METODE GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MEMBENTUK

Click here to load reader

  • date post

    29-Oct-2021
  • Category

    Documents

  • view

    0
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of METODE GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MEMBENTUK

Skripsi
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana pada
Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi
UIN Alauddin Makassar
Nama : NURFAHMI
NIM : 50200115018
Jur/Prodi/Konsentrasi : Bimbingan dan Penyuluhan Islam
Fakultas/Program : Dakwah dan Komunikasi
Konsep Diri Positif Siswa dari Keluarga Broken Home di
SMAN 2 Sinjai.
Menyatakan dengan sesungguhnya dan penuh kesadaran bahwa skripsi ini
benar adalah hasil karya sendiri. Jika kemudian hari terbukti bahwa ia merupakan
duplikat, tiruan, plagiat, atau dibuat oleh orang lain, sebagian atau seluruhnya, maka
skripsi dan gelar yang diperoleh karenanya batal demi hukum.
Samata-Gowa, 13 November2019
50200115018 Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam, Fakultas Dakwah dan
Komunikasi UIN Alauddin Makassar, setelah dengan seksama mengoreksi skripsi
dengan judul “Metode Guru Bimbingan Konseling Dalam Membentuk Konsep
Diri Positif Siswa Broken Home di SMAN 2 Sinjai”. Memandang bahwa skripsi
tersebut telah memenuhi syarat-syarat ilmiah dan dapat disetujui untuk dilanjutkan ke
ujian munaqasyah.
Samata Gowa, 13 November 2019
Pembimbing I Pembimbing II
NIP.19611231 199103 2 007 NIP. 19730721 199703 2 00
4
Skripsi yang berjudul, “Metode Guru Bimbingan Konseling dalam
Membentuk Konsep Diri positif Siswa dari Keluarga Broken Home di SMAN 2
Sinjai” yang disusun oleh NURFAHMI NIM: 50200115018, mahasiswa Jurusan
Bimbingan dan Penyuluhan Islam pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN
Alauddin Makassar, telah diuji dan dipertahankan dalam sidang munaqasyah yang
diselenggarakan pada hari Kamis, 13 November 2020 dinyatakan telah dapat diterima
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Dakwah dan
Komunikasi, Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam.
Samata-Gowa, 13 November 2019 M
16 Rabiul Awal 1441 H
DEWAN PENGUJI
Munaqisy I :Dra. AudahMannan, M.Ag ( .................................)
Munaqisy II :Hamriani, S.Sos.I., M.Sos. I ( .................................)
Pembimbing I :Prof. Dr. H. M. Sattu Alang, M.A (..................................)
Pembimbing II : Dr. Hamiruddin, M.Ag., MM (..................................)
Diketahui Oleh
UIN Alauddin Makassar
5
KATA PENGANTAR


Puji syukur senantiasa peneliti panjatkan atas kehadirat Allah swt.yang telah
melimpahkan rahmat, nikmat karunia dan hidayah-Nya serta atas izin-Nya pula,
sehingga penelitian skripsi inidapat terselesaikan.Salawat dan salam kepada
junjungan Nabi Muhammad saw.sebagai suri tauladan terbaik sepanjang zaman,
seorang pemuda padang pasir yang baik akhlaknya dan sosok pemimpin yang paling
berpengaruh sepanjang sejarah kepemimpinan yang dengannya manusia mampu
berhijrah dari satu masa yang tidak mengenal peradaban menuju kepada satu masa
yang berperadaban.
Penelitian skripsi ini tidak akan dapat terselesaikan dengan baik tanpa adanya
pengarah, dukungan, dan bantuan baik moril maupun materil dari berbagai pihak.
Untuk itu pada kesempatan ini peneliti menghaturkan terima kasih yang tak terhingga
kepada:
1. Prof. Drs. Hamdan Juhanis M.A, sebagai Rektor UIN Alauddin Makassar beserta
Prof. Dr. H. Mardan, M.Ag sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik Pengembangan
Lembaga, Prof. Dr. H. Lomba Sultan, M.A. sebagai Wakil Rektor Bidang
v
6
Administrasi Umum dan Perencanaan Keuangan dan Prof. Hj. Siti Aisyah, M.A.,
Ph.D. sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Yuspinim, M.Pd sebagai
Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga UIN Alauddinyang
telah menyediakan fasilitas belajar sehingga penulis dapat mengikuti kuliah dengan
baik.
2. Dr. Firdaus Muhammad, M.Ag sebagai Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi
UIN Alauddin Makassar beserta Irwan Misbach, SE, M.Si,., sebagai Wakil Dekan
Bidang Akademik, Dr. Hj. Nurlaelah Abbas. Lc, M.Ag sebagai Wakil Dekan Bidang
Administrasi Umum dan Dr. Irwanti Said, M.Pd sebagai Wakil Dekan Bidang
Kemahasiswaan yang telah memberikan berbagai fasilitas sehingga penulis dapat
menyelesaikan studi.
3. Dr. St. Rahmatiah, S.Sos, M.Sos.I dan Drs. Mansyur Suma, M.Pd sebagai Ketua
Jurusan dan Sekertaris Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) yang telah
memberikan fasilitas sehingga peneliti dapat menyelesaikan studi.
4. Dr. A. Syahraeni, M.Ag, dan Dr. Syamsidar, M.Ag sebagai pembimbing I dan II
yang telah meluangkan waktu memberikan bimbingan dan arahan sehingga skripsi
ini dapat terselesaikan.
5. Dr. Hamiruddin, M.Ag.,M.M sebagai Munaqasah I dan Dr. St. Rahmatiah
S.Ag.,M.Sos.I Isebagai munaqisy II yang telah menguji dengan penuh kesungguhan
demi kesempurnaan skripsi ini.
6. Bapak dan Ibu dosen yang telah memberikan bimbingan dan wawasan selama
peneliti menempuh pendidikan di UIN Alauddin Makassar.
vi
7
7. Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar Quraisy Mathar, S.Sos, M.Hum
dan Kepala Perpustakaan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Dr. Muhammad Anshar
Akil, ST, M. Si beserta Staf pegawai yang telah banyak membantu peneliti dalam
mengatasi kekurangan literatur dalam penelitian skripsi ini.
8. Bapak Kepala sekolah SMAN 2 Sinjai yang telah bersedia menerima peneliti
untuk melakukan penelitian di sekolah dan koordinator BK, guru-guru BK beserta
siswa(i) SMAN 2 Sinjai yang telah suka rela memberikan waktunya untuk di
wawancarai.
9. Kedua orangtua peneliti, Ayahanda Muh. Hatta dan Ibunda Irwaedah beserta
kakak tercinta Nurfajrin dan Budiman Sukma, S.S, M.Hum terimakasih yang tidak
terhingga atas jerih payahnya yang telah membesarkan, mencurahkan kasih
sayangnya, mendoakan, memberikan dukungan moral maupun materil, motivasi, dan
membiayai pendidikan peneliti, sehingga dapat menyelesaikan studi.
Semoga semua bantuan, bimbingan, doa, dukungan, dan semangat yang telah
diberikan kepada peneliti tersebut mendapat balasan dari Allah swt, Akhir kata,
semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan menjadi pijakan
bagi peneliti untuk berkarya lebih baik lagi di masa akan datang.
Samata-Gowa, 13 November 2019
C. Rumusan Masalah............................................................................... 6
BAB II TINJAUAN TEORETIS ........................................................................ 10
A. Metode Guru Bimbingan Konseling................................................... 10
C. Upaya Guru Bimbingan Konseling dalam Membentuk Konsep Diri
Positif .................................................................................................. 33
BAB III METODE PENELITIAN...................................................................... 37
E. Instrumen Penelitian ........................................................................... 41
BAB IV HASIL PENELITIAN .......................................................................... 44
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian................................................... 44
Diri Positif Siswa Broken Home di SMAN 2 SINJAI ........................ 50
C. Faktor Penghambat dan Pndukung Guru Bimbingan Konseling
dalam Membentuk Konsep Diri Positif Siswa Broken Home di
SMAN 2 Sinjai ................................................................................... 60
BAB V PENUTUP .............................................................................................. 66
Tabel 4.1: Daftar Guru dan Jabatannya 2018 ....................................................... 46
Tabel 4.2: Data Siswa SMAN 2 Sinjai Tahun Pelajaran 2018 ............................. 48
Tabel 4.3: Sarana dan Prasarana SMAN 2 Sinjai Tahun 2018............................. 50
x
11
PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN
Daftar huruf bahasa Arab dan translatenya kedalam huruf latin dapat dilihat
pada table berikut:
Alif Tidak
Jim J Je
Kha Kh Ka dan ha
Dal D De
Ra R Er
Za Z Zet
Sin S se
Shad es (dengan titik di bawah)
Dhad de (dengan titik di bawah)
Tha te (dengan titik di bawah)
Dza zet (dengan titik di bawah)
ain „ Apostrof terbaik„
Gain G se
Fa F Ef
Qaf Q Qi
Kaf K Ka
Lam L Ei
Mim M Em
nun N En
ya Y Ye
Hamzah ( ) yang terletak di awal kata mengikuti vokalnya tanpa diberi tanda
apapun. Jika ia terletak di tengah atau di akhir, maka ditulis dengan tanda („).
xii
13
2. Vokal
Vokal bahasa Arab, seperti vokal bahasa Indonesia, terdiri atas vokal tunggal
atau monoftong dan vokal rangkap atau diftong.
Vokal tunggal bahasa Arab yang lambangnya berupa tanda atau harakat,
transliterasinya sebagai berikut:
FATAH A A
KASRAH I I
AMMAH U U
Maddah atau vokal panjang yang lambangnya berupa harakat atau huruf,
transliterasinya berupa huruf dan tanda, yaitu:
Harakat dan Huruf
atas
atas
atas
xiii
14
4. Ta’Marbutah
Transliterasi untuk ta marbutahada dua, yaitu: ta marbutah yang hidup atau
mendapat harakat fathah, kasrah dan dammah, yang transliterasinya adalah [t].
sedangkan ta marbutah yang mati atau mendapat harakat sukun transliterasinya
adalah [n].
Syaddah atau tasydid yang dalam system tulisan Arab dilambangkan dengan
sebuah tanda tasydid, dalam transliterasinya ini dilambangkan dengan perulangan
huruf (konsonan ganda) yang diberi tanda syaddah. Jika huruf (), maka ia
ditransliterasikan seperti huruf maddah (i).
6. Kata Sandang
Kata sandang dalam system tulisan Arab dilambangkan dengan huruf (alif
lam ma’arifah). Dalam pedoman transliterasi ini, kata sandang ditransliterasi seperti
biasa, al-, baik ketika ia di ikuti oleh huruf syamsiah maupun huruf qamariyah. Kata
(-).
Aturan translitersi huruf hamzah menjadi apostrop hanya berlaku bagi hamzah
yang terletak di tengah dan akhir kata. Namun, bila hamzah terletk di awal kata, ia
tidak dilambangkan karena dalam tulisan Arab ia berupa alif.
8. Kata Arab yang Lazim digunakan dalam Bahasa Indonesia
Kata, istilah atau kalimat Arab yang ditransliterasi adalah kata, istilah atau
kalimat yang sudah lazim dan menjadi bagian dari perbendaharaan bahasa Indonesia
atau sudah sering ditulis dalam tulisan bahasa Indonesia, tidak lagi ditulis menurut
cara transliterasi di atas. Misalnya kata Alquran (dari Alquran), sunnah, khusus dan
umum. Namun bila kata-kata tersebut menjadi bagian dari satu rangkaian teks Arab,
maka mereka harus ditransliterasi secara utuh.
9. Lafz al-Jalalah ()
Kata “Allah” yang didahului partikel seperti huruf jarr dan huruf lainnya atau
berkedudukan sebagai mudaf ilaih (frase nominal), ditransliterasi tanpa huruf
hamzah.
Adapun ta marbutah di akhir kata yang disandarkan kepada lafz al-Jalalah,
ditransliterasi dengan huruf [t].
10. Huruf Kapital
Walau system tulisan Arab tidak mengenal huruf kapital (All caps), dalam
transliterasinya huruf-huruf tersebut dikenai ketentuan tentang penggunaan huruf
kapital berdasarkan pedomaan ejaan bahasa Indonesia yang berlaku (EYD). Huruf
xv
16
capital, misalnya digunakan untuk menuliskan huruf awal nama dari (orang, tempat,
bulan) dan huruf pertama pada permulaan kalimat. Bila nama diri didahului oleh kata
sandang (al-), maka yang ditulis dengan huruf kapital tetap huruf awal nama diri
tersebut, bukan huruf awal kata sandangnya. Jika terletak pada awal kalimat, maka
huruf A dari kata sandang tersebut menggunakan huruf kapital (AL-). Ketentuan yang
sama juga berlaku untuk huruf awal dari judul referensi yang didahului oleh kata
sandang al-, baik ketika ia ditulis dalam teks maupun dalam catatan rujukan (CK DP,
CDK dan DR).
Nama : Nurfahmi
NIM : 50200115018
Judul : Metode Guru Bimbingan Konseling dalam Membentuk Konsep Diri Positif Siswa dari Keluaarga Broken Home di SMAN 2 Sinjai
Penelitian ini mengangkat pokok masalah tentang “Bagaimana metode guru
bimbingan konseling dalam membentuk konsep diri positif siswa broken home”,
dengan sub masalah yaitu: Bagaimana upaya guru bimbingan konseling dalam
membentuk konsep diri positif siswa broken home di SMAN 2 Sinjai? dan apa faktor
pendukung serta penghambat guru bimbingan konseling dalam membentuk konsep
diri positif siswa broken home di SMAN 2 Sinjai?
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif yang
berlokasi di SMAN 2 Sinjai. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah
pendekatan bimbingan, sosiologi, dan pendekatan psikologis. Sumber data penulis
dalam penelitian ini adalah Guru Bimbingan Konseling sebagai informan kunci.
Buku, majalah, internet, laporan dan dokumentasi sebagai sumber data sekunder.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Analisis data penelitian ini melalui reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah 1) Konsep diri positif siswa
SMAN 2 Sinjai selalu ditingkatkan dengan cara memberikan layanan konseling
kepada para siswa yaitu bimbingan yang bersifat preventif, bimbingan yang bersifat
kuratif dan bimbingan yang bersifat responsif. 2) Faktor pendukung bagi guru
bimbingan konseling dalam membentuk konsep diri positif siswa yaitu dukungan dari
pihak orang tua dalam melakukan fungsi pengawasan kepada anak didik di
lingkungan keluarga, ketersediaan akses dan usaha untuk mengembangkan kualiatas
dari guru bimbingan konseling, dan penerapan sistem reward dan punishment dari
sekolah untuk peserta didik. Faktor penghambat guru bimbingan konseling dalam
memebentuk konsep diri positif yaitu ketidakhadiran figur keteladanan yang menjadi
rujukan siswa dalam proses perkembangan diri.
Implikasi dari penelitian ini adalah 1) Diharapkan siswa untuk lebih yakin
akan kemampuannya dalam menyelesaikan masalahnya, merasa setara dengan orang
lain dan lebih percaya diri. 2) Dengan adanya berbagai faktor penghambat dan
pendukung diharapkan guru BK lebih memaksimalkan pemberian layanan konseling
di sekolah.
dan didalamnya anak mendapatkan pendidikan pertama kali. Keluarga memang
lingkungan yang paling kuat dalam membesarkan anak. Oleh karena itu keluarga
memiliki peran yang penting dalam perkembangan anak. Keluarga yang baik akan
berpengaruh positif bagi perkembangan anak, sedangkan keluarga yang kurang baik
akan berpengaruh negatif pada perkembangan anak.
Bila kedudukan keluarga memunyai tempat primer dalam pembentukan
pribadi seorang anak, maka kehilangan keharmonisan itu akan memunyai pengaruh
bagi perkembangan psikologis anak. Terutama bagi perkembangan seorang anak
yang pada tahap itu sedang dalam proses mencari jati dirinya. Maka
ketidakharmonisan tersebut bagi anak dirasa sebagai hal yang membingungkan sebab
merasa kehilangan tempat berpijak dan pegangan hidup. 1
Pengaruh broken home dalam keluarga sangat berpengaruh negatif
bagitumbuh kembang anak, apalagi jika sang anak sudah memasuki masa remaja
yang dimana anak tersebut sangat membutuhkan figur serta kasih sayang dan
perhatian utuh dari kedua orang tuanya. Kurangnya kasih sayang yang diberikan
banyak dari anak broken home yang terjerumus pergaulan yang negatif contohnya
meminum minuman keras, menggunakan narkoba, seks bebas bahkan sampai ada
yang drop out dari sekolah karena adanya kasus yang dilakukan dan dampak lainnya
yaitu anak yang menjadi pemurung, pendiam, tidak betah dirumah, menutup diri dan
lain sebagainya.
1 Elfi Muawanah, Bimbingan Konseling Islam, (Yogyakarta: Teras, 2012), hlm 50-51.
1
2
Masalah seperti ini seringkali terjadi di sebagian besar rumah tangga yang
orangtuanya sibuk sehingga tidak sempat mengurusi dan memperhatikan anak-
anaknya serta yakin bahwa tidak ada masalah dalam perilaku mereka. Lebih-lebih
dalam masyarakat yang didalamnya tersebar kejelekan serta segala bentuk fasilitas
kemaksiatan dan kesesatan yang begitu mudah didapati oleh anak-anak, apalagi yang
baru menginjak remaja. 2
Maka di dalam rumah tangga, diusahakan jangan sampai ada percecokan dan
pertengkaran, melainkan harus dibudayakan pola kehidupan yang lurus dan benar,
serta dihiasi oleh kasih sayang dan cinta. Sehingga di dalam rumah anak bisa hidup
dengan tenang, tidak mudah stress dan tidak sering melakukan hal-hal yang
melanggar. 3
Konsep diri bagi anak berperan agar anak dapat menyesuaikan diri dengan
lingkungannya, agar mereka dapat diterima oleh lingkungannya. Pendapat lain
menyebutkan bahwa konsep diri bersama dengan citra tubuh, ideal self (diri yang
diinginkan individu) dan sosial self (diri yang dipersepsi individu berdasarkan apa
yang dipandang masyarakat). Anak yang memiliki konsep diri yang positif akan
memiliki tujuan dan cita-cita yang jelas terhadap masa depannya. Remaja yang
memiliki konsep diri positif juga akan memunyai semangat hidup dan semangat
juang yang tinggi. Sebaliknya anak yang memiliki konsep diri negatif cenderung
memberikan batasan kepada dirinya bahwa ia tidak dapat memenuhi apa yang
diinginkan lingkungan, yang pada akhirnya anak merasa rendah diri. 4
2 Husein Syahatah, Menjadi Kepala Rumah Tangga yang Sukses, (Jakarta: Gema
Insani,2002), hlm. 119
3 Syekh Khalid bin Abdurrahman Al-Ik, Kitab Fiqh Mendidik Anak, (Yogyakarta: DivaPress,
2012), hlm. 422
4 Amalia Puspita Hardini, Hubungan Citra Diri Melalui Foto Profil Dengan Harga Diri Pada
Mahasiswa Pengguna Facebook, Skripsi, (Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah, 2010), hlm. 7, Diakses
tanggal 18 September 2017 Pukul 14:08 WIB.
3
Lingkungan sekitar sangat berperan penting terutama orangtua dan guru di
sekolah yang sangat dekat kehidupannya dengan anak yang mengalami broken home.
Peran vital guru ini sulit digantikan karena itulah guru memunyai tugas dan tanggung
jawab besar untuk mendidik anak didiknya secara objektif, konsisten dan dinamis.
Guru yang ideal tidak sekedar mentransfer ilmu pengetahuan semata (transfer of
knowledge) tetapi juga mengubah nilai, perilaku, dan moral (transform of value) anak
didik sesuai ajaran agama dan budaya luhur bangsa. 5
Siswa yang mengalami broken home di SMAN 2 Sinjai mengalami perubahan
yang sangat terlihat dibanding siswa yang tidak mengalami broken home, yaitu
dengan menutup diri dalam pergaulan, menjagajarak dengan lingkungan sosial
(sekolah), dan lebih pemurung.
Di samping itu, asumsi-asumsi yang terdengar kalau anak yang negatif
(meminum minuman keras, menggunakan narkoba, seks bebas bahkan sampai ada
yang drop out dari sekolah) berasal dari keluarga yang bercerai atau broken home
tetapi tidak pada kenyataan yang ada. Lepas dari permasalahan itu semua bahwa ada
beberapa dari anak broken home justru malah ingin membanggakan kedua orang tua
dengan berprestasi. Dan tidak semua anak broken home orang tua bercerai
melampiaskan kekecewaannya dalam bentuk negatif.
SMAN 2 Sinjai memunyai tujuan pendidikan yaitu meletakan dasar
kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup
mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Dari tujuan pendidikan yang ada,
salah satu tujuan yaitu kepribadian termasuk kedalam konsep diri positif.
Maka dari itu, peneliti merasa tertarik dan ingin meneliti lebih lanjut
mengenai “Metode Guru Bimbingan Konseling dalam Membentuk Konsep diri
positif Siswa Broken Home Di SMAN 2 Sinjai”.
5 Jamal Mamur Asmani, Kiat Mengatasi Kenakalan Remaja Di Sekolah, h. 143-144.
4
1 Fokus Penelitian
Penelitian ini berjudul “Metode Guru Bimbingan Konseling dalam
Membentuk Konsep Diri positif Siswa dari Keluarga Broken Home di SMAN 2
Sinjai. Penelitian ini juga merupakan penelitian lapangan dengan jenis penelitian
kualitatif. Olehnya itu, penelitian ini difokuskan pada ruang lingkup tentang upaya
guru bimbingan konseling dalam membentuk konsep diri positif siswa dari keluarga
broken home dan faktor-faktor yang menghambat proses pembentukan konsep diri
remaja di SMAN 2 Sinjai.
2 Deskripsi Fokus
Berdasarkan fokus penilitian di atas, dapat dideskripsikan sebagai berikut:
a. Upaya Guru Bimbingan Konseling dalam membentuk konsep diri positif siswa
dari keluarga broken home di SMAN 2 Sinjai yaitu:
Meberikan layanan konseling kepada siswa yaitu berupa bimbingan yang bersifat
preventif, bimbingan yang bersifat kuratif, dan bimbingan yang berifat responsif
kepada siswa untuk tampil menjadi seorang manusia yang memiliki potensi
sangat luar biasa
b. Faktor-faktor pendukung dan faktor penghambat guru BK dalam membentuk
konsep diri positif siswa broken home di SMAN 2 Sinjai yaitu:
1) Faktor pendukung bagi guru bimbingan konseling dalam membentuk konsep
diri positif siswa yaitu dukungan dari pihak orang tua dalam melakukan fungsi
pengawasan kepada anak didik di lingkungan keluarga, ketersediaan akses dan
usaha untuk mengembangkan kualiatas dari guru bimbingan konseling, dan
penerapan sistem reward dan punishment dari sekolah untuk peserta didik.
2) Faktor penghambat guru bimbingan konseling dalam memebentuk konsep diri
positif yaitu sikap skeptis orang tua/wali di lingkungan keluarga, latar belakang
siswa yang berbeda-beda, ketidakhadiran figur keteladanan yang menjadi
5
siswa tentang konsep diri positif.
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka yang
menjadi masalah pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana metode guru
bimbingan konseling dalam membentuk konsep diri positif siswa dari keluarga
broken home di SMAN 2 Sinjai. Berdasarkan pokok permasalahan di atas, maka
dapat dirumuskan sub masalah sebagai berikut :
1 Bagaimana upaya guru bimbingan konseling dalam membentuk konsep diri
positif siswa dari keluarga broken home di SMAN 2 Sinjai?
2 Faktor-faktor apa yang menghambat dan mendukung guru BK dalam proses
pembentukan konsep diri siswa broken home di SMAN 2 Sinjai?
D. Kajian Pustaka
perbandingan terhadap penelitian ini, baik mengenai kekurangan maupun kelebihan
yang ada sebelumnya. Disamping itu, kajian pustaka juga berperan besar dalam
rangka menambah informasi yang ada sebelumnya. Bahwasanya penelitian dan
penulisan tentang konsep diri telah banyak ditulis, namun yang membedakannya
adalah fokus, objek, sasaran yang akan diteliti oleh penulis dalam penelitian ini.
Kajian Pustaka yang digunakan diantaranya yaitu:
1 Skripsi Amalia Puspita Hardini, Fakultas Psikologi, UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta yang berjudul “Hubungan Citra Diri Melalui Foto Profil Dengan Harga
Diri Pada Mahasiswa Pengguna Facebook Fakultas Psikologi UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta” hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan bahwa
tidak terdapat hubungan yang signifikan antara citra diri melalui foto profil
6
dengan harga diri mahasiswa pengguna Facebook Fakultas Psikologi UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta. 6
Surakarta yang berjudul “Hubungan Antara Citra Diri (Self Image) Dengan
Aspirasi Kerja Pada Salesman” hasil yang didapat dari penelitian tersebut bahwa
Salesman diharapkan memiliki citra diri dan aspirasi kerja yang positif. Apabila
karyawan khususnya salesman memiliki citra diri dan aspirasi kerja yang positif,
maka ia akan lebih mampu mengembangkan sifat-sifat seperti percaya diri, harga
diri dan kemampuan untuk melihat dirinya secara realistik. Kemudian mereka
dapat menilai hubungan orang lain secara tepat dan ini menumbuhkan
penyesuaian pribadi dan pekerjaan secara harmonis. Citra diri yang positif akan
semakin memudahkan salesman dalam mampu membaca perasaan, sikap dan
keyakinan konsumen. 7
Bertolak dari beberapa hasil penelitian yang telah dikemukakan di atas, dapat
dipahami, bahwa dari hasil penelitian tersebut yang telah dikemukakan, secara
keseluruhan berbeda, baik dari segi judul, perspektif kajian maupun dari segi
metodologi, karena tidak ada satupun yang menyinggung tentang Metode Guru
Bimbingan Konseling dalam Membentuk Konsep diri positif Siswa Broken Home di
SMAN 2 Sinjai.
6 Amalia Puspita Hardini, Hubungan Citra Diri Melalui Foto Profil Dengan Harga Diri Pada
Mahasiswa Pengguna Facebook, Skripsi, (Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah, 2010), h, 6, Diakses
tanggal 18 Juni 2017 Pukul 14:08 WIB.
7 Prabangkoro Ardi, Hubungan Antara Citra Diri (Self Image) Dengan Aspirasi Kerja Pada
Salesman, Skripsi, (Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2008), h. 6, Diakses Tanggal 18
Juni 2017 Pukul 14:08 WIB.
7
1. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui upaya guru bimbingan konseling dalam membentuk konsep diri
positif siswa dari keluarga broken home di SMAN 2 Sinjai.
b. Untuk mengetahui faktor faktor apa yang menghambat dan mendukung guru BK
dalam proses…