lean sigma

download lean sigma

of 14

  • date post

    16-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    34
  • download

    7

Embed Size (px)

description

lean sigma

Transcript of lean sigma

  • IMPLEMENTASI METODOLOGI LEAN SIX SIGMA

    PADA PROSES PENGECATAN PART PLASTIK COVER FRONT TOP

    BLACK TIPE KWWX DI PT. X

    Hanggar Pratama

    21070112110093

    Jurusan Teknik Industri

    Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

    hanggarpratama@gmail.com

    Abstrak

    Perusahaan X merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang

    otomotif. Perusahaan ini telah menghasilkan sepeda motor selama lebih dari 30 tahun.

    Namun, dalam proses produksinya, perusahaan X masih saja menemui beberapa produk

    cacat dalam proses yang memerlukan rework. Salah satunya yakni ditemukan tingkat

    cacat paling tinggi pada proses pengecatan part plastik cover front top black tipe kwwx.

    Dalam paper ini akan dibahas bagaimana implementasi metodologi lean six sigma pada

    proses pengecatan part plastik cover front top black tipe KWWX di PT.X sebagai upaya

    pengurangan tingkat produksi cacat, efisiensi perbaikan produksi, dan minimalisasi

    limbah.

    Kata kunci: lean six sigma, efisiensi, perbaikan produksi, minimasi limbah

    Abstract

    Company X is a manufacturing company engaged in the automotive field. The

    company has produced motorcycles for more than 30 years. However, in the production

    process, the company X still see some defects in processes that require rework. One of

    them is found the highest levels of disability in the process of painting the plastic parts

    front cover kwwx top black type. In this paper, we discuss how the implementation of

    lean six sigma methodology in the process of painting the plastic parts front cover top

    black type KWWX in PT.X as defect production rate reduction, improvement of

    production efficiency, and waste minimization.

    Keywords: lean six sigma, efficiency, improvement of production, waste minimization

    mailto:hanggarpratama@gmail.com

  • PENDAHULUAN

    Dalam pembuatan suatu produk, kualitas memegang peranan penting dalam menarik

    perhatian pelanggan. Semakin baik kualitasnya, maka peluang untuk terbelinya barang

    semakin besar. Oleh karena itu diperlukan pengendalian kualitas untuk tetap mejaga

    kualitas produk perusahan bersangkutan. Pengendalian kualitas dapat didefinisikan

    sebagai suatu sistem yang digunakan untuk menjaga kualitas barang atau jasa agar

    berada pada tingkat kualitas yang diharapkan. Proses produksi yang cepat disertai

    dengan kualitas produk sesuai standar yang ditetapkan merupakan keinginan setiap

    perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur. Metode lean six sigma dapat

    diterapkan untuk menjawab kebutuhan tersebut, terutama bagi PT. X yang merupakan

    perusahaan manufaktur motor dunia, dimana perusahaan tersebut dituntut untuk

    memproduksi motor dalam jumlah massal dan dalam waktu singkat guna mencukupi

    kebutuhan konsumen.

    Lean six sigma merupakan sebuah metode yang mengkombinasikan dan

    mengintegrasikan dua konsep, yakni konsep Lean Manufacturing dan Six Sigma. Dalam

    pengertian singkatnya, Lean adalah metode untuk memunculkan (mengetahui)

    pemborosan yang terjadi dari sebuah sistem produksi dan six sigma adalah metode

    untuk menghilangkan pemborosan tersebut dengan konsep DMAIC (Define, Measure,

    Analyze, Improve, dan Control).

    Dari hasil pengamatan dan wawancara, jumlah part reject yang sangat banyak menjadi

    masalah utama pada proses pembuatan part painting plastic. Part reject tersebut tidak

    hanya ditemukan pada hasil akhir proses produksi part painting plastic, tetapi juga

    ditemukan pada proses assembly unit selaku konsumen dari produk tersebut. Selain itu

    terjadi pemborosan pada pemakaian bahan baku cat, dan masih menggantungkan

    sebagian proses produksinya kepada subcon. Untuk mengurangi bahkan menghilangkan

    pemborosan tersebut, akan diambil satu jenis part painting plastic sebagai contoh

    penerapan metode lean six sigma. Part tersebut adalah Cover Front Top Black tipe

    KWWX yang diproduksi di Line F. Cover Front Top Black tipe KWWX diambil

    sebagai contoh karena mempunyai jumlah reject paling banyak pada periode Maret

    2011-Mei 2011.

  • KAJIAN LITERATUR

    Six Sigma merupakan salah satu metode dalam perbaikan proses (process

    improvement) yang belakangan ramai dibicarakan orang. Bahkan, bagi sebagian

    organisasi, Six Sigma bukan hanya sekadar metode tapi sudah menjadi strategi bisnis

    yang menjadi tulang punggung perusahaan tersebut. Dalam penerapan Six Sigma terdiri

    dari 5 tahapan yakni: Define, Measure, Analyze, Improve, Control. Atau yang lebih

    dikenal dengan sebutan DMAIC. Six sigma adalah suatu metodologi sistematis yang

    berfokus pada faktor kunci yang mengendalikan performansi suatu proses, mengaturnya

    pada tingkat yang paling baik dan menjaganya agar tetap pada level tersebut.

    Setiap tahap, mempunyai bagian-bagian yang mesti dilaksanakan ataupun mempunyai

    jenis- jenis konsep statistik yang bisa dipakai, walaupun sebenarnya untuk penggunaan

    statistik bisa cukup fleksibel.

    Define: pada tahap ini team pelaksana mengidentifikasikan permasalahan,

    mendefiniskan spesifikasi pelanggan, dan menentukan tujuan (pengurangan

    cacat/biaya dan target waktu).

    Measure: tahap untuk memvalidasi permasalahan, mengukur/menganalisis

    permasalahan dari data yang ada.

    Analyze: menentukan faktor-faktor yang paling mempengaruhi proses; artinya

    mencari satu atau dua faktor yang kalau itu diperbaiki akan memperbaiki

    proses kita secara dramatis.

    Improve: nah, di tahap ini kita mendiskusikan ide-ide untuk memperbaiki

    sistem kita berdasarkan hasil analisa terdahulu, melakukan percobaan untuk

    melihat hasilnya, jika bagus lalu dibuatkan prosedur bakunya (standard

    operating procedure-SOP).

    Control: di tahap ini kita harus membuat rencana dan desain pengukuran agar

    hasil yang sudah bagus dari perbaikan team kita bisa berkesinambungan.

    Dalam tahap ini kita membuat semacam metrics untuk selalu dimonitor dan

    dikoreksi bila sudah mulai menurun ataupun untuk melakukan perbaikan lagi.

    Sedangkan Lean adalah suatu metodologi sistematik untuk mengurangi

    kompleksitas dan melancarkan proses dengan mengidentifikasi dan mengeliminasi

  • sumber dari pembrosan (waste) dalam proses, karena pemborosan bisa mengakibatkan

    macetnya aliran.

    Lean six sigma merupakan kombinasi antara Lean dan Six sigma dapat

    didefinisikan sebagai suatu filosofi bisnis, pendekatan sistemik dan sistematik untuk

    mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan atau aktivitas-aktivitas yang tidak

    bernilai tambah (non value added activities) melalui peningkatan terus-menerus untuk

    mencapai tingkat kinerja enam sigma, dengan cara mengalirkan produk (material, work-

    in-process, output) dari pelanggan internal dan external untuk mengejar keunggulan dan

    kesempurnaan berupa hanya memproduksi 3.4 cacat untuk setiap satu juta kesempatan

    atau operasi (3.4 DPMO).

    Lean dan Six Sigma memang dua metodologi perbaikan yang beda asal-

    muasalnya. Namun pada dunia bisnis modern, para praktisi seringkali menyatukan

    keduanya untuk mendapatkan semua manfaat dari dua metodologi tersebut: kecepatan

    Lean dan kualitas Six Sigma. Melalui penyatuan tersebut, terjadilah sinergi yang kini

    kita kenal dengan sebutan Lean Six Sigma.

    Untuk menerapkan Lean dan Six Sigma sekaligus, perusahaan harus memahami

    perbedaan-perbedaan tersebut. Perbedaan antara Lean dan Six Sigma dijabarkan pada

    tabel berikut:

    Gambar 1 Perbedaan Lean & Six Sigma

    Walaupun memiliki fokus yang berbeda, Lean dan Six Sigma berbagi tujuan yang

    sama, yaitu kepuasan pelanggan. Lean memenuhi kepuasan pelanggan dengan

    menghadirkan value, sedangkan Six Sigma melalui kualitas dari produk dan jasa. Tabel

    http://www.leanindonesia.com/2014/06/keuntungan-integrasi-lean-dan-six-sigma/http://www.leanindonesia.com/wp-content/uploads/2012/06/Screen-Shot-2012-06-06-at-10.38.30-AM.png

  • dibawah ini akan menjelaskan dengan lebih ringkas mengenai perbedaan fokus Lean

    dan Six Sigma yang mengarah kepada tujuan kepuasan pelanggan tersebut:

    Gambar 2 Perbedaan Fokus Lean & Six Sigma

    Pendekatan Lean bertujuan untuk menghilangkan pemborosan, memperlancar

    aliran material, produk dan informasi serta peningkatan terus-menerus. Sedangkan

    pendekatan Six sigma untuk mengurangi variasi proses, pengendalian proses dan

    peningkatan terus menerus. Integrasi antara Lean dan Six sigma akan meningkatkan

    kinerja melalui peningkatan kecepatan dan akurasi (zero defect). Pendekatan Lean akan

    memperlihatkan non value added (NVA) dan value added (VA) serta membuat value

    added mengalir secara lancar sepanjang value stream process, sedangkan six

    sigma akan mereduksi variasi dari value added itu.

    Gambar 3 Kunci menuju Lean six sigma

    http://www.leanindonesia.com/wp-content/uploads/2012/06/Screen-Shot-2012-06-06-at-10.38.46-AM.pnghttp://qualityengineering.files.wordpress.com/2008/06/13.gif

  • Lean six sigma lebih memfokuskan pada perbaikan proses, dengan

    menggunakan data yang diperoleh maka dapat diketahui apa yang salah dengan sistem

    kerja perusahaan, sehingga bisa diidentifikasi letak dan penyebab masalah dan dapat

    dengan segera diambil tindakan untuk menghilangkannya.

    Beberapa data dan ukuran yang digunakan acuan dalam Lean six sigma :

    Kepuasan pelanggan (a result measure) : data yang dibutuhkan berupa data

    hasil survey atau interview mengenai hal-hal