PENGARUH BIMBINGAN KONSELING TERHADAP · PDF filelain, maka dari inilah bimbingan konseling...

Click here to load reader

  • date post

    06-Aug-2019
  • Category

    Documents

  • view

    223
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PENGARUH BIMBINGAN KONSELING TERHADAP · PDF filelain, maka dari inilah bimbingan konseling...

  • PENGARUH BIMBINGAN KONSELING TERHADAP PENANAMAN

    NILAI AKHLAK SISWA SMP N 1 TERAS

    TAHUN PELAJARAN 2012/2013

    NASKAH PUBLIKASI

    Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

    Guna Mencapai Derajat

    Sarjana S-1

    Tarbiyah

    YUSUF RAHMADDI

    G 000 090 061

    JURUSAN TARBIYAH

    FAKULTAS AGAMA ISLAM

    UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

    2014

  • SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

    Yang bertanda tangan dibawah ini, saya:

    Nama : Yusuf Rahmaddi

    NIM : G000090061

    Fakultas/Jurusan : FAI/Tarbiyah

    Jenis : Skripsi

    Judul : PENGARUH BIMBINGAN KONSELING TERHADAP

    PENANAMAN NILAI AKHLAK SISWA SMP N 1

    TERAS BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2012/2013

    Dengan ini menyatakan bahwa saya menyetujui untuk:

    1. Memberikan hak bebas royalti kepada Perpustakaan UMS atas penulisan karya

    ilmiah saya demi pengembangan ilmu pengetahuan.

    2. Memberikan hak menyimpan, mengalih mediakan/mengalih formatkan,

    mengolah dalam bentuk pangkalan data (databes), mendistribusikanya, serta

    menampilkanya dalam bentuk softcopy untuk kepentingan akademis kepada

    Perpustakaan UMS, tanpa perlu meminta ijin dari saya selama tetap

    mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta.

    3. Bersedia dan menjamin untuk menanggung secara pribadi tanpa melibatkan

    pihak Perpustakaan UMS, dari semua bentuk tuntutan hukum yang timbul atas

    pelanggaran hak cipta dalam karya ilmiah ini.

    Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan semoga dapat

    digunakan sebagaimana mestinya.

    Surakarta, 17 Maret 2014

    Yang Menyatakan

    Yusuf Rahmaddi

    NIM: G000090061

  • vii

    PENGARUH BIMBINGAN KONSELING TERHADAP PENANAMAN

    NILAI AKHLAK SISWA SMP N 1 TERAS BOYOLALI

    TAHUN PELAJARAN 2012/2013

    Oleh : Yusuf Rahmaddi (NIM : G000090061)

    Fakulfas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta

    Abstrak

    Bimbingan dan konseling merupakan salah satu komponen dari pendidikan.

    Mengingat bahwa bimbingan dan konseling adalah suatu kegiatan bantuan dan

    tuntunan yang diberikan kepada individu pada umumnya, dan siswa pada

    khususnya di sekolah. Bimbingan konseling dan penanaman akhlak adalah upaya

    yang tidak dapat dipisahkan. Bimbingan konseling dalam penanaman nilai akhlak

    adalah bimbingan yang menitik beratkan pada pendekatan personal yaitu memberi

    motivasi, arahan, dan solusi terhadap masalah yang sedang dihadapi siswa

    terutama pada masalah akhlak. Penanaman akhlak tidak harus diterapkan di

    sekolah saja, tetapi penanaman akhlak bisa dilakukan di luar sekolah. Dalam hal

    ini perlu adanya kerja sama yang apik antara sekolah dan pihak lain dalam

    pembentukan akhlak.

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan bimbingan

    dan konseling dalam penanaman nilai akhlak pada siswa melalui bimbingan

    konseling di SMP Negeri 1 Teras serta mengetahui perubahan perilaku yang

    terjadi setelah mendapatkan pelayanan bimbingan konseling di SMP N 1 Teras

    tahun pelajaran 2012/2013

    Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang berjenis

    kualitatif. Subyek penelitian menggunakan key informan yang digunakan untuk

    mencari informasi sebanyak-banyaknya. Teknik pengumpulan data dilakukan

    dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penetapan validitas data dalam

    penulisan ini melalui trianggulasi data dan informan review, Dalam menganalisis

    data dilakukan secara deskriptif (menutur kata dengan apa adannya secara

    kualitatif) dengan menggunakan metode induktif.

    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Seluruh staf sekolah seperti,

    kepala sekolah, guru mata pelajaran, wali kelas, guru BK berperan dalam upaya

    penanaman nilai akhlak kepada siswa. Kepala sekolah sebagai penanggung jawab

    seluruh pelaksanaan bimbingan konseling dengan memfasilitasi dengan sarana-

    sarana pendukung, sehingga pelaksanaan bimbingan konseling dapat berjalan

    dengan baik, (2) sanksi yang diterapkan BK SMP N 1 Teras cenderung pemberian

    teguran dan pengarahan hal ini bertujuan agar perubahan prilaku/akhlak siswa

    terbentuk karena bukan karena takut akan tetapi perubahan prilaku tumbuh dari

    kemauan siswa itu sendiri, (3) melalui upaya pemahaman, pencegahan,

    pengentasan, pemeliharaan dan pengembangan yang diinternalisasikan dengan

    kegiatan sekolah memberikan pengaruh antara lain: (a) Terciptanya kesadaran

    keagamaan pada siswa dan pemahaman siswa akan peraturan-peraturan yang ada

    di sekolah, (b) Siswa terbantu dalam pemecahan masalah, karena ada sebagian

    siswa yang memanfaatkan layanan bimbingan. Hal ini di tunjukkan dengan

    prilaku siswa menjadi lebih baik, (c) Ada juga siswa yang merasa terganggu akan

    campur tangan BK terhadap masalah yang dihadapinya. Hal ini disebabkan karena

    siswa mempunyai pandangan terhadap guru BK masih sebagai polisi sekolah.

    Kata kunci : bimbingan konseling, nilai akhlak.

  • 1

    PENDAHULUAN

    Latar Belakang

    Pendidikan pada hakikatnya

    merupakan usaha sadar untuk

    mengembangkan kepribadian yang

    berlangsung seumur hidup baik di

    sekolah maupun madrasah. Pendidikan

    juga bermakna proses membantu

    individu baik jasmani dan rohani ke

    arah terbentuknya kepribadian utama

    (pribadi yang berkualitas). Dalam

    konteks Islam, pendidikan bermakna

    bimbingan terhadap pertumbuhan

    rohani dan jasmani menurut ajaran

    Islam dengan hikmah, mengarahkan,

    mengajarkan, melatih, mengasuh dan

    mengawasi berlakunya semua ajaran

    Islam. Dari makna ini, pendidikan

    pada hakikatnya merupakan upaya

    untuk membentuk manusia yang lebih

    berkualitas (Tohirin, 2007: 5).

    Bimbingan dan konseling

    merupakan kegiatan yang bersumber

    pada kehidupan manusia. Kenyataan

    menunjukkan bahwa manusia di dalam

    kehidupannya selalu menghadapi

    persoalan-persoalan yang silih

    berganti. Persoalan yang satu dapat

    diatasi, persoalan yang lain muncul,

    demikian seterusnya. Manusia tidak

    sama satu dengan yang lain, baik

    dalam sifat maupun kemampuannya.

    Ada manusia yang danggup mampu

    mengatasi persoalan tanpa bantuan dari

    pihak lain, tetapi tidak sedikit manusia

    yang tidak mampu mengatasi

    persoalan bila tidak dibanntu orang

    lain, maka dari inilah bimbingan

    konseling dibutuhkan (Walgito, 2010:

    10).

    Bimbingan dan konseling

    merupakan salah satu komponen dari

    pendidikan. Mengingat bahwa

    bimbingan dan konseling adalah suatu

    kegiatan bantuan dan tuntunan yang

    diberikan kepada individu pada

    umumnya, dan siswa pada khususnya

    di sekolah. Hal ini sangat relevan jika

    dilihat dari perumusan bahwa

    pendidikan itu adalah usaha sadar yang

    bertujuan untuk mengembangkan

    kepribadian dan potensi-potensi (bakat,

    minat, dan kemampuan). Kepribadian

    menyangkut masalah prilaku atau

    sikap mental dan kemampuan meliputi

    masalah akademik dan keerampilan.

    Tingkat kepribadian dan kemampuan

    yang dimiliki oleh seseorang

    merupakan suatu gambaran mutu dari

    orang bersangkutan (Sukardi, 2007: 1).

    Sekolah memiliki tanggung

    jawab yang besar membantu siswa

    agar berhasil dalam belajar. Untuk itu

    sekolah dan madrasah hendaknya

    memberikan bantuan kepada siswa

    untuk mengatasi masalah-masalah

    yang timbul dalam kegiatan belajar

    siswa. Dalam kondisi seperti ini,

    pelayanan bimbingan dan konseling

    sekolah dan madrasah sangat penting

    untuk dilaksanakan guna membantu

    siswa mengatasi berbagai masalah

    yang dihadapinya.

    Bimbingan dan konseling tidak

    hanya berorientasi untuk mengatasi

    permasalahan kesulitan belajar siswa,

    tetapi bimbingan konseling juga dapat

    menyentuh aspek perilaku atau akhlak

    siswa dalam proses pembentukan

    kepribadian. Siswa adalah bagian dari

    masyarakat yang butuh interaksi dan

    sosialisasi, untuk itu siswa harus

    disiapkan dalam mengembangkan

  • 2

    ketentuan yang mengatur hak dan

    kewajiban masing-masing individu

    sebagai anggota di sekolah maupun di

    masyarakat. Ketentuan-ketentuan itu

    biasanya berupa perangkat nilai, norma

    sosial, maupun pandangann hidup

    yang terpadu dalam sistem budaya

    yang berfungsi sebagai rujukan hidup

    (Prayitno, 1999: 169).

    Berdasarkan uraian di atas

    dapat diketahui bahwa bimbingan dan

    konseling sebagai salah satu organ

    yang penting dalam upaya penanaman

    nilai akhlak di sekolah. Masa remaja

    (12-21 tahun) merupakan masa

    peralihan antara masa kehidupan anak-

    anak dan masa kehidupan orang

    dewasa. Dimana di masa ini terjadi

    berbagai goncangan-goncangan psikis

    atau penyimpangan-penyimpangan

    yang terjadi pada usia remaja.

    Pembinaan akhlak terhadap para

    remaja amat penting dilakukan,

    mengingat secara psikologis usia

    remaja ialah usia yang berada dalam

    goncangan dan mudah terpengaruh

    sebagai akibat dari keadaan dirinya

    yang masih belum memiliki bekal

    pengetahuan, mental dan pengalaman

    yang cukup, Abuddin Nata (2001:

    216).

    Penanaman nilai akhlak

    melalui bimbingan konseling adalah

    pengembangan dan penyadaran siswa

    terhadap nilai kebenaran, kejujuran,

    kebajikan, kearifan