Pengentasan Kemiskinan Dan Pemberdayaan Masyarakat Makalah

download Pengentasan Kemiskinan Dan Pemberdayaan Masyarakat Makalah

of 21

  • date post

    28-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.202
  • download

    39

Embed Size (px)

Transcript of Pengentasan Kemiskinan Dan Pemberdayaan Masyarakat Makalah

MAKALAH PEREKONOMIAN INDONESIAPENGENTASAN KEMISKINAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKATDiajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Perekonomian Indonesia

dengan Dosen Pembimbing Ibu Nunung N Ummah SE, M.Pd.

ANGGOTA KELOMPOK :

1. M IKBAL

2. MUHAMMAD RIDWAN

3. MUHAMMAD IQBAL

4. ONAY LESMANA

5. NURCHOLIS

SEMESTER V B-1

POGRAM STUDI MANAJEMEN

UNIVESITAS PELITA BANGSA

CIKARANG-BEKASI

2013BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar BelakangPermasalahan yang tengah dihadapi oleh dunia adalah kemiskinan. Kemiskinan lahir bersamaan dengan keterbatasan sebagian manusia dalam mencukupi kebutuhannya. Kemiskinan telah ada sejak lama pada hampir semua peradaban manusia. Pada setiap belahan dunia dapat dipastikan adanya golongan konglomerat dan golongan melarat. Dimana golongan yang konglomerat selalu bisa memenuhi kebutuhannya, sedangkan golongan yang melarat hidup dalam keterbatasan materi yang membuatnya semakin terpuruk.

Pada sebagian besar pendapat manusia mengenai kemiskinan pada intinya mereka berpendapat bahwa kemiskinan menggambarkan sisi negatif, yaitu pengamen yang membuat tidak nyaman pengguna jalan raya, pengemis, gubuk kumuh dibawah jembatan layang yang nampak tidak indah, mencemari sungai karena membuang sampah sembarangan, penjambretan, penodongan, pencurian,dll. Dengan demikian, kemiskinan sangat identik dengan kotor, kumuh, malas, sulit diatur, tidak disiplin, sumber penyakit, kekacauan bahkan kejahatan.

Sebagai masalah yang menjadi isu global disetiap negara berkembang, wacana kemiskinan dan pemberantasanya haruslah menjadi agendawajib bagi para pemerintah pemimpin negara. Peran serta pekerja sosial dalam menagani permasalahan kemiskinan sangat diperlukan, terlebih dalam memberikan masukan (input) dan melakukan perencanaan strategis tentang apa yang akan menjadi suatu kebijakan dari pemerintah.

B. Rumusan MasalahDalam makalah ini penulis akan membahas tentang:Apa pengertian kemiskinan?Bagaimana caramengukur kemiskinan?Apa saja penyebab kemiskinan?Bagaimana keadaan kemiskinan di Indonesia?Apa saja yang harus diprioritaskan dalam pengentasan kemiskinan?Apa saja program pemberdayaan masyarakat yang bisa dilakukan?

C. Tujuan PembahasanTujuan makalah ini adalah:Mengetahui pengertian kemiskinanMengetahui cara mengukur kemiskinanMengetahui penyebab kemiskinanMengetahui keadaan kemiskinan di IndonesiaD. Manfaat PembahasanDapat mengetahui definisi kemiskinaanDapat mengetahui penyebab kemiskinanDapat mengetahui dampak kemiskinanDapat mengetahui cara menaggulang kemiskinanMengetahui upaya dan program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian KemiskinanKemiskinanadalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.Dalam kamus ilmiah popular, kata Miskin mengandung arti tidak berharta (harta yang ada tidak mencakup kebutuhan) atau bokek. Adapun kata fakir diartikan sebagai orang yang sangat miskin. Secara etimologi makna yang terkandung yaitu bahwa kemiskinan sarat dengan masalah konsumsi. Hal ini bermula sejak masa neo klasik di mana kemiskinan hanya dilihat dari interaksi negative (ketidaksimbangan) antara pekerja dan upah yang diperoleh.

Defenisi tentang kemiskinan telah mengalami perluasan, seiring dengan semakin kompleksnya faktor penyebab, indikator maupun permasalahan lain yang melingkupinya juga perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemiskinan tidak lagi hanya dianggap sebagai dimensi ekonomi melainkan telah meluas hingga kedimensi sosial, kesehatan, pendidikan dan politik. Maka perkembangan arti definitif dari pada kemiskinan adalah sebuah keniscayaan. Berawal dari sekedar ketidakmampuan memenuhi kebutuhan konsumsi dasar dan memperbaiki keadaan hingga pengertian yang lebih luas yang memasukkan komponen-komponen sosial dan moral. Misal, pendapat yang diutarakan oleh Ali Khomsan bahwa kemiskinan timbul oleh karena minimnya penyediaan lapangan kerja di berbagai sektor, baik sektor industri maupun pembangunan. Senada dengan pendapat di atas adalah bahwasanya kemiskinan ditimbulkan oleh ketidakadilan faktor produksi, atau kemiskinan adalah ketidakberdayaan masyarakat terhadap sistem yang diterapkan oleh pemerintah sehingga mereka berada pada posisi yang sangat lemah dan tereksploitasi. Arti definitif ini lebih dikenal dengan kemiskinan struktural. Defenisi menurut UNDP dalam Cahyat (2004), adalah ketidakmampuan untuk memperluas pilihan-pilihan hidup, antara lain dengan memasukkan penilaian tidak adanya partisipasi dalam pengambilan kebijakan publik sebagai salah satu indikator kemiskinan. Menurut Badan Pusat Statistik, kemiskinan adalah ketidakmampuan memenuhi standar minimum kebutuhan dasar yang meliputi kebutuhan makan maupun non makan. Membandingkan tingkat konsumsi penduduk dengan garis kemiskinan atau jumlah rupiah untuk konsumsi orang perbulan.

Deskripsi lain, arti definitif kemiskinan yang mulai bergeser misal pada awal tahun 1990-an definisi kemiskinan tidak hanya berdasarkan tingkat pendapatan,tapijuga mencakup ketidakmampuan di bidang kesehatan, pendidikan dan perumahan. Di penghujung abad 20-an telah muncul arti definitif terbaru, yaitu bahwa kemiskinan juga mencakup kerentanan, ketidakberdayaan dan ketidakmampuan untuk menyampaikan aspirasi. Kemiskinan sebagai suatu penyakit sosial ekonomi tidak hanya dialami oleh negara-negara yang sedang berkembang, tetapi juga negara-negara maju, seperti Inggris dan Amerika Serikat. Negara Inggris mengalami kemiskinan di penghujung tahun 1700-an pada era kebangkitan revolusi industri yang muncul di Eropa. Pada masa itu kaum miskin di Inggris berasal dari tenaga-tenaga kerja pabrik yang sebelumnya sebagai petani yang mendapatkan upah rendah, sehingga kemampuan daya belinya juga rendah. Mereka umumnya tinggal di permukiman kumuh yang rawan terhadap penyakit sosial lainnya, seperti prostitusi, kriminalitas, pengangguran.

Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:1. Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhanpangansehari-hari,sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.2. Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasukketerkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasukpendidikandaninformasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politikdan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.3. Gambaran tentang kurangnyapenghasilandankekayaanyang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagianpolitikdanekonomidi seluruh dunia.B. Konsep KemiskinanKemiskinan adalah keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf hidup kelompoknya dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga, mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut

Tiga dimensi (aspek atau segi) kemiskinan,yaitu:

1. Kemiskianan multidimensi artinya karena kebutuhan manusia itu bermacam-macam, maka kemiskiananpun memiliki banyak aspek. Diliahat dari kebijakan umum kemmiskinan meliputi aspek primer yang berupa mikin akan asset-aset, organisaisi politik dan pengetahuan serta keterampilan san aspek yang sekunder yang berupa miskin jaringan social dan sumber-sumber keuangan dan informasi. Dimensi-dimensi kemiskinan tersebut memanifestasikan dirinya dalam bentuk kekurangan gizi, air dan perumahan yang tidak sehat dan perawatan kesehatan yang kurang baik serta pendisikan yamg juga kurang baik.2. Aspek kemiskinan tadi saling berkaitAn baik secara maupun tidak langsung. Hal ini berarti bahwa kemajuan atau kemunduran pada salh satu aspek dapat mempengaruhi kemajuan atau kemunduran pada aspek lainnya.3. Bahwa yang miskin adalah manusianya baik secara individual mupun kolektif. Kita seering mendengar perkataan kemiskinan pesesaan (rural proferty) dan sebagainya, namun ini bukan desa atau kota, an sich yang mengalami kemiskianan tetapi orang orang atau penduduk atau juga manusianya yang menderita miskin jadi miskin adalah orang-orangnya penduduk atau manusianya

Adapun cirri-ciri kemiskinan pada umumnya adalah:

1. Pada umumya mereka tidak memiliki factor produksi seperti tanah modal ataupun keterampilan sehingga kemmpuan untuk memperoleh pendapatan menjadi terbatas.

2. Kedua mereka tidak memmiliki kemungkinan untk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri.

3. Tingkat pendidikan rendah waktu mereka tersita untuk mencari nafkah dan mendapatkan pendapatan penghasilan.

4. Kebanyakan mereka tinggal di pedesaan.

5. Mereka yang hidup di kota masih berusia muda dan tidak didujung oleh keterampilan yang memadai.

C. Indikator KemiskinanUntuk menuju solusi kemiskinan penting bagi kita untuk menelusuri secara detail indikator-indikator kemiskinan tersebut. Adapun indikator-indikator kemiskinan sebagaimana di kutip dari Badan Pusat Statistika, antara lain sebagi berikut:1. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan konsumsi dasar (sandang, pangan dan papan).

2. Tidak adanya akses terhadap kebutuhan hidup dasar lainnya (kesehatan, pendidikan, sanitasi, air bersih dan transportasi).3. Tidak adanya jaminan masa depan (karena tiadanya investasi untuk pendidikan dan keluarga).4. Kerentanan terhadap goncangan yang bersifat individual maupun massa.5. Rendahnya kualitas sumber daya manusia dan te