MANUSIA PURBA

Click here to load reader

  • date post

    25-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    487
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of MANUSIA PURBA

HAKIKAT DAN RUANG LINGKUP ILMU SEJARAH Kompetensi Dasar : 1.1. Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup ilmu sejarah Indikator : Siswa dapat : 1. Menjelaskan pengertian sejarah 2. Mengidentifikasikan sejarah sebagai peristiwa, kisah ilmu dan seni 3. Menjelaskan manfaat mempelajari sejarah 4. Mendeskripsikan peristiwa yang ada di sekitar siswa yang berkaitan dengan peristiwa sejarah 5. Menyusun periodisasi dan kronologi sejarah Indonesia 1. PENGERTIAN SEJARAH Di dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar, menyaksikan, membaca baik dalam radio, televisi dan mas media dan mengucapkan kata sejarah. Bahkan sering ada yang bertanya apa sejarah itu? Atau pernyataan lain berupa : belajarlah dari sejarah. Nah kita kembali pada pernyataan apakah sejarah itu ? Pertanyaan ini bagi orang kebanyakan kelihatan sederhana tapi akan kesulitan untuk mengungkapkannya. Hal dapat ini dapat dibuktikan dari dua contoh gambar berikut ini :

Gambar Korban Bencana Tsunami di Aceh

Gambar perlawanan GAM Setelah melihat dan merenungkan kedua gambar di atas manakah yang termasuk dalam kategori peristiwa sejarah dan apa kesimpulan anda yang berkaitan dengan kata sejarah? Untuk menjawab seperti apa yang dimaksud terlebih dahulu kita harus memahami arti kata sejarah. Dalam bahasa Inggris , kata sejarah disebut history, artinya masa lampau

sedangkan dalam bahasa Arab, sejarah disebut sajaratun (syajarah), artinya pohon. Dalam bahasa Yunani, kata sejarah disebut istoria, yang berarti ilmu belajar. Sedang dalam bahasa Jerman, kata sejarah disebut geschiht, yang artinya sesuatu yang telah terjadi dalam kehidupan umat manusia. Agar dapat diperoleh pengertian yang luas maka berikut ini beberapa tokoh memberikan pengertian dari sejarah, antara lain: a. Patrick Gardiner, menyatakan bahwa : History is the study of what human being have done. b. Thomas Carlyle, memberikan definisi sejarah adalah peristiwa masa lampau, yang menyangkut biografi orang-orang terkenal c. Herodotus, menyatakan sejarah tidak berkembang kea rah depan dengan tujuan pasti, melainkan bergerak seperti garis lingkaran yang tinggi rendahnya diakibatkan oleh keadaan manusia. Beliau dikenal sebagai The Father of History atau Bapak Ilmu Sejarah. d. Ibnu Khaldun, mengemukakan sejarah adalah catatan tentang masyarakat umat manusia atau peradaban dunia dan tentang perubahan perubahan yang terjadi pada watak masyarakat itu. e. W.J.S. Poerwadarminta dalam kamus Umum Bahasa Indonesia, ia mengutarakan tiga pengertian sejarah sebagai berikut: 1) Kesusastraan lama, silsilah, asa-usul 2) Kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau 3) Ilmu pengetahuan, cerita pelajaran tentang kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau f. Kuntowijoyo mengemukakan bahwa sejarah memiliki ciri tersendiri, khususnya dalam sudut pandang maupun model penulisan. Yaitu model sinkronis dan diakronis. Maksudnya model sinkronis mengutamakan penggambaran yang meluas dalam ruang dan tidak terlalu memikirkan dimensi waktu, model ini digunakan dalam ilmu sosiologi, politik, ekonomi dan antropologi. Sedangkan model diakronis mengutamakan dimensi watku dan sedikit memperhatikan keluasan ruang. Model ini digunakan dalam ilmu sejarah. TUGAS 1 Kemukakan lagi definisi sejarah menurut para ahli sejarah selain yang telah dikemukakan di atas dan buatlah kesimpulan sendiri pengertian dari sejarah. Dari beberapa definisi tersebut diatas dapat kita ambil beberapa hal yang selalu berkaitan dengan sejarah diantaranya: 1. Sejarah adalah suatu peristiwa masa lampau 2. Sejarah selalu berkaitan dengan tingkah laku manusia 3. Sejarah berkaitan dengan peristiwa yang mempengaruhi aktivitas manusia dimasa itu dan masa yang akan datang. Ciri-ciri di atas membawa kita pada pengertian bahwa sejarah menyangkut perubahan dan perkembangan dalam kehidupan manusia. Untuk mengungkapkan kehidupan manusia masa lampau , sejarah telah memformulasikan enam pertanyaan, yaitu: 1. What (apa), yang menunjuk kepada peristiwa dimasa lampau 2. When (kapan), menunjuk pada waktu terjadinya peristiwa tersebut 3. Who (siapa), menunjuk pada orang yang terlibat dalam peristiwa di masa lampau 4. Why (mengapa), menunjuk pada kepada keterkaitan sebab akibat peristiwa tersebut 5. Where (di mana), menunjuk pada temapt terjadinya peristiwa 6. How (bagaimana), menunjuk kepada proses terjadinya peristiwa tersebut TUGAS 2 Jika mengupas tentang peristiwa proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, maka dengan menggunakan formula di atas, bagaimana rumusannya? 2. SEJARAH SEBAGAI PERISTIWA, KISAH, ILMU DAN SENI a. Sejarah sebagai Peristiwa (History as Event) Bila kita melihat melihat peristiwa sejarah di Indonesia seperti, Perlawanan Pattimura 1817. Perlawanan kaum Paderi (1821-1838), Perlawanan Diponegoro (1825-1830, Perlawanan Bali (1846-1905), Perlawanan aceh (1871-1904) dan perlwanan di daerah lain tidak akan terjadi lagi dan tidak akan terulang lagi. Ini sesuai dengan diktum Gesschiste ist einmalig atau sejarah hanya terjadi sekali

Jadi sejarah sebagai peristiwa yang sering juga disebut sebagai sejarah obyektif adalah menyangkut peristiwa itu sendiri yang tidak mungkin terulang lagi. Dengan kata lain sejarah sebagai peristiwa (sejarah obyektif) hanya terjadi sekali dan tidak ada proses berkelanjutan b. Sejarah sebagai Kisah (History as Narrative) Maksud dari pengertian sejarah sebagai kisah atau sejarah subyektif adalah sejarah yang menyangkut penulisan peristiwanya tersebut oleh seseorang yang sesuai dengan konteks jamannya dan latar belakang nya. Sejarah sebagai kisah (sejarah suyektif ) karena dapat dikisahkan dan dituliskan lagi oleh semua orang yang berkeinginan . Peristiwa seperti perlawanan Patimura, Perlawanan Diponegoro, Perlawanan Aceh dan sebagainya dapat berulang-kali ditulis / dikisahkan lagi oleh penulis sejarah atua orang yang berminat pada sejarah. Hasil penulisannya dapat berupa karya tulis, cerpen, roman atau karya dalam suatu mas media. c. Sejarah sebagai Ilmu (History as Science) Disamping sejarah sebagai peristiwa dan sebagai kisah , sejarah juga sebagai ilmu. Untuk memahami tentang sejarah sebagai ilmu, perlu kita mengetahui kriteria ilmu itu. Suatu pengetahuan disebut ilmu jika memenuhi kriteria sebagai berikut: 1) Memiliki metode yang efisien 2) Memiliki obyek yang definitive 3) Memiliki formula kebenaran umum 4) Adanya penyusunan yang sistematis Melihat hal diatas jelaslah bahawa sejarah termasuk ilmu, karena memiliki persyaratan sebagai ilmu, yaitu: a. Metode yang efisien Dalam rangka penelitian sejarah memiliki metode tersendiri yang terdiri dari: heuristic (pencarian sumber sejarah), verifikasi (pengujian terhadap isi sumber dan keaslian sumber sejarah), Interpretasi (penafsiran terhadap sumber sejarah dan kemudian menghubungkan satu sumber dengan sumber yang lain, sehingga akan mempunyai arti dari sumber tersebut), Historiografi (proses penulisan peristiwa sejarah) b. Obyek yang definitive Obyek penelitian sejarah adalah manusia dan tingkah lakunya dimasa lampau c. Formulasi dari kebenaran Maksudnya adalah sejarah memiliki teori yang berisi kumpulan kaidahkaidah pokok suatu ilmu, seperti teori Challenge and Response oleh Arnold Toynbee, Teori Konflik Sosial dari Karl Marx d. Penyusunan yang sistematis Sejarah sangat bergantung pada pengalaman manusia . Pengalaman (empiris) tersebut direkam dalam dokumen dan peninggalan sejarah lainnya. Sumber tersebut kemudian diteliti oleh sejarawan untuk menemukan fakta. Fakta tersebut diinterpretasikan, kemudian dilakukan penulisan sejarah. Dari beberapa hal diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian sejarah sebagai ilmu berkaitan dengan proses pengungkapan peristiwa sejarah menggunakan metode keilmuan. d. Sejarah sebagai Seni (History as Art) Tokoh penganjur sejarah sebagai seni adalah George Macauly Travelyan. Ia mengatakan bahwa menulis sebuah kisah peristiwa sejarah tidak mudah karena memerlukan imajinasi dan seni. Maksudnya bahwa dalam proses penulisan (historiografi) seseorang sejarawan harus memiliki intuisi (pemahaman langsung /ilham selama dalam masa penulisan akan dimulai), imajinasi (seorang penulis harus dapat membayangkan apa yang sebenarnya terjadi, sedang terjadi dan yang akan terjadi sesudah itu), emosi (Seorang penulis harus dapat menghadirkan persitiwa sejarah, seolah-olah mengalami sendiri peristiwa itu) dan gaya bahasa (untuk membuat lebih menarik bagi para pembacanya penulis sejarah harus menggunakan gaya bahasa yang mudah dimengerti dan menarik bagi pembacanya). Meskipun seseorang menulis kisah sejarah berdasarkan sumber-sumber yang sama belum tentu hasilnya sama. Perbedaan itu terjadinya karena adanya beda penafsiran dan penyimpulannya serta latar belakang dari penulisnya baik pendidikan, falsafah hidupnya , pengalamannya serta penuturannya.

TUGAS 3 Cermati disekitar daerah kalian, adakah peristiwa yang dapat dikategorikan dalam peristiwa sejarah. Kemudian ambil salah satunya, kalian dapat mengambil tokoh atau peristiwa yang berskala nasional! 2. Selanjutnya tuliskan dalam bentuk kisah, bila memungkinkan ketik dalam computer (dikertas HVS :3 5 halaman) dan kumpulkan! Karya ini termasuk sejarah sebagai kisah. 3. KEGUNAAN SEJARAH Mengapa kita harus mempelaari sejarah? Manfaat mempelajari sejarah adalah sebagai berikut ; 1. Kegunaan Edukatif Maksudnya adalah dengan mempelajari masa lampau dapat mengembangkan potensinya. Kesalahan pada masa lampau, baik kesalahan sendiri maupun kesalahan orang lain coba dihindari. Sementara itu pengalaman yang baik justru harus ditiru dan dikembangkan Dengan demikian, manusia dalam menjalani kehidupannya tidak berdasarkan coab-coba saja(trial and error). Manusia harus berusaha menghindari kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Salah satu contohnya adalah Keberhasilan penjajah Belanda menguasai Nusantara sampai sekian lama dengan politik devide et impera dikarenakan bangsa Indonesia tidak kaut dalam menggalang persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk itu agar bangsa Indonesia t