang memiliki pengetahuan umum yang bersedia menjawab segala pertanyaan masyarakat.Eksisitensi pesantren sangat ditentukan oleh kiyai yaitu orang alim yang mendirikan pesantren atau orang alim yang mendapatkan amanah menyebarluaskan agama melalui pesantren. jika seorang kiyai memiliki jiwa materealistis maka kemungkinan umur pesantren tersebut bisa di prekdisikan,apalagi jika kiyainya telibat dalam masalah politik maka akan semakin mengurangi derajat pesantren tersebut dalam pandangan masyarakat.Pesantren yang banyak di minati oleh masyarakat adalah pesantren yang di pimpin oleh kiyai yang memiliki sifat zuhud yaitu sifat yang tidak mengutamakan masalah dunia melainkan megutamakan masalah akhirat. Hal ini di sebabkan karena menurut pandangan kiayi tersebut akan bisa menjadi panutan para santri agar bisa menjadi orang yang lebih baik atau bermoral.Sistem pembelajaran yang ada di pesantren menitikberatkan pada materi agama, dan ilmu pengetahuan umum. Kurikulum agama merupakan materi tertulis dan mengandung unsur bahasa arab di mana kajiannya berfokus pada fiqih (hukum islam),aqoid(aqidah) tasawuf (sufisme) ,hadits(tradisi rosulullah) ,adab(sastra),tafsir (intepretasi al-quran)dan akhlak(etika). Fikih merupakan segi yang paling utama karena pelajaran fiqih ini menerangkan ilmu-ilmu tantang semua perbuatan yang sangat sering di lakukan oleh masyarakat mulai dari tata cara bersuci,sholat,puasa hingga pembagian hak waris keluarga.Kemudian di susul pelajaran aqidah yang merupakan ilmu yang menjelaskan tentang sifat wajib allah dan rosul-rosulnya yang wajib di ketahui oleh semua orang islam. Sedangkan tasawuf hanya merupakan anjuran dan menjadi hak istemewa orang-orang tertentu saja.[footnoteRef:4] Ilmu tasawuf merupakan ilmu yang berkaitan dengan cara-cara meghilangkan penyakit hati. Sedangkan hanwu shorof merupakan ilmu yang mengajarkan tentang gramatika bahasa arab atau tata cara untuk bisa membaca kitab kuning,dan yang terakhir adalah ilmu akhlak yang menerangkan akhlak-akhlak terpuji dan bagaimana tata cara berhubugan dengan tuhan, manusia dan diri sendiri. [4: Nur kholis majid,2008:sistem pendidikan pesantren.pdf]

Dalam pesantren juga memiliki kebiasaan yang wajib di lakukan oleh para santri yang sebenarnya untuk melatih kedisiplinan dan membenntuk moral santri,diantaranya adalah sebagai berikut:1. kewajiban bangun pagi( sebelum sholat subuh),kegiatan ini di wajibkan di pesantren karena untuk membiasakan peserta didik agar selalu bangun pagi atau bahkan sebelum subuh supaya bisa menjalankan sholat malam dan mengikuti sholat subuh berjamaah. Adanya kewajiban ini dengan harapan ketika para peserta didik sudah pulang ke rumah masing-masing mereka bisa memberikan contoh yang baik melalui sebagai muadzin orang yang menyerukan untuk solat subuh berjamaah.2. Berbahasa krama halus /sopan,kegiatan ini di wajibkan karena di harapkan santri bisa terbiasa berbicara sopan terhadap sesama teman,guru dan orang tua dan bisa memberikan contoh kepada teman-temannya di rumah yang tidak mendapatkan pendidikan pesantren.3. Roan(kerja bakti) kegiatan ini di harapkan bisa menumbuhkan rasa kebersihan satri, rasa Saling gotong royong,kegiatan ini di lakukan setiap hari jumat pagi agar ketika sudah terjun di masyarakat santri bisa menjadi orang yang menyerukan kepada kebersiahan lingkungan dan menularkan rasa gotong royong dilingkungan masyarakat.4. Tahlilan,merupakan kegiatan yang di lakukan untuk memperingati keluarga anggota keluarga yang sudah meninggal dunia,sebagai sebuah pendidikan kemanusiaan.5. Berbuat jujur, berbuat jujur ini di harapkan bisa di biasakan oleh para santri agar mereka bisa menjadi orang yang di percaya dalam lingkungan pesantreen maupun ketika sudah terjun di masyarakat, berbuat jujur ini di biasakan melalui ceramah kiyai atau asehat para kak kelas dan di aplikasikan pada sebuah kantin yang tidak pernah ada penunggunya, ha ini di segaja oleh bapak kiyai untuk menguji kejujuran para santrinya.6. Melakukan musyawarah,musyawarah merupakan kata ganti belajar dalam ligkungan santri karena musyawarah sering di lakukan untuk membahah masalah makna dalam kitab kuning yang baru dipelajari atau mempelajari pelajaraan sekolah besok yang di lakukan secara berjamaah. Kegiatan musyawarah ini biasanya di lakukan setiap malam selesai mengaji. Namun musyawarah juga idak jarang di fungsikan untuk memecahkan masalah yang ada di pesantren misalnya pecurian kegiatan musywarah ini sengaja di biasakan agar ketika santri sudah terjun di masyarakat dan tertimpa suatu masalah tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan melainkan juga melibatkan atau menanyakan pendapat orang lain sebagai pertimbangan.7. Mukhadoroh, merupakan suatu kegiatan yang di lakukan untuk menegmbangkan kemampuan santri dan melatih mental santri untuk berbicara di depan umum,kegiatan mukhadoroh inni terdiri dari pembawa acara, pembacaan ayat suci alquran,membaca tahlil,sholawat,sambutan pemilik rumah,pidato dan membaca doa penutup majlis.kegiatan ini dilakukan setiap malam selasa.8. Dibaaan, merupakan kegiatan membaca sholawat kepada abi muhammad saw dengan menggunakan lagu-lagu. Acara ini di laksanakan tiap malam jumat setelah isya. Kegiatan ini di maksudkan agar santri bisa menjadi orang yang selalu meramaikan masjid atau mushola dengan sholawat-sholawat kepada abi muhammad saw.9. Ziarah kubur, ziarah ini diisi degan mngunjungi kiyai atau lebih tepatnya pendiri pesantren ini yang tempat pemakamannya masih di desa yang sama dengan di dirikannya pesantren hanya saja jaraknya cukup jauh. Ziarah ini di laksanakan tiap hari jumat sore untuk para santri putra dan jumat pagi untuk santri laki-laki. Ziarah ni segaja di rutinkan agar para santri senantiasa merawat makam almarhum kiayinya. 10. Manakib merupakan kegiatan yang sengaja di lakukan oleh setiap utuk memperingati opendiri tarekat qadryah yakni syaikh abdul qodir aljailani,pembacaan maakib ini di lakukan khusukolehkiyai dan mmepuyai wewenang untuk di hadiri oleh para santria. Manakib merupakan buku yang meneritakan kisah-kisah keanusiaan syaikh abdul qodir al - jailani yang sangat bersaabat denga orang-orang miskin. Kegiatan manakib ini di adakan dengan tujuan agar pendengaranya bisa mengikuti contoh syaikh ini yang menjadi orang sholeh yang menyantuni rang miskin. Pesantren memiliki 2 fungsi ,yaitu: sebagai wadah penyebaran agama islam yang di harapkan dapat terus menerus mewariskan upaya memelihara kontinuitas tradisi islam yang di kembangkan dari pengalaman sosial masyarakat lingkungannya. sebagai lembaga yang di harapkan bisa memperbaiki moral masyarakat dengan mengajarkan nilai-nilai keagamaan dan memaksa santri untuk menginternalisasi dan mempraktekan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian, mereka dapat mengajarkannya kepada masyarakat, di mana para santri kembali setelah selesai menamatkan pelajarannya di pesantren. Sesuai dengan tujuan yang kedua, pesantren di harapkan bisa membentuk moral masyarakat yang di mulai dari peserta