Meneropong UU Transportasi Dalam Menghadapi Tantangan Saat ini

of 18 /18
Jakarta, 13 Agustus 2021 Puslitbang Transportasi Jalan & Perkeretaapian Meneropong UU Transportasi Dalam Menghadapi Tantangan Saat ini

Transcript of Meneropong UU Transportasi Dalam Menghadapi Tantangan Saat ini

Jakarta, 13 Agustus 2021

PuslitbangTransportasi Jalan & Perkeretaapian

Meneropong UU TransportasiDalam Menghadapi Tantangan Saat ini

▪ PENGAMATAN (FAKTA LAPANGAN, FENOMENA, DAMPAK)

▪ PANDANGAN EMPIRISIS

▪ TELAAHAN KRITIS (Berdasarkan : lesson learned, banch marking, insight)

OUTLINE

Outline ITantangan Saat Ini

Outline IIUU No. 22 Tahun 2009 Tentang LLAJ

Outline IIIUU No. 23 Tahun 2007Tentang Perkeretaapian

Outline IVIsu Strategis

Outline VSaran/ Solusi

TANTANGANSAAT INI

TANTANGAN SAAT INI

1. DINAMIKA PERUBAHAN YANG SANGAT CEPAT

2. PERKEMBANGAN TEKNOLOGI (DI BIDANG TRANSPORTASI)

3. EFEKTIFITAS PENYELENGGARAAN/PELAKSANAAN KEBIJAKAN SEBAGAIAKTUALISASI/PENGEJAWANTAHAN DARI AMANAH UU (mis : ODOL,OJOL, BTS, TERMINAL, PENGUJIAN RANMOR, ANGKUTANPENYEBERANGAN)

4. KETERPENUHAN KOMPETENSI SDM PERHUBUNGAN (Link and Match)

5. LINGKUNGAN STRATEGIS (SOSIAL, POLITIK, EKONOMI, ISUELINGKUNGAN)

6. Pandemi Covid-19 belum bisa diprediksi kapan akan berakhir (PresidenRI, 20 Juli 2021).

UU No. 22 TAHUN 2009TENTANG LLAJ

PENYELENGGARAAN REGULASIUU NO. 22 TAHUN 2009

Terminal Angkutan JalanPenentuan lokasi terminal ditentukan dengan memperhatikan rencana kebutuhan terminalyang merupakan bagian dari Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU22/2009 Pasal 37).

Pada kondisi saat ini, masih banyak keberadaan Terminal Type A yang belum/tidakberfungsi secara optimal.

Pengujian Kendaraan BermotorPenyelenggaraan pengujian kendaraan bermotor ang sudah diotonomikan di 514 Kab/Kota,masih belum berjalan dgn baik, keterpenuhan tenaga penguji baik kuantitas/kualitas masihterdapat gap yang tinggi.(Secara garis besar terdapat 514 kabupaten/ kota di Indonesia dan jumlah UPUBKB (Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor yang ada diIndonesia sebanyak 468 unit dan yang terakreditasi sebanyak 186 unit serta sebanyak 267 unit pada tahap terkalibrasi (Subdit Uji Berkala, Hubdat,2019).

Lanjutan...

Angkutan BarangPada kondisi saat ini, masih sangat banyak ditemukan kendaraan angkutan barangyang melebihi muatan dan/ atau dimensi (ODOL)--→ seakan unsolved/neverending problem

Pengawasan dengan menggunakan alat penimbangan dirasa “masih kurang efektif”(stigma masyarakat jembatan timbang tempat pungli masih belum hilang).

Pengawasan terhadap kendaraan Over Dimension belum berjalan efektif.

---→ Penyelesaian di hulu (pengaturan tarif angkutan barang?)

Lanjutan...

Sistem Buy The Service

Kondisi angkutan perkotaan sebagian besar “mati suri” dibanyak Kabupaten/Kota.Penerapan sistem Buy The Service (yang diharapkan dapat memulihkan kondisiangkutan perkotaan) perlu dievaluasi dari aspek sustainability-nya, tata kelolanya.

UU No. 23 TAHUN 2007TENTANG PERKERETAAPIAN

PENYELENGGARAAN REGULASIUU NO. 23 TAHUN 2007

Penyelenggaran Prasarana Perkeretaapian UmumPenyelenggaran prasarana perkeretaapian umum dilakukan oleh Badan Usahasebagai penyelenggara, baik secara sendiri-sendiri maupun melalui kerjasama (UU23/ 2007 Pasal 23 ayat 1).

Pada kondisi saat ini, Ditjen Perkeretaapian yang merupakan Regulator masihmerangkap menjadi penyelenggara prasarana perkeretaapian karena belum adanyaBadan Usaha Penyelenggara Prasarana Perkeretaapian (BUPP). Sebagiankewenangan penyelenggara prasarana juga masih dilakukan oleh penyelenggarasarana diantaranya adalah perawatan prasarana melalui skema pembayaran IMOdan pengaturan jadwal perjalanan KA.

Dalam hal tidak ada Badan Usaha yang meyelenggarakan prasarana perkeretaapianumum, Pemerintah atau Pemerintah Daerah dapat menyelenggarakan prasaranaperkeretaapian (UU 23/ 2007 Pasal 23 ayat 2).

Lanjutan...

Perlintasan SebidangUntuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan,perlintasan sebidang yang tidak mempunyai izin harus ditutup (UU23/2007 Pasal 94).

Pada kondisi saat ini, cukup sulit menutup perlintasan sebidang karenaakan berdampak pada kondisi sosial ekonomi masyarakat di sekitarlokasi perlintasan sebidang.

ISUE STRATEGIS

KETERPENUHAN KOMPETENSI SDM

1. Saat ini, keterpenuhan kompetensi SDM dalam rangkapenyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan dirasa masih kurangkarena tidak semua daerah memiliki jumlah SDM yang memadaidan kompeten, demikian juga kompetensi SDM di bidangperkeretaapian.

2. Link and Match antara kebutuhan kompetensi di pangsa pasardengan out put pendidikan yang diselenggarakan masih dirasaterdapat gap yang cukup tinggi. Dengan penyelarasan kebutuhankompetensi dan pendidikan, tidak hanya kebutuhan SDM terpenuhinamun juga akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja di sektortransportasi jalan.

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI

1. Dengan adanya teknologi kendaraan listrik, kendaraan autonom/autonomus vehicle, tidak dipungkiri hal ini akan menjadi tantanganbaru.

2. Perkembangan teknologi di bidang perkeretaapian (adanya MRT,LRT, KCIC) diperlukan kesiapan SDM yang memadai, tata kelola,pengembangan system, ketersediaan infrastruktur dan regulasi.

SARAN/ SOLUSI

• Revisi Undang Undang ???• Review/evaluasi kebijakan• Formulasi kebijakan insentif (Stimulus kpd pelaku

usaha/Operator angkutan umum krn dampak Covid 19-→ Relaksasai Pajak

• Perlu komitmen/ Political Will yang kuat dari Pemerintah(mis : Pembatasan pertumbuhan sepeda motor)

• TRANSFORMASI KELEMBAGAAN• Pengembangan Kompetensi dan Pemberdayaan SDM

SARAN/ SOLUSI

TerimaKasih