Mekanisme Sistem Rangka Dan Otot

Click here to load reader

  • date post

    31-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    504
  • download

    4

Embed Size (px)

description

anatomi

Transcript of Mekanisme Sistem Rangka Dan Otot

MEKANISME KERJA DAN FUNGSI

SISTEM RANGKA (SKELETAL) DAN OTOT (MUSCULAR)Sistem Rangka (Skeletal)

Manusia dapat bergerak karena adanya rangka dan otot. Rangka tersebut tidak dapat bergerak sendiri, melainkan dibantu oleh otot. Dengan adanya kerja sama antara rangka dan otot, manusia dapat berjalan, berlari, melompat, dan sebagainya. Rangka manusia tersusun oleh tulang-tulang yang jumlahnya kurang lebih 200 buah. Tulang-tulang tersebut membentuk sistem yang disebut rangka.

Tulang-tulang yang menyusun rangka ada 2 jenis, yaitu tulang keras dan tulang rawan. Tulang keras atau tulang sejati memiliki sifat keras dan lebih banyak mengandung zat kapur. Tulang rawan merupakan tulang yang lunak, antara lain tulang yang menyusun tulang hidung, telinga, dan persendian. Tulang rawan tersusun atas kolagen protein yang liat dan kenyal serta elastin protein yang lentur. Tulang pada bayi banyak tersusun atas tulang rawan. Berkembang dari mesenkim membentuk sel yang disebut kondrosit. Kondrosit menempati rongga kecil (lakuna) di dalam matriks dengan substansi dasar seperti gel (berupa proteoglikans) yg basofilik. Kalsifikasi menyebabkan tulang rawan tumbuh menjadi tulang (keras).Berdasarkan jenis dan jumlah serat di dalam matriks, ada 3 macam tulang rawan :

1. Tulang rawan hialin : matriks mengandung serat kolagen; jenis yg paling banyak dijumpai

2. Tulang rawan elastin : serupa dengan tulang rawan hialin tetapi lebih banyak serat elastin yg mengumpul pada dinding lakuna yang mengelilingi kondrosit

3. Fibrokartilago : tidak pernah berdiri sendiri tetapi secara berangsur menyatu dengan tulang rawan hialin atau jaringan ikat fibrosa yang berdekatan

Terdapat dua cara pertumbuhan tulang rawan yaitu :

1. Appositional growth; tumbuh dari luar sel pembentuk kartilago di dalam perikondrium menyekresi matriks baru ke permukaan luar kartilago yang sudah ada

2. Interstisial growth; tumbuh dari dalam kondrosit yang berikatan dengan lakuna di dalam kartilago membelah dan menyekresi matriks baru dan memperluas kartilago dari dalam

Tulang menurut bentuknya :

1. Ossa longa (tulang panjang) : tulang yang ukuran panjangnya terbesar, contoh : os humerus

2. Ossa brevia (tulang pendek) : tulang yang ketiga ukurannya kira-kira sama besar, contoh: ossa carpi

3. Ossa plana (tulang gepeng/pipih) : tulang yang ukuran lebarnya terbesar, contoh : os parietale

4. Ossa irregular (tulang tak beraturan), contoh : os sphenoidale

5. Ossa pneumatica (tulang berongga udara), contoh : os maxilla

Fungsi umum tulang yaitu :

1. Membentuk kerangka tubuh2. Membentuk persendian yang bergerak dan tidak bergerak3. Membentuk perlekatan otot (muskular)4. Penyokong tubuh5. Proteksi bagian tubuh yang lunak : otak (cranium), jantung dan paru (sternum, thorak dan costa)6. Hemopoesis sumsum tulang merah tempat pembentukan sel-sel darah7. Penyimpanan kalsium (Ca2+)Fungsi khusus tulang adalah :1. Gigi dikhususkan untuk memotong, mengigit, menggilas makanan. Email gigi merupakan struktur terkuat dari tubuh manusia2. Tulang pendengaran dalam telinga (maleus, inkus stapes) pendengaran dalam menginduksi gelombang suara3. Panggul wanita dikhususkan untuk memudahkan proses kelahiran bayi4. Sinus-sinus paranasalis pada tulang hidung dan pipi menimbulkan nada khusus pada suara

Pembagian rangka terdiri dari :

a. Rangka aksial terdiri dari : Cranium (tengkorak)

Tersusun dari tulang pipih yang berfungsi sebagai tempat pembuatan sel-sel darah merah dan sel-sel darah putih. Terdiri dari : 1 tulang dahi (os.frontale)

2 tulang ubun-ubun (os.parientale)

1 tulang kepala belakang (os.occipetale)

2 tulang baji (os.sphenoidale)

2 tulang pelipis (os.temporale)

2 tulang tapis (os.ethmoidale)

Bagian muka/wajah (os.splanchocranium) :

2 tulang rahang atas (os.maxilla)

2 tulang rahang bawah (os.mandibula)

2 tulang pipi (os.zygomaticum)

2 tulang langit-langit (os.pallatum)

2 tulang hidung (os.nasale)

2 tulang mata (os.laximale)

1 tulang lidah (os.hyoideum)

2 tulang air mata (os.lacrimale)

2 tulang rongga mata (os.orbitale)

Columna vertebralis (ruas tulang belakang)

Tersusun atas :

7 ruas tulang leher (os.vertebrae cervicale)

12 ruas tulang punggung (os.vertebrae thoracalis)

5 ruas tulang pinggang (os.vertebrae lumbalis)

5 ruas tulang kelangkang (os.vertebrae cacrum)

4 ruas tulang ekor (os.vertebrae cocigeus)

Tulang Dada (os.sternum)

Tulang hulu (os.manubrium sterni)

Tulang badan (os.corpus sterni)

Taju pedang (os.proccesus xyphoideus)

Tulang Dada (os.sternum)

7 pasang tulang rusuk sejati (os.costae vera)

3 pasang tulang rusuk palsu (os.costae sporia)

2 pasang tulang rusuk melayang (os.costae flunctuantes)

b. Rangka appendikular terdiri dari :

Tulang Gelang Bahu

2 tulang belikat (os.scavula)

2 tulang selangka ( os.clavicula)

Tulang Gelang Panggul (os.pelvis verilis)

2 tulang usus (os.ichium)

2 tulang duduk (os.cosae)

2 tulang kemaluan (os.pubis)

2 tulang panggul (os.pelvis)

Tulang Lengan (os.extremitas anterior)

2 tulang lengan atas (os.humerus)

2 tulang hasta (os.ulna)

2 tulang pengumpil (os.radius)

2x8 tulang pergelangan tangan (os.carpal)

2x5 tulang telapak tangan (os.meta carpal)

2x5 tulang jari tangan (os.phalanges manus)

2x14 tulang ruas jari tangan (os.digiti phalanges manus)

Tulang Tungkai (os.extremitas posterior)

2 tulang paha (os.femur)

2 tulang tempurung lutut (os.patella)

2 tulang kering (os.tibia)

2 tulang betis (os.fibula)

2 tulang tumit (os.calcaneus)

2x7 tulang pergelangan kaki (os.tarsal)

2x5 tulang telapak kaki (os.meta tarsal)

2x14 tulang jari kaki (os.phalanges pedis)

2x14 ruas tulang jari kaki (os.digiti phalanges pedis)

Persendian

a. Macam-macam Persendian

Pada kerangka tubuh manusia terdapat kurang lebih 200 tulang yang saling berhubungan. Hubungan antar tulang disebut sendi atau artikulasi. Pada sistem gerak manusia, persendian mempunyai peranan penting dalam proses terjadinya gerak.

Menurut sifat gerakannya persendian (sendi) dapat dibedakan menjadi tiga ( 3 macam) yaitu: 1. Sendi Mati (Sinartosis)yaitu persendian yang tidak memiliki celah sendi sehingga tidak memungkinkan terjadinya pergerakan. Dapat dibedakan menjadi dua: Sinartosis sinfibrosis :

Sinartosis yang tulangnya dihubungkan jaringan ikat fibrosa. Contohnya persendian tulang tengkorak.

Sinartisis sinkodrosis :

Sinartisis yang dihubungkan oleh tulang rawan. Contoh hubungan antar segmen pada tulang belakang.

2. Sendi Kaku (Amfiartosis)Yaitu persendian yang terdiri dari ujung-ujung tulang rawan, sehingga masih memungkinkan terjadinya gerak yang sifatnya kaku, misalnya persendian antara ruas- ruas tulang. Sindesmosis :

Tulang dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen. Contoh persendian antara fibula dan tibia. Simfisis :

Tulang dihubungkan oleh jaringan tulang rawan yang berbentuk seperti cakram. Contoh hubungan antara ruas-ruas tulang belakang.

3. Sendi Gerak (Diartosis)yaitu persendian yang terjadi pada tulang satu dengan tulang yang lain tidak dihubungkan dengan jaringan sehingga terjadi gerakan yang bebas. Sendi gerak dapat dibedakan menjadi 6 macam, tetapi pada saat ini hanya akan dibahas 4 macam sendi, diantaranya:

a. Sendi Engsel yaitu persendian yang dapat digerakan kesatu arah.

Contohnya:

- persendian antara tulang paha dengan tulang betis

- persendian antara tulang lengan dengan tulang hasta

b. Sendi Putar

yaitu persendian yang dapat digerakan secara berputar . Contohnya:

- persendian antara tulang leher dengan tulang atlas

- persendian antara hasta dengan tulang pengumpil

c. Sendi Peluru yaitu persendian yang dapat digerakan kesegala arah Contohnya:

- persendian antara gelang bahu dengan tulang lengan atas

- persendian antara gelang panggul dengan tulang paha

d. Sendi Pelana yaitu persendian yang dapat digerakan kedua arah

Contohnya:

- persendian pada ibu jari tangan

- persendian antara tulang pergelangan tangan dengan Tulang tapak tangan

Gangguan dan kelainan pada tulang

a) Kelainan akibat penyakit, misalnya akibat infeksi kuman penyakit kelamin yang menyerang sendi lutut.

b) Kelainan pada tulang karena kecelakaan, misalnya patah tulang (fraktura), retak tulang (fisura), dan memar.

c) Kelainan tulang karena kekurangan zat gizi, misalnya kekurangan vitamin D, zat kapur, dan fosfor. Kekurangan zat-zat tersebut dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada proses pembentukan sel-sel tulang.

d) Kelainan karena sikap tubuh yang salah, antara lain:

Lordosis, yaitu tulang belakang bagian leher dan punggung terlalu membengkok ke depan. Jika dilihat dari samping, tulang belakang tampak tidak lurus.

Kifosis, yaitu tulang belakang bagian punggung dan pinggang terlalu membengkok ke belakang.

Skiliosis, yaitu tulang belakang terlalu membengkok ke samping kanan atau kiri.Sistem Otot (Muscular)

Seperti halnya pada semua organ, untuk memahami bagaimana otot bekerja perlu dipelajari terlebih dahulu struktur otot baik secara makroskopis maupun mikroskopis. Gambaran ringkas struktur otot dalam bentuk berkas otot hingga miofilamen dapat dilihat pada Gambar 1 dan Gambar 2. Struktur makroskopis ini penting dalam menjelaskan otot sebagai sumber energi yang dapat menggerakk