MANUAL VIDEO INTERAKTIF KAMERA DSLR ±200 05.12.1061.pdf  Perkembangan teknologi...

download MANUAL VIDEO INTERAKTIF KAMERA DSLR ±200 05.12.1061.pdf  Perkembangan teknologi informasi dan teknologi

of 20

  • date post

    24-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    214
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of MANUAL VIDEO INTERAKTIF KAMERA DSLR ±200 05.12.1061.pdf  Perkembangan teknologi...

MANUAL VIDEO INTERAKTIF KAMERA DSLR 200 DENGAN APLIKASI MACROMEDIA DIRECTOR MX 2004 DAN

MACROMEDIA FLASH 8

Naskah Publikasi

diajukan oleh

Sri Danarto 05.12.1061

kepada SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER

AMIKOM YOGYAKARTA

2011

ii

3

INTERACTIVE MANUAL VIDEO FOR 200 DSLR CAMERA USING MACROMEDIA

DIRECTOR MX 2004 DAN MACROMEDIA FLASH 8

MANUAL VIDEO INTERAKTIF KAMERA DSLR 200 DENGAN APLIKASI

MACROMEDIA DIRECTOR MX 2004 DAN MACROMEDIA FLASH 8

Sri Danarto

Jurusan Sistem Informasi

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

ABSTRACT

Camera DSLR SONY 200 is a camera using digital technology. Digital technology suppose to make camera operational easier but sometimes it harder. So, it is

needed to get user guide to operate DSLR SONY 200 and its function. Supplied English

Manual book in selling package can not solve the problem because most of Indonesian

people are lazy to read and difficult to understand English. Indonesian user guide using

Multimedia expected to solve the problem.

Multimedia user guide which made by Adobe Flash CS3 is a development of

manual book, then most of the content of manual video taken from manual book.

Indonesian Manual video made using composite application structure. After manual

video done then it is needed to make a laboratory testing and field testing, the result is

satisfy.

The result of qualitative survey show that user is easier to understand DSLR

SONY 200 operation after following the instruction from manual video for DSLR SONY

200. It is because manual video more interesting, Indonesian people easier to

understand Indonesian language.

Keyword: user guide DSLR SONY 200K, Indonesian language user guide, DSLR SONY 200K, multimedia

4

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Perkembangan teknologi informasi dan teknologi komunikasi memberikan

kontribusi yang amat besar terhadap kemajuan dan pengembangan industri perekaman

gambar. Hal ini kaitannya, kamera dalam penangkapan gambar yang dulunya

menggunakan teknologi mekanik lalu semi digital hingga sekarang menggunakan

teknologi digital. Kamera dahulu dikenal oleh masyarakat sebagai suatu media

penangkap gambar saja sekarang telah menjadi sebuah wadah ekspresi seni,

pendokumentasian, hingga alat bukti di pengadilan.

Pada awal penciptaanya, inti dari sebuah kamera adalah membekukan cahaya

yang masuk ke dalam sebuah film sekarang tergantikan oleh CMOS. Perbedaan alat

perekam tadi ternyata dibarengi dengan perbedaan jumlah mode tambahan yang cukup

signifikan namun mode-mode itu tadi justru tidak pernah digunakan tanpa pengetahuan

pengguna pada fungsi tersebut.

Terkadang sebuah manual book yang disediakan pada paket penjualan kamera

tersebut menjelaskan dengan lengkap dan mendetail tentang fungsi tombol-tombol

tersebut, walaupun tidak sedikit manual book yang menjelaskan seadanya. Untuk itu

dibutuhkan sebuah alat atau media yang mampu mengajari calon pengguna kamera

tanpa memerlukan waktu yang lama dan membosankan.

Berdasar landasan masalah pada sub-bab sebelumnya, maka muncul beberapa

pertanyaan yang nantinya terjawab pada akhir skripsi ini.

1. Apakah penggunaan bahasa Indonesia pada petunjuk penggunaan bisa

mempermudah masyarakat Indonesia dalam memahami petunjuk penggunaan?

2. Apakah petunjuk penggunaan berbentuk manual video untuk DSLR SONY 200

mampu mempermudah penyampaian informasi kepada pengguna DSLR SONY 200?

5

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Tinjauan Pustaka

Buku yang dijadikan referensi untuk pembuatan skripsi ini adalah buku-buku

yang berkaitan dengan DSLR SONY 200K, fotografi, adobe flash dan multimedia. Buku

utama yang sangat penting dalam pembuatan manual video DSLR SONY 200K ini

adalah manual book DSLR SONY 200 yang disertakan dalam penjualan DSLR SONY

200. Manual book DSLR SONY 200 dicetak dalam kertas putih berukuran 10,5cm x

15cm setebal 158 halaman dengan tinta berwarna hitam.

Manual video DSLR SONY 200K yang dibuat setidaknya memuat isi dari manual

book DSLR SONY 200 ini.

2.2 Definisi Multimedia dan DSLR

2.2.1 Definisi Multimedia

Multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan

teks, grafik, audio, gambar bergerak (video dan animasi) dengan menggabungkan link

dan tool yang memungkinkan pemakai melakukan navigasi, berinteraksi, berkreasi, dan

berkomunikasi.

Dalam definisi ini terandung empat komponen penting multimedia. Pertama,

harus ada komputer yang mengkooordinasikan apa yang dilihat dan didengar, yang

berinteraksi dengan kita. Kedua, harus ada link yang menghubungkan kita dengan

informasi. Ketiga, harus ada alat navigasi yang memandu kita, menjelajah jaringan

informasi yang saling terhubung. Keempat, multimedia menyediakan tempat kepada kita

untuk mengumpulkan, memproses dan mengkomunikasikan informasi1. (M.Suyanto,2003

halaman 21).

2.2.2 Definisi DSLR (Digital Single Lens Reflector) DSLR adalah alat perekam gambar diam berteknologi digital dengan

menggunakan reflex lensa tunggal. Alat perekam gambar pada kamera SLR analog yang

dulunya menggunakan film, sekarang ini menggunakan teknologi digital karena alat

perekam diganti dengan CMOS (Complementary metaloxidesemiconductor ) atau

CCD (charge-coupled device) yang seterusnya disimpan dalam memory card.

Reflex lensa jenis tunggal terdapat prisma untuk meneruskan gambar yang

diamati. Pada jenis lensa tunggal ini dapat dikatakan apa yang terlihat pada pengamatan

1 M.Suyanto,2003. Multimedia Alat Untuk Meningkatkan Keunggulan Bersaing ,Andi Offset, halaman 21

6

merupakan apa yang nantinya menjadi gambar2. (Yannes Irwan Mahendra, 2008

halaman 6).

2.3 Objek-objek Multimedia

Terdapat 6 jenis objek multimedia yaitu: teks, grafik, bunyi, video, animasi dan

software3 (M.Suyanto, 2003. halaman 255.)

2.4 Perkembangan Multimedia Perkembangan multimedia mengikuti perkembangan internet, maka multimedia

merupakan pasar yang pertumbuhannya tercepat di dunia saat ini. Pada saat ini, internet

menghubungkan ratusan ribu jaringan berbeda lebih dari 200 negara diseluruh dunia.

Lebih dari 400 juta orang bekerja dalam bidang pengetahuan, pendidikan, pemerintahan,

dan bisnis dengan organisasi seluruh dunia4. (M.Suyanto, 2003. halaman 23)

2.5 Pengembangan Sistem Multimedia

Pengembangan sistem multimedia harus mengikuti tahapan pengembang sistem

multimedia sebagai berikut: mendefinisikan masalah, studi kelayakan, melakukan analisis

kebutuhan, merancang konsep, merancang isi, menulis naskah, memproduksi sistem,

melakukan tes pemakai, menggunakan sistem dan memelihara sistem.

2.6 Struktur Aplikasi Multimedia

Ada empat struktur sistem informasi multimedia dimana masing-masing struktur

memiliki tujuan dan kegunaan yang berbeda-beda. Adapun struktur sistem informasinya

adalah 5(Tay Vaughan, 2004 h 367.):

2.6.1 . Linear Pengguna melakukan navigasi secara berurutan, dari frame atau bite informasi

satu ke yang lainnya. Berikut gambar strukturnya:

Gambar 2.1 Struktur Linear

2.6.2 Hierarki Disebut juga linier dengan percabangan, karena pengguna melakukan navigasi

disepanjang cabang pohon struktur yang terbentuk oleh natural logic dari isi.

2 Yannes Irwan Mahendra, 2008.Dari Hobi Jadi Profesional,Andi Offset, halaman 6 3 M.Suyanto, 2003. Multimedia Alat untuk Meningkatkan Keunggulan Bersaing, halaman 255 4 M.Suyanto, 2003. Multimedia Alat untuk Meningkatkan Keunggulan Bersaing, halaman 23 5Tay Vaughan, 2004. Multimedia: Making It Work, halaman 367

7

Gambar 2.2 Struktur Hierarki

2.6.3 Non Linier

Pengguna melakukan navigasi dengan bebas melalui isi proyek, tidak terikat

dengan rute yang telah ditetapkan sebelumnya.

Gambar 2.3 Struktur Non Linier

2.6.4 Komposit Pengguna melakukan navigasi dengan bebas (secara linier), tetapi terkadang

dibatasi oleh presentasi linier film atau informasi kritis atau pada data yang paling

terorganisasi secara logis dalam suatu hierarki.

Gambar 2.4 Struktur Komposit

2.7 Software Yang Digunakan

Software yang digunakan dalam pembuatan aplikasi ini adalah Adobe Photoshop,

Adobe Flash CS3, Corel Draw, Youtube Downloader, Adobe Soundbooth CS3.

8

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

3.1 Tinjauan Umum

Objek penelitian saya kali ini adalah manual book yang dikembangkan menjadi

manual video. Tentu saja untuk mendukung hal tersebut saya diharuskan juga untuk

meneliti dan menguasai hal-hal yang diterangkan oleh manual book DSLR SONY 200

dan DSLR SONY 200K itu sendiri.

Kamera DSLR SONY 200 adalah kamera berjenis DSLR atau Digital Single Lens Reflector (Reflektor Lensa Tunggal bersensor Digital). Dalam kamera DSLR

terdapat sebuah cermin yang merefleksikan cahaya yang masuk melalui lensa yang

kemudian diteruskan ke lubang intip, ini menyebabkan cahaya yang kita lihat dalam

lubang intip sama persis seperti cahaya yang