Market Brief Cocoa

download Market Brief Cocoa

of 19

  • date post

    12-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    90
  • download

    11

Embed Size (px)

Transcript of Market Brief Cocoa

MARKET SURVEY PRODUK KAKAO DI PASAR JERMAN

ITPC Hamburg Maret 2010

INDONESIAN TRADE PROMOTION CENTER HAMBURGGlockengiesserwall 17, 20095 Hamburg Germany Tel. +49 40 33313 - 280/1 Fax. +49 40 33313 282

MINISTRY OF TRADE

RINGKASAN EKSEKUTIF Jerman merupakan negara terbesar untuk penggilingan biji kakao di wilayah Uni Eropa (27%). Konsumsi Perkapita Jerman untuk Coklat dan produk Coklat pada tahun 2009 mencapai 8,94 kg atau turun 3,5 persen dibandingkan tahun 2008. Berdasarkan penelitian dari Research Institute of Organic Agriculture, Jerman merupakan pasar terbesar untuk organic food dan terus bertumbuh. Selain itu Jerman memegang peranan sebagai trader yang sangat penting untuk produk kakao di wilayah Uni Eropa. Produk Kakao yang paling banyak diminati Jerman dari negara-negara berkembang adalah dalam bentuk biji kakao ( cacao beans), sedangkan produk kakao lainnya seperti cocoa butter, cocoa paste, cocoa powder pada umumnya disuplai oleh negara-negara Uni Eropa lainnya. Jerman juga dikenal sebagai negara dengan konsumsi coklat dan produk kakao, dengan ratarata konsumsi per kapita sekitar 8-9 kg. Oleh karena tingkat konsumsi yang tinggi, maka banyak industri coklat besar didirikan di Jerman dengan tingkat ekspor yang tinggi. Pemain utama untuk produk coklat di Jerman antara lain Ferrero (dari Italy), Kraft Foods ( dari USA), Ludwig Schokolade (dari Jerman), Alfred Ritter (Germany) dan Stollwerck (Germany. Milik perusahaan Barry Callebaut). Perusahaan-perusahaan ini memiliki merek coklat terkenal seperti Milka, Toblerone, Trumpf, Alpia, Ritter Sport, Stollwerck, Sarotti, Sprengel and Ferrero Rocher. Sedangkan untuk pemain skala menengah dan kecil untuk pasar coklat di Jerman, dan kebanyakan mereka memiliki long tradition di Jerman, seperti misalnya Bremer Hachez Chocolade, Feodora Chocolade, Rausch Schokoladen dan German subsidiary Sprngli. Untuk memfasilitasi perusahaan-perusahaan produk coklat di Jerman terdapat institusi yang menangani produk coklat dan permen ( gula-gula) yaitu Association of the German ConfectioneryIndustry (BDSI ) dan Sweets Global Network e.V.

Lindt &

Market Brief Produk Kakao di Pasar Jerman -- Indonesian Trade Promotion Center Hamburg 2

I.

KONDISI DAN INFORMASI PASARA. Deskripsi Produk

Kakao adalah bahan makanan yang dapat diproses lebih lanjut menjadi coklat, permen (gula-gula), dan minuman. Kakao merupakan produk yang diproduksi dalam skala besar. Penggilingan kakao di wilayah Uni Eropa dikombinasikan dengan impor atas produk kakao, memberikan indikasi adanya permintaan industri yang tinggi. Jerman merupakan importer terbesar untuk produk kakao di Uni Eropa. Menurut laporan dari International Cocoa Organization (ICCO), pada kuartal keempat 2009, Cocoa Grinding di Jerman naik sekitar 9,4 % menjadi 95.834 ton. dan peringkat ketiga untuk cocoa paste serta peringkat pertama untuk cocoa butter & powder. Konsumsi kakao Jerman ( total dari penggilingan ditambah impor produk kakao dan coklat ) pada tahun 2009 memberikan kontribusi yang signifikan di wilayah Uni Eropa yaitu sekitar 8,9 kg atau senilai 46,11 Euro per kapita.Produk Utama Cocoa yang diimpor Jerman dari Indonesia antara lain: 1. HS 1801 : Coca Beans, Whole or Broken, Raw or

2. HS 1802 : Cocoa Shells, Husks, Skins and Other Cocoa Waste 3. HS 1803 : Cocoa Paste, Wheter or Not Defatted 4. HS 1804 : Cocoa Butter, Fat and Oil 5. HS 1805 : Cocoa Powder, Not Containing Added Sugar or Other Sweetening MatterSumber: Eurostat

Market Brief Produk Kakao di Pasar Jerman -- Indonesian Trade Promotion Center Hamburg 3

B. Data Perdagangan Perkembangan Perdagangan kakao dari Indonesia ke Jerman dalam kurun waktu 5 tahun terakhir terlihat memberikan kontribusi positifPerkembangan Impor Kakao Jerman dari IndonesiaPERIODE KODE PRODUK 1801 1802 1803 1804 1805 2005 Q (100kg) 28808 410 6045 227 Value ( ) 4047210 25552 2101941 26407 2006 Q (100kg) 18609 2953 5785 4701 Value () 3424687 87895 1897421 188900 2007 Q (100kg) 68798 14095 5791 4153 Value () 9047210 2866648 2154600 241729 Q (100kg) 6824 162 26299 5203 3143 2008 Value () 1299248 9019 6634366 2019306 186908 2009 Q (100kg) 34981 58 26550 2750 2439 Value () 6712270 2597 6349699 1139456 183173

Partner Dagang

Total dari INDONESIA Total dari Dunia

35.490

6.201.110

32.048

5.598.903

92.837

14.310.187

41.631

10.148.847

66.778

2.337.749

4.465.630 813.700.780 4.585.065 801.641.566 5.439.332 982.399.873 5.244.624 1.131.958.120 5.478.610 783.121.044

Pangsa Indonesia

0,76%

0,70%

1,46%

0,90% 1,06% Sumber: Eurostat, diolah

C. Negara Pesaing

Pangsa pasar Indonesia untuk produk Kakao di Jerman cukup menjanjikan dimana Indonesia berada pada peringkat 10 pada tahun 2009. Indonesia merupakan negara ASEAN yang memiliki pangsa pasar terbesar di Jerman untuk produk Kakao pada tahun 2009. Beberapa Negara Pesaing Indonesia untuk produk Kakao adalah Belanda, Ivory Coast, Togo dan Nigeria. Berikut ini adalah peringkat daftar Negara tujuan impor Jerman.Peringkat Negara Tujuan Impor Kakao Jerman ( Dalam Euro)NEGARA TUJUAN Rank IMPOR / PERIODE 1 NETHERLANDS 2 IVORY COAST 3 TOGO 4 NIGERIA 5 FRANCE 6 GHANA 7 ECUADOR 8 BELGIUM 9 SWITZERLAND 10 INDONESIA Sumber: Eurostat, diolah 2005 461070953 102634711 20881243 23762514 35699333 47179120 23422252 25931280 18798 6.201.110 2006 409434295 94160028 23818359 43610662 42427451 62468654 22433671 45886379 19021 5.598.903 2007 466049756 115485953 49403311 52044573 55409458 84268186 29548120 46109228 96069 14.310.187 2008 583156546 143017586 75185974 73099733 51958995 50753330 29187438 36780465 13633432 10.148.847 2009 636.455.110 197.055.679 126.763.902 91.942.522 85.902.037 60126.860 325.10.281 18846.237 15.766.143 14.387.195

Market Brief Produk Kakao di Pasar Jerman -- Indonesian Trade Promotion Center Hamburg 4

II. SELERA KONSUMEN A. Trend & Design, Packaging

Penjualan coklat organik menurut ICCO mengalami peningkatan di Jerman. Jenis baru ( new fillings) dan cita rasa exotic (exotic flavours) seperti jahe ( ginger) sangat popular di masyarakat Jerman. Strategi produsen untuk memasarkan produk kakao atau coklat di Jerman harus memperhatikan trend pengemasan produknya. Pengemasan produk yang trendy akan meningkatkan penjualan coklat organik. Selain itu, bubuk coklat ( chocolate powder ) dengan chili atau bahan-bahan lain dianggap exotic dan trendnya saat ini semakin berkembang. Trend manfaat kakao terhadap kesehatan yang terus meningkat mempengaruhi pasar kakao di Jerman dan menyebabkan varietas / keragaman produk kakao yang terdapat semakin banyak. Di Jerman, produk-produk organik termasuk kakao, memiliki harga yang lebih mahal daripada produk konvensional. Akan tetapi tidak semua produk organik bisa meraih keuntungan dengan harga yang tinggi, terlebih lagi pasar di Jerman merupakan yang paling kompetitif di Uni Eropa. Discount / conventional retailers, memiliki peranan penting dalam perdagangan bahan-bahan makanan dan juga meningkat untuk pasar produk-produk organik.

Market Brief Produk Kakao di Pasar Jerman -- Indonesian Trade Promotion Center Hamburg 5

B. Produksi & Konsumsi

Dikarenakan oleh kondisi iklim secara geografis, maka tidak terdapat produksi di dalam Uni Eropa. Jerman, secara khusus, sepenuhnya tergantung pada impor produk-produk kakao dari negara lain. Namun demikian, Jerman merupakan penggiling biji kakao kedua terbesar di Uni Eropa dan karena itu bersaing dengan negara-negara berkembang di pasar untuk produk kakao olahan. Konsumsi Perkapita Jerman untuk Coklat dan produk Coklat pada tahun 2009 mencapai 8,94 kg atau turun 3,5 persen dibandingkan tahun 2008 dan nilai konsumsi untuk produk tersebut mengalami penurunan di tahun 2009 sekitar 0,9 persen menjadi 46, 11 Euro perkapita ( lihat grafik dibawah).

Sumber: BDSI

Market Brief Produk Kakao di Pasar Jerman -- Indonesian Trade Promotion Center Hamburg 6

C. Struktur & Perkembangan Harga Penetapan Harga dan Margin ( keuntungan) yang berbeda-beda dan margin menjadi hal yang umum di seluruh saluran distribusi sebuah produk. Secara khusus, produk kakao memiliki struktur harga sendiri. Sebuah margin yang sangat besar untuk produk kakao dapat diraih pada saat proses pengolahan biji kakao menjadi mentega, pasta dan bubuk. Selain itu, margin dapat lebih lanjut diraih dalam saluran distribusi kakao ketika produk kakao digunakan dalam coklat dan produk akhir lainnya, tidak transparan. Secara umum, marjin di Jerman mengikuti trend dan level di wilayah Uni Eropa Perkembangan Harga Kakao Impor pada tahun 2009 terus berfluktuasi dari bulan ke bulan. Menurut ICCO, harga terakhir pada bulan Februari 2010 harga produk Kakao impor berkisar antara 3276 US$ per ton. Berikut Perkembangan Harga Kakao pada tahun 2009 dan Jan-Feb 2010. Perkembangan Harga Kakao Dunia

Sumber: ICCO, diolah

Market Brief Produk Kakao di Pasar Jerman -- Indonesian Trade Promotion Center Hamburg 7

III. Analisa Pasar Kakao di Jerman A. Kekuatan

Jerman merupakan reeksporter dari produk kakao, yang berarti bahwa negara Jerman memainkan peran penting sebagai pelabuhan masuk ke Uni Eropa. Selain itu Jerman adalah importir utama produk kakao di Uni Eropa. Impor biji kakao, cocoa paste dan cocoa butter menunjukkan perkembangan positif dalam periode terakhir sementara coklat bubuk impor menurun. Negara-negara berkembang memainkan peran penting sebagai sumber utama untuk biji kakao ( cocoa beans). Peran untuk produk kakao lainnya relatif lebih kecil, namun peningkatan yang cepat dikontribusikan dari Negaranegara pengekspor dari negara berkembang.B. Kelemahan Dalam mengekspansi pasar Jerman, terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh eksportir kakao dari negara-negara berkembang termasuk Ind