Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI)

download Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI)

of 49

  • date post

    12-Jan-2015
  • Category

    Documents

  • view

    588
  • download

    5

Embed Size (px)

description

disampaikan oleh Woro S. Sulistyaningrum Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat Miskin Direktorat Penanggulangan Kemiskinan Bappenas pada Sosialisasi Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) di Aceh 25 September 2013

Transcript of Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI)

  • 1. MASTERPLAN PERCEPATAN DAN PERLUASAN PENGURANGAN KEMISKINAN INDONESIA (MP3KI) Banda Aceh, 25 September 2013 Woro S. Sulistyaningrum Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat Miskin Direktorat Penanggulangan Kemiskinan

2. Kerangka Paparan Slide 2 3. Kondisi Kemiskinan Saat ini tingkat kemiskinan terus menurun a. Penurunan Kemiskinan Melambat 2007-2010: 3,25 juta terentas dari kemiskinan, namun sejak 2010 s/d 2013 hanya 1,96 juta/tahun (2011 menurun 0,84 persen, tahun 2012 menurun 0,83 persen, tahun 2013 menurun 0,59 persen) b. Jumlah Penduduk Miskin Masih Besar 28,07 JUTA Sumber: diolah dari data Susenas beberapa tahun, BPS Slide 3 4. Tingkat Pengangguran terus menurun, namun struktur pekerja belum memadai Tingkat pengangguran menurun dari 10,3% tahun 2005, menjadi 5,92% pada tahun 2013 Namun perubahan struktur pekerja non-pertanian belum memadai dalam upaya mengurangi kelompok rentan: a. Perkembangan industri dan regulasi ketenagakerjaan mempengaruhi lambatnya penyerapan tenaga kerja di sektor manufaktur. Antara tahun 2003-2012, hanya mengalami perubahan 0,3%. b. Pekerja sektor pertanian banyak yang meninggalkan perdesaan, beralih ke sektor jasa perkotaan. c. Pengembangan usaha mengalami kendala terbatasnya entrepreneurship dan masih terbatasnya financial inclusion. Slide 4 5. Mengapa Penurunan Kemiskinan Melambat? 1. Selama kurun waktu Maret 2012 Maret 2013 garis kemiskinan meningkat sebesar 8,4%, yaitu dari Rp 248,7 ribu/kapita/bulan menjadi Rp 271,6 ribu/kapita/bulan, sebagai akibat: a. Inflasi pada masyarakat miskin mencapai 6,53%, lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi nasional sebesar 4,5% (sementara 73,52% pengeluaran masyarakat miskin untuk makanan) 2. Program kemiskinan jangka pendek semakin baik namun belum optimal, karena: a. Persoalan implementasi program: ketidaktepatan sasaran RTS, ketidakpaduan lokasi dan waktu; b. Masih terjadi keterlambatan pencairan/penyaluran anggaran; c. Kurangnya koordinasi. Beberapa TKPKD belum berfungsi optimal ; d. Beberapa lokasi, kapasitas pelaksana relatif masih lemah; e. Untuk wilayah yang dimekarkan: data kemiskinan belum termutakhirkan. Slide 5 6. Rancangan MP3KI 6 Slide 6 7. Outlook Target Kemiskinan dan Tingkat Ekonomi Slide 7 17.000 2012 2014 2020 2025 Tingkat Kemiskinan (%) Elastisitas PDB/Kapita ($PPP) Garis Kemiskinan (ribu rupiah) 11,66 9-10 6-7 4-5 0,243 0,083 0,045 0,023248,707 4.956 276,007 602,196 853,111 5.500 12.000 tahun 8. Tantangan Utama Penanggulangan Kemiskinan Pertumbuhan penduduk relatif cukup besar Petani dan nelayan dihadapkan pada lahan usaha yang terbatas Kapasitas dan peluang usaha masyarakat miskin masih rendah Laju urbanisasi yang pesat memperparah kemiskinan perkotaan Elastisitas penurunan kemiskinan yang semakin kecil Peningkatan penyerapan tenaga kerja sektor formal menghadapi tantangan isu ketenagakerjaan Masih banyak daerah terisolir, dengan akses pelayanan dasar rendah Belum tersedianya Jaminan Perlindungan Sosial yang komprehensif Social exclusion (marjinalisasi), seperti kepada penduduk: disable, berpenyakit kronis, ilegal, dll 8 Akibat Kondisi Kemiskinan saat ini dan Tantangan di Depan, Diperlukan Rencana Khusus untuk Percepatan Penurunan Kemiskinan M P 3 K I Slide 8 9. Kerangka Desain MP3KI Slide 9 SEJAHTERA, BEBAS DARI KEMISKINAN ABSOLUT DAN MEMILIKI KAPABILITAS PENGHIDUPAN YANG TINGGI DAN BERKELANJUTAN MENGEMBANGKAN SISTEM PERLINDUNGAN SOSIAL NASIONAL MENINGKATKAN PELAYANAN DASAR BAGI MASYARAKAT MISKIN DAN RENTAN MENGEMBANGKAN PENGHIDUPAN BERKELANJUTAN Penyiapan kelembagaan BPJS dan supply side pendukung Perluasan program bersasaran (targeted) Pengembangan koridor pulau dan kawasan khusus di pusat pertumbuhan dan non pusat pertumbuhan PRASYARAT INSITUSI PENDUKUNG DAN IMPLEMENTASI MP3KI PRASYARAT KONDISI EKONOMI: PERTUMBUHAN DAN STABILITAS EKONOMI MANDIRI, MAJU, ADIL, DAN MAKMUR VISI STRATEGI UTAMA STRATEGI PELAKSANAAN MISI 10. MP3KI : Gerakan Nasional Pengurangan Kemiskinan PUBLIC-PRIVATE-PEOPLE PARTNERSHIP Komponen Saat ini MP3KI 2013 - 2014 2015 - 2025 A. Mekanisme Ekonomi - Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan inklusif (MP3EI) - Stabilitas Ekonomi Makro Pengendalian Inflasi dan Kesinambungan fiskal untuk menjaga daya beli masyarakat B. Afirmasi (Keberpihakan) - Program 4 Klaster Belum terpadu lokasi dan waktu, terutama untuk kantong kemiskinan Terpadu lokasi dan waktu, terutama kantong kemiskinan Sinergi dengan program daerah dan CSR Konsolidasi program bantuan sosial unified data base - Sistem Jaminan Sosial Sistem dan cakupan terbatas Sistem diperbaiki (BPJS Kesehatan) dan cakupan diperluas Sistem semakin lengkap (BPJS lainnya) dan universal coverage - Sustainable Livelihood Terbatas daya tahan penduduk miskin rentan Peningkatan income generating activities (wirausaha, financial inclusion dan supply chain MP3EI) - Dukungan Data belum terpadu Data sasaran terintegrasi (PPLS), bertahap menuju social security number (e-KTP) Slide 10 11. Pentahapan Pelaksanaan MP3KI Slide 11 12. Jaminan Kecelakaan Kerja Jaminan Kematian Jaminan Hari Tua Jaminan Pensiun Beasiswa Siswa Miskin Raskin Bantuan Langsung Tunai Jamkesmas Tunjangan Anak Terlantar Tunjangan Orang Difable Tunjangan Lansia Program Keluarga Harapan (PKH) Beasiswa Siswa Miskin Tunjangan Anak Terlantar Tunjangan Orang Difable Tunjangan Lansia Bantuan Tunai Bersyarat (CCT) Bansos korban bencana alam Bansos korban bencana sosial Bansos korban bencana ekonomi Bansos Reguler Bansos Temporer Saat ini (2012) 2025 Jaminan Sosial Kesehatan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Slide 12 Transformasi Klaster I 13. 20122012 Klaster II, III, IVKlaster II, III, IV PNPM KUR Program Pro-Rakyat Pembangunan rumah murah dan sangat murah Penyediaan air bersih untuk rakyat Penyediaan listrik murah dan hemat serta terjangkau Penyediaan angkutan umum murah Peningkatan kehidupan nelayan Peningkatan kehidupan masyarakat miskin perkotaan 20252025 Sustainable LivelihoodSustainable Livelihood Bantuan kredit, pelatihan usaha kecil mandiri, bantuan integrasi dengan pasar (aset finansial) Balai pelatihan kerja (bekerjasama dengan industri), sertifikasi, pendidikan universal (aset manusia) Perbaikan kampung, listrik mudah pakai , jaringan air bersih (aset infrastruktur) Perlindungan lingkungan dan penanggulangan polusi (aset alam) Perencanaan partisipatif komunitas (aset sosial) Slide 13 Transformasi Klaster II, III, IV 14. SINERGI MP3KI DAN MP3EI Slide 14 15. MP3EI Tujuan : Akselerasi Pertumbuhan dengan Pemerataan (Growth with Equity) Sasaran : GDP/kapita USD 14.000- 16.000 (2025) Pendekatan : -Peningkatan nilai tambah berbasis komoditi unggulan koridor -Keterlibatan Pemerintah, BUMN, dan Swasta Strategi : -Pengembangan Koridor Ekonomi -Pengembangan SDM/IPTEK, -Penguatan Konektivitas MP3KI Tujuan : Akselerasi Penanggulangan Kemiskinan Sasaran : Tingkat Kemiskinan 4 -5% (2025) Pendekatan: -Pemenuhan kebutuhan/pelayanan dasar dan peningkatan pendapatan -Keterlibatan Pemerintah, BUMN, Swasta, Masyarakat (P4: Public-Private-People Partnership). Strategi: -Sistem perlindungan sosial menyeluruh, -Peningkatan pelayanan dasar masyarakat miskin dan rentan, -Pengembangan penghidupan masyarakat miskin dan rentan RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG Strategi Utama: Pro-Growth, Pro-Job, Pro-Poor, Pro-Environment RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH Kedudukan MP3KI DAN MP3EI: terintegrasi dalam dokumen perencanaan Slide 15 16. Sinergi MP3EI dan MP3KI: mewujudkan Pertumbuhan yang Tinggi, Inklusif, Berkeadilan dan Berkelanjutan Slide 16 MP3EI MP3KI Pemerintah Daerah, Swasta, dan BUMN Pengembangan Koridor Penguatan Konektivitas Pertumbuhan yang tinggi, inklusif ,dan berkeadilan Menurunnya tingkat kemiskinan Meningkatkan kesempatan kerja Pembangunan ekonomi merata di seluruh wilayah tanah air Pengembanga n SDM Peningkatan Keahlian SDM Kebijakan Investasi Pro-poor Sinergi Klaster 1, 2, 3, dan 4 Memperkuat Akses menuju Pusat Ekonomi 17. Slide 17 Intervensi pada Area Pusat Pertumbuhan bagiIntervensi pada Area Pusat Pertumbuhan bagi Populasi Terlatih:Populasi Terlatih: Kebijakan pendukung industri padat karya Peningkatan program kemitraan Intervensi pada Area Pusat Pertumbuhan bagiIntervensi pada Area Pusat Pertumbuhan bagi Populasi tak Terlatih:Populasi tak Terlatih: Pembangunan SMK-SMK Peningkatan kapasitas SDM pasca sekolah dan wirausahaDiklat Fasilitasi pendirian usaha sebagai penyedia barang dan jasa (supplier) bagi aktfitas industri inti Intervensi pada Area non-Pusat Pertumbuhan :Intervensi pada Area non-Pusat Pertumbuhan : Keroyok kantong kemiskinan dengan program 4 klaster dan pendukung lainnya, termasuk infrastruktur dasar desa Akses dari pusat pertumbuhan ke non-Pusat Pertumbuhan (transportasi) Kebijakan yang mendorong peralihan tenaga kerja dari sektor pertanian dan perkebunan ke sektor industri Fasilitasi modernisasi sektor pertanian Fasilitasi penguasaan hak guna atas tanah sebagai faktor produksi primer dalam sektor pertanian Daerah Prioritas Koridor Sumatera Daerah Prioritas 1 Daerah Prioritas 2 Daerah Prioritas 3 Daerah Umum Ibu Kota Provinsi/Pusat Ekonomi MP3EI Jalur Penghubung Pusat Ekonomi Banda Aceh Medan Tanjung Pinang Pekanbaru Padang Jambi Pangkal Pinang Serang - JakartaBandar Lampung Bengkulu Palembang Contoh Strategi dan Sinergi MP3KI dan MP3EI di Koridor Sumatera 18. Sinergi MP3KI dan MP3EI Tujuan: Mempercepat upaya pengurangan kemiskinan Menghindarkan dan mengurangi kesenjangan pendapatan antar penduduk Strategi: Meningkatkan efek spill over dari pusat-pusat pertumbuhan MP3EI ke wilayah Meningkatkan kapasitas penduduk untuk memanfaatkan peluang Implementasi (antara lain): Kebijakan umum: industri padat karya dan upah minimum Meningkatkan akses (transportasi) dari pusat pertumbuhan ke non pusat pertumbuhan Membangun Sekolah Kejuruan dan melaksanakan berbagai diklat kewirausahaan dan ketrampilan Mendorong program kemitraan antara perusahaan dan UKM lokal Mempermudah penyediaan permodalan da