Outcomes - Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) menyatakan fakir miskin berhak...

download Outcomes - Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) menyatakan fakir miskin berhak memperoleh

of 105

  • date post

    09-Aug-2020
  • Category

    Documents

  • view

    7
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Outcomes - Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) menyatakan fakir miskin berhak...

  • Outcomes

  • EVALUASI PENCAPAIAN OUTCOMES BANTUAN SOSIAL REHABILITASI SOSIAL

    RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RS-RTLH)

    PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEJAHTERAAN SOSIAL BADAN PENDIDIKAN, PENELITIAN, DAN PENYULUHAN SOSIAL

    KEMENTERIAN SOSIAL RI TAHUN 2019

  • Hak cipta dilindungi Undang-Undang. Dilarang memperbanyak buku sebagian atau seluruhnya tanpa izin dari Puslitbangkesos, Kementerian Sosial RI.

    Pengarah

    Eva Rahmi Kasim

    Konsultan

    Hasanudin Eka

    Konsultan

    DR. Etty Rahayu

    Tim Peneliti:

    Ayu Diah Amalia, Achmadi Jayaputra, Muchtar Johan Arifin, Ahmad Rodli Putra H., Pebrianto Syafrudin

    Putri Farraz Zayyan, Lucy Sandra Butar Butar

    Cetakan I : 2019

    ISBN : 978-623-7806-01-1

    Diterbitkan oleh:

    PUSLITBANGKESOS KEMENTERIAN SOSIAL RI.

    Jl. Dewi Sartika No. 200 Cawang III Jakarta- Timur. Telp. (021) 8017126 E-mail: puslitbangkesos@kemsos.go.id; Website: puslit.kemsos.go.id

    EVALUASI PENCAPAIAN OUTCOMES BANTUAN SOSIAL REHABILITASI SOSIAL RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RS-RTLH),- Jakarta, Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, Badan Pendidikan, Penelitian, dan Penyuluhan Sosial, Kementerian Sosial RI. 2019. vi + 82 hlm. 14,8 cm x 21 cm.

    Ayudiah Amalia, dkk.

  • iii

    KATA PENGANTAR

    Peraturan Menteri Sosial Nomor 20 Tahun 2017 tentang Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) menyatakan fakir miskin berhak memperoleh kecukupan perumahan yang layak dan lingkungan hidup yang sehat. Hingga akhir tahun 2018, jumlah rumah tidak layak huni tercatat sekitar 2,1 juta. Bantuan Sosial RS-RTLH telah diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan pemberian bantuan stimulan dan diharapkan Keluarga Penerima Manfaat dapat memenuhi kebutuhan dasarnya di bidang perumahan.

    Penelitian ini bertujuan Identifikasi pencapaian outcomes program Rehabilitasi Sosial – Rumah Tidak Layak Huni dan Identifikasi kendala dalam mekanisme pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif (mixed method). Sampel yang diambil sebanyak 86 RS-RTLH di 8 Kabupaten yaitu Wilayah I meliputi Kabupaten Solok (Sumatera Barat), Kabupaten Bangka (Kepulauan Bangka Belitung), Kabupaten Sukabumi (Jawa barat); Wilayah II meliputi Kabupaten Karanganyar (Jawa Tengah), Kabupaten Pulang Pisau (Kalimantan Tengah), Kabupaten Tabanan (Bali); Wilayah III meliputi Kabupaten Magetan (Jawa Timur) dan Kabupaten Minahasa Utara (Sulawesi Utara). Hasil penelitian ini diharapkanmenjadi bahan perbaikan kebijakan dalam penyedia rumah bagi penduduk miskin yang akan datang.

    Jakarta, Desember 2019 Pusat Penelitian dan pengembangan Kesejahteraan Sosial Kepala,

    Eva Rahmi Kasim

  • iv

    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR _______________________________________ iii

    DAFTAR GAMBAR ________________________________________ vi

    DAFTAR GRAFIK __________________________________________ vii

    BAB 1 : PENDAHULUAN _________________________________ 1 1.1. Latar Belakang _________________________________ 1

    2.1. Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTRLH) ____________________________________ 7

    BAB 2 : LANDASAN TEORI _______________________________ 7 2.1. Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTRLH) ____________________________________ 7

    2.2. Bantuan Sosial __________________________________ 12

    BAB 3 : METODE _________________________________________ 14 3.1. Pendekatan dan Jenis Evaluasi _____________________ 14

    3.2. Model Logika Evaluasi ____________________________ 14

    3.4. Sampling _______________________________________ 18

    3.5. Uji Instrumen ___________________________________ 24

    3.6. Teknik Analisis Data ______________________________ 28

    BAB 4 : HASIL TEMUAN LAPANGAN DAN ANALISIS ________ 30 4.1. Deskripsi Identitas Responden _____________________ 30

    4.2. Deskripsi Bantuan Sosial RS-RTLH _________________ 34

    4.3. Pencapaian Outcomes Program RS-RTLH ___________ 42

    4.4. Analisis Outcomes Sebelum-Sesudah ______________ 61

    4.5. Kendala atau Faktor Penghambat

    Pelaksanaan RS-RTLH ___________________________ 62

    BAB 5 : KESIMPULAN DAN REKOMENDASI ________________ 73 5.1 Kesimpulan ______________________________________ 73

    5.2 Rekomendasi _____________________________________ 74

  • v

    INSTRUMEN -INSTRUMEN _______________________________ 79

    DAFTAR PUSTAKA _______________________________________ 91

    SEKILAS PENULIS ________________________________________ 93

  • vi

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar 1. Bantuan RS-RTLH Sp Kulon Progo DI Yogyakarta ____ 5

    Gambar 2. Peta Sampel Penelitian ___________________________ 20

    Gambar 3. Sampel Kab. Solok, Sumatera Barat ________________ 20

    Gambar 4. Sampel Kab. Bangka, Kep. Bangka Belitung _________ 21

    Gambar 5. Sampel Kab. Sukabumi, Jawa Barat ________________ 21

    Gambar 6. Sampel Kab. Karanganyar, Jawa tengah dan Kab. Magetan Jawa Timur _____________________ 22

    Gambar 7. Sampel Kab. Pulang Pisau, Kalimantan Tengah ______ 22

    Gambar 8. Sampel Kab. Tabanan, Bali ________________________ 23

    Gambar 9. Sampel Kab. Minahasa Utara, Sulawesi Utara ________ 23

    Gambar 10. RS-RTLH Kab. Karanganyar, Jawa Tengah ___________ 36

    Gambar 11. RS-RTLH Kab. Bangka, Kep. Bangka Belitung ________ 37

    Gambar 12. RS-RTLH Kab. Karanganyar, Jawa Tengah ____________ 38

    Gambar 13. RS-RTLH Kab. Pulang Pisau, Kalimantan Tengah _____ 39

    Gambar 14. RS-RTLH Kab. Minahasa Utara, Sulawesi Utara _______ 40

    Gambar 15. RS-RTLH Kab. Magetan, Jawa Timur ________________ 41

    Gambar 16. Atap Rumah setelah renovasi (atap menjadi tidak bocor) ________________________ 46

    Gambar 20. RS-RTLH Kab. Sukabumi, Jawa Barat _______________ 65

  • vii

    DAFTAR GRAFIK

    Grafik 1 Kemanfaatan RS-RTLH _____________________________ 3

    Grafik 2 Usia Responden ___________________________________ 30

    Grafik 3 Pendidikan Terakhir Responden _____________________ 31

    Grafik 4 Pekerjaan Repsonden ______________________________ 32

    Grafik 5 Pendapatan Perbulan ______________________________ 33

    Grafik 6 Jumlah Anggota Keluarga dalam Satu Rumah _________ 33

    Grafik 7 Kamar yang Dimiliki _______________________________ 34

    Grafik 8 Bantuan Stimulan yang diterima apakah cukup? ______ 35

    Grafik 9 Biaya Tambahan untuk Memperbaiki Rumah __________ 37

    Grafik 10 Sumber Biaya Tambahan untuk Membangun Rumah _______________________________ 41

    Grafik 11 Pemanfaatan Bantuan Stimulan _____________________ 42

    DAFTAR TABEL

    Tabel 1 Operasionalisasi Konsep ____________________________ 16

    Tabel 2 Skala Likert _______________________________________ 18

    Tabel 3 Sampel Penelitian __________________________________ 24

    Tabel 4 Hasil Uji Validitas Kuesioner __________________________ 25

    Tabel 5 Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner _______________________ 27

    Tabel 6 Memenuhi Persyaratan Keselamatan Bangunan ________ 43

    Tabel 7 Menjamin Kesehatan _______________________________ 44

    Tabel 8 Hasil T Test Terhadap 4 Dimensi Evaluasi Keberhasilan RS-RTLH ______________________________ 61

  • 1Pendahuluan

    PENDAHULUAN

    BAB

    1 1.1 Latar Belakang

    Rumah merupakan kebutuhan dasar dalam melaksanakan peran sosial bagi anggota keluarga. Di dalam rumah dapat tercipta interaksi sosial, transfer budaya, proses sosialisasi dan demokrasi secara intens. Fakir Miskin pun memerlukan rumah yang layak, nyaman dan asri sebagai salah satu kebutuhan dasar. Kementerian Sosial melihat permasalahan fakir miskin tidak hanya bertumpu pada kebutuhan infrastruktur tetapi juga permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat miskin adalah akses pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, pendidikan, perumahan, kesehatan termasuk kesempatan berusaha dan akses permodalan. Hingga akhir tahun 2018, jumlah rumah tidak layak huni tercatat sekitar 2,1 juta. Oleh sebab itu, pemerintah memberikan bantuan Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) (ertlh PUPR, 2019). Bantuan tersebut menjadi sangat penting dan strategis, karena rumah merupakan kebutuhan dasar bagi semua orang termasuk fakir miskin. Hal ini membawa implikasi pada kebijakan sosial, bahwa penanggulangan kemiskinan memerlukan langkah-langkah secara simultan, antara pengembangan usaha ekonomi, bimbingan sosial dan pemenuhan rumah layak huni.

    Kementerian Sosial RI mengembangkan kebijakan sosial melalui Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH). RS- RTLH dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan rumah layak huni sebagai unsur kesejahteraan sosial. Konsep program bantuan Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni adalah memperbaiki

  • 2 Evaluasi Pencapaian Outcomes Bantuan Sosial Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH)

    kondisi rumah baik sebagian ataupun seluruhnya yang dilakukan secara gotong royong di atas tanah dengan legalitas kepemilikan yang sah. Dalam Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia No.20 Tahun 2017 tentang Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni dan Sarana Prasarana Lingkungan disebutkan bahwa Fakir Miskin adalah orang yang sama sekali tidak mempunyai sumber mata pencaharian dan/atau mempunyai sumber mata pencaharian tetapi tidak mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan dasar yang layak bagi kehidupan dirinya dan/keluarganya. Direktorat Penanganan Fakir Miskin melaksanak