Penelitian Kontribusi Desa Pakraman - .Secara umum, angka kemiskinan Indonesia sejak 1998...

Click here to load reader

download Penelitian Kontribusi Desa Pakraman - .Secara umum, angka kemiskinan Indonesia sejak 1998 – 2011 terus menurun. ... Indonesia, menunjukkan keberhasilan Bali dalam pengentasan

of 75

  • date post

    04-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    215
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Penelitian Kontribusi Desa Pakraman - .Secara umum, angka kemiskinan Indonesia sejak 1998...

  • i

    LPPM UNUD BAPPEDA PROVINSI BALI

    LAPORAN HASIL PENELITIAN

    KONTRIBUSI DESA PAKRAMAN DI BALI DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN

    KERJASAMA LPPM UNUD DAN BAPPEDA PROVINSI BALI

    TAHUN 2015

  • ii

    KATA PENGANTAR

    Om Swasty Astu!

    Dengan mengucap anghayu baghya (puji syukur) kehadapan Tuhan Yang

    Maha Kuasa (Ida Sang Hyang Widhi Wasa) pada akhirnya laporan penelitian yang

    mengambil topik : Kontribusi Desa Pakraman di Bali dalam Pengentasan

    Kemiskinan, dapat kami selesaikan dalam bentuknya seperti sekarang ini.

    Sangat disadari bahwa laporan penelitian ini masih jauh dari sempurna,

    namun diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi pendorong bagi pemegang

    kebijaksanaan di lingkungan pemerintah daerah Bali khususnya berkenaan dengan

    upaya untuk mengoptimalkan peran Desa Pakraman di Bali dalam gerak

    pembangunan pada umumnya, dan secara khusus yang berkaitan dengan eksistensi

    Desa Pakraman sebagai satu lembaga adat yang telah diwarisi sejak berabad-abad

    yang lalu. Oleh karena itu sangat diharapkan adanya masukan yang bermanfaat

    bagi kesempurnaan penelitian ini dari pihak-pihak yang terkait atau yang menaruh

    perhatian terhadap keberadaan dari Desa Pakraman itu sendiri.

    Melalui kesempatan ini tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih kepada

    semua pihak yang telah memberikan dukungan bagi terlaksananya penelitian ini

    baik yang bersifat materiil maupun ummateriil, terutama sekali kepada :

    1. Bapak Gubernur Provinsi Bali Cq. Ketua Bappeda Provinsi Bali yang

    telah menyediakan dana bagi penelitian ini.

  • iii

    2. Bapak Rektor cq Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada

    Masyarakat Universitas Udayana yangt telah memberikan rekomendasi

    bagi terlaksananya penelitian ini.

    3. Bapak Kepala Kesbangpollinmas Provinsi Bali maupun Kabupaten di

    mana penelitian ini dilaksanakan atas ijin yang telah diberikan untuk

    pelaksanaan penelitian ini.

    4. Semua pihak yang telah memberikan informasi untuk kepentingan

    penelitian ini baik berupa data skunder maupun primer diantaranya

    Bapak Kepala Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten, Kepala BPS

    Provinsi dan Kabupaten, serta para Bendesa Desa Pakraman dan Desa

    Dinas yang telah banyak memberikan penjelasan berkenaan dengan

    masalah yang menjadi obyek penelitian ini

    Semoga Tuhan Yang Maha Esa (Ida Sang Hyang Widhi Wasa)

    memberikan pahala yang setimpal.

    Pada akhirnya laporan penelitian ini kami persembahkan kepada semua

    pihak yang berkepentingan semoga ada manfaatnya.

    Om Canthi Canthi Canthi Om

    Denpasar, November 2015

    Tim Peneliti

  • iv

    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR i

    DAFTAR ISI iv

    BAB I. PENDAHULUAN 1

    1.1. Latar belakang. 1

    1.2. Rumusan masalah 11

    1.3. Tujuan dan manfaat penelitian 11

    BAB II. KAJIAN PUSTAKA 13

    2.1. Desa Pakraman sebagai masyarakat hukum adat.. 13

    2.2. Desa Pakraman dan penanggulangan kemiskinan 19

    BAB III. METODE PENELITIAN 24

    3.1. Jenis dan sifat penelitian.. 24

    3.2. Lokasi penelitian . 24

    3.3. Jenis dan sumber data.. 25

    3.4.Teknik pengumpulan data 25

    3.5. Teknik Pengolahan dan analisis data.. 26

    BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 27

    4.1. Deskripsi singkat tentang kemiskinan di Provinsi Bali.. 27

    4.2. Desa Pakraman dan penanggulangan kemiskinan31

    4.2.1. Deskripsi singkat dari data lapangan . 31

  • v

    4.2.2. Pembahasan . 51

    BAB V. P E N U T U P 55

    5.1. Kesimpulan . 55

    5.2. Saran-saran. . 55

    DAFTAR PUSTAKA

    LAMPIRAN-LAMPIRAN

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN :

    1.1. Latar belakang

    Kemiskinan merupakan satu problema nasional yang sedang dihadapi

    dewasa ini bahkan sejak berpuluh tahun lalu, dan menjadi tugas negara untuk

    menanggulanginya. Namun tentunya persoalan ini bukanlah semata-mata menjadi

    tugas negara sebagaimana diamanatkan oleh pembukaan UUD 1945 melainkan

    adalah juga menjadi bagian dari tugas kita bersama, tugas dari seluruh bangsa dan

    rakyat Indonesia untuk secara bersama-sama menanggulanginya.

    Secara umum, angka kemiskinan Indonesia sejak 1998 2011 terus

    menurun. Penurunan tersebut tidak lepas dari upaya keras pemerintah untuk

    menanggulangi kemiskinan melalui berbagai program pro-rakyat.

    Gambar Penurunan angka kemiskinan di Indonesia sejak 1998 2010.

    (Sumber data BPS.)

    Kendati belum bisa dikatakan maksimal, akan tetapi tren penurunan

    menunjukkan bahwa program-program penanggulangan kemiskinan yang

  • 2

    diluncurkan pemerintah telah memberikan efek positif bagi peningkatan

    kemampuan masyarakat dalam mengembangkan hak-hak dasar mereka.

    Berdasarkan Worldfactbook, BPS, dan World Bank, di tingkat dunia

    penurunan jumlah penduduk miskin di Indonesia termasuk yang tercepat

    dibandingkan negara lainnya. Tercatat pada rentang 2005 2009 Indonesia mampu

    menurunkan laju rata-rata penurunan jumlah penduduk miskin per tahun sebesar

    0,8%, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian negara lain semisal

    Kamboja, Thailand, Cina, dan Brasil yang hanya berada di kisaran 0,1% per tahun.

    Bahkan India mencatat hasil minus atau terjadi penambahan penduduk miskin.

    Kendati Indonesia adalah negara yang paling berhasil menurunkan angka

    kemiskinan, akan tetapi masih terdapat disparitas antar provinsi. Ada provinsi yang

    berhasil menurunkan prosentase penduduk miskinnya dengan cepat dan ada pula

    yang lambat. Gambar 4 berikut menggambarkan profil kemiskinan beberapa

    provinsi di Indonesia tahun 2011.

    Profil Kemiskinan Per Provinsi Tahun 2011.( Sumber data BPS.)

  • 3

    Selain itu, sebaran penduduk miskin juga tidak merata di seluruh wilayah

    kepulauan Indonesia. Penduduk miskin tersebut tinggal di wilayah perkotaan

    maupun perdesaan, dengan prosentase terbesar berada di wilayah perdesaan di

    Pulau Jawa, disusul Pulau Sumatera, baru kemudian pulau-pulau lain di Indonesia.

    Secara rinci, gambaran jumlah penduduk miskin di perdesaan dan perkotaan

    seperti tergambar berikut ini.

    Jumlah Penduduk Miskin Perdesaan dan Perkotaan 2011 (dalam ribuan).

    Sumber data BPS.

    Sebagai catatan, ada beberapa hal yang patut dijadikan bahan kajian.

    Pertama, tingkat kemiskinan masyarakat Bali. Dari data di Badan Pusat Statistik

    (BPS) Provinsi Bali, pada 2 Januari 2013, jumlah angka kemiskinan masyarakat

    Bali hingga September 2012 adalah 160.950 orang. Jumlah ini tentu sangat besar

    dibandingkan jumlah penduduk Bali secara keseluruhan yang mencapai lebih dari

    3,6 juta orang. Itu artinya, pemimpin ke depan mesti mampu terus-menerus

    mengentaskan kemiskinan masyarakat Bali, karena akibat kemiskinan akan

  • 4

    menimbulkan multi efek yang kurang positif bagi peningkatan kesejahteraan

    rakyat. Dengan kemiskinan, tentu akan berdampak pada tingkat kesehatan yang

    rendah. Jika kesehatan masyarakat rendah, maka kesempatan untuk mendapatkan

    pendidikan juga kecil. Berarti upaya peningkatan kemampuan bersaing dalam

    memperebutkan lahan pekerjaan akan berkurang sehingga tingkat pengangguran

    pun naik. Jadi persoalan mendasar dari rantai kehidupan ini adalah dengan

    mengentaskan kemiskinan.

    Secara garis besar, penurunan angka kemiskinan dari tahun ke tahun juga

    terus mengalami penurunan. Pada tahun 2008, penduduk miskin di Bali tercatat

    sebanyak 6,17 persen. Selanjutnya pada tahun 2009 menurun menjadi 5,13 persen,

    tahun 2010 tercatat sebanyak 4,88 persen. Selanjutnya pada tahun 2011 dan 2012

    terus bergerak turun menjadi 4,20 persen dan terakhir 3,95 persen. Angka

    kemiskinan dari 6,17% tahun 2008, sudah mampu ditekan menjadi 3,95% pada

    tahun 2012 (terbaik kedua nasional, setelah Provinsi DKI Jakarta).

    Penurunan angka kemiskinan itu menjadi sebuah bukti keberhasilan

    berbagai program Bali Mandara yang pelaksanaannya telah memasuki tahun

    kelima. Sejumlah program yang manfaatnya bisa dinikmati langsung oleh

    masyarakat antara lain Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM), Bedah Rumah,

    Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri), Beasiswa bagi siswa dan mahasiswa

    kurang mampu, bantuan desa pakraman dan subak serta Gerakan Pembangunan

    Desa Terpadu (Gerbangsadu). Semuanya merupakan program yang langsung

    menyentuh kepentingan masyarakat luas dan terkait dengan upaya pengentasan

    kemiskinan

  • 5

    Penjabaran rencana aksi yang dilakukan Pemprov Bali dalam

    mengentaskan kemiskinan menunjukkan keberhasilan. Laporan resmi dari Badan

    Pusat Statistik No. 45/07/th.XIII tertanggal 1 Juli 2010 tentang Profil Kemiskinan

    Indonesia, menunjukkan keberhasilan Bali dalam pengentasan angka penduduk

    miskin. Berdasarkan data yang dirujuk pada Maret 2010 dengan pendataan konsep

    garis kemiskinan, tercatat 174.930 jiwa (4,88%) masuk kategori miskin. Angka ini

    jauh menurun dibandingkan angka penduduk miskin pada bulan yang sama tahun

    2009. Saat itu angka penduduk miskin di Bali mencapai 181.720 jiwa (5,13%).

    ''Berdasarkan perbandingan angka ini, Bali mampu mengentaskan penduduk

    miskin mencapai 6.790 jiwa