PERAN BAZNAS DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN

Click here to load reader

  • date post

    22-Oct-2021
  • Category

    Documents

  • view

    0
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PERAN BAZNAS DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN

DI KECAMATAN ALLA, KAB. ENREKANG
SKRIPSI
(Ahwal Syakhshiyah) Fakultas Agama Islam
Universitas Muhammadiyah Makassar
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Keluarga di Kecamatan Alla, Kab. Enrekang
Nama : La Ode Mursalin
Fakultas : Agama Islam
Setelah dengan seksama memeriksa dan meneliti, maka skripsi dinyatakan telah
memenuhi syarat untuk diajukan dan dipertahankan dihadapan tim penguji ujian
skripsi Fakultas Agama Islam Unismuh Makassar.
Makassar,20 Zulkaidah 1442 M.
1 Juli 2021 H.
NIDN: 0909107101
Pembimbing II
NIDN: 0911047703
PENGESAHAN SKRIPSI
Skripsi saudara La Ode Mursalin, NIM. 105261102617 yang berjudul "Peran
BAZNAS Dalam Pengentasan Kemiskinan Keluarga di Kecamatan Alla,
Kab. Enrekang" telah diujikan pada tanggal: Sabtu 29 Zulkaidah 1442 H.
Bertepatan dengan tanggal 10 Juli 2021 M dihadapan penguji, dan dinyatakan
telah diterima dan disahkan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Sarjana Hukum Islam (SH) pada Fakultas Agama Islam Universitas
Muhammadiyah Makassar.
10 Juli 2021 M
2. Sekretaris: Dr. M.Ilham Muchtar. Lc.,MA : (……..........……….………..)
Tim Penguji :
3. Rapung, Lc., M.H.I : (......………………...……….)
Disahkan oleh :
NBM: 774 234
BERITA ACARA MUNAQASYAH
10 Juli 2021 M.Tempat: Gedung Prodi Hukum Keluarga (Ahwal
SyakhshiyahFakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar, Jl. St.
Alauddin No. 259 Makassar.
Keluarga di Kecamatan Alla, Kab. Enrekang Dinyatakan : Lulus
Ketua
NBM: 774 234
NIDN : 0909107201
Dewan Penguji :
3. Rapung, Lc., M.H.I. :(......…………...…...……….)
Disahkan Oleh:
NBM: 774 234
SURAT PERNYATAAN
Nama : La Ode Mursalin
1. Mulai dari penyusunan proposal sampai selesai penyusunan skripsi ini,
saya menyusun sendiri skripsi saya ( tidak dibuat oleh siapapun )
2. Saya tidak melakukan penjiplakan ( plagiat) dalam menyususn skripsi
3. Apabila saya melanggar perjanjian seperti pada nomor 1, 2, dan 3 , saya
bersedia menerima sanksi sesuai peraturan yang berlaku
Demikian perjanjian ini saya buat dengan penuh kesadaran.
Makassar, 29 Zulkaidah 1442 H
10 Juli 2021 M
vi
SWT, yang telah menganugerahkan rahmat, hidayah serta kekuatan lahir dan
batin, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan judul
“Peran BAZNAS Dalam Pengentasan Kemiskinan Keluarga di Kecamatan
Alla, Kab. Enrekang” setelah melalui proses yang panjang.
Salawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Nabi
Muhammad SAW., kepada keluarga, sahabat dan pengikut-pengikutnya. Skripsi
ini disusun sebagai syarat yang harus diselesaikan guna memperoleh gelar sarjana
Hukum Islam dalam bidang Ahwal Syakhshiyah pada Universitas
Muhammadiyah Makassar. Penulisan skripsi ini dapat terselesaikan berkat
bantuan, bimbingan serta dorongan dari banyak pihak walaupun penulisan skripsi
ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis menyampaikan ucapan
terimakasih yang tak terhingga dengan penuh ketulusan hati dan keikhlasan
kepada kedua orang tuaku yang tercinta ayahanda La Ode Adu yang gigih dan
tak pantang menyerah dalam bekerja dan ibunda Wa Ode Marulia yang telah
mengasuh dan mendidik penulis dengan penuh kasih sayang sejak kecil hingga
sekarang, dan segala yang telah diberikan kepada anak-anaknya serta semua
saudara dan saudariku yang selama ini membantu dan mendoakanku. Mudah-
mudahan Allah SWT mengumpulkan kita semua dalam surga-Nya kelak.
vii
1. Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag., selaku Rektor Universitas
Muhammadiyah Makassar beserta segenap wakil rektor I sampai dengan
IV.
Muslim Asia (AMCF) dan segenap pimpinan AMCF.
3. Dr. Amirah Mawardi, ,S.Ag., M. Si, selaku Dekan Fakultas Agama
Islam beserta segenap Wakil Dekan I sampai dengan IV.
4. Dr. M. Ilham Muchtar, Lc.,MA., selaku Ketua Program Studi Hukum
Keluarga (Ahwal Syakhshiyah), dan juga pembimbing satu penulis.
5. Hasan bin Juhanis, Lc., MS, selaku Sekretaris Program Studi Hukum
Keluarga (Ahwal Syakhshiyah), dan juga pembimbing dua penulis.
6. Segenap dosen Universitas Muhammadiyah Makassar, khususnya pada
Program Studi Ahwal Syakhshiyah Universitas Muhammadiyah
Makassar.
Syakhshiyah Universitas Muhammadiyah Makassar angkatan 2017, yang
selama ini membantu dan selalu memberikan saran dalam penyusunan
skripsi ini.
SWT. Aamiin.
Pengentasan Kemiskinan Keluarga di Kecamatan Alla, Kab. Enrekang. Skripsi.
Program Studi Ahwal Syakhshiyah. Universitas Muhammadiyah Makassar.
Pembimbing I: M. Ilham Muchtar, Pembimbing II: Hasan bin Juhanis.
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui bagaimana kondisi
kemiskinan keluarga di Kecamatan Alla, Kab. Enrekang, serta 2) Untuk
mengetahui peran BAZNAS dalam mengentaskan kemiskinan keluarga di
Kecamatan Alla, Kab. Enrekang.
Enrekang. Sumber data berdasarkan pada data langsung dari subyek lapangan,
baik data primer maupun sekunder. Data primer yaitu hasil wawancara dan
dokumen yang relevan dengan tema skripsi, sedangkan data sekunder yaitu
literatur lainnya yang relevan dengan judul skripsi. Setelah data terkumpul,
langkah selanjutnya adalah mengolah, menganalisa serta mengambil kesimpulan
dari data yang telah terkumpul.
Setelah dilakukan penelitian, dapat disimpulkan bahwa: 1) Kondisi
kemiskinan Keluarga di Kecamatan Alla pada umumnya tidak ada bedanya
dengan daerah lain, ada kelompok yang berada pada kelompok rendah
(masyarakat miskin), kelompok menengah dan kelompok atas, namun kondisi
masyarakat miskin di Kecamatan Alla masih cukup banyak hal ini berdasarkan
data BAZNAS Kabupaten Enrekang tahun 2018-2020. 2) Peran BAZNAS
Kabupaten Enrekang dalam mengentaskan kemiskinan di Kecamatan Alla dinilai
sangat efektif dan hal itu dilakukan melalui berbagai program yaitu: Enrekang
Peduli, Enrekang Sejahtera, Enrekang Religius, Enrekang Cerdas.
Kata Kunci: Peran BAZNAS, Pengentasan Kemiskinan
ix
B. Rumusan Masalah ............................................................................ 6
C. Tujuan Penelitian ............................................................................. 6
D. Manfaat Penelitian ........................................................................... 6
A. Pengertian Zakat ............................................................................... 8
D. Syarat Wajib dan Macam-macam Zakat .......................................... 14
E. Golongan Yang Berhak Menerima Zakat ........................................ 18
F. Tujuan dan Manfaat Zakat ............................................................... 21
G. Badan Amil Zakat Nasional, Tugas, Wewenang
dan Tanggung Jawabnya .................................................................. 26
H. Pengentasan Kemiskinan ................................................................. 28
x
A. Jenis Penelitian ................................................................................. 34
B. Lokasi Penelitian .............................................................................. 34
E. Instrumen Penelitian ......................................................................... 36
A. Gambaran umum lokasi penelitian ................................................... 39
B. Kondisi Kemiskinan Keluarga di Kecamatan Alla .......................... 45
C. Peran BAZNAS Dalam Mengentaskan Kemiskinan Keluarga
di Kecamatan Alla ........................................................................... 50
BAB V PENUTUP ...................................................................................... 59
menjadi perhatian pemerintah di negara manapun. Indonesia dikenal sebagai
negara kepulauan terbesar di dunia dan memiliki sumber daya alam yang
melimpah, namun angka kemiskinan di Indonesia masih cukup tinggi. Angka
kemiskinan yang masih cukup tinggi di Indonesia yang kaya akan sumber daya
alam menjadi bahan evaluasi bagi bangsa ini untuk mencari instrumen yang tepat
dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan.
Indonesia juga merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama
Islam dan salah satu syariat yang diwajibkan kepada umat Islam adalah
mengeluarkan zakat. Islam dengan kesempurnaannya telah mengatur semua sendi
kehidupan manusia termasuk dalam harta seseorang. Islam telah mengatur agar
harta tidak hanya beredar pada orang-orang kaya saja. Allah SWT berfirman
dalam surah Al-Hasyr ayat 7:


Terjemahnya:
“Harta rampasan fai yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (yang
berasal) dari penduduk beberapa negeri, adalah untuk Allah, Rasul,
Kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin dan untuk orang-
orang yang dalam perjalanan, agar harta itu jangan hanya beredar diantara
orang-orang kaya saja diantara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu
maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.
2
Nya”. 1
Zakat merupakan salah satu instrumen dalam Islam yang memiliki peranan
penting dalam menurunkan angka kemiskinan jika terkelola dengan baik. Pada
masa kejayaan Islam, khususnya pada masa kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz,
yang mengoptimalkan potensi zakat sebagai solusi pengentasan kemiskinan di
negerinya. Terbukti, pada masa kepemimpinannya tidak ditemukan seorang pun
yang mau menerima zakat.
mensejahteraan umat. Zakat tidak sekedar sebagai kewajiban, tetapi jika zakat
terkelola dengan baik dan didistribusikan secara merata hingga sampai ke tangan
yang berhak maka akan menciptakan kesejahteraan umat. Zakat merupakan salah
satu rukun Islam, selain merupakan kewajiban mutlak bagi seorang muslim, juga
zakat merupakan instrumen dalam menumbuhkan dan meningkatkan
perekonomian umat, dengan peran besarnya yang mampu menjadi alat distribusi
kesejahteraan umat. 2
dampak besar dalam meningkatkan perekonomian penduduk miskin karena
dengan zakat harta terdistribusi dari penduduk kaya ke penduduk miskin. Jika
kemampuan memenuhi kebutuhan dasar penduduk miskin sudah baik maka
dengan sendirinya mereka dapat bekerja dengan baik dan berkontribusi positif
terhadap perekonomian diberbagai sektor ekonomi. Menurut undang-undang No.
1 Kementrian Agama RI, Al-Quran Al-Karim dan Terjemahnya (Jakarta: Halim
Surabaya, 2013), h.546. 2 Siti Nur Hasanah, Maksimalisasi Potensi Zakat Melalui Peningkatan Kesadaran
Masyarakat, 2018 Jurnal: Vol. 3 No. 2, h. 185.
3
23 tahun 2011 pasal 27 ayat 1, zakat dapat didayagunakan untuk usaha produktif
dalam rangka penanganan fakir miskin dan peningkatan kualitas umat. 3
Zakat juga merupakan pondasi dasar yang sangat penting terhadap
bangunan Islam.Hal ini sangat jelas dalam ayat-ayat Al-Quran dan Hadits Nabi
SAW. Di dalam Al-Quran, Allah SWT menyebutkan perintah untuk menunaikan
zakat beriringan dengan perintah untuk shalat sebanyak delapan puluh dua kali.Ini
menunjukkan pentingnya zakat dan sangat erat kaitannya dengan shalat. Sehingga
wajar jika khalifah Abu Bakar r.a mengatakan, saya akan memerangi orang yang
memisahkan antara shalat dengan zakat. 4
Allah Taala berfirman, Q.S Al-Baqarah, 2: 43:

Terjemahnya:
yang rukuk”. 5
Rasulullah saw bersabda:
: " :
"
“Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Musa dia berkata, telah
mengabarkan kepada kami Hanzhalah bin Abu Sufyan dari „Ikrimah bin
Khalid dari Ibnu Umar berkata: Rasulullah saw bersabda: “Islam dibangun
3 Dewi Purwanti, Pengaruh Zakat, Infak dan Sedekah terhadap pertumbuhan Ekonomi
Indonesia, 2020, Jurnal. 4 Saleh Al-Fauzan, Fiqih sehari-hari, (Jakarta: Gema Insani Press, 2005), h.244.
5 Kementrian Agama RI, h. 7.
4
diatas lima (landasan); Persaksian tidak ada ilah selain Allah dan
sesungguhnya Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan
zakat, haji dan puasa Ramadhan”.(HR. Bukhari, No.8). 6
Melihat ayat al-quran dan hadits Nabi SAW diatas, maka pada dasarnya
sudah sangat cukup untuk menyadarkan umat akan urgensi zakat yang menjadi
pondasi agama dan tonggak pemerataan ekonomi bangsa. Kedudukan zakat, selain
menyelamatkan kaum muslimin diakhirat kelak, maka jika ditinjau dari ilmu
ekonomi akan melahirkan konsep kesejahteraan. Sebab, dengan zakat pemerataan
ekonomi akan terwujud.
salah satu upaya pemerintah adalah membentuk lembaga zakat yang bertugas
sebagai kolektor dan distributor zakat. Lembaga dimaksud adalah Badan Amil
Zakat Nasional yang disingkat BAZNAS.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) adalah lembaga non struktural
yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang
Pengelolaan Zakat. Pembentukan BAZNAS pertama kali ditetapkan dengan
Keputusan Presiden No. 8 Tahun 2001 tentang Badan Amil Zakat Nasional sesuai
amanat Undang-Undang No. 38 Tahun 1999 tentang pengelolaan zakat yang
berlaku saat itu. Setelah perubahan regulasi, BAZNAS pun berstatus sebagai
lembaga pemerintah non struktural yang bersifat mandiri dan bertanggung jawab
kepada Presiden melalui Menteri Agama.
Salah satu Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di tingkat
kabupaten/kota adalah BAZNAS Kabupaten Enrekang.Dengan terbentuknya
6 Al-Imam Al-Hafidz Abi „Abdillah Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, Shahih Al-
Bukhari,kitab Iman, (Ar-Riyadh, 1997), h. 25
5
diharapkan mampu memberikan kontribusi sesuai dengan fungsi zakat itu sendiri
seperti mengatasi kesenjangan sosial terutama masalah kemiskinan.
BAZNAS merupakan satu diantara sedikit lembaga non struktural yang
memberikan kontribusi kepada Negara di bidang pembangunan kesejahteraan
masyarakat dan penanggulangan kemiskinan melalui pengelolaan dana zakat.
BAZNAS mendapatkan bantuan pembiayaan dari APBN sesuai ketentuan
perundang-undangan, namun manfaat yang diberikan BAZNAS kepada Negara
dan bangsa jauh lebih besar. Dikaitkan dengan amanat UUD 1945 pasal 34 bahwa
“fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara”, maka peran
BAZNAS sangat menunjang tugas Negara. Juga berperan sebagai penyedia
bantuan jaminan sosial bagi fakir miskin ditanah air kita.Kehadiran lembaga ini
menopang tugas Negara dalam mensejahterakan masyarakat, sehingga sewajarnya
disokong pemerintah. 7
mengentaskan kemiskinan guna tercapainya kesejahteraan bersama yaitu untuk
memenuhi kebutuhan hidup orang-orang yang tidak berkecukupan.Maka dari itu,
peneliti ingin melakukan penelitian dengan judul “Peran BAZNAS Dalam
Pengentasan Kemiskinan Keluarga di Kecamatan Alla, Kab.Enrekang”.
7 Ilham kadir, Membangun Enrekang Bersama BAZNAS: Panduan berzakat sesuai
syariat,(Enrekang: LSQ Makassar dan BAZNAS Enrekang, 2016), h. 22.
6
berikut :
Kabupaten Enrekang ?
Keluarga di Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang ?
C. Tujuan Penelitian
Dari beberapa pokok masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk Mengetahui Kondisi Kemiskinan Keluarga di Kecamatan Alla,
Kabupaten Enrekang !
Keluarga di Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang !
D. Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian di atas, maka manfaat dari penelitian ini
adalah:
wawasan bagi peneliti dan pembaca dalam hal peran BAZNAS
dalam mengentaskan kemiskinan keluarga.
lebih tentang BAZNAS sebagai pengelola Zakat.
7
untuk meningkatkan program yang dapat meningkatkan taraf hidup
masyarakat di Kecamatan Alla secara khusus dan secara umum di
Kabupaten Enrekang. Selain itu, yang terpenting adalah bagaimana
lembaga BAZNAS sebagai pengelola zakat menjadi solusi
permasalahan ekonomi bangsa secara umum dan secara khusus di
Kabupaten Enrekang.
mengkritisi persoalan-persoalan sosial.
tambahan pengetahuan bagi para pihak terkait.
8
A. Pengertian Zakat
Kata zakat berasal dari kata merupakan isim masdar, yang secara
etimologis mempunyai beberapa arti diantaranya: tumbuh, berkembang,
menyucikan, membersihkan, dan bertambah. 8 Makna tumbuh dan berkembang
dalam arti zakat menunjukkan bahwa mengeluarkan zakat merupakan sebab
pertumbuhan dan perkembangan harta. Sedangkangkan makna suci dan bersih
menunjukkan bahwa dengan mengeluarkan zakat jiwa seseorang akan menjadi
bersih dan suci. Ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam al-quran yang
berbunyi:

Terjemahnya:
mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu
(menumbuhkan) ketentraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar,
Maha Mengetahui”. (Q.S. At-Taubah: 103) 9
Adapun secara terminologis menurut Yusuf Qardhawi yang dikutip oleh
Mardani zakat adalah sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allah dan
diserahkan kepada orang-orang yang berhak. 10
Menurut Undang-Undang No 23
tahun 2011 pasal 1 ayat 2 zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang
8 Ahmad Warson Munawwir, Al Munawwir Kamus Arab-Indonesia, (Surabaya:
PustakaProgressif,1997), h. 577. 9 Kementrian Agama RI, h.203.
10 Mardani, Fiqih Ekonomi Syariah, (Jakarta; Kencana, 2016), h. 343.
9
muslim atau badan usaha untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya
sesuai dengan syariat Islam.
berikut: 11
“memberikan sebagian dari harta yang sejenis yang sudah sampai nisab
selama setahundan diberikan kepada fakir dan semisalnya yang bukan dari
Bani Hasyim dan Bani Muthalib.” (Kitab Al-Fath)
2. Pendapat Ibnu Taimiyah
“Memberikan bagian tertentu dari harta yang berkembang jika sudah
sampai nisab untuk keperluan tertentu.” (Mausuah Fiqh Ibnu Taimiyah 2:
876; Fatawa 25:8)
“Hak wajib dari harta tertentu, untuk golongan tertentu pada waktu
tertentu.”
Tiga pendapat diatas memberikan kesimpulan bahwa zakat adalah jumlah
harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan
diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan
sebagainya) menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syariat.
B. Sejarah Perkembangan Zakat
meningkatkan kesejahteraan umat, juga dijadikan sebagai instrumen dalam
11
B. Ali Muhammad, Ensiklopedia Rukun Islam (Zakat), (Surakarta: PT Borobudur
Inspira Nusantara, 2014), h. 5.
10
masa pemerintahan Khulafaur-Rasyidin; Khalifah Umar bin Khathab dinegeri
Yaman yang salah satu daerah kekuasaan Khalifah Umar. Pada waktu itu,
kesejahteraan umat tersebar merata, sampai-sampai secara ekonomi tidak ada lagi
warga yang berhak menerima zakat. Begitu pun pada masa setelahnya, pada masa
daulah Bani Umayyah; Khalifah Umar bin Abdul Aziz, dalam waktu singkat
sekitar dua tahun (99-101) berhasil mensejahterakan masyarakat dengan dana
zakat, infaq dan shadaqah, sehingga dana zakat di Baitul Maal ketika itu
berlimpah karena sulit menemukan warga yang tergolong penerima (mustahiq)
zakat. 12
Perintah zakat secara syariah, dimulai pada periode Madinah, pada
periode ini perhatian Rasulullah SAW. banyak mengarah pada persoalan sosial
kemasyarakatan, dengan mengacu pada landasan syariah yang diperintahkan
Allah SWT. 13
al-quran, as-sunnah dan ijma para ulama.Bagi mereka yang mengingkari
kewajiban zakat maka ia telah kafir.
1. Al-Quran
Dalam al-quran kata zakat terdapat 32 kata, dan 82 kali diulang dengan
menggunakan istilah yang merupakan sinonim dari kata zakat, yaitu kata
12
Andi Bahri S, zakat sebagai instrumen pembangunan ekonomi kesejahteraan umat,
2016, jurnal: studi ekonomi Islam, vol. 1 No. 2, h. 3. 13
Andi Bahri S, zakat sebagai instrumen pembangunan ekonomi kesejahteraan umat,
2016, jurnal: studi ekonomi Islam, vol. 1 No. 2,h. 3.
11
shadaqah dan infaq. Dari 32 ayat dalam al-quran yang memuat ketentuan zakat
tersebut, 29 ayat diantaranya menghubungkan ketentuan zakat dengan shalat. 14
Hal menunjukkan bahwa, perintah zakat dan shalat saling keterkaitan
antara satu dengan yang lain dan juga sebagai bukti bahwa Islam tidak hanya
memperhatikan hubungan manusia dengan Tuhannya (hablumminallah) tapi juga
memperhatikan hubungan sesama manusia (hablunminannas).
Adapun dalil-dalil dari al-Quran yang berkaitan dengan zakat, diantaranya
firman Allah Taala:
a) Q.S. Al-Baqarah: 43

b) Q.S. At-Taubah: 103

Terjrmahnya:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu
membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk
mereka.Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi
mereka.Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. 16
14
Andi Bahri S, zakat sebagai instrumen pembangunan ekonomi kesejahteraan umat,
2016, jurnal: studi ekonomi Islam, vol. 1 No. 2, h. 4. 15
Kementrian Agama RI, h. 7. 16
Kementrian Agama RI, h. 203.
12
c) Q.S. Al-Munafiqun: 10


Terjemahnya:
“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah kami berikan kepadamu
sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia
berkata (menyesali, “Yaa Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda
(kematian) ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan
termasuk orang-orang yang shaleh”. 17
2. Al-Sunnah
Adapun dalil dari Al-Sunnah yaitu sabda Nabi saw yang berbunyi :
: » :
«
Artinya:
“Dari Ibnu „Abbas radhiyallahu „anhuma bahwa ketika Nabi saw
mengutus Muadz r.a ke negeri Yaman, Beliau bersabda: “Ajaklah mereka
kepada syahadah (persaksian) tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali
Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah. Jika mereka telah menaatinya, maka beritahukanlah bahwa Allah mewajibkan atas mereka shalat lima
waktu sehari semalam. Dan jika kereka telah menaatinya, maka
beritahukanlah bahwa Allah telah mweajibkan atas mereka shadaqah
(zakat) dari harta mereka yang diambil dari orang-orang kaya mereka dan
diberikan kepada orang-orang faqir mereka”. 18
Zakat merupakan salah satu rukun Islam. Rasulullah saw bersabda:
17 Kementrian Agama, h. 555.
18 Abu „Abdillah Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, Imam Al-Bukhari, Shahih Al-
Bukhari, (Ar-Riyadh: Baitul Afkar, 1997), h. 272.
13
: " :
"
Islam dibangun diatas lima (landasan); Persaksian tidak ada ilah selain
Allah dan sesungguhnya Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat,
menunaikan zakat, haji dan puasa Ramadhan”. (H.R. Bukhari, No.8). 19
: : » :
«
Artinya:
Zaid bin „Abdullah bin „Umar- dari bapaknya; dia berkata: Abdullah
berkata: Rasulullah saw bersabda: Islam dibangun atas lima dasar: yaitu
persaksian bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan
Allah, bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan
shalat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa Ramadhan”.
(H.R. Muslim, No. 22). 20
3. Ijma
Para ulama sepakat akan kewajiban mengeluarkan zakat bagi kaum
muslimin. Bahkan di masa Klulafaur Rasyidin, Abu Bakar ra, menyatakan perang
kepada orang-orang yang menolak membayar zakat sampai mereka mau
menunaikannya kembali, sebagaimana dia memerangi orang yang murtad.
19
Abu „Abdillah Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, Imam Al-Bukhari, Shahih Al-
Bukhari, (Ar-Riyadh: Baitul Afkar, 1997), h. 25. 20
Abul Husain Muslim bin Al-Hajjaj Al-Qusayri An-Naisabury, Imam Muslim, Shahih
Muslim, h. 37.
14
Zakat selain diatur oleh agama dalam ayat suci al-quran dan juga hadits
atau perkataan nabi zakat sendiri juga diatur oleh instrumen Negara seperti
Undang-Undang dan aturan hukum lainnya, diantaranya Undang-Undang nomor
23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat.
D. Syarat Wajib dan Macam-Macam Zakat
1. Syarat Wajib Zakat
sebagai berikut:
a. Beragama Islam. Orang yang tidak beragama Islam tidak ada
kewajiban bagi mereka untuk menunaikan zakat karena Allah tidak
menerima amalan orang-orang kafir.
b. Merdeka. Tidak ada kewajiban bagi budak untuk mengeluarkan zakat
meskipun dia beragama Islam, karena harta budak adalah milik
tuannya.
c. Memiliki nishab. Nishab adalah ukuran harta tertentu yang ketika
sudah tercapai, harta wajib dizakati.
Syarat-syarat nishab:
1) Nishab berada di luar kebutuhan-kebutuhan utama yang tidak bisa
dikesampingkan seseorang, seperti kebutuhan makan, pakaian, dan
15
orang fakir. Untuk itu, orang yang berzakat bukanlah orang miskin.
2) Nishab dimiliki seseorang secara tertentu secara penuh. Untuk itu,
zakat tidak diwajibkan pada harta yang tidak dimiliki seseorang
secara tertentu. Seperti uang yang terkumpul untuk membangun
masjid, uang wakaf untuk kepentingan-kepentingan umum, atau
uang yang berada di kotak-kotak organisasi social.
d. Berlalu selama satu haul (satu tahun). Haul adalah hitungan satu tahun
hijriyah secara penuh. Maksudnya, nishab yang dimiliki seseorang
berlalu selama dua belas bulan qomariyah. Syarat ini hanya berlaku
untuk emas dan perak, barang-barang perdagangan, unta, sapi, dan
kambing. Untuk tanaman, buah-buahan, barang-barang tambang dan
rikaz tidak disyaratkan haul. 21
2. Macam-Macam Zakat
Dalam Islam zakat dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu zakat fitrah
dan zakat maal.
a. Zakat Fitrah
muslimin. Rasulullah SAW bersabda:
» :
«
21
2019),h. 353.
Dari ibnu „Umar bahwasannya Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah
pada bulan Ramadhan dari setiap manusia sebanyak satu sha dari kurma
atau satu sha dari gandum terhadap orang merdeka, budak, laki-laki,
perempuan dari kaum muslimin”. (HR. Muslim).
» : «
Artinya:
Dari ibnu „Umar berkata: “Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu
sha dari kurma, atau satu sha dari gandum terhadap budak, orang
merdeka, anak kecil dan…