Laporan Individu EBP3KH

download Laporan Individu EBP3KH

of 29

  • date post

    05-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    49
  • download

    0

Embed Size (px)

description

tugas individu untuk modul EBP3KH

Transcript of Laporan Individu EBP3KH

8

BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangEBP3KH adalah singkatan dari Empati dan Bioetik untuk Pengembangan Pribadi dan Profesi Kedokteran dalam konteks Humaniora yang merupakan suatu pembelajaran yang digunakan untuk melatih empati, bioetik, dan komunikasi dalam lingkup sosial budaya dan humaniora, sehingga dapat menguji perilaku seseorang mahasiswa kedokteran menjadi perilaku yang sesuai dengan kepribadian dan profesi dokter. Untuk menjadi seorang dokter, terdapat hal yang menjadi point perhatiannya, yaitu komunikasi. Keterampilan berkomunikasi dokter - pasien dalam praktik sehari-hari menjadi satu kompetensi yang wajib dimiliki dokter. Komunikasi dokter pasien merupakan komunikasi dua arah dengan tujuan kesembuhan, dilandasi kesetaraan dan empati, ada kesepakatan tak tertulis bahwa pasien mempercayakan dirinya kepada dokter yang mengobatinya dan dokter wajib simpan rahasia jabatan.1Dokter adalah profesi mulia yang mendapat kepercayaan data kehormatan dari pasien. Oleh karena itu harus menjunjung tinggi perilaku mulia, yaitu jujur, empati, kasih sayang, peka nilai, mau mendengar aktif, memberi tanggapan positif, tidak menghakimi, sabar, ikhlas, tidak emosional, terbuka,kompeten, berpengetahuan luas tentang kedokteran dan kesehatan, namun tetap sadar bahwa setiap orang mempunyai keterbatasan.1 Dengan demikian, selain cara berkomunikasi yang benar, juga dibutuhkan kompetensi ilmu pengetahuan medis sebagai isi komunikasi.Cara berkomunikasi dengan empati adalah alat atau kegiatan untuk terlaksananya komunikasi efektif. Komunikasi efektif tersebut dapat meningkatkan kepatuhan pasien dan taraf kepuasan pasien.1 Pendekatan pelayanan kesehatan yang holistik dan komprehensif dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan perlu dikembangkan. Dalam rangka memperkenalkan kehidupan dalam suatu masyarakat atau komunikasi dan masalah kesehatan sedini mungkin kepada mahasiswa kedokteran, dilakukan kunjungan ke fasilitas kesehatan. Agar dapat menemui dan melihat secara langsung individu dan anggota keluarga di rumahnya baiik orang sehat atau pasien, keluarga pasien, petugas kesehatan, pengelola ruang rawat, pimpinan fasilitas dan lainnya. Praktik Lapangan II diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berfikir kritis, memiliki kepedulian dan empati terhadap sesama manusia, baik individu atau sehat dan sakit, serta senantiasa menjadikan sebagai individu sebagai bagian dari keluarga dan komunitasnya. Sehingga bila dihadapkan pada masalah atau kasus kesehatan, melalui pembelajaran EBP3KH mampu mengenali isu dan dilema, menganalisis, serta menerapkan aspek aspek empati,bioetik dan pengembangan pribadi dan profesi dalam hubungannya dengan pasien, keluarga, komunitas, teman sejawat dan tenaga profesional lain yang terlibat.Penerapan keilmuan tersebut di lapangan berbentuk pengalaman belajar untuk memberi mahasiswa kesempatan mengenal masyarakat dalam satu unit keluarga serta layanan kesehatan.1.2 Tata Cara Praktik Lapangan II31. Praktik lapangan dipimpin oleh tutor.2. Tempat yang akan dikunjungi oleh setiap kelompok dipersiapkan dahul oleh tutor, yaitu fasilitas layanan kesehatan (rumah sakit,puskesmas,dll) yang dapat digunakan untuk mempraktekkan empati dan komunikasi.3. Tutor terlebih dahulu memberikan pengarahan praktik lapangan kepada mahasiswa. Tujuan kegiatan adalah mempraktikkan komunikasi efektif sambil mengobservasi aspek aspek, perilaku,etika,empati,nilai dan sistem nilai, hubungan antar manusia, serta etik profesi di tempat tersebut.4. Setiap mahasiswa mencatat segala sesuatu yang dilakukan, dialami, dan diamatinya selama kegiatan tersebut, termasuk faktor faktor penghambat dan penunjang komunikasi efektif yang dialaminya.5. Tutor bertanggung jawab atas kelancaran praktik lapangan dan memberi bimbingan kepada mahasiswa bila diperlukan.6. Hasil praktik lapangan dibahas dalam kelompok dan dirangkum dalam laporan kelompok.1.3 Tujuan Kegiatan3Tujuan kegiatan ini ialah agar mahasiswa mendapat pengalaman (self experience) berkomunikasi, sehingga mampu :1. Berkomunikasi efektif dengan menerapkan langkah langkah komunikasi secara benar.2. Menganalisis perilaku dokter dalam melakukan pemeriksaan pada pasien.3. Mencoba mendeteksi faktor faktor penghambat terciptanya komunikasi efektif antara dokter dengan pasien.1.4 Rancangan KegiatanTabel 1.1 Rancangan KegiatanSelasa, 9 Desember 2014Minggu II Modul EBP3KHDilaksanakan pengarahan mengenai praktek kerja lapangapangan pada provider kesehatan. Isi pengarahan mengenai persiapan dan pembagian Puskesmas masing masing kelompok, tata cara pengisian daftar tilik perilaku dokter-pasien.

Kamis, 11 Desember 2014Melakukan praktek kerja lapangan di Puskesmas Panarung. Membagi kelompok menjadi 2 sub kelompok masing masing sub kelompok terdiri dari 5 orang untuk melakukan pengamatan di masing masing poli yaitu poli anak dan poli umum. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bergantian dan kegiatan ini berlangsung dari jam 08.00 10.00 WIB.

BAB IIDASAR TEORI2.1 Definisi KomunikasiDitinjau dari etimologi, komunikasi berasal dari kata communicare yang berarti membuat sama. Definisi kontemporer menyatakan bahwa komunikasi berarti mengirim pesan.4 Komunikasi merupakan suatu proses sosial yang sangat mendasar dan vital dalam kehidupan manusia. Dikatakan mendasar karena setiap masyarakat manusia, baik yang primitif maupun yang modern, berkeinginan mempertahankan suatu persetujuan mengenai berbagai aturan sosial melalui komunikasi. Dikatakan vital karena setiap individu memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan individu individu lainnya sehingga meningkatkan kesempatan individu itu untuk tetap hidup.5 Konsep komunikasi menurut John R. Wenburg, William W. Wilmoth dan Kenneth K Sereno dan Edward M Bodaken terbentuk menjadi 3 tipe:4 1. Searah: pemahaman ini bermula dari pemahaman komunikasi yang berorientasi sumber yaitu semua kegiatan yang secara sengaja dilakukan seseorang untuk menyampaikan rangsangan untuk membangkitkan respon penerima. 2. Interaksi: pandangan ini menganggap komunikasi sebagi proses sebab-akibat, aksi-reaksi yang arahannya bergantian.3. Transaksi: konsep ini tidak hanya membatasi unsur sengaja atau tidak sengaja, adanya respon teramati atau tidak teramati namun juga seluruh transaksi perilaku saat berlangsungnya komunikasi yang lebih cenderung pada komunikasi berorientasi penerima.Pentingnya komunikasi bagi kehidupan sosial, budaya, pendidikan dan politik sudah disadari oleh para cendikiawan sejak Aristoteles hanya sekedar berkisar pada retorika dalam lingkungan kecil. Baru pada pertengahan abad ke-20 ketika dunia dirasakan semakin kecil akibat revolusi industri dan revolusi teknologi elektronik, maka para cedikiawan pada abad sekarang menyadari pentingnya komunikasi ditingkatkan dari pengetahuan (knowledge) menjadi ilmu (science).42.2 Unsur KomunikasiTerdapat beberapa macam pandangan tentang banyaknya unsur atau elemen yang mendukung terjadinya komunikasi. Ada yang menilai bahwa terciptanya proses komunikasi, cukup di dukung oleh tiga unsur, sementara ada juga yang menambahkan umpan balik dan lingkungan selain kelima unsur yang telah disebutkan. Paradigma Lasswell di atas menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima unsur komunikasi, yakni:5 a. Komunikator ( communicator, source, sender )b. Pesan ( message )c. Media ( channel, media )d. Komunikan ( communicant, communicatee, receiver, recipient )e. Efek (effect, impact, influence)

Tabel 2.1 Unsur Unsur Komunikasi

PENERIMAUMPAN BALIKEFEKMEDIAPESANSUMBER

Lingkungan

a.SumberSemua peristiwa komunikasi akan melibatkan sumber sebagai pembuat atau pengirim informasi. Dalam komunikasi antarmanusia, sumber bisa terdiri dari satu orang, tetapip bisa juga dalam bentuk kelompok misalnya partai, organisasi atau lmbaga. Sumber sering disebut pengirim, komunikastor atau dalam bahasa Inggrisnya disebut source, sender atau encode. b. PesanPesan yang dimaksud dalam proses komunikasi adalah sesuatu yang disampaikan pengirim kepada penerima. Pesan dapat disampaikan dengan cara tatap muka atau melalui media komunikasi. Isinya bisa berupa ilmu pengetahuan, hiburan, informasi, nasihat atau propaganda. Dalam bahasa Inggris pesan biasanya diterjemahkan dengan kata message, content atau information. c. MediaMedia yang dimaksud di sini adalah alat yang digunakan untuk memindahkan pesan dari sumber kepada penerima. Terdapat beberapa pendapat mengenai saluran atau media. Ada yang menilai bahwa media bisa bermacam-macam bentuknya, misalnya dalam komunikasi antarpribadi pancaindera dianggap sebagai media komunikasi.d.PenerimaPenerima adalah pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh sumber. Penerima bisa saja satu orang atau lebih, bisa dalam bentuk kelompok, partai atau negara.Penerima biasa disebut dengan berbagai macam istilah, seperti khalayak, sasaran, komunikan, atau dalam bahasa Inggrisnya disebut audience atau receiver. Dalam proses komunikasi telah dipahami bahwa keberadaan penerima adalah akibat karena adanya sumber. Tidak ada penerima jika tidak ada sumber. e.EfekPengaruh atau efek adalah perbedaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan,dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan. Pengaruh ini bisa terjadi pada pengetahuan, sikap dan tingkah laku seseorang, karena pengaruh juga bisa diartikan perubahan atau penguatan keyakinan pada pengetahuan, sikap dan tindakan seseorang sebagai akibat penerimaan pesan.f.Umpan balikAda yang beranggapan bahwa umpan balik sebenarnya adalah salah satu bentuk daripada pengaruh yang berasal dari penerima. Akan tetapi sebenarnya umpan balik bisa juga berasal dari unsur lain seperti pesan dan media, meski pesan belum sampai pada penerima.g.LingkunganLingkungan atau situasi adalah faktor-faktor tertentu yang dapat mempengaruhi jalannya komunikasi. Faktor ini dapat digolongkan atas empat macam, yakni lingkungan fisik, lingkungan sosial budaya, lingkungan psikologis, dan dimensi waktu.2.3 Proses KomunikasiSumber komunikasi atau komunikator me