PPT TIROID

download PPT TIROID

of 56

  • date post

    15-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    258
  • download

    25

Embed Size (px)

description

tiroid

Transcript of PPT TIROID

  • 5/25/2018 PPT TIROID

    1/56

    TIROID/ STRUMA

    Elizabeth Margaretha

    11.2012.083

  • 5/25/2018 PPT TIROID

    2/56

    DEFINISI

    Kelainan glandula thyroidea dapat berupa

    gangguan fungsi, seperti tirotoksikosis, atau

    perubahan susunan kelenjar dan

    morfologinya, seperti penyakit noduler.

    Berdasarkan patologinya, pembesaran tiroid

    umumnya disebut struma

  • 5/25/2018 PPT TIROID

    3/56

    Pembesaran kelenjar tiroid atau struma diklasifikasikanberdasarkan efek fisiologisnya, klinis, dan perubahanbentuk yang terjadi. Struma dapat dibagi menjadi :

    Struma Toksik, yaitu struma yang menimbulkan gejalaklinis pada tubuh, berdasarkan perubahan bentuknyadapat dibagi lagi menjadi

    Diffusa, yaitu jika pembesaran kelenjar tiroid meliputiseluruh lobus, seperti yang ditemukan pada Graves

    disease. Nodosa, yaitu jika pembesaran kelenjar tiroid hanya

    mengenai salah satu lobus, seperti yang ditemukan padaPlummers disease

  • 5/25/2018 PPT TIROID

    4/56

    Struma Nontoksik, yaitu struma yang tidak

    menimbulkan gejala klinis pada tubuh,

    berdasarkan perubahan bentuknya dapat

    dibagi lagi menjadi

    Diffusa, seperti yang ditemukan pada endemik

    goiter

    Nodosa, seperti yang ditemukan pada keganasantiroid

  • 5/25/2018 PPT TIROID

    5/56

  • 5/25/2018 PPT TIROID

    6/56

    ETIOLOGI

    Pembesaran kelenjar tiroid dapat disebabkanoleh : Hiperplasia dan Hipertrofi

    Setiap organ apabila dipicu untuk bekerja akan

    mengalami kompensasi dengan caramemperbesar dan memperbanyak jumlah selnya.Demikian juga dengan kelenjar tiroid pada saatpertumnuhan akan dipacu untuk bekerja

    memproduksi hormon tiroksin sehingga lamakelamaan akan membesar, misalnya saatpubertas dan kehamilan.

  • 5/25/2018 PPT TIROID

    7/56

    Inflamasi atau Infeksi

    Proses peradangan pada kelenjar tiroid seperti

    pada tiroiditis akut, tiroiditis subakut (de

    Quervain) dan tiroiditis kronis (Hashimoto)

    Neoplasma

    Jinak dan ganas

  • 5/25/2018 PPT TIROID

    8/56

    Struma menimbulkan gejala klinis dikarenakan

    oleh perubahan kadar hormon tiroid di dalam

    darah.

    Kelenjar tiroid dapat menghasilkan hormon

    tiroid dalam kadar berlebih atau biasa disebut

    hipertiroid

    kadar kurang dari normal atau biasa disebut

    hipotiroid.

  • 5/25/2018 PPT TIROID

    9/56

    Gejala yang timbul pada hipertiroid adalah :

    Peningkatan nafsu makan dan penurunan berat badan

    Tidak tahan panas dan hiperhidrosis

    Palpitasi, sistolik yang tinggi dan diastolik yang rendah

    sehingga menghasilkan tekanan nadi yang tinggi (pulsusceller) dan dalam jangka panjang dapat menjadi fibrilasiatrium

    Tremor

    Diare

    Infertilitas, amenorrhae pada wanita dan atrofi testis padapria

    Exophtalmus

  • 5/25/2018 PPT TIROID

    10/56

    Gejala yang timbul pada hipotiroid adalahkebalikan dari hipertiroid :

    Nafsu makan menurun dan berat badan

    bertambah Tidak tahan dingin dan kulit kering bersisik

    Bradikardi, tekanan sistolik yang rendah dan

    tekanan nadi yang lemah Gerak tubuh menjadi lamban dan edema pada

    wajah, kelopak mata dan tungkai

  • 5/25/2018 PPT TIROID

    11/56

    KLASIFIKASI

    Pembesaran tiroid selain keganasan menurutAmerican Society for Studyof Goitermembagi:

    1. Struma Difusa Toksik

    Struma difusa toksik dapat kita temukan pada Graves Disease. Penyakit ini

    juga biasa disebut Basedow. Trias Basedow meliputi pembesaran kelenjar tiroid difus, hipertiroidi dan

    eksoftalmus.

    Penyakit ini lebih sering ditemukan pada orang muda dengan gejalaseperti berkeringat berlebihan, tremor tangan, menurunnya toleransiterhafap panas, penurunan berat badan, ketidakstabilan emosi, gangguan

    menstruasi berupa amenorrhea,dan polidefekasi ( sering buang air besar). Klinis sering ditemukan adanya pembesaran kelenjar tiroid, kadang

    terdapat juga manifestasi pada mata berupa exophthalmusdan miopatiaekstrabulbi.

  • 5/25/2018 PPT TIROID

    12/56

    Walaupun etiologi penyakit Graves tidak diketahui pasti,tampaknya terdapat peran dari suatu antibodi yang dapatditangkap reseptor TSH, yang menimbulkan stimulusterhadap peningkatan hormon tiroid.

    Penyakit ini juga ditandai dengan peningkatan absorbsiyodium radiokatif oleh kelenjar tiroid.

    Patofisiologi Graves Disease merupakan suatu penyakityang disebabkan oleh kelainan sistem imun dalam tubuh, dimana terdapat suatu zat yang disebut sebagai ThyroidReceptor Antibodies. Zat ini menempati reseptor TSH di sel-sel tiroid dan menstimulasinya secara berlebiham, sehinggaTSH tidak dapat menempati reseptornya dan kadarhormone tiroid dalam tubuh menjadi meningkat.

  • 5/25/2018 PPT TIROID

    13/56

    Terapi penyakit Graves ditujukan pada pengendaliankeadaan tirotoksisitas/ hipertiroidi dengan pemberianantitiroid, seperti propil-tiourasil ( PTU ) atau karbimazol.

    Terapi definitif dapat dipilih antara pengobatan anti-tiroidjangka panjang, ablasio dengan yodium radiokatif, atautiroidektomi.

    Pembedahan terhadap tiroid dengan hipertiroidi dilakukanterutama jika pengobatan dengan medikamentosa gagaldengan kelenjar tiroid besar.

    Pembedahan yang baik biasanya memberikan kesembuhanyang permanen meskipun kadang dijumpai terjadinyahipotiroidi dan komplikasi yang minimal.

  • 5/25/2018 PPT TIROID

    14/56

    2. Struma Nodosa Toksik

    Struma nodosa toksik adalah pembesarankelenjar tiroid pada salah satu lobus yang disertai

    dengan tanda-tanda hipertiroid. Pembesaran noduler terjadi pada usia dewasa

    muda sebagai suatu struma yang nontoksik. Bilatidak diobati, dalam 15-20 tahun dapat menjadi

    toksik. Pertama kali dibedakan dari penyakit Graves oleh

    Plummer, maka disebut juga Plummers disease.

  • 5/25/2018 PPT TIROID

    15/56

    Penyakit ini diawali dengan timbulnyapembesaran noduler pada kelenjar tiroid yangtidak menimbulkan gejala-gejala toksisitas,namun jika tidak segera diobati, dalam 15-20

    tahun dapat menimbulkan hipertiroid. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan

    dari nontoksik menjadi toksik antara lain adalahnodul tersebut berubah menjadi otonom sendiri

    (berhubungan dengan penyakit autoimun),pemberian hormon tiroid dari luar, pemberianyodium radioaktif sebagai pengobatan.

  • 5/25/2018 PPT TIROID

    16/56

    Saat anamnesis, sulit untuk membedakan

    antara Graves disease dengan Plummers

    disease karena sama-sama menunjukan

    gejala-gejala hipertiroid.

    Yang membedakan adalah saat pemeriksaan

    fisik di mana pada saat palpasi kita dapat

    merasakan pembesaran yang hanya terjadipada salah satu lobus.

  • 5/25/2018 PPT TIROID

    17/56

    Terapi yang diberikan pada Plummers Disease juga samadengan Graves yaitu ditujukan pada pengendalian keadaantirotoksisitas/ hipertiroidi dengan pemberian antitiroid,seperti propil-tiourasil ( PTU ) atau karbimazol.

    Terapi definitif dapat dipilih antara pengobatan anti-tiroidjangka panjang, ablasio dengan yodium radiokatif, atautiroidektomi.

    Pembedahan terhadap tiroid dengan hipertiroidi dilakukanterutama jika pengobatan dengan medikamentosa gagaldengan kelenjar tiroid besar. Pembedahan yang baikbiasanya memberikan kesembuhan yang permanenmeskipun kadang dijumpai terjadinya hipotiroidi dankomplikasi yang minimal.

  • 5/25/2018 PPT TIROID

    18/56

    3. Struma Difusa Nontoksik

    Struma endemik adalah penyakit yang ditandai denganpembesaran kelenjar tiroid yang terjadi pada suatupopulasi, dan diperkirakan berhubungan dengan defisiensidiet dalam harian.

    Epidemologi Endemik goiter diperkirakan terdapat kuranglebih 5% pada populasi anak sekolah dasar/preadolescent(6-12 tahun), seperti terbukti dari beberapa penelitian

    Goiter endemik terjadi karena defisiensi yodium dalam

    diet. Kejadian goiter endemik sering terjadi di derahpegnungan, seperti di himalaya, alpens, daerah denganketersediaan yodium alam dan cakupan pemberian yodiumtambahan belum terlaksana dengan baik

  • 5/25/2018 PPT TIROID

    19/56

    Umumnya, mekanisme terjadinya goiter disebabkan olehadanya defisiensi intakeiodin oleh tubuh.

    Goiter juga dapat disebabkan oleh kelainan sintesis hormontiroid kongenital ataupun goitrogen (agen penyebab goiterseperti intakekalsium berlebihan maupun sayuranfamiliBrassica).

    Kurangnya iodin menyebabkan kurangnya hormon tiroidyang dapat disintesis. Hal ini akan memicu peningkatanpelepasan TSH (thyroid-stimulating hormone) ke dalamdarah sebagai efek kompensatoriknya.

    Efek tersebut menyebabkan terjadinya hipertrofi danhiperplasi dari sel folikuler tiroid, sehingga terjadipembesaran tiroid secara makroskopik.

  • 5/25/2018 PPT TIROID

    20/56

    Pembesaran ini dapat menormalkan kerja

    tubuh, oleh karena pada efek kompensatorik

    tersebut kebutuhan hormon tiroid terpenuhi.

    Akan tetapi, pada beberapa kasus, seperti

    defisiensi iodin endemik, pembesaran ini tidak

    akan dapat mengompensasi penyakit yang

    ada. Kondisi itulah yang dikenal dengan goiterhipotiroid.

  • 5/25/2018 PPT TIROID

    21/56

    Goiter Difus

    Goiter difus adalah bentuk goiter yang membentuksatu buah pembesaran yang tampak tanpa membentuknodul.

    Benttuk ini biasa ditemukan dengan sifat non-toksik(fungsi tiroid normal), oleh karena itu bentuk inidisebut juga goiter simpel.

    Dapat juga disebut sebagai goiter koloid karena selfolikel yang membesar tesebut umumnya dipenuhioleh koloid.

    Kelainan ini muncul pada goiter endemik dan sporadik.