Laporan Kasus Diare

Click here to load reader

  • date post

    06-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    275
  • download

    1

Embed Size (px)

description

diare merupakan penyakit tersering terjadi di kota-kota besar terutama anak-anak

Transcript of Laporan Kasus Diare

BAB I KASUS IDENTITAS PASIEN Nama pasien Usia Jenis kelamin Nama orangtua Alamat : An. Z : 9 bulan 28 hari : Perempuan : Ny. M : Cipedah

Datang ke Puskesmas : 19 Maret 2012

ANAMNESIS/ALLOANAMNESIS Keluhan Utama BAB cair sejak 5 hari Riwayat Penyakit Sekarang 5 hari Os BAB konsistensi cair, ampas tidak ada, lendir tidak ada, berbusa tidak ada, darah tidak ada dan tidak berbau busuk, frekuensi 5 x. Keluhan disertai muntah 1x berisi makanan dan cairan, darah tidak ada. Mual ada, perut tidak kembung. Demam tidak ada. Batuk tidak ada. 3 hari BAB cair frekuensi 4x/hari, muntah tidak ada, demam tidak ada. Ibu Os membawa Os berobat ke klinik dokter, setelah mendapatkan pengobatan keluhan tidak ada perbaikan. Os datang dengan keluhan BAB cair, tidak ada ampas lendir tidak ada, darah tidak ada, tidak berbau busuk keluhan disertai demam muncul perlahan meningkat, naik turun. Batuk tidak ada. Keluhan tidak disertai muntah, sesak napas, dan BAK sering dan tidak ada kelainan. Os tampak lemas, rewel, nafsu makan menurun, banyak minum. Riwayat penyakit dahulu Riwayat campak 2 minggu yang lalu Kejang demam ada, 1 x sejak 1 bulan yang lalu, kejang diawali kaku dan kemudian kelojotan dengan mata melihat ke atas lamanya 5 menit, setelah kejang anak terbangun dan kemudian menangis

TB paru disangkal Bronkopneumonia disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga Diare disangkal Campak disangkal Kejang demam disangkal TB paru disangkal

Riwayat Pengobatan Berobat ke dokter klinik, diberi obat anti diare, ibu Os lupa nama obatnya pemberiannya 3 x 1, keluhan diare tidak ada perbaikan Pengobatan TB paru disangkal Rawat Inap di RS dengan diagnosa campak diberikan pengobatan sesuai diagnosa Riwayat kelahiran ANC teratur di bidan. Ibu tidak mengkonsumsi obat obatan selama kehamilan, penyulit saat hamil disangkal. Lahir spontan cukup bulan, lahir tunggal langsung menangis, cacat kongenital tidak ada, BBL : 3300 gram, PBL : 49 cm, LK : ( ibu Os tidak tahu ). Riwayat Imunisasi BCG, hepatitis B, DPT, Polio sudah lengkap, campak belum Kesan : imunisasi dasar tidak lengkap Riwayat perkembangan Merangkak Usia 6 bulan Duduk usia 8 bulan Berdiri dengan bantuan usia 9 bulan Tidak ada kelainan emosi dan tingkah laku Kesan : perkembangan sesuai usia Riwayat makanan

ASI sejak usia 0 4 bulan Susu formula sejak usia 4 bulan - sekarang Makanan pendamping ASI sejak usia 6 bulan Kesan : ASI tidak eksklusif Riwayat alergi Alergi makan dan obat tidak ada

PEMERIKSAAN FISIK

KU : tampak sakit sedang Kesadaran : Compos Mentis TTV

Suhu : 37,80 C nadi : 110 x/menit, irama teratur, kualitas baik, isi cukup RR : 24 x/menit

Antropometri

BB : 7,2 kg TB : 71 cm

BB/U : 7,2/8,6 x 100 % = 83,7 % ( gizi baik ) TB/U : 71/70 x 100 % = 101 % ( baik ) BB/TB : 7,2/,88 x 100 % = 81,8 % ( gizi kurang )

Status Gizi : kesan gizi kurang

status generalis

Kepala : tulang tengkorak normosefalik ( LK : 44 cm ), ubun ubun masih terbuka, diameter 2 cm, tidak membonjol, cekung (+) Rambut : hitam, distribusi rata, tidak mudah dicabut Alis : tidak mudah rontok

Mata : konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), refleks cahaya (+/+). Pupil isokor, mata cekung (+/+) Hidung : normotia, serumen (+/+), nyeri (-/-) mulut : bibir pucat (-), bibir kering (+), sianosis (-), stomatitis (+), lidah kotor (+), tonsil = T1 T1, faring hiperemis (-) Leher : pembesaran KGB (-), pembesaran kelenjar tiroid (-)

Pemeriksaan Toraks Paru : Inspeksi : dada simetris kanan dan kiri, retraksi interkosta (-),

bagian dada yang tertinggal (-)

Palpasi : vokal fremitas normal Perkusi : sonor pada seluruh lapang paru, batas paru hepar ICS 5 Auskultasi : vesikular (+/+), Ronki (-/-), wheezing (-/-), lendir (-/-)

Jantung :

Inspeksi

: Ictus cordis tidak terlihat

Palpasi : Ictus cordis teraba pada ICS V linea midclavivularis sinistra Perkusi : Batas jantung kiri di ICS IV, 4 jari lateral linea

midklavikula sinistra dan batas jantung kanan 1 jari lateral linea parasternalis dekstra Auskultasi : BJ I & II murni, reguler, murmur (-), gallop (-)

Pemeriksaan Abdomen

Inspeksi

: perut tampak membuncit (-)

Palpasi : abdomen supel, hepar dan lien tidak teraba, turgor kulit

kembali cepat

Perkusi : timpani pada 4 kuadran abdomen

Auskultasi

: Bising Usus (+) meningkat

Ekstremitas :

atas : edema (-/-), turgor kulit kembali cepat, sianosis (-), RCT < 2 detik Bawah : edema (-/-), turgor kulit kembali cepat, sianosis (-), RCT < 2 detik

Inguinal : pembesaran kelenjar inguinal (-) Genitalia : perempuan dan tidak ada kelainan

RESUME Anamnesis 5 hari Sebelumnya Os BAB konsistensi cair, frekuensi 5x/hari muntah 1x berisi makanan dan cairan Mual ada

3 hari Sebelumnya BAB cair frekuensi 4x/hari

Datang dengan keluhan Pemeriksaan Fisik

Os dengan keluhan BAB cair demam muncul perlahan meningkat, naik turun Os tampak lemas, rewel, nafsu makan menurun, banyak minum

Kepala : ubun ubun cekung (+) Mata mulut : mata cekung (+/+) : bibir kering (+), stomatitis (+), lidah kotor (+), faring hiperemis (-)

Pemeriksaan Abdomen Palpasi : turgor kulit kembali cepat

Auskultasi

: Bising Usus (+) meningkat

Working Diagnosis Diare Akut dengan Dehidrasi ringan sedang

PROBLEM 1. Diare Akut dengan Dehidrasi ringan sedang Assesment : Anamnesis BAB cair dengan frekuensi 13x, dari 5 hari sebelumnya sampai datang ke puskesmas, disertai muntah 1x, demam muncul perlahan lahan, OS terlihat lemas, rewel, nafsu makan menurun, banyak minum. Pemeriksaan Fisik Suhu : 37,80 C Kepala

: ubun ubun cekung (+)

Mata : mata cekung (+/+) mulut

: bibir kering (+) Pemeriksaan Abdomen

Palpasi Auskultasi

: turgor kulit kembali cepat : Bising Usus (+) meningkat

Planning Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan darah rutin (HHTL) Analisa Feses Terapi Cairan maintenence 7,2 x 100 = 720 ml 720 x 60/ 24 x 60 = 30 TPM mikro Infus KN3B

Dialac 2 dd 1 Sanmol drop ( 1 ml : 120 mg ) 3 dd 0,8 mg

Zink pro 1 dd 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DIARE

DEFINISI

Diare akut adalah buang air besar dengan frekuensi yang meningkat lebih dari 3x/hari dengan konsistensi tinja cair, bersifat mendadak, dan berlangsung dalam waktu kurang dari satu minggu (Mansjoer dkk, 1999).

Diare akut adalah buang air besar pada bayi atau anak lebih dari 3 kali perhari, disertai perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan darah yang berlangsung kurang dari satu minggu

Bayi yang minum ASI, BAB 3-4 x/hari fisiologis BAB < 3 x/hari, konsistensi cair diare (Buku ajar GEH UKK-GEH-IDAI, 2011)

EPIDEMIOLOGI Di Indonesia dilaporkan bahwa setiap anak mengalami diare sebanyak 1-2 episode per tahun (Depkes, 2003). Berdasarkan survei demografi kesehatan Indonesia tahun 2002-2003, prevalensi diare

pada anak anak dengan usia kurang dari 5 tahun di Indonesia adalah : laki-laki 10,8% dan perempuan 11,2%. Berdasarkan umur, prevalensi tertinggi terjadi pada usia 6-11 bulan (19,4%), 12-23 statistik,2003). bulan (14,8) dan 24-35 bulan (12,0) (Biro pusat

PATOFISIOLOGI Menurut patofisiologinya diare dibedakan dalam beberapa kategori yaitu diare osmotik, sekretorik dan diare karena gangguan motilitas usus (IDAI, 2010). Diare osmotik Terjadi karena terdapatnya bahan yang tidak dapat diabsorpsi menyebabkan bahan intraluminal pada usus halus bagian proksimal tersebut bersifat hipertonis dan menyebabkan hiperosmolaritas. Akibat perbedaan tekanan osmosis antara lumen

usu dan darah maka pada segmen usus jejunum yang bersifat permeabel, air akan mengalir ke arah lumen jejunum sehingga air akan banyak terkumpul di dalam lumen usus. Natrium akan mengikuti masuk ke dalam lumen, dengan demikian akan terkumpul cairan intraluminal yang besar dengan kadar natrium yang normal. Sebagian kecil cairan ini akan diabsorpsi kembali, akan tetapi lainnya akan tetap tinggal di lumen oleh karena ada bahan yang tidak diserap seperti Mg, Glukose, sukrose, laktose, maltose di segmen ileum dan melebihi kemampuan absorpsi kolon sehingga terjadi diare. Bahan-bahan seperti karbohidrat dari jus buah atau bahan yang mengandung sorbitol dalam jumlah berlebihan akan memberikan dampak yang sama. Diare sekretorik Dikenal 2 bahan yang menstimulasi sekresi lumen yaitu enterotoksin bakteri dan bahan kimia yang dapat menstimulasi seperti laksansia, garam empedu bentuk dihydroxy serta asam lemak rantai panjang. Toksin penyebab diare ini terutama bekerja dengan cara meningkatkan konsentrasi intrasel cAMP, cGMP atau Ca2+ yang selanjutnya akan mengaktifkan protein kinase. Pengaktifan protein kinase akan menyebabkan fosforilasi membran protein sehingga mengakibatkan perubahan saluran ion, akan menyebabkan Cl- di kripta keluar. Di sisi lain terjadi peningkatan pompa natrium, dan natrium masuk ke dalam lumen usus bersama Cl-. Bahan laksatif dapat menyebabkan bervariasi efek pada aktivitas NaK-ATPase. Beberapa diantaranya memacu peningkatan kadar cAMP intraseluler, meningkatkan permeabilitas intestinal dan sebagian menyebabkan kerusakan sel mukosa. Beberapa obat menyebabkan sekresi intestinal. Penyakit malabropsi seperti reseksi ileum, penyakit Crohn dapat menyebabkan kelainan sekresi seperti menyebabkan peningkatan konsentrasi garam empedu, lemak. Diare sekretorik pada anak-anak di negara berkembang umumnya disebabkan enterotoksin E.Coli atau Cholera. Berbdeda dengan negara berkembang di negara maju, diare sekretorik jarang ditemukan, apabila ada kemungkinan disebabkan obat atau tumor seperti ganglioneuroma atau neuroblastoma yang menghasilkan hormon seperti VIP. Pada orang dewasa, diare sekretorik berat disebabkan

neoplasma pank