POSBINDU LAYSA KASMINATA

of 22 /22
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan nasional membutuhkan generasi muda yang cemerlang,  balita dengan gizi baik merupakan modal untuk mencapai pembangunan nasional yang optimal, karena mereka akan menjadi pemimpin dimasa yang akan datang namun kurangnya kesadaran dan keterbatasan ekonomi masyarakat menyebabkan banyaknya balita bergizi buruk untuk itulah  pemerintah menetapkan sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah  Nasional (RPJMN) 2010-2014 dan Sasaran Pembangunan Milenium (MDG 2015) adalah menurunnya prevalensi gizi kurang pada anak balita menjadi di  bawah 15% pada tahun 2014. 1 Tindakan menuru nkan prevalensi g izi kurang adalah melaksanakan upaya  pemantauan pertumbuhan anak balita. Salah satu kegiatan pemerintah yaitu  posyandu, sebagai upaya bersama masyarakat dan tenaga medis untuk memonitor keadaan balita dan menjaga agar tumbuh kembangnya tidak terganggu dengan berbagai tindakan yang mendukung. 1  indikator tumbuh kembang anak yang sangat sensitif untuk memantau pertumbuhan anak adalah  berat badan. Bila kenaikan berat badan lebih rendah dari yang seharusnya,  berarti pertumbuhan anak terganggu dan anak berisiko akan mengalami kekurangan gizi. Sebaliknya bila kenaikan berat badan lebih besar dari yang seharusnya merupakan indikasi risiko kelebihan gizi. 3  Dengan memantau  pertumbuhan balit a para kader posyandu akan dapat memberdayakan ibu-ibu untuk dapat mendeteksi dini dan melakukan upaya terhadap adanya gangguan tumbuh kembang anak.  1  Pencapaian kegiatan pemantauan pertumbuhan balita di Indonesia pada tahun 2011 adalah 71,4% dan di Provinsi Jambi sendiri, sebesar 67,6%.  Salah satu puskesmas yang menjalankan kegiatan posyandu di kota jambi adalah

description

posbindu referat

Transcript of POSBINDU LAYSA KASMINATA

21

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangPembangunan nasional membutuhkan generasi muda yang cemerlang, balita dengan gizi baik merupakan modal untuk mencapai pembangunan nasional yang optimal, karena mereka akan menjadi pemimpin dimasa yang akan datang namun kurangnya kesadaran dan keterbatasan ekonomi masyarakat menyebabkan banyaknya balita bergizi buruk untuk itulah pemerintah menetapkan sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 dan Sasaran Pembangunan Milenium (MDG 2015) adalah menurunnya prevalensi gizi kurang pada anak balita menjadi di bawah 15% pada tahun 2014.1 Tindakan menurunkan prevalensi gizi kurang adalah melaksanakan upaya pemantauan pertumbuhan anak balita. Salah satu kegiatan pemerintah yaitu posyandu, sebagai upaya bersama masyarakat dan tenaga medis untuk memonitor keadaan balita dan menjaga agar tumbuh kembangnya tidak terganggu dengan berbagai tindakan yang mendukung.1 indikator tumbuh kembang anak yang sangat sensitif untuk memantau pertumbuhan anak adalah berat badan. Bila kenaikan berat badan lebih rendah dari yang seharusnya, berarti pertumbuhan anak terganggu dan anak berisiko akan mengalami kekurangan gizi. Sebaliknya bila kenaikan berat badan lebih besar dari yang seharusnya merupakan indikasi risiko kelebihan gizi.3 Dengan memantau pertumbuhan balita para kader posyandu akan dapat memberdayakan ibu-ibu untuk dapat mendeteksi dini dan melakukan upaya terhadap adanya gangguan tumbuh kembang anak. 1Pencapaian kegiatan pemantauan pertumbuhan balita di Indonesia pada tahun 2011 adalah 71,4% dan di Provinsi Jambi sendiri, sebesar 67,6%. Salah satu puskesmas yang menjalankan kegiatan posyandu di kota jambi adalah Puskesmas Putri Ayu. Dengan jumlah posyandu binaan sebanyak 35 unit, terdiri dari posyandu madya 31 unit, purnama 3 unit dan mandiri 1 unit, Untuk itu perlu diketahui bagaimana gambaran kegiatan posyandu dan apa saja yang menjadi permasalahan posyandu yang ada di puskesmas Putri Ayu pada tahun 2013.1.2 Tujuan UmumUntuk mengetahui gambaran pelaksanaan dan permasalahan posyandu di Puskesmas Putri Ayu tahun 2013

1.3 Tujuan Khusus1. Untuk mengetahui pelayanan Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi.2. Mengetahui penyebab masalah dan masalah yang dominan dalam pelaksanaan posyandu di wilayah kerja Puskesmas Putri Ayu Jambi.3. Mencari alternatif pemecahan dalam pelaksanaan Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi

1.4 ManfaatManfaat dari penulisan makalah ini sebagai berikut:1. Bagi Penulis Penulis dapat memahami kegiatan pelayanan Posyandu dan masalah-masalah yang ditemui dalam pelayanan Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi2. Bagi Puskesmas Makalah ini diharapkan dapat menjadi bahan untuk meningkatkan mutu pelayanan Posyandu sehingga dapat melakukan tugas sebagaimana mestinya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan optimal.BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi PosyanduPosyandu (pos pelayananan terpadu) merupakan salah satu bentuk upaya pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh, dari dan bersama masyarakat, untuk memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat guna memperoleh pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak balita.2,3

2.2 Kegiatan Utama PosyanduPosyandu memiliki kegiatan utama yaitu pemantauan tumbuh kembang balita, pelayanan kesehatan ibu dan anak seperti imunisasi untuk pencegahan penyakit, penanggulangan diare, pelayanan KB, penyuluhan dan konseling/rujukan konseling.

2.3 Sasaran PosyanduSasaran Posyandu adalah seluruh masyarakat atau keluarga, terutama adalah bayi yang baru lahir, balita, ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas, dan Pasangan Usia Subur (PUS).

2.4 Manfaat Posyandu

1. Bagi masyarakat Pertumbuhan anak balita terpantau sehingga tidak menderita gizi kurang atau gizi buruk. Memperoleh kemudahan untuk mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan bagi anak balita dan ibu. Bayi memperoleh imunisasi lengkap Ibu hamil juga akan terpantau berat badannya dan memperoleh tablet tambah darah serta imunisasi TT Apabila terdapat kelainan pada anak balita, ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui dapat segera diketahui dan dirujuk ke puskesmas.

2. Bagi kader Mendapatkan berbagai informasi kesehatan lebih dahulu dan lebih lengkap Ikut berperan secara nyata dalam perkembangan tumbuh kembang anak balita dan kesehatan ibu. Citra diri meningkat di mata masyarakat sebagai orang yang terpercaya dalam bidang kesehatan Menjadi panutan karena telah mengabdi demi pertumbuhan anak dan kesehatan ibu

2.5 Penyelenggaraan KegiatanKegiatan yang dilakukan secara rutin di Posyandu digerakkan oleh Kader Posyandu dengan bimbingan teknis dari Puskesmas dan sektor terkait. Pada saat penyelenggaraan Posyandu minimal jumlah kader adalah 5 (lima) orang. Jumlah ini sesuai dengan jumlah langkah yang dilaksanakan oleh Posyandu, yakni yang mengacu pada sistim 5 langkah. Kegiatan yang dilaksanakan pada setiap langkah serta para penanggungjawab pelaksanaannya secara sederhana dapat diuraikan sebagai berikut:3

Pembentukan Posyandu dimusyawarahkan dengan masyarakat, mulai dari penentuan pengelola/pengurus Posyandu hingga setiap kegiatan dan jadwal kegiatan posyandu yang akan dilaksanakan.Pelaksana posyandu adalah kader yang difasilitasi petugas. Kader posyandu diharapkan :1. Berasal dari anggota masyarakat setempat2. Dapat membaca dan menulis huruf latin3. Berminat dan bersedia menjadi kader4. Bersedia bekerja secara sukarela5. Memiliki kemampuan dan waktu luang

KADER POSYANDU Kader kesehatan dinamakan juga promotor kesehatan desa (prokes) adalah tenaga sukarela yang dipilih oleh dari masyarakat dan bertugas mengembangkan masyarakat. Direktorat Bina Peran Serta Masyarakat Depkes RI memberikan batasan kader: Kader adalah warga masyarakat setempat yang dipilih dan ditinjau oleh masyarakat dan dapat bekerja secara sukarela. (Zulkifli, 2003) Kader kesehatan masyarakat adalah laki-laki atau wanita yang dipilih oleh masyarakat dan dilatih untuk menangani masalah-masalah kesehatan perseorangan maupun masyarakat, serta bekerja di tempat yang dekat dengan pemberian pelayanan kesehatan. (Syafrudin, dan Hamidah, 2006) Kader kesehatan adalah adalah tenaga sukarela yang dipilih oleh masyarakat dan bertugas mengembangkan masyarakat. Dalam hal ini kader disebut juga sebagai penggerak atau promoter kesehatan. (Yulifah, R. dan Yuswanto, TJA. 2005)

2.6 Kegiatan PosyanduA. Persiapan pelaksanaan posyandu (H-1)Sebelum pelaksanaan posyandu, kader memastikan sasaran seperti jumlah bayi baru lahir, bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas, PUS.a) Menyebarluaskan hari buka posyandu melalui pertemuan warga setempat (majelis taklim, kebaktian, pertemuan keagamaan lainnya, arisan, dll)b) Mempersiapkan tempat pelaksanaan posyandu c) Mempersiapkan sarana posyandud) Melakukan pembagian tugas kadere) Kader berkoordinasi dengan petugas kesehatan dan petugas lainnyaf) Mempersiapkan bahan PMT penyuluhanB. Pelaksanaan posyandu1. Pendaftaran a. Pendaftaran Balita Balita didaftar dalam pencatatan balita Mintalah KMS/ Buku KIA pada ibu. Untuk balita yang baru pertama kali ditimbang dan tidak mempunyai KMS/Buku KIA, berikan KMS sesuai jenis kelamin/ buku KIA. Isi kolomnya secara lengkap, nama balita dicatat pada secarik kertas dan diselipkan pada KMS/Buku KIA. Isi kolomnya secara lengkap, nama balita dicatat pada secarik kertas dan diselipkan pada KMS/buku KIA. Bagi balita yan tidak mempunyai KMS /buku KIA karena hilang, pencatatan sementara menggunakan SIP posyandu. Ibu dipersilahkan membawa balita menuju ke tempat penimbanganb. Pendaftaran Ibu hamilIbu hamil didaftar dalam formulir catatan untuk ibu hamil, kemudian dipersilahkan menuju ke tempat penimbangan dan pengukuran LILA.

c. Pendaftaran PUSPus didaftar dalam formulir catatan dan namanya ditulis disecarik kertas, kemudian dipersilahkan langsung menuju ke tempat penyuluhan, dilanjutkan dengan penapisan status imunisasi TT oleh petugas kesehatan.

2. Penimbangan mempersiapkan dacin menimbang balita masukkan balita ke dalam sarung timbang dengan pakaian seminimal mungkin dan geser bandul sampai jarum tegak lurus baca berat badan balita dengan melihat angka di ujung bandul geser catat hasil penimbangan dengan benar dikertas/buku bantu dalam kg dan ons kembailkan bandul ke angka nol dan keluarkan balita dari sarung/celana/kotak timbanga) pengukuran LILA pada ibu hamil dan WUS Cara mengetahui keadaan gizi ibu hamil dan WUS yang paling sederhana adalah dengan mengukur lingkar lengan atas Gunakan pita LILA panjang bagian merah 23,5 cm Bila tidak tersedia pita LILA gunakan pita jahit pakaian dengan ukuran yang sama

3. Pencatatan Balita a) Pada penimbangan pertama, isilah kolom identitas yang tersedia pada KMS/Buku KIAb) Cantumkan bulan lahir dan bulan penimbangan anak c) Pindahkan hasil penimbangan dari secarik kertas ke KMSd) Letakkan titik berat badan dan buat garis pertumbuhan anak e) Hubungkan titik berat badan bulan lalu dengan bulan inif) Catat setiap kejadian yang dialami anak g) Isi kolom ASI,Imunisasi, dan Vitamin A bila diberikan h) Salin semua data dari KMS/Buku KIA pada sip Ibu hamil Hasil penimbangan berat badan dan pengukuran LILA ibu hamil dicatat dalam buku KIA dan register ibu hamil. PUS/WUSHasil pengukuran LILA pada WUS dicatat pada register PUSWUS

4. Penyuluhan a) Penyuluhan untuk ibu balita Perhatikan umur dan hasil penimbangan anak bulan ini Beri penyuluhan pada ibu balita sesuai hasil penimbangan dan kondisi anak. Balita yang berat badannya tidak naik 2 x berturut-turut (2T) atau BGM segera dirujuk ke petugas kesehatan Topik penyuluhan antara lain : 1. Pemberian ASI saja sampai anak berumur 6 bulan (ASI Eksklusif)2. Pemberian MP-ASI setelah anak berumur 6 bulan 3. Melanjutkan pemberian ASI sampai anak berumur 2 tahun 4. Imunisasi dasar lengkap pada bayi kurang dari 1 tahun5. Pemberian vitamin A setiap bulan februari dan agustus pada bayi (6-12 bulan) dan balita (1-5 tahun),untuk pencegahan kebutaan dn daya tahan tubuh anak6. Bahaya diare bagi balita7. Bahaya infeksi saluran pernafasan akut. Balita yang batuk pilek dengan sesak nafas atau sukar bernafas harus dirujuk ke tenaga kesehatan8. Gejala demam pada balita dapat sebagai salah satu tanda awal penyakit malaria,campak,atau demam berdarah.segera rujuk ke petugas kesehatan 9. Perawatan gigi dan mulut

b) Penyuluhan untuk ibu hamil Perhatikan hasil pengukuran LILA bulan ini Beri penyuluhan pada ibu hamil sesuai kondisi ibu Topik penyuluhan antara lain :1. Istirahat cukup2. Imunisasi tetanus toxoid 3. Makan hidangan bergizi 4. KB5. Tablet tambah darah 6. Pengenalan dini tanda bahaya kehamilan: Bahaya anemia Gangguan akibat kekurangan yodium7. Ibu hamil KEK dirujuk ke sarana pelayanan kesehatan8. Inisiasi menyusu dini 9. Kolostrum ASI10. Perawatan kesehatan gigi dan mulut

c) Penyuluhan untuk ibu nifas dan ibu menyusui Semua ibu nifas dan ibu menyusui diberi penyuluhan sesuai kondisinyatopik penyuluhan antara lain:1. Anjuran ibu makan makanan yang bergizi 1 piring lebih banyak dari biasanya2. Anjuran ibu minum air putih paling sedikit 8 gelas setiap hari 3. Jika ASI keluarnya sedikit, ibu dianjurkan konsultasi ke petugas kesehatan4. Anjurkan ibu nifas untuk segera ber-KB5. Anjurkan ibu minum 1 kapsul vitamin A segera setelah melahirkan dan minum lagi pada hari kedua6. ASI Eksklusif 7. Cara menyusui dengan baik dan benar 8. ASI diberikan sesering mungkin, baik siang ataupun malam semakin sering semakin baik9. ASI diberikan sampai anak berumur 2 tahun

d) Penyuluhan untuk PUS Topik penyuluhan antara lain:1. Menganjurkan untuk ber-KB 2. Menjaga jarak/mengatur kehamilan3. Menghindari 4 terlalu dan 3 terlambat4. Manfaaat imunisasi TT 5 dosis5. Memelihara kesehatan reproduksi 6. Menjaga keharmonisan keluarga5. Pelayanan kesehatan dan KB

C. Kegiatan diluar hari buka posyandu (H+) Kunjungan rumah pada balita yang: 1) tidak hadir pada hari H, 2)gizi kurang , 3)gizi buruk rawat jalan Menggerakkan masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan posyandu termasuk penggalangan dana Memfasilitasi masyarakat memanfaatkan pekarangan untuk meningkatkan gizi keluarga Membantu petugas dalam pendataan, penyuluhan dan peragaan keterampilan dalam upaya peningkatan peran serta masyarakat

2.7 Masalah Peran Kader di Puskesmas Putri Ayu a. Profil Posyandu Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi Tahun 2013Tabel 2.1 Daftar Posyandu di Puskesmas Putri Ayu Tahun 2013KelurahanNama posyanduLokasi posyanduTGLJAMKualifikasiStrafikasi

Solok SipinAnggrek 1Anggrek 2Anggrek 3Anggrek 4Anggrek 5Anggrek 6Anggrek 7Anggrek 8Anggrek 9Anggrek 10Rt:15 (15,16)Rt:8 (8,9,10)Rt:14 (13,14)Rt:17 (17)Rt:21 (21,22,23)Rt:6 (4,5,6,7,31)Rt:25(24,25,26,27,28,29,30)Rt:19 (18,19,20)Rt:11 (11,12)Rt:03 (01,02,03)41379714152031811111111111111111111MadyaMadyaMadyaMadyaMadyaMadyaPurnamaMadyaMadyaMadyaStrata IIStrata IIStrata IIStrata IIStrata IIStrata IIStrata IIStrata IIStrata IIStrata II

Murni Melati 1Melati 2Melati 3Melati 4Melati 5Rt:11 (08,09,10,11,12)Rt:01 (01,02,03,20,21)Rt:17 (17)Rt:13 (13,14,15,16)Rt:06 (04,05,06,07)1012158141111111111MadyaMadyaPurnamaMadyaMadyaStrata IIStrata IIStrata IIStrata IIStrata II

Sungai PutriBougenvil 1Bougenvil 2Bougenvil 3Bougenvil 4Bougenvil 5Bougenvil 6Bougenvil 7Bougenvil 8Bougenvil 9Rt:01 (01,02,03)Rt:11 (11,12)Rt:08 (08,09,10)Rt:17 (17)Rt:21 (20,21,22)Rt:04 (04,05,06,07)Rt:15 (14,15,16)Rt: (Komp B)Rt: 18 (18)251081720112014111111111111111111MadyaMadyaMadyaMadyaMadyaPurnamaMadyaMadyaMadyaStrata IIStrata IIStrata IIStrata IIStrata IIStrata IIStrata IIStrata IIStrata II

Legok Teratai 1Teratai 2Teratai 3Teratai 4Teratai 5Teratai 6Teratai 7Teratai 8Teratai 9Teratai 10Teratai 11Rt:01 (01,02,03,04)Rt:23 (22,23)Rt:28 (27,28,29)Rt:19 (19,20)Rt:25 (24,25,26)Rt:06 (05,06,07,08)Rt:21 (21,22,23)Rt:15 (09,10,11,12,13)Rt:18 (16,17,18)Rt:30 (30,31)Rt:14 (14,15)177101532026`12142041111111111111111111111MadyaMadyaMadyaMadyaMadyaMadyaMandiriMadyaMadyaMadyaMadyaStrata IIStrata IIStrata IIStrata IIStrata IIStrata IIStrata IIStrata IIStrata IIStrata IIStrata II

Dapat di lihat dari tabel posyandu binaan Puskesmas Putri Ayu sebanyak 35 unit, terdiri dari 31 Posyandu Madya, 3 Posyandu Purnama, 1 Posyandu Mandiri, setiap posyandu tersebut telah memiliki jadwal kegiatan yang tersusun.Peran kader merupakan salah satu masalah dalam pelaksanaan posyandu yang dihadapi oleh puskesmas Putri Ayu yang didapat yaitu sebagai berikut:

1. Dari koordinator promosi kesehatan (pihak puskesmas) Penduduk pada wilayah kerja rata rata berprofesi sebagai pedagang sehingga tidak punya waktu untuk ke posyandu. Dengan alasan mencari nafkah mereka tidak datang ke posyandu. Bagi penduduk ekonomi menengah atas menolak untuk datang ke posyandu untuk imunisasi karena mereka lebih percaya datang langsung ke tempat praktik dokter yang mereka percayai. Jumlah kader Posyandu yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan terbatas, Dulu pelatihan kader dilakukan dinas kesehatan namun sudah lama tidak dilakukan kembali, sekarang pelatihan hanya dilakukan di lingkungan puskesmas Putri Ayu oleh coordinator posyandu untuk menyegarkan kembali pengetahuan kader. Kurangnya perekrutan kader baru Sehingga beberapa kader ada yang merangkap tugasnya untuk kegiatan lain, seperti seorang kader yang merupakan ibu rumah tangga, guru, menjadi kader posyandu bahkan juga menjadi kader pada kegiatan lain contohnya posbindu yang dilakukan oleh puskesmas sehingga kadang merasa kelelahan untuk melakukan kegiatan posyandu. Ada beberapa kader yang sudah lanjut usia sehingga kesulitan dalam melakukan tugasnya sebagai kader dan kadang mereka berhalangan hadir karena fisik yang mulai melemah. Kurangnya kerja sama lintas sektor, baik dengan swasta maupun badan pemerintah lain. Kurangnya kerjasama antara kader pada beberapa posyandu sehinga kunjungan posyandu tidak mencapai target, Pergantian kader baru dengan kader lama sering tidak dilaporkan oleh kader itu sendiri maupun petugas kesehatan Kesadaran kader untuk aktif berkurang. Biasanya alasannya karena sibuk dengan kegiatan lain seperti mengurusi anak atau kegiatan ekonomi Kurangnya sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Posyandu dan atau penyuluhan. Seperti posyandu tidak memiliki gedung sendiri. Tempat posyandu masih menumpang di rumah warga ataupun rumah kepala rukun tetangga sehingga tidak bisa diterapkan pelaksanaan dengan lima meja. Tokoh Masyarakat tidak hadir saat pelaksanaan Posyandu. Jarang terbahasnya masalah pada Lokakarya Mini Bulanan. Kurangnya kesadaran dan peran masyarakat. Sekarang kegiatan imunisasi sudah tidak dilakukan di posyandu lagi, melainkan di Puskesmas. Petugas mengeluh banyak vaksin yang terbuang percuma karena tidak layak pakai lagi, dikarenakan pada saat imunisasi jumlah vaksin yang telah di perkirakan untuk sekian anak, namun saat kegiatan jumlah anak yang datang kurang dari yang diharapkan. Kurangnya kesadaran kader mengenai hakikat kegiatan posyandu yang merupakan kegiatan swadaya masyarakat, namun terkadang para kader mengharapkan adanya bantuan dana operasional dari puskesmas ataupun dinas kesehatan. Malah terkadang sampai para kader yang menjadi terbebani karena harus menggunakan biaya sendiri untuk melakukan kegiatan yang ada di posyandu.

2.Dari kader mengenai masalah-masalah yang dihadapinya :Dari hasil wawancara yang telah dilakukan dengan beberapa kader bahwa sebagian kader mengeluhkan kalau di hari posyandu banyak yang tidak datang ke posyandu, hal ini akan menambah kerja. Para kader harus melakukan kunjungan rumah untuk mengetahui alasan mengapa mereka tidak datang di hari posyandu.Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran akan pentingnya posyandu dan partisipasi dari masyarakat. biasanya ibu-ibu banyak yang datang kalau kader menyediakan PMT, ataupun pemberian vitamin A. Kurangnya dukungan kepala RT terhadap kegiatan Posyandu ini,

2.8 Alternatif Pemecahan Masalah Berdasarkan masalah yang ditemukan di puskesmas Putri Ayu Kota Jambi, maka alternative pemecahan masalah adalah sebagai berikut:

1. Menentukan jadwal yang tepat bagi para peserta posyandu, dimana sebelumnya jadwal posyandu dimulai adalah jam 10 pagi, dimana biasanya pada waktu tersebut ibu-ibu sedang sibuk-sibuknya dengan kegiatan rumah seperti memasak, membersihkan rumah, berdagang dan lain sebagainya.1. Menghimbau supaya Masyarakat mau datang ke Posyandu dengan cara melakukan kunjungan ke rumah atau door to door yang di lakukan oleh para kader, atau cara lainnya seperti dari mulut kemulut, saat bertemu di jalan. Dengan menjelaskan alasan betapa pentingnya kita untuk melakukan kegiatan posyandu.

1. Melakukan perekrutan kader baru yang bersedia dengan suka rela demi mengabdikan diri untuk kepentingan masyarakat terutama dibidang posyandu ini. 1. Mengadakan kegiatan pelatihan dan pembinaan untuk kader dan masyarakat, misalnya dilaksanakan setiap triwulan sehingga materi penyuluhan yang akan diberikan ke masyarakat dapat terus diperbaharui dan terarah, ataupun dapat pula meminta pelatihan kader posyandu kepada dinas kesehatan.1. Mengadakan kegiatan sosialisasi dengan menarik dan tidak monoton supaya suasana sosialisasi atau penyuluhan tidak membosankan bagi para peserta yang hadir.1. Menjalin kerjasama lintas sektor dalam mengkoordinir kader dan masyarakat.1. Meningkatkan keaktifan dan keturutsertaan para tokoh masyarakat dalam kegiatan pelaksanaan Posyandu. Tokoh masyarakat yang jarang datang pada pelaksanaan Posyandu dapat diingatkan dan dilakukan pendekatan agar bersedia hadir setiap pelaksanaan kegiatan.1. Merencanakan waktu yang tepat kapan akan dilakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk membicarakan keterlibatan mereka dalam pelaksanaan Posyandu serta mempersiapkan kader atau tenaga kesehatan yang akan melakukan pendekatan dengan cara di undang pada kegiatan Mini Loka Karya Triwulan.1. Mencari siapa tokoh masyarakat atau agama yang mudah didekati atau yang mudah di ajak bicara serta mau menerima sosialisasi dari kader atau tenaga kesehatan tentang Posyandu.1. Meningkatkan pengetahuan dan motivasi para tokoh masyarakat dan agama untuk mengajak seluruh msyarakat yang ada di sekitarnya tentang pentingnya posyandu bagi bayi dan balita.1. Menjadikan tokoh masyarakat atau agama tersebut menjadi kader Posyandu untuk menggantikan kader yang sering tidak hadir pada Posyandu sebelumnya, sehingga mereka mendapatkan dana insentif sebagai kader.1. Pertemuan berkala dengan Kelompok-kelompok PKK termasuk Kader-kader Dasawisma dan Kader-kader Posyandu di kelurahannya serta pihak-pihak lain yang terkait, membahas permasalahan yang dihadapi dalam melaksanakan kegiatan Posyandu dan mencari jalan untuk mengatasinya. Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan kerja sama antar kader.1. Mengadakan penyuluhan tentang pentingnya peran seorang kader dan kerjasama antar kader untuk menunjang kegiatan posyandu di puskesmas dengan mengundang semua kader dengan kerjasama lintas sektoral.1. Kader-kader yang bermasalah di panggil, ditanyakan penyebab permasalahannya dan dicarikan solusi oleh petugas kesehatan.1. Memberikan peringatan kepada kader yang tidak datang dalam 3 bulan berturut-turut dan memberikan penghargaan kepada kader yang aktif.1. Kader dan petugas kesehatan yang bertanggung jawab dengan posyandu wajib melaporkan pertukaran kader 1. Pendataan ulang kader dan pengawasan kegiatan posyandu oleh petugas kesehatan setiap bulan.1. Kembali menggiatkan kegiatan imunisasi di posyandu karena ini merupakan daya Tarik dari posyandu itu sendiri, masyarakat tentu akan berbondong-bondong membawa anaknya ke posyandu untuk diimunisasi. Dan untuk para petugas maupun kader baiknya diberikan pengetahuan tentang tata cara penyimpanan vaksin yang disediakan untuk posyandu agar tidak rusak walau tidak digunakan nantinya diposyandu.1. Para kader ataupun petugas melakukan pembuatan kegiatan yang inovatif seperti pembuatan toga dengan memanfaatkan tanah disekitar rumah masyarakat yang nantinya tanaman tersebut di jual dan akan mendapatkan keuntungan yang dapat membantu perekonomian keluarga atau bahkan dapat pula membantu kelangsungan kegiatan di posyandu.

BAB IIIPENUTUP3.1 KESIMPULANPosyandu (pos pelayananan terpadu) adalah salah satu bentuk upaya pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh, dari dan bersama masyarakat, untuk memberdayakan, memberikan pengetahuan dan kemudahan kepada masyarakat guna memperoleh pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak balita. Pelaksana posyandu adalah kader dituntun oleh petugas sebagai fasilitator. Anggota masyarakat yang bersedia menjadi kader, menurut Direktorat Pelayanan Kesehatan Masyarakat, adalah tenaga sukarela yang berasal dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat setempat, yang telah memperoleh latihan dan merasa terpanggil untuk melaksanakan, memelihara dan mengembangkan kegiatan yang tumbuh ditengah-tengah masyarakat dalam usaha pengembangan kegiatan masyarakat yang berhubungan dengan kesehatan. Namun tidak menutup kemungkinan melakukan kegiatan inovatif lainnya yang mampu mendukung kegiatan inti tersebut selama memegang prinsip memberdayakan potensi yang dimiliki masyarakat guna mencapai derajat kesehatan se-optimal mungkin.Masalah-masalah peran kader di puskesmas Putri Ayu Kota Jambi Kurangnya kerjasama antar kader Pergantian kader baru dengan kaderlama tidak dilaporkan Kesadaran kader untuk aktif berkurang hal ini diperberat dengan tidak adanya peremajaan kader. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk datang ke posyandu Kurangnya kesadaran kader posyandu akan hakikat posyandu dimana posyandu bukan hanya program dinas kesehatan atau puskesmas saja namun merupakan bentuk usaha masyarakat yang seharusnya secara swadaya oleh masyarakat untuk mendirikan dan menjalankannya.

Kurangnya pengetahuan petugas dan juga kader tentang cara penyimpanan dan penggunaan vaksin untuk imunisasi sehingga terjadi kerusakan pada vaksin yang tidak digunakan.

Daftar Pustaka

1. Bidang pemberdayaan masyarakat Kota Jambi. Pedoman pengelolaan Posyandu. Jambi: Depkes; 2009.2. Muninjaya, A. Manajemen Kesehatan. Jakarta: EGC; 2004.3. Kementerian kesehatan RI. Buku panduan kader Posyandu menuju keluarga sadar gizi. Jakarta: 2011.4. Pusat Promosi Kesehatan Departemen Kesehatan RI. Saya bangga dengan kader Posyandu. Jakarta: Depkes; 2009.5. Khotimah. Evaluasi pelayanan program gizi dan posyandu tahun 2007 pada 4 Puskesmas di Palembang. Yogyakarta: Universitas Gadjamada; 2010.

LAMPIRAN