Laporan Individu Klh

Click here to load reader

  • date post

    22-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    252
  • download

    14

Embed Size (px)

description

kajian lingkungan hidup

Transcript of Laporan Individu Klh

LAPORAN LENGKAPKAJIAN LINGKUNGAN HIDUP

OLEH :

FARADITHA AMALIAG701 13 051

PROGRAM STUDI FARMASIFAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAMUNIVERSITAS TADULAKO2015

Halaman PengesahanJudul: Laporan Penelitian Praktek Lapangan Kajian Lingkungan Hidup (KLH).Nama: Faraditha AmaliaStambuk: G701 13 051 Laporan ini telah disetujui dan diterima sebagai salah satu syarat kelulusan mata kuliah Kajian Lingkungan Hidup (KLH).

Palu, 09 Januari 2015Mengetahui,

Koordinator LapanganFitriani EndeNIM : G101 10 014Dosen Penanggung Jawab Mata kuliahDrs. Abdullah M.T.NIP. 196202171991031002

Kata Pengantar

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah Subhanahuwataala atas Rahmat dan Hidayah-Nyalah sehingga penyusun dapat menyelesaikan Laporan Penelitian Praktek Lapangan Kajian Lingkungan Hidup (KLH) ini dengan waktu yang telah diberikan. Dalam penyusunan laporan ini penyusun menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Namun demikian, penyusun telah berusaha semaksimal mungkin agar hasil dari Praktek Lapangan ini tidak menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang ada pada penuntun praktek lapangan ini.Melalui kesempatan ini, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah banyak membantu dalam proses penyusunan laporan ini, terutama kepada para asisten dan rekan-rekan semua yang terlibat dalam penyusunan laporan ini. Tak lupa pula kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Drs. Abdullah,.MT. sebagai dosen penanggungjawab mata kuliah ini yang telah banyak memberi dukungan kepada kami serta kepada masyarakat di Kelurahan Taipa atas kesediaannya yang telah memberi izin untuk melakukan praktek lapang di Kelurahan Taipa dan juga atas kerja samanya dalam memberikan informasi mengenai Kelurahan Taipa khususnya.Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini, masih banyak terdapat kekurangan. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak demi penyempurnaan laporan berikutnya. Kami berharap semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. AamiinPalu, 06 Januari 2015PenyusunKelompok IX

Daftar IsiISIHalaman PengesahaniKata PengantariiDaftar IsiiiiDaftar TabelviDaftar GambarviiiBAB I1PENDAHULUAN11.1Latar Belakang11.2Rumusan Masalah21.3Tujuan Penelitian21.4Manfaat Penelitian3BAB II4KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN42.1 Sejarah Singkat Kelurahan Taipa42.2 Demografi Daerah Penelitian52.3 Geografis Daerah Penelitian10BAB III12METODOLOGI PENELITIAN123.1 Waktu dan Tempat123.2 Alat dan Bahan123.3 Prosedur Penelitian13BAB IV16HASIL PENGAMATAN DAN ANALISA DATA164.1 Hasil Pengamatan16A. Komponen Lingkungan16B. Komponen Kesehatan Masyarakat19C. Hidrologi Sungai21D. Hidrologi Pantai231. Pengamatan Gelombang23a. Titik I 100 cm23b. Titik II 115 cm242. Arus Susur Pantai26c. Titik III 125 cm263. Pasang Surut Pantai27E. Sedimen28F. Iklim dan Kelembaban284.2 Analisa Data32A. Hidrologi Sungai32B. Hidrologi Pantai33BAB V35PEMBAHASAN355.1 Komponen Lingkungan355.2Komponen Kesmas435.3Hidrologi Sungai485.4Hidrologi Pantai495.5 Sedimen515.6 Iklim dan Kelembaban53BAB VI55PENUTUP556.1 Kesimpulan556.2 Saran57LAMPIRANxiI.HASIL DATA LAPANGANxiII.DOKUMENTASIxxviiIII.LEMBAR ASISTENSIxxxviIV.BIOGRAFI PENYUSUNxxxvii

Daftar Tabel

Tabel 2.2.A Penggunaan Lahan Kelurahan Taipa5Tabel 2.2.B.1 Kependudukan Kelurahan Taipa6Tabel 2.2.B.2 Komposisi Tenaga Kerja Kelurahan Taipa6Tabel 2.2.B.3 Komposisi Pendidikan Kelurahan Taipa6Tabel 2.2.C.1 Prasarana Pendidikan Kelurahan Taipa7Tabel 2.2.C.2 Komposisi Agama Kelurahan Taipa7Tabel 2.2.D.1 Sarana Perekonomian Kelurahan Taipa8Tabel 2.2.D.2 Industri Kecil dan Menengah Kelurahan Taipa8Tabel 2.2.E Prasarana Kesehatan Kelurahan Taipa9Tabel 2.2.F Prasarana Air Bersih Kelurahan Taipa10Tabel 4.1.A.1a Hasil Pengamatan Kondisi Tanah/Lahan16Tabel 4.1.A.1b HasilPengamatan Kondisi Air Sumur/Ledeng16Tabel 4.1.A.1c.1Hasil Pengamatan Kondisi Air Sungai17Tabel 4.1.A.1c.2 Hasil Pengamatan Fisik Kimia Air17Tabel 4.1.A.2 Hasil Pengamatan Keanekaragaman Hayati18Tabel 4.1.B Hasil Pengamatan Komponen Kesehatan Masyarakat19Tabel 4.1.C1 Hasil Pengamatan Hidrologi Sungai (Hulu-Hilir)21Tabel 4.1.C2 Pengukuran Kedalaman Sungai (Hulu-Hilir)22Tabel 4.1.E Hasil Pengamatan Sedimen Pantai Taipa28Tabel 4.1.F pengukuran kelembaban untuk suhu kering dan suhu basah28Tabel 4.2.A.1 Hasil Perhitungan Debit Air Sungai Bagian Hulu32Tabel 4.2.A.2 Hasil Perhitungan Debit Air Sungai Bagian Hilir32Tabel 4.2.B1 Hasil Perhitungan Periode Gelombang Pantai33Tabel 4.2.B2 Hasil Perhitungan Frekuensi Gelombang Pantai33Tabel 4.2.B3 Hasil Perhitungan Panjang Gelombang Pantai33Tabel 4.2.B4 Hasil Perhitungan Tinggi Gelmbang Pantai33Tabel 4.2.B5 Hasil Perhitungan Kedalaman Laut Dangkal34Tabel 4.2.B6 Hasil Perhitungan Panjang Gelombang Laut Dangkal34Tabel 4.2.B7 Hasil Perhitungan Kecepatan Arus Susur Pantai34Tabel I.1 Hasil Pengamatan Kondisi Tanah/LahanxiTabel I.2 Hasil Pengamatan Kondisi Air Sumur/LedengxiTabel I.3 Hasil Pengamatan Kondisi Air SungaixiiTabel I.4 Hasil Pengamatan Fisik Kimia AirxiiTabel I.5 Hasil Pengamatan Keanekaragaman HayatixiiiTabel I.6 Hasil Pengamatan Komponen Kesehatan MasyarakatxiiiTabel I.7 Hasil Pengamatan Hidrologi Sungai (Hulu-Hilir)xvTabel I.8 Pengukuran Kedalaman Sungai (Hulu-Hilir)xviiTabel I.9 Gelombang Pantai pada Titik IxviiTabel I.10 Gelombang Pantai pada Titik IIxixTabel I.11 Gelombang Pantai pada Titik IIIxxTabel I.12 Hasil Pengamatan Arus Susur PantaixxiiTabel I.13 Hasil Pengamatan Pasang Surut PantaixxiiTabel I.14 Hasil Pengamatan Sedimen Pantai TaipaxxiiTabel I.15 Pengukuran kelembaban untuk suhu kering dan suhu basahxxii

Daftar Gambar

Gambar II.1 Proses Wawancara Responden IxxviiGambar II.2 Responden IxxviiGambar II.3 Rumah Responden IxxviiGambar II.4 Proses Wawancara Responden IIxxviiiGambar II.5 Responden IIxxviiiGambar II.6 Rumah Responden IIxxixGambar II.7 Proses Wawancara Responden IIIxxixGambar II.8 Responden IIIxxxGambar II.9 Rumah Responden IIIxxxGambar II.10 Proses Pengamatan Keanekaragaman HayatixxxiGambar II.11 Pengukuran Tinggi GelombangxxxiGambar II.12 Pengukuran Arus Susur PantaixxxiiGambar II.13 Pengukuran Lebar SungaixxxiiGambar II.14 Pengukuran Kedalaman SungaixxxiiiGambar II.15 Pengukuran Konduktivitas pada Sampel AirxxxiiiGambar II.16 Pengukuran pH pada Sampel AirxxxivGambar II.17 Hasil Pengukuran pH pada Sampel AirxxxivGambar II.18 Pengukuran DO pada Sampel Airxxxv

BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangLingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Demikian pengertian lingkungan hidup sebagaimana dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Lingkungan hidup merupakan suatu sistem kompleks yang berada di luar individu yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme. Lingkungan hidup itu terdiri dari dua komponen, yaitu abiotik dan biotik.Keberadaan dan kehidupan manusia tidak lepas dari keberagaman flora dan fauna sebagai berkat dari Tuhan Yang Maha Esa demi kebutuhan hidup manusia ciptaanNya. Dengan perkembangan peradaban manusia di dunia maka semakin beragam pulalah kebutuhan dalam hidupnya. Dengan demikian akan lebih banyak membutuhkan bahan dari sumber daya alam demi pemenuhan kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Menyadari akan pentingnya bahan-bahan dari sumber daya alam guna pemenuhan kebutuhan hidup manusia, diperlukan suatu jalan keluar guna memadukan kedua aspek tersebut agar supaya dapat berjalan bersama-sama. Yang sangat jelas diantara kedua aspek tersebut akan ada perilaku untuk mengambil dan diambil, menggunakan dan digunakan. Pada akhirnya salah satu diantaranya akan mengalami penurunan, kelangkaan secara perlahan. Itu artinya bahwa sumber daya alam yang diantaranya ada yang bermanfaat untuk kehidupan manusia akan mengalami penurunan baik kualitas maupun kuantitasnya. Oleh karena itu, pengkajian terhadap permasalahan yang terjadi di dalam lingkungan perlu dilakukan. Agar dapat mengetahui titik permasalahannya dan mencari solusi dari setiap permasalahan tersebut. Penulisan ini bertujuan memberikan suatu gambaran tentang keadaan lingkungan hidup di desa Masaingi, Kecamatan Sindue. Dengan meninjau secara Fisika, Kimia, Biologi, Kependudukan, dan Kesehatan masyarakat. Adapun kegiatan yang kami lakukan adalah mengamati kondisi abiotik dan biotik, hidrologi sungai, suhu, dan menghitung kecepatan arah angin, yang ada di sekitar desa Masaingi. Serta menganalisa kondisi umum desa Masaingi menyangkut keadaan demografi, geografis sosial, ekonomi, pendidikan, dan lain-lain. Selain itu kegiatan ini merupakan salah satu syarat agar dapat lulus mata kuliah Kajian Lingkungan Hidup (KLH) yang berbobot 2 sks.1.2 Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang di atas, permasalahan yang diambil dalam penelitian ini yaitu:1. Bagaimana kondisi secara umum Desa Taipa yang berhubungan secara langsung dengan kehidupan sosial, budaya, sosial ekonomi, biodiversity, dan kondisi fisik.2. Bagaimana Hidrogeologi sungai, dan pantai Desa Taipa3. Bagaimana pengukuran dan prediksi tinggi, panjang periode dan arah datang gelombang di pantai Taipa Kec Palu Utara 4. Bagaimana kecepatan dan arah arus susur pantai5. Bagaimana keadaan iklim, kelembapan dan kecepatan angin di Desa Taipa.1.3 Tujuan PenelitianSesuai permasalahan yang ada, tujuan dari penelitian ini yang kami lakukan di Desa Taipa dan desa Toaya yaitu sebagai berikut:1. Menggambarkan secara fisik keadaan biotik dan abiotik mengenai situasi yang ada di Desa Taipa kec. Palu Utara2. Menggambarkan secara umum kondisi Desa Taipa yang berhubungan secara langsung dengan demografi, ekonomi, sosial budaya, dan penjelasannya.3. Menjelaskan Hidrogeologi Sungai Toaya.4. Mengukur tinggi panjang perioda dan arah datang gelombang di Pantai Taipa.5. Menghitung kecep