Makalah Anatomi Fisiologi Ginjal

Click here to load reader

  • date post

    01-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    1.325
  • download

    151

Embed Size (px)

Transcript of Makalah Anatomi Fisiologi Ginjal

Makalah Anatomi Fisiologi

Ginjal dan Peredaran Darah

Disusun Oleh :

1. Afif Marzuqi

2. Afrida Chesarani A.

3. Ainun Naim D J P.

4. Ana Rizky P.

5. Anita Diah S.

6. Annisa Miftakhul H.7. Dyah Eka Kurniawati

8. Emy Nurmaya9. Joshua Andika H.10. Rachmadani N F

Kelas : Semester I Reguler A.

Poltekkes Kemenkes Jurusan Analis Kesehatan

Ngadinegaran, MJ III/62 Yogyakarta.

2013/2014Kata Pengantar

Assalamualaikum wr.wb

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah tentang Ginjal dan Peredaran Darah ini sebatas pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki. Dan juga kami berterima kasih pada Ibu dr. Supartuti, M.Kes. selaku Dosen mata kuliah Anatomi Fisiologi yang telah memberikan tugas ini kepada kami.

Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai pengertian Ginjal, struktur ginjal, peredaran darah, persarafan ginjal serta penyakit-penyakit yang menyerang ginjal. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan. Untuk itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya Makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan.

Wassalamualaikum wr. Wb.Yogyakarta, 26 November 2013

Penyusun

DAFTAR ISI

Cover iKata Pengantar ii

Daftar Isi iii

Bab I

Latar Belakang 1Rumusan Masalah 1Tujuan 1Bab II Pembahasan

Ginjal 3Struktur Ginjal 3Bagian Ginjal 5Persyarafan 8Fungsi dan Fisiologi 8Peredaran Darah pada Ginjal 12Tes Fungsi 13Pembentukan Urin 14Gangguan dan Kelainan Ginjal 15BAB III Penutup

Kesimpulan 17Daftar Pustaka 18

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ginjal merupakan sepasang organ berbentuk seperti kacang buncis,warna coklat kemerahan yang terdapat di ke-2 sisi columna vertebra torakalis- 12 lumbalis ke-3.fungsi ginjal adalah mengatur air,konsentrasi garam dalam darah, keseimbangan asam basa darah, serta ekresi bahan buangan dan kelebihan garam.Ginjal merupakan salah satu bagian penting dalam sistem perkemihan atau urinari.dalam hal ini penulis mencoba untuk memberikan penjelasan tentang anatomi dan fisiologi ginjal,agar dapat bermanfaat bagi kita bersama.untuk memperluas pengetahuan kita tentang anatomi dan fisiologi ginjal.B. Rumusan Masalah1. Apa itu ginjal? 2. Bagaimana sturktur ginjal?

3. Apa saja bagian-bagian ginjal?

4. Bagaimana persarafan ginjal?

5. Apa saja fungsi dan fisiologi ginjal?

6. Bagaimana peredaran darah pada ginjal?

7. Apa saja tes fungsi ginjal?

8. Gangguan apa saja yang menyeran ginjal?C. Tujuan1. Tujuan UmumUntuk mengetahui tentang anatomi dan fisiologi dari ginjal2. Tujuan khususUntuk mengetahui anatomi ginjalUntuk mengetahui fisiologi ginjalUntuk mengetahui fungsi ginjalUntuk mengetahui tes fungsi ginjalUntuk mengetahui peredaran darah dan persyarafan ginjalBAB II

PEMBAHASAN

A. Ginjal

Ginjal terletak pada dinding posterior abdomen, terutama di daerah lumbal, di sebelah kanan dan kiri tulang belakang, dibungkus lapisan lemak yang tebal, di belakang peritoneum, dan karena itu di luar rongga peritoneum.

Kedudukan ginjal dapat diperkirakan dari belakang, mulai dari ketinggian vertebra torakalis terakhir samapi vertebra torakalis terakhir sampai vertebra lumbalis ketiga. Ginjal kanan sedikit lebih rendah dari kiri, karena hati menduduki ruang banyak di sebelah kanan.

Setiap ginjal panjangnya 6 sampai 7,5 sentimeter, dan tebal 1,5 sentimeter sampai 2,5 sentimeter. Pada orang dewasa beratnya kira-kira 140 gram. Bentuk ginjal seperti biji kacang dan sisi dalamnya atau hilum menghadap ke tulang punggung. Siis luarnya cembung. Pembuluh-pembuluh ginjal semuanya masuk dan keluar pada hilum. Di atas setiap ginjal menjulang sebuah kelenjar suprarenal. Ginjal kanan lebih pendek dan lebih tebal dari yang kiri.

B. Struktur Ginjal

Setiap ginjal terbungkus oleh selaput tipis disebut kapsula renalis. Kapsula renalis terdiri atas jaringan fibrus berwarna ungu tua. Lapisan luar terdapat lapisan korteks (substansia kortekalis) dan lapisan sebelah dalam bagian medull (substansi medularis) membentuk kerucut yang disebut renal pyramid. Puncak kerucut tadi membentuk kaliks yang terdiri atas lubang-lubang kecil disebut papilla renalis. Masing-masing pyramid saling dilapisi oleh kolumna renalis, jumlah renalis 15-16 buah.

Garis-garis yang terlihat pada pyramid disebut tubulus nefron. Tubulus nefron merupakan bagian terkecil ginjalyang terdiri atas glomerulus, tubulus proksimal (tubulus kontorti satu), ansa henle, tubulus distal (tubulus kontorti dua) dan tubulus urinarius (papilla vateri).

Pada setiap ginjal diperkirakan ada satu juta nefron, selama 24 jam dapat menyaring darah 170 liter. Arteri renalis membawa darah murni dari aorta ke ginjal. Lubang-lubang yang terdapat pada pyramid renal masing-masing membentuk simpul dan kapiler satu badan malfigi yang disebut glomerulus. Pembuluh aferen yang bercabang membentuk kapiler menjadi vena renalis yang membawa darah dari ginjal ke vena kava inferior.C. Bagian-Bagian Ginjal

Nefron adalah massa tubulus mikroskopis ginjal yang merupakan satuan fungsional ginjal. Nefron berfungsi untuk menyaring darah dan mengontrol komposisi darah. Jumlah nefron dalam setiap ginjal diperkirakan ada 1.000.000 nefron. Setiap nefron berawal dari berkas kapiler.

Berkas kapiler erat tertanam dalam ujung atas yang lebar pada urinferus atau nefron. Berkas kapiler tersebut terdiri dari:

1. Glomerulus

Glomerulus merupakan gulungan atau anyaman kepiler yang terletak di dalam kapsula Bowman (ujung buntu tubulus gunjal yang bentuknya seperti kapsula cekung menutupi glomerulus yang saling melilitkan diri). Glomerulus menerima darah dari arteriola aferen dan meneruskan darah ke sistem vena melalui arteriola eferen. Natrium dan kalium secara bebas difiltrasi dalam glomerulus sesuai dengan konsentrasi dalam plasma. Sebanyak 10-20% kalium plasma diperkirakan terikat oleh protein dan tidak bebas difiltrasi sehingga kalium dalam keadaan normal.

Berikut penjelasan mengenai glomerulus:

a. Aparatus juksta glomerulus

Arteriol aferen dan ujung akhir ansa Henle asendens tebal, nefron yang sama bersentuhan untuk jarak yang pendek. Pada titik persentuhan sel tubulus (ansa Henle) asendens menjadi tinggi dinamakan medula densa, dinding arteriola yang bersentuhan dengan ansa Henle menjadi tebal karena sel-selnya mengandung butir-butir sekresi renin yang besar yang disebut sel juksta glomerulus. Makula densa dan sel juksta gloerulus erat seklali hubungannya dengan pengaturan volume cairan ekstrasel dan tekanan darah.

b. Elektromikroskopis glomerulus

Glomerulus berdiameter 200 m. Glomerulus dibentuk oleh invaginasi anyaman kapiler yang menempati kapsula Bowman. Glomerulus mempunyai dua lapisan seluler yang memisahkan darah dari dalam kapiler glomerulus dan filtrat dalam kapsula Bowman, yaitu lapisan endotel kapiler dan lapisan epitel khusus yang erletak di atas kapiler glomerulus. Kedua lapisan tersebut dilapisi oleh lamina basalis, di samping itu terdapat sel-sel stelata yang disebut sel masangial. Sel mangsial mirip dengan sel-sel parasit yang terdapat pada dinding kapiler seluruh tubuh. Zat-zat ini bermuatan netral, berdiameter 4 nm, dapat melalui membran glomurulus dan untuk zat yang lebih dari 8 nm hampir semuanya terhambat. Di samping diameter bermuatan molekul, diamter juga mempengaruhi daya tembus glomerulus sehingga tidak dapat melewati glomerulus.

2. Tubulus proksimal konvulta

Merupakan tubulus ginjal yang langsung berhubungan dengan kapsula Bowman dengan panjang 15 mm. Bentuk tubulus proksimal konvulta berkelok-kelok menjalar dari korteks ke bagian medula dan kembali ke korteks.

Sekitar 2/3 natrium yang telfiltrasi di glomerulus diabsorbsi secara isotonik bersama kloridan dan melibatkan transportasi aktif natrium. Peningkatan reabsorbsi natrium akan mengurangi pengeluaran air dan natrium. Hal ini dapat mengganggu pengenceran dan pemekatan urine yang normal. Kalium direasorbsi lebih dari 70%, kemungkinan dengan mekanisme transportasi aktif akan terpisah dari reabsorbsi natrium.

3. Ansa Henle

Ansa Henle atau yang sering disebut lengkung Henle memiliki bentuk lurus dan tebal, diteruskan ke segmen tipis selanjutya ke segmen tebal, panjangnya 12 mm, total panjang ansa Henle 2-14 mm. Klorida secara aktif diserap kembali pada cabang asendens ansa Henle dan natrium bergerak secara pasif untuk mempertahankan kenetralan listrik.

Sekitar 25% natrium yag difiltrasi diserap kembali karena nefron bersifat tidak permeabel terhadap air. Reabsorbsi klorida dan natrium di pars asendens penting untuk pemekatan urine karena membantu mempertahankan integritas gradiens konsentrasi medula. Kalium terfiltrasi sekitar 20-25% diabsorbsi pada pars asendens lengkung Henle, proses pasti terjadi karena gradien elektrokimia yang timbul sebagai akibat dari reabsorbsi aktif klorida pada segmen nefron ini.

4. Tubulus distal konvulta

Tubulus distal konvulta merupakan bagian tubulus ginjal yang berkelok-kelok dan jauh letaknya dari kapsula Bowman. Tubulus ini memiliki panjang 5 mm. Tubulus distal dari masing-masing nefron bermuara ke duktus koligens yang panjangnya 20 mm. Masing-masing duktus koligens b