PRESUS IKK

Click here to load reader

  • date post

    07-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    39
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PRESUS IKK

KATA PENGANTARSegala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan presentasi kasus ini dengan judul Vertigo Sentral Pada Janda Paruh Baya Dengan Status Gizi Berlebih Tidak Bekerja Dengan Status Sosial Ekonomi Rendah Serta Fungsi Keluarga Kurang Sehat Dalam Rumah Tangga Tidak Berperilaku Hidup Bersih Dan Sehat.Presentasi kasus ini disusun untuk memenuhi sebagian syarat untuk menyelesaikan kepaniteraan klinik bagian Ilmu Kedokteran Keluarga di Puskesmas Wirobrajan.Banyak hambatan dalam penyusunan makalah ini, namun berkat dukungan dari banyak pihak akhirnya penulis dapat menyelesaikan laporan kepaniteraan klinik kedokteran keluarga ini. Penulis menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan selama ini dalam penulisan presentasi kasus ini, antara lain:1. dr. Iva Kusdyarini, selaku kepala Pusekesmas Wirobrajan Yogyakarta yang telah bersedia memberi kami kesempatan untuk belajar banyak di puskesmas ini.1. dr. Nurzammi dan dr. Nurwahyuningsih selaku dokter pembimbing puskesmas yang telah memberikan pengarahan dan bimbingan dari mulai persiapan, penyusunan hingga penulisan presentasi kasus ini selesai.1. dr. Oryzati Hilman, selaku dokter pembimbing klinik di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan stase Ilmu Kedokteran Keluarga yang telah memberi banyak masukan untuk menyempurnakan penulisan presentasi kasus ini.1. Seluruh dokter Puskesmas Wirobrajan dan seluruh dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan yang selama ini telah memberikan ilmu dan nasehat.1. Seluruh karyawan Puskesmas Wirobrajan dan karyawan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan yang telah membantu kelancaran dalam penulisan presentasi kasus ini.Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada semua pihak yang telah banyak membantu penulis dalam penulisan presentasi kasus ini dan dicatat sebagai amal sholeh.Penulis menyadari bahwa presentasi kasus ini jauh dari kesempurnaan oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan laporan kepaniteraan klinik kedokteran keluarga ini.Semoga laporan kepaniteraan klinik kedokteran keluarga ini dapat bermanfaat bagi penulis dan semua pihak yang membacanya.

Yogyakarta, Desember 2014Penyusun

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHANiiKATA PENGANTAR1DAFTAR ISI3BAB I PENDAHULUAN5A.LATAR BELAKANG MASALAH5B. PROFIL PUSKESMAS6C. RUMUSAN MASALAH7D. TUJUAN PENULISAN 8E. MANFAAT PENULISAN8BAB II TINJAUAN PUSTAKA91. VERTIGOA. DEFINISI VERTIGO9B. EPIDEMIOLOGI9C. ETIOLOGI10D. KLASIFIKASI13E. GEJALA KLINIS17F. PATOFISIOLOGI22G. PEMERIKSAAN FISIK PADA VERTIGO24H. PEMERIKSAAN PENUNJANG34I. PENATALAKSANAAN VERTIGO35BAB III LAPORAN KASUS40A.IDENTITAS40B.ANAMNESIS40C. PEMERIKSAAN FISIK44D.PEMERIKSAAN PENUNJANG46E.DIAGNOSIS KERJA46G.PENATALAKSANAAN46BAB IV50PEMBAHASAN50A.ANALISIS KASUS50B.ANALISIS KUNJUNGAN RUMAH50C. FAMILY ASSESSMENT TOOLS57D.DIAGNOSIS HOLISTIK63E.MANAGEMENT KOMPREHENSIF63BAB V PENUTUP65A.KESMPULAN65B.SARAN65DAFTAR PUSTAKA66

BAB IPENDAHULUANA. LATAR BELAKANG MASALAHVertigo adalah halusinasi gerakan lingkungan sekitar serasa berputar mengelilingi pasien atau pasien serasa berputar mengelilingi lingkungan sekitar. Vertigo tidak selalu sama dengan dizziness. Dizziness adalah sebuah istilah non spesifik yang dapat dikategorikan ke dalan 4 subtipe tergantung gejala yang digambarkan oleh pasien.1Vertigo merupakan gejala yang sering didapatkan pada individu dengan prevalensi sebesar 7%. Beberapa studi telah mencoba untuk menyelidiki epidemiologi dizziness, yang meliputi vertigo dan non vestibular dizziness. Dizziness telah ditemukan menjadi keluhan yang paling sering diutarakan oleh pasien, yaitu sebesar 20 - 30% dari populasi umum. Dari keempat jenis dizziness vertigo merupakan yang paling sering yaitu sekitar 54%. Pada sebuah studi mengemukakan vertigo lebih banyak ditemukan pada wanita disbanding pria (2:1), sekitar 88% pasien mengalami episode rekuren. 2Terdapat empat tipe dizziness yaitu vertigo, lightheadedness, presyncope, dan disequilibrium. Yang paling sering adalah vertigo yaitu sekitar 54% dari keluhan dizziness yang dilaporkan pada primary care.2Diagnosis banding vertigo meliputi penyebab perifer vestibular (berasal dari system saraf perifer), dan sentral vestibular (berasal dari system saraf pusat) dan kondisi lain. 93% pasien pada primary care mengalami BPPV, acute vestibular neuronitis, atau menire disease.2Karena pasien dengan dizziness seringkali sulit menggambarkan gejala mereka, menetukan penyebab akan menjadi sulit. Penting untuk membuat sebuah pendekatan menggunakan pengetahuan dari kunci anamnesis, pemeriksaan fisik, dan temuan radiologis akan membantu dokter unutk menegakkan diagnosis dan member terapi yang tepat untuk pasien.3B. PROFIL PUSKESMASPuskesmas Wirobrajan adalah unit pelaksanaan teknis dinas kesehatan di wilayah kerja Kecamatan Wirobrajan. Unit pelaksanaan teknis dinas kesehatan adalah unit yang melaksanakan tugas teknis operasional di wilayah kerja puskesmas sebagai unit pelaksana tingkat pertama pembangunan kesehatan di Indonesia.Di Kecamatan Wirobrajan terdapat satu puskesmas induk yaitu Puskesmas Wirobrajan dengan Puskesmas Pembantu Tegalmulyo. Puskesmas Wirobrajan terletak di kota Yogyakarta dengan batas-batas wilayah sebagai berikut: sebelah utara adalah Kecamatan Tegalrejo, sebelah timur adalah Kecamata Ngampilan dan Kecamatan Matrijeron, sebelah selatan dan barat adalah Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.Luas wilayah Kecamatan Wirobrajan adalah 1,78 km2 dengan pembagian kelurahan menjadi tiga kelurahan yang terdiri dari: Kelurahan Pakuncen yang terletak di bagian utara dengan 58 RT dan 12 RW, Kelurahan Wirobrajan terletak di bagian tengah dengan 56 RT dan 12 RW, Kelurahan Patang puluhan terletak di bagian selatah dengan 51 RT dan 10 RW.Jumlah penduduk Kecamatan Wirobrajan adalah 28.152 jiwa dengan jumlah kepala keluarga 8.592 dan terdiri dari 165 RT, 34 RW, serta 36 posyandu. Sasaran kesehatan wilayah kerja Puskesmas Wirobrajan yang mengacu pada Indikator Indonesia Sehat 2010 dan Standar Pelayanan Medik seperti derajat kesehatan, keadaan lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pelayanan kesehatan, dan perbaikan gizi masyarakat.Puskesmas Wirobrajan belum dilengkapi dengan fasilitas rawat inap namun sudah terdapat fasilitas ambulans dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang pada saat jam kerja dapat digunakan. Kegiatan pelayanan umum meliputi balai pengobatan umum (BPU), balai pengobatan gigi (BPG), balai kesehatan ibu dan anak/ keluarga berencana (BKIA/ KB), unit farmasi, unit kesehatan sekolah (UKS), konseling gizi, kesehatan lingkungan, promosi kesehatan dan poli lanjut usia (lansia), konseling PHBS, konseling psikologi, dan konseling berhenti merokok.

Tabel 1. Rekapitulasi 10 Besar Diagnosis Pasien PuskesmasPeriode 1 30 November 2014NO.KODE DIAGNOSISNAMAJUMLAH

1I10Hipertensi Primer456

2J00Nasopharingitis Akut (common cold)222

3E11Type 2: Non insulin dependen DM290

4M13Arthritis tdk spesifik72

5M25.5Arthralgia80

6J02Pharingitis 44

7K30Dyspepsia62

8J06.9Ispa, infeksi saluran pernafasan atas40

9H81.4Vertigo of central origin58

10R42Pusing kepala dan kepeningan101

11R50Demam yang sebabnya tak diketahui75

12M79.1Myalgia60

13K29Gastritis59

14M19.9Osteoartritis/OA55

15K00.6Disturbances in tooth eruption54

16K04.6Periapical abscess with sinus49

17M54.5Low back pain44

18J06.9Diare dan Gastroentritis non spesifik43

19Z34Pengawasan kehamilan normal38

20E78Gangguan metabolisme lipoprotein dan lipidal urin lain37

Sumber : Puskesmas Wirobrajan (Diunduh pada 1 september 2014)

C. RUMUSAN MASALAHBerdasarkan latar belakang masalah di atas, masalah yang dapat dirumuskan adalah:1. Apa saja faktor risiko yang ditemukan pada pasien ini?2. Bagaimana family assessment tools pada pasien ini?3. Bagaimana manajemen komprehensif pada pasien ini?D. TUJUAN PENULISANa. Tujuan umumPresentasi Kasus ini diajukan untuk memenuhi sebagian syarat mengikuti ujian kepaniteraan klinik program pendidikan profesi di bagian Ilmu Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran dan Ilmu KesehatanUniversitas Muhammadiyah Yogyakartadi Puskesmas Wirobrajan Yogyakarta.b. Tujuan khususUntuk mengetahui definisi, epidemiologi, klasifikasi, etiologi dan faktor resiko, patofisiologi, diagnosis, penatalaksanaan, dan komplikasi dari vertigo sentral pada pasien dengan sosial ekonomi rendah serta fungsi keluarga kurang sehat dalam rumah tangga tidak berperilaku hidup bersih dan sehat. Serta mampu memberikan manajemen penatalaksanaan komprehensif pada pasien sesuai dengan disease dan ilnessnya.E. MANFAAT PENULISANBerikut adalah beberapa manfaat penulisan laporan kasus kepaniteraan klinik ilmu kedokteran keluarga mengenai penyakit vertigo sentral kronik :1. Manfaat untuk puskesmasSebagai sarana kerja sama yang saling menguntungkan untuk dapat meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat dan mendapat umpan balik dari hasil evaluasi dokter muda dalam rangka mengoptimalkan peran puskesmas2. Manfaat untuk mahasiswaSebagai sarana keterampilan dan pengalaman dalam upaya pelayanan kesehatan dengan menerapkan prinsip kedokteran keluarga.

BAB IITINJAUAN PUSTAKAI. VertigoA. Definisi VertigoVertigo adalah halusinasi gerakan lingkungan sekitar serasa berputar mengelilingi pasien atau pasien serasa berputar mengelilingi lingkungan sekitar. Vertigo tidak selalu sama dengan dizziness. Dizziness adalah sebuah istilah non spesifik yang dapat dikategorikan ke dalan 4 subtipe tergantung gejala yang digambarkan oleh pasien. Dizziness dapat berupa vertigo, presinkop (perasaan lemas disebabkan oleh berkurangnya perfusi cerebral), light-headness, disequilibrium (perasaan goyang atau tidak seimbang ketika berdiri). 1Vertigo