PRESENTASI KASUS

Click here to load reader

  • date post

    08-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    135
  • download

    0

Embed Size (px)

description

kasus

Transcript of PRESENTASI KASUS

PRESENTASI KASUS

ASMA DAN INFEKSI TUBERKULOSIS PADA KEHAMILAN

Pembibing : dr. S. Chandra, Sp. OG

I. IDENTITAS

Nama: Ny. I Tgl Lahir: Bogor, 08 05 -1986Usia: 27 tahunAlamat: Jl Kemang RT 003/ 010 Sukatani, Tapes DepokTgl masuk RS: 10 November 2013 pukul 18.00Tgl pemeriksaan: 10 November 2013 pukul 18.00Tgl keluar RS: 14 November 2013Dokter yg merawat: dr.S.Chandra, Sp. OG

II. ANAMNESIS (Autoanamnesis)

Keluhan utama :-

Riwayat perjalanan penyakit :Pasien G2P1A0 Hamil 38 minggu, datang ke RS. Sentra Medika dengan rujukan ingin melahirkan dengan operasi sesar karena riwayat asma dan TB paru. Mules (-), belum keluar darah ataupun lendir. Belum keluar air ketuban. Mual (-), muntah (-), sesak (+) , batuk (+) tanpa dahak.

Riwayat BAK : lancar, kuning jernih, tidak nyeri saat berkemih

Riwayat BAB: lancar 1x sehari, konsistensi lunak, warna kuning kecoklatan.

Riwayat obstetric: G2P1A0 hamil 38 minggu HPHT : 19 Febuari 2013TP : 26 Desember 2013

Riwayat Menstruasi :

Riwayat ANC :Teratur ke dokter

Riwayat Persalinan :1. jenis kelamin perempuan, lahir normal (PSP), berat 2200 g, lahir tahun 20092. Sekarang, Riwayat TB paru,

Riwayat KB :Memakai KB suntik tiap 3 bulan. Efek samping flek -

Riwayat Sosial : Alkohol (-), Rokok (-)

Riwayat Penyakit :Asma + sejak lama 10 tahun yang lalu, bila kambuh berbunyi ngik (wheezing), dada terasa sesak, kambuh hampir >3x seminggu, setiap malam bila tidak mengkonsumsi obat asma, akan timbul rasa sesak. bila asma kambuh pasien memakai obat Meptin, Abbocort inhaler.Pasien pernah terkena TBC paru tahun 2011, pasien mengaku pernah dicek dahaknya dan foto rontgen terdapat flek paru. Pasien diberikan pengobatan paru karena TB selama 6 bulan. Belum dicek ulang dahak dan foto, tetapi sudah hilang gejalanya. Setelah itu setahun kemudian pasien terkena TBC paru lagi ketika sedang hamil, pasien diberikan pengobatan selama 9 bulan, dan masih mengkonsumsi obatnya yaitu, Rimatacid 1x1, Etambutol 1x2, hasil pemeriksaan dahak terakhir negatif, rontgen negatif.

Riwayat penyakit dulu : DM -, HT -, Alergi Asma + pernah dirawat di ICU tanggal 8 7 2013 karena status asmatikus ketika hamil 5 bulan.

III. PEMERIKSAAN FISIKStatus generalis- Keadaan umum: baik- Kesadaran: compos mentis- Berat badan: 58 kg- Tinggi badan: 158 cm- Tekanan darah: 130 / 100 mmHg- Nadi: 89 x / menit- RR: 28 x / menit- Suhu: 36,5 C- Mata : Sklera Ikterik (-), Konjungtiva Anemis (-)- Telinga dan Hidung : Sekret (-), dalam batas normal- KGB : Pembesaran (-)- Jantung : dalam batas normal- Paru :Inspeksi : simetris, abdominotorakal, retraksi (-)Palpasi : stem fremitus kiri dan kanan sama kuatPerkusi : sonor seluruh lapangan paruAuskultasi : Vesikuler seluruh lapangan paru, Wheezing (-), Rhonki (-)- Abdomen: dalam batas normal- Ekstremitas dan Kulit : dalam batas normal

Status Obstetrikus L1 : TFU : 28 cm presentasi bokongL2 : punggung kiriL3 : Presentasi kepalaL4 : Belum masuk Pintu atas panggulDJJ : 162 x / menitTBJ : 2480 gHIS : - VT : -

Status GinekologisInspeksi- Labia Mayor : Tanda radang (-)- Labia minor: Tanda radang (-)- Kelenjar bartholin: Tanda radang (-)- Orifisium uretra eksterna: Tanda radang, darah -, lendir

IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG Hasil USG : ICA : 8,5, berat 2910 g, Lilitan tali pusat (-), hamil 37 38 minggu. Jenis kelamin laki-laki

Radiologi : -

Mikrobiologi 6 Juli 2013Kultur dan Resistensi , biakan sputum, hitung koloni Hasil biakan: Acinobacter baumannii

Antibiotik (ug)Hasil

Amikacin (AN) 30Sensitif

Amoxcillin (AML) 25Resisten

Aithromycin (AZM) 15Resisten

Cefadroxil (CFR) 30Resisten

Cefepime Sensitif

CefotaximeResisten

CefiximeResisten

CefuroximeResisten

ChloramphenicolSensitif

CiprofloxacinResisten

ClindamycinResisten

CeftriaxoneIntermediate

ImipenemeSensitif

LevofloxsacinSensitif

MetropenemSensitif

DoxiciclinResisten

TobramycinSensitif

TicarcylinResisten

VancomycinResisten

Laboratorium Tanggal 9 Nov 2013 Hematologi : Coagulasi : Masa perdarahan 3.00/menit , Masa pembekuan 13.00 /menit Golongan darah : O, Rh faktor positif Rutin : Hemoglobin : 12,6 gr/dl Hematokrit : 35 % Trombosit : 268.000 /ul Leukosit: 9.630 / ul Tanggal 22 Oktober 2013 TB antigen (-) Sputum : Pewarnaan BTA --> BTA negatif Kultur + Resistensi Sputum : Acine baumannii +

Konsultasi pada bagian paru : FVC : 69 % FEV1 28% PEF 13% Kesan : restriksi ringan dan obstriksi berat dengan toleransi tindakan berat. TB paru kategori 2. Perbaikan (+).

V. RESUME

VI. DIAGNOSIS

VII. PENATALAKSANAANRencana Sectio Caesaria atas indikasi Asma

VIII. PROGNOSIS- Ad Vitam: bonam- Ad fungtionam: bonam- Ad Sanationam: bonam

DILAKUKAN OPERASI SECTIO CAESARIA PADA TANGGAL 11 NOVEMBER 2013

Diagnosa Pra bedah: G2P1A0 H 38 minggu dengan asma

Laporan operasi1. Pasien dalam posisi telentang2. Dilakukan anestesi spinal3. Asepsis dan antiseptik pada daerah operasi dan sekitarnya4. Incici planenstell -+12 cm5. Setelah peritoneum dibuka, tampak uterus gravidarum6. Segmen bawah uterus disayat semilunar, ditembus dilebarkan secara tajam7. Dengan bantuan ekstraksi vakum, dilahirkan bayi laki-laki, pukul 08.21, BBL 3435 gr, PB 52 cm, LK 36 cm, A/S 7,10 , tidak ada lilitan tali pusat.8. Air ketuban jernih, jumlah +- 300 cc9. Plasenta berimplitasi di corpus posterior, dilahirkan dengan tarikan ringan.10. Segmen bawah uterus dijahit jelujur 2 lapis dengan safil11. Pada eksplorasi kedua tuba dan ovarium dan batas normal.12. Setelah dijahit tidak ada perdarahan, rongga abdomen dicuci.13. Dinding abdomen dijahit lapis demi lapis.

Diagnosa pasca bedah : Post Sectio Caesaria dengan asma berat

Instuksi Post Op: IVFD RL dan injeksi tramadol 100 : 30 tetes / menit Injeksi Anbacim 1 gr / 12 jam Supp Prolanges 1 / 8 jam

FOLLOW UP HARIAN12 November 2013S :mual (-), muntah (-), Mulas (-), kentut (-), BAB (-), BAK N, Nyeri daerah operasi (+), lokia (+), ASI (-) belum keluar

O : K.U baikKes CMTD : 110 / 80 mmHgN : 80 x /menitRR : 20 x /menitS : 36.3 CRembesan luka op (-)A : P2A0 Post SC a/i asma P : Anbacim 1 gr injeksi

13 November 2013S:mual (-), muntah (-), BAB (-), BAK N, kentut (-), Nyeri daerah operasi (+), lokia (+), ASI (+).O:K.U baikKes CMTD : 120 / 80 mmHgN : 72 x /menitRR : 20 x /menitS : 36.6 CRembesan luka op (-)A : P2A0 Post SC a/i asma P:Sporetik2 x 10Prolanges5 x 50Tramadol3 x 50

14 November 2013S: mual (-), muntah (-), flatus (+),BAB (-), BAK N, pusing (+), Nyeri daerah operasi (+), lokia (+), ASI (+).O:K.U baikKes CMTD : 120 / 80 mmHgN : 80 x /menitRR : 16 x /menitS : 35.5 CRembesan luka op (-)A : P2A0 Post SC a/i asma P:Prolanges3 x 1Tramadol3 x 1Cefixime2 x 1

PEMBAHASAN KASUS

Berdasarkan hasil anamnesa pasien, tidak didapatkan adanya gangguan dalam kehamilan, pasien belum dalam keadaan inpartu, karena ibu tidak menunjukan maupun tanda-tanda his yang sebenarnya dan pengeluaran pervaginam. Tetapi pasien mengeluh adanya sesak dan batuk.

ASMA PADA KEHAMILANI. PrevalensiDi Indonesia prevalensi asma sekitar 5 6 % dari populasi. Prevalensi asma dalam kehamilan sekitar 3,7 4 %. Hal tersebut membuat asma menjadi salah satu permasalahan yang biasa ditemukan dalam kehamilan.

II. PatofisiologiAsma ialah penyakit inflamasi kronis saluran pernapasan dengan komponen herediter mayor, terkait pada kromosom 5,6,11,12,14,16 dan reseptor IgE dengan afnitas tinggi, sitokin, reseptor T-sel antigen. Keadaan ini juga dihubungkan dengan mutasi gen ADAM-33 pada rantai pendek kromosom 20 individu yang terpapar rokok, influenza (stimulasi alergi akibat lingkungan). Asma adalah penyakit dimana terdapat obstruksi saluran napas karena kontraksi otot polos bronkus, hipersekresi mukus dan edema mukosa.Adanya inflamasi pada saluran napas dan hiperesponsif terhadap stimulan termasuk iritan, infeksi viral, aspirin, udara dingin, dan olahraga. Aktivasi sel mast dimediasi oleh sitokin menyebabkan bronkokonstriksi dengan melepaskan histamin, prostaglandin d2, dan leukotrien. Karena prostaglandin seri F dan ergonofin sering mengeksaserbasi asma, obat ini sering dihindari. Kemungkinan kerentanan setiap individual adalah stimulan alergi yang berasal dari lingkungan, sebagai contoh yaitu influenza atau asap rokok.

III. Gejala klinikPenilaian secara subjektif tidak dapat secara akurat menentukan derajat asma. Gejala klinik bervariasi dari wheezing ringan, sampai bronkokonstriksi berat. Pada keadaan ringan, hipoksia dapat dikompensasi hiperventilasi, ditandai dengan pO2 normal, penurungan PCO2, dan lakalosis respirasi. Namun, bila bertambah berat akan terjadi kelelahan yang menyebabkan retensi CO2 akibat hiperventilasi, ditandai dengan PCO2 yang kembali normal. Bila terjadi gagal napas, ditandai asidosis, hiperkapnea, adanya pernapasan dalam, takikardi, pulsus paradoksus, ekspirasi memanjang, penggunaan otot asesori pernapasan, sianosis sentra, sampai gangguan kesadaran. Keadaan ini bersifat reversibel dan dapat ditoleransi. Namun pada kehamilan dapat berbahaya akibat adanya penurunan kapasitas residu.

Gejala klinis yang penting adalah seperti takikardi, pulsus paradoksus, ekspirasi memanjang dan menggunakan otot bantu pernafasan. Tanda yang fatal termasuk sianosis sentral dan penurunan kesadaran. Analisa gas darah memberikan status maternal tentang oksigenasi, ventilasi, dan asam basa, dengan ini keparahan serangan akut dapat diterapi. Sebagai contoh, pCo2 yang lebih tinggi dari 35 mmHg dengan pH < 7,5 konsisten dengan hiperventilasi dan retensi CO2 pada wanita hamil.

Analisis gas darah merupakan penilaian objektif oksigenasi maternal, ventilasi, keseimbangan asam-basa. Pemerik