Proposal Miskin 1

download Proposal Miskin 1

of 17

  • date post

    11-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    238
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Proposal Miskin 1

PERMOHONAN BANTUAN HIBAH Diajukan dalam Program British Award for Poverty Alleviation II _______________________________________________________________________ _ RINGKASAN PROYEK A. INFORMASI UMUM PROYEK i. Judul Proyek :

Pengentasan Penduduk Miskin Melalui Penerapan Pertanian Terpadu dan Kesehatan Pencegahan di Bali Tahun 2007ii. Bentuk dan Jenis Program: Pelatihan sistem pertanian/pemeliharaan babi terpadu, pelatihan pemanfaatan biogas, pelatihan cara hidup bersih dan sehat serta melakukan pilot proyek pada keluarga miskin disertai dengan pemberian fasilitas peternakan untuk meningkatkan pendapatan keluarga miskin.

iii. Nama dan Alamat Organisasi Pemohon Dana : Nama Pemohon : Dr. K. Tangking Widarsa, M.PH. Nama Organisasi : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Unud. Alamat : Gedung BF, Komplek Fak. Pertanian, Kampus Bukit, Jimbaran, Bali Phone/Fax : 0361 701805 E-mail : twidarsa@hotmail.com iv. Lokasi Proyek : Desa Kuwum, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali v. Nama dan Alamat Penanggung Jawab Program/Kontak Person Nama Penanggung Jawab : Dr. K. Tangking Widarsa, M.PH. Alamat : Program Studi Ilmi Kesehatan Masyarakat, Unud, Gedung BF, Komplek Fak. Pertanian, Kampus Bukit, Jimbaran, Bali Phone : 0361 701 805 E-mail : twidarsa@hotmail.com B. JANGKA WAKTU PROYEK: 10 bulan (Maret - Desember 2007) C. TUJUAN PROYEK : 1. Meningkatkan pendapatan rumah tangga miskin melalui sistem pertanian terpadu 2. Meningkatkan kesehatan rumah tangga miskin melalui cara hidup bersih 3. Mengembangkan sistem usaha baru yang berkelanjutan

1

D. Uraian Kegiatan Secara Umum: Untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, maka bagi masyarakat miskin struktural dimana faktor penyebab kemiskinan dideterminasi sebagai akibat dari kurangnya kepemilikan tanah garapan, rendahnya tingkat pendidikan yang menyebabkan kekurangmampuan dalam penguasaan teknik berproduksi yang baik. Kemiskinan ini juga menyebabkan kekurangmampuan dalam melakukan servis kesehatan (pengobatan) dan penanganan lingkungan yang baik, sehingga berakibat pada rendahnya produktifitas kerja dan rendahnya pendapatan rumah tangga. Oleh karena itu, kegiatan dalam pengentasan kemiskinan ini diarahkan pada bagaimana meningktkan pendapatan rumah tangga melalui sistem pertanian (peternakan babi induk) yang terpadu sehingga luas lahan yang terbatas bisa dipergunakan seefektif mungkin ditambah dengan kemungkinan menciptakan kegiatan/usaha baru dari sistem pertanian terpadu ini sehingga peningkatan penghasilan tidak hanya berasal dari hasil penjualan babi, tetapi juga dari usaha baru seperti penggunaan/penjualan biogas, usaha kebun sayur/hortikultura, penjualan kompos, yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Dalam proyek ini juga dilakukan program intervensi penyehatan lingkungan dan cara hidup bersih melalui pemanfaatan/pengadaan sumber air bersih, jamban keluarga yang mana diharapkan bisa berkesinambungan sehingga status kesehatan keluarga bisa ditingkatkan dimana dengan kesehatan yang baik akan mendorong kinerja yang optimal dan penghasilan yang maksimal. E. Kelompok Sasaran Kelompom sasaran dari kegiatan ini adalah kelompok masyarakat sangat miskin/miskin di Desa Kuwum, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, yang merupakan salah satu Desa Binaan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Udayana. F. Dana yang Dibutuhkan dan Sumbernya Total dana yang dibutuhkan dalam kegiatan ini adalah 5,000 (Limaribu foundsterling) setara dengan Rp. 87.500.000, yang diharapkan bersumber dari British Award for Proverty Alleviation II.

2

PROPOSAL _______________________________________________________________________ _ A. JUDUL : PENINGKATAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA DAN KUALITAS KESEHATAN MASYARAKAT MISKIN MELALUI SISTEM PERTANIAN TERPADU DAN PERBAIKAN KUALITAS LINGKUNGAN B. DEFINISI MASALAH DAN RASIONALISASI PROYEK Kemiskinan merupakan masalah serius yang dihadapi oleh pemerintah Indonesia yang berdampak pada kurang optimalnya percepatan pembangunan inovatif dan moderniasasi secara global. Kemiskinan terstruktur yang meliputi kurangnya pengetahuan, pemilikan lahan dengan pendapatan keluarga yang rendah akan menyulitkan dalam pelaksanaan dan introduksi program-program dasar kesehatan. Dengan rasionalisasi bahwa program kesehatan dasar secara umum hanya akan berdampak nyata kalau masyarakat berada pada kondisi mampu secara teknologi, pengetahuan dan pendapatan yang memadai, maka program pengentasan kemiskinan merupakan salah satu alternatif yang bisa dipakai untuk meningkatkan kesehatan masyrakat. Data statisik menunjukkan bawah sekitar 18% dari total 147,044 rumah tangga di Bali berada pada kondisi miskin. Dari jumlah tersebut 30% dari keluarga miskin berada pada keadaan sangat miskin (BPS Bali, 2006) dengan distribusi yang berbeda yang dipengaruhi oleh kondisi daerah/kabupaten. Bahkan, beberapa desa yang terdapat di Kabupaten Bangli, Karangasem, Klungkung dan Buleleng terdapat 76-85% rumah tangga miskin dari total rumah tangga yang ada yang meliputi kekurangmampuan dalam fasilitas kebersihan lingkungan (air bersih dan fasilitas buang air) serta ketidakmampuan untuk membiayai pengobatan/servis kesehatan. Bertolak dari besarnya peranan kesehatan masyarakat dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga maka diperlukan suatu langkah inovatif dalam pemecahan masalah kemiskinan dan kesehatan ini. Dengan karakteristik masyarakat Bali yang agraris dan dengan pertimbangan bahwa keunggulan budaya lokal masyarakat yang mayoritas beragama Hindu, maka salah satu alternatif yang dipilih adalah pemanfaatan pertanian terpadu dalam peternakan babi induk. Program pertanian terintegrasi ini dikembangkan dengan tujuan selain untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat juga untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Masyarakat di Bali sebagian besar memelihara babi. Berdasarkan data dinas perternakan Bali diketahui ada 6 juta ternak babi di wilayah Bali. Setiap rumah tangga yang memiliki ternak babi secara terpadu dapat mengolah kotoran ternaknya menjadi biogas sebagai sumber energi disamping untuk menunjang program pemerintah dalam penghematan energi minyak dan gas. Dari babi yang ada di Bali dengan kalkulasi per harinya dihasilkan 1.379 liter gas atau setara dengan 2,5 liter minyak tanah. Hasil sisa limbah setelah diolah menjadi biogas dapat dijadikan kompos dengan nilai jual yang lumayan untuk mendukung program pertanian organik. Sehingga perternak/masyarakat miskin dapat mengolah lahannya yang umumnya jumlahnya sangat terbatas dengan sistem yang terintegrasi. Ladang atau bak penampungan limbah hasil pengolahan biogas yang ditanami sayuran maupun 3

pada areal persawahan. Sayuran tersebut juga dapat digunakan sebagai pakan untuk mengurangai penggunaan konsentrat. Dengan demikian maka potensi yang dimiliki dapat sepenuhnya digunakan disamping keuntungan utama yang diperoleh dari hasil penjualan ternak babi yang usianya 4 bulan. Disamping itu, program kesehatan masyarakat melalui penyediaan air bersih sehingga dapat mendukung kesehatan individu pada keluarga miskin dan air buangan rumah tangga dialirkan untuk membersihkan kandang babi. Sehingga program terpadu ini mempunyai manfaat ganda dimana peningkatan pendapatan rumah tangga disertai dengan peningkatan status kesehatan pada rumah tangga miskin. Desa Kuwum, yang termasuk desa binaan PS IKM, merupakan salah satu desa dengan masyarakat sangat miskin terbanyak di wilayan kerja Puskesmas Mengwi I. Data statistik menunjukkan bahwa Desa Kuwum merupakan Desa dengan kompoisi penduduk miskin 2,08% dan rumah tangga miskin sbeanyak 10,25% sehingga total masyarakat miskin sebanyak 12,33 % dan merupakan persentase masyarakat miskin tertinggi dibandingkan dengan desa lainnya di Kecamatan Mengwi. Kemiskinan ini disebabkan karena rendahnya penghasilan tumah tangga, pendidikan yang rendah, serta pemilikan tanah garapan yang sangat terbatas sehingga dari jumlah kepala rumah tangga terbanyak sebagai petani (28,7%) dan 37,5% sebagai petani penggarap serta 10,8% sebagai buruh. Dengan kondisi demografi tersebut dan ditambah dengan masalah kesehatan masyarakat utama yang ada seperti pembuangan limbah dan sanitasi lingkungan yang kurang baik, maka Desa Kuwum dijadikan sebagai subyek dalam proyek ini. C. TUJUAN PROYEK 1. Meningkatkan pendapatan rumah tangga miskin melalui sistem pertanian terpadu sesuai dengan potensi daerah 2. Meningkatkan kesehatan rumah tangga miskin melalui cara hidup bersih 3. Mengembangkan sistem usaha baru yang berkelanjutan D. SASARAN PROYEK Sasaran dari kegiatan proyek ini adalah: 1. Pemberian pembekalan pengetahuan dan teknologi dalam sistem pertaian terpadu kepada masyarakat miskin struktural 2. Pengembangan dan aplikasi teknologi dalam pertanian terpadu untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga 3. Penyehatan/sanitasi lingkungan melalui pengolahan limbah hasil peternakan 4. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui cara hidup bersih Kelompok sasaran Dalam proyek ini akan dipilih kelompok rumah tangga miskin Desa Kuwum, Mengwi, Badung, dengan pertimbangan bahwa kelompok masyarakat di Desa Kuwum merupakan salah satu desa binaan Program Stusi Ilmu Kesehatan Masyarakat (PS IKM), Unud, dan telah tersedia data awal karakteristik Desa dan masalah kesehatan yang dilakukan melalui Program Pembelajaran Lapangan, Mahasiswa PS IKM Unud. Disamping itu, di Wilayah Kerja Puskesmas Mengwi I, 4

yang mana telah terbentuk nota kesepakatan antara PS IKM dengan Pemerintah Badung, di Desa Kuwum terdapat paling banyak rumah tangga miskin (12,33%), menurut survey BPS yang telah dilakukan tahun 2006. Masyarakat Sasaran Desa Kuwum, Mengwi, Badung dipilih sebagai masyarakat sasaran dalam penelitain ini karena Desa Kuwum merupakan salah satu Desa Binaan PS IKM Unud, dengan keluarga miskin paling banyak (12,33% dari total rumah tangga) diantara semua Desa Binaan di Wilayak Kerja Puskesmas Mengwi I. Gambaran Umum Masyarakat Sasaran Keadaan demografi Jumlah penduduk setiap tahun cender