Lembaga Keuangan Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya

Click here to load reader

  • date post

    03-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    173
  • download

    12

Embed Size (px)

description

Kelompok III Dally Purnama (2010/20059/MAF) Jumratul (2010/20037/MRS) Maria Melinda A (2010/20149/MAF) Nuryanti (2010/20061/MRS) Sri Rizki W (2010/20063/MRS). Lembaga Keuangan Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. LEMBAGA KEUANGAN. - PowerPoint PPT Presentation

Transcript of Lembaga Keuangan Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya

Kelompok III Dally Purnama (2010/20059/MAF) Jumratul (2010/20037/MRS) Maria Melinda A (2010/20149/MAF) Nuryanti (2010/20061/MRS) Sri Rizki W (2010/20063/MRS)

Kelompok III

Dally Purnama (2010/20059/MAF)Jumratul (2010/20037/MRS)Maria Melinda A (2010/20149/MAF)Nuryanti (2010/20061/MRS)Sri Rizki W (2010/20063/MRS)Lembaga Keuangan Bankdan Lembaga Keuangan LainnyaLEMBAGA KEUANGANDEFINISI (UU No.14 Th1967 Tentang Pokok-Pokok Perbankan)Lembaga Keuangan adalah semua badan yang melalukan kegiatan-kegiatan di bidang keuangan menarik uang dari masyarakat dan menyalurkan uang tersebut kembali ke masyarakat.Lembaga Keuangan menyalurkan kredit kepada nasabah atau menginvestasikan dananya dalam surat berharga di pasar keuangan. Lembaga Keuangan menawarkan bermacam-macam jasa keuangan seperti asuransi, dana pensiunpenyimpanan barang berharga, penyediaan mekanisme untuk pembayaran dan transfer dana. FAKTOR PENDORONG PERAN LEMBAGA KEUANGANBesarnya peningkatan pendapatan kelas menengahPsatnya perkembangan industri dan teknologiMengakses bagi penabung kecilSkala ekonomi dan ruang lingkup dalam produksi dan distribusi jasa keuanganLembaga keuangan menjual jasa likuiditas Keuntungan jangka panjangResiko lebih kecil

PROSES PRODUKSI DUA TAHAP PADA LEMBAGA INTERMEDIASI KEUANGANInput Sumberdaya: Tanah Tenaga kerja Modal Enterpreneur

Tahap IManajemen Utang & ModalOutput Jasa-JasaJasa-jasa keuanganuntuk menarik penabungOutput Tahap I

Loanable fundsTahap II

Manajemen AktivaOutput Jasa-jasaJasa-jasa Keuanganuntuk menarik peminjam

LEMBAGA KEUANGAN DALAM SISTEM KEUANGAN INDONESIASistem MoneterOtoritas Moneter (Bank Sentral)Bank Pencipta Uang Giral (Bank Umum)Di Luar Sistem MoneterBank Bukan Pencipta Uang Giral (Bank Perkreditan Rakyat)Lembaga PembiayaanPerusahaan Modal VenturaPerusahaan Sewa Guna UsahaPerusahaan Anjak PiutangPerusahaan PegadaianPerusahaan AsuransiDana PensiunPasar ModalPasar Uang dan Pasar Valuta AsingPerusahaan Reksadana

BANK INDONESIA SEBAGAI BANK SENTRAL PENGERTIAN BANK SENTRAL Bank Sentral merupakan lembaga negara yang mempunyai wewenang untuk mengeluarkan alat pembayaran yang sah di suatu negara, merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, mengatur dan mengawasi perbankan, serta menjalankan fungsi sebagai lender of last resort. Bank Sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia, Bank Sentral sebagai bank milik pemerintah tidak bertujuan memaksimumkan frofit tetapi untuk mencapai tujuan tertentu. TUJUAN BANK INDONESIA Berdasarkan UU No.23 Th.1999 tentang Bank Indonesia adalah untuk mencapai dan memelihara kestabilan rupiah. Kestabilan rupiah yang diinginkan adalah :Kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa yang dapat diukur dengan atau tercermin dari perkembangan laju inflasiKestabilan nilai rupiah terhadap mata uang negara lain. TUGAS BANK INDONESIAMENETAPKAN DAN MELAKSANAKAN KEBIJAKAN MONETERMenetapkan sasaran-sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi yang ditetapkannya.Melakukan pengendalian moneter dengan menggunakan cara-cara yang termasuk, tetapi tidak terbatas pada:Operasi pasar terbuka di pasar uangPenetapan tingkat diskontopenetapan cadangan wajib minimumpengaturan kredit atau pembiayaanMemberikan kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah, paling lama 90 hari kepada bank untuk mengatasi kesulitan pendanaan jangka pendek bank yang bersangkuitanMelaksanakan kebijakan nilai tukar berdasarkan sistem nilai tukar yang telah ditetapkanMengelola cadangan devisaMenyelenggarakan survei secara berkala atau sewaktu-waktu diperlukan yang dapat bersifat makro dan mikro

MENGATUR DAN MENJAGA KELANCARAN SISTEM PEMBAYARAN

Melaksanakan dan memberikan persetujuan dan izin atas penyelenggaraan jas sistem pembayaranMewajibkan penyelenggara jasa sistem pembayaran untuk menyampaikan laporan kegiatannya.Menetapkan penggunaan alat pembayaranMengatur sistem kliring antar bankMenyelenggarakan penyelesaian akhir transaksi pembayaran antar bankMenetapkan macam, harga, ciri uang yang akan dikeluarkan, bahan yang digunakan dan tanggal mulai berlakunya sebagai alat pembayaran yang sahMengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah serta mencabut, menarik dan memusnahkan uang dari peredaran, termasuk memberikan penggantian dengan nilai yang sama

MENGATUR DAN MENGAWASI BANK

Menetapkan ketentuan perbankan yang memuat prinsip kehati-hatianMemberikan dan mencabut izin usaha bankMemberikan izin pembukaan, penutupan dan pemindahan kantor bankMemberikan izin atas kepemilikan dan kepengurusan bankMemberikan izin kepada bank untuk menjalankan kegiatan usaha tertentuMewajibkan bank untuk menyampaikan laporan, keterangan dan penjelasan sesuai dengan tata cara yang ditetapkan Bank IndonesiaMelakukan pemeriksaan terhadap bankMemerintahkan bank untuk menghentikan sementara sebagian atau keseluruhan kegiatan apabila diduga merupakan tindak pidanaMengatur dan mengembangkan informasi antar bankMengambil tindakan terhadap suatu bank apabila membahayakan Tugas mengawasi bank akan dilakukan oleh lembaga pengawasan sektor jasa yang independen dan dibentuk berdasarkan UU

PERANAN BANK INDONESIABANK SIRKULASIyaitu mempunyai hak tumggal untuk mengedarkan uang kertas dan uan logam sebagai alat pembayaran yang sah

BANKERS BANKyaitu Bank Indonesia berfungsi sebagai salah satu sumber dana bagi bank-bank di Indonesia untuk dapat meminta bantuan permodalan mereka. Bentuk permodalan dari Bank Indonesia berupa kredit likuiditas.

LENDER OF LAST RESORTyaitu Bank Indonesia sebagai pemberi pinjaman tingkat akhir apabila kesulitas likuiditas

HUBUNGAN BANK INDONESIA DENGAN PEMERINTAH DAN LUAR NEGERIBertindak sebagai pemegang kas pemerintah Untuk dan atas nama pemerintah BI dapat menerima pinjaman luar negeri, menatausahakan serta menyelesaikan tagihan dan kewajiban keuangan pemerintah terhadap pihak luar negeri Pemerintah wajib meminta pendapat BI dalam sidang kabinet yang membahas masalah ekonomi, perbankan dan keuangan

Memberikan pendapat dan pertimbangan kepada pemerintah mengenai RAPBN serta kebijakan lain yang berkaitan dengan tugas dan wewenang BIDalam hal pemerintah menerbitkan surat-surat hutang negara, pemerintah wajib berkonsultasi dengan BI dan DPRBank Indonesia dapat membantu penerbitan surat-surat hutang negara yang diterbitkan oleh pemerintahBank Indonesia dilarang memberikan kredit kepada pemerintah

HUBUNGANNYA DENGAN DUNIA INTERNASIONALDapat melakukan kerjasama dengan Bank Sentral negara lain dan Organisasi /lembaga InternasionalBI bertindak untuk dan atas nama negara Republik Indonesia sebagai anggota Internasional atau Lembaga multilateral

PIMPINAN BANK INDONESIABank Indonesia dipimpin oleh Dewan Gubernur. Dewan Gubernur terdiri dari seorang Gubernur, seorang Deputi Gubernur Senior dan sekurang-kurangnya 4 atau sebanyak-banyaknya 7 orang Deputi Gubernur.Bila Gubernur dan Deputi Gubernur Senior berhalangan, maka ditunjuk seorang Deputi Gubernur untuk memimpin Dewan Gubernur.Gubernur dan Deputi Gubernur Senior diusulkan dan diangkat oleh Presiden dengan persetujuan DPR. Deputi Gubernur diusulkan oleh Gubernur dan diangkat oleh Presiden dengan perseyujuan DPR RUANG LINGKUP LEMBAGA KEUANGAN BANKPENGERTIAN BANK

Berdasarkan UU No.10 TH 1998, Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalm rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak .

FUNGSI BANKMENGHIMPUN DANA DARI MASYARAKAT (FUNDING)Menghimpun dana berarti mengumpulkan atau mencari dana dengan cara membeli dari masyarakat luas dalam bentuk simpanan giro, tabungan dan deposito. Kegiatan menghimpun dana ini disebut funding.Strategi bank dalam menghimpun dana adalah dengan memberikan rangsangan berupa imbalan jasa berupa bungan bagi bank konvensional dan prinsip jual beli atau bagi hasil bagi bank Syariah, selain itu juga berupa hadiah, pelayanan yang menarik dan lain-lain. MENYALURKAN DANA PADA MASYARAKATMenyalurkan dana berarti melempar kembali dana yang telah dihimpun melalui simpanan giro, tabungan dan deposito kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman (loanable fund) bagi bank konvensional dan pembiayaan bagi bank Syariah.Bagi bank konvensional daalam memberikan pinjaman dikenakan bunga dan jasa pinjaman lain dalam bentuk biaya administrasi, biaya provisi dan komisi. Sedangkan bank Syariah didasrkan pada jual beli dan bagi hasil.

MEMBERIKAN JASA-JASA BANK LAINNYA (SERVICES)Jasa-jasa bank lainnya merupakan jasa pendukung kegiatan bank. Jasa-jasa ini diberikan untuk mendukung kelancaran kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana, baik yang berhubungan langsung maupun tidak langsung terhadap kegiatan penyimpanan dana dan penyaluran kredit.Produk jasa bank adalah : jasa setoran seperti setoran telepon, listrik, air atau uang kuliah jasa pembayaran seperti gaji, pensiun atau hadih jasa pengiriman uang jasa penagihanjasa kliringjasa penjualan mata uang asingjasa penyimpanan dokumenjasa cek wisatajasa kartu kreditjasa letter of creditjasa bank garansi dan referensi bank

RESIKO USAHA BANK adalah tingkat ketidakpastian mengenai suatu hasil yang diperkirakan atau yang diharapkan akan diterima.Resiko uasaha yang dapat dihadapi suatu bank yaitu :

RESIKO KREDIT (default risk)adalah suatu resiko akibat kegagalan atau ketidakmampuan nasabah mengembalikan jumlah pinjaman yang diterima dari bank beserta bunganya sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan. RESIKO INVESTASI (investment risk)adalahkemungkinan terjadinya kerugian akibat suatu penurunan nilai pokok portofolio surat-surat berharga, misalnya : obligasi dan surat berharga yang dimiliki bank.RESIKO LIKUIDITAS (liquidity risk)

adalah resiko yang mungkin dihadapi oleh bank untuk memenuhi kebutuhan likuiditasnya dalam rangka memenuhi p