Laporan Case VI Tuberculosis

Click here to load reader

  • date post

    14-Apr-2016
  • Category

    Documents

  • view

    17
  • download

    0

Embed Size (px)

description

tuberkulosis

Transcript of Laporan Case VI Tuberculosis

Vasculature of the lung & pleura

LAPORAN CASE 6 KELOMPOK D

TUBERCULOSISDiajukan untuk memenuhi salah satu tugas tutorial respiratory system pada

Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung

Disusun oleh:

KELOMPOK D

Rani Megawati. R10100104011

Saptaningtyas Widowati10100104037

Ilham Rizky Ernawan10100105008

Ananda Dinta Humaira10100105011

Moch. F. Afif Mocyadin10100105012

Resta Yuniar10100105015

M. Rizki Purwanto10100105020

Nyanyu Sania Dwi Putri. C10100105033

Jessie Arini10100105041

Rd. Fualam mustafa10100105048

UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG

FAKULTAS KEDOKTERAN

BANDUNG

2008

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan ke-hadirat Allah SWT karena atas rahmat, taufik dan hidayah-Nya penulisan laporan ini dapat diselesaikan. Laporan ini disusun sebagai laporan tugas tutorial kasus keenam.

Penulis menyadari bahwa selesainya penulisan laporan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak baik berupa bimbingan, hasil diskusi kelompok, buku-buku referensi serta hal lainnya. Oleh karena itu penulis berdoa mudah-mudahan segala bantuan yang telah diberikan selama ini akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT.

Pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat Yani Triyani,dr.,SpPK.,M.Kes sebagai tutor di kelompok D yang telah banyak memberikan bimbingan pada saat berlangsungnya aktivitas tutorial.

Penulis juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman-teman Kelompok D yang telah bekerjasama dalam melaksanakan tutorial kasus keenam.Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik membangun agar dapat memberikan yang lebih baik di kemudian hari. Akhir kata, mudah-mudahan laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukan.

Bandung, November 2008

PenulisBAB I

PENDAHULUAN

1.1 Alur Kasus

BAB II

PEMBAHASAN

ANATOMI PARU1. Paru-paru

Paru-paru merupakan organ vital dalam system respirasi.

Paru-paru yang sehat akan terlihat ringan, lembut dan spongy. Bersifat elastic dan recoil, 1/3 ukuran thoracic cavity.

Setiap paru-paru dipisahkan oleh mediastinum dan ditempelkan oleh root of the lung.

Jika root of the lung dipotong, maka akan terlihat susunannya :

Bronchi (disertai bronchial vessel)

Pulmonary artery

Superior dan inferior pulmonary veins Pulmonary plexus of nerves (sympathetic, parasympathetic dan visceral afferent fibers)

Lymphatic vesselsTabel 1.1 Perbedaan paru-paru kanan dan kiri (1)Paru KananParu Kiri

terdiri dari 3 lobus (lobus superior, middle dan inferior) terdiri dari 2 lobus (superior dan inferio)

memiliki oblique fissure dan oblique fissure memiliki oblique fissure

lebih besar, dan berat, lebih pendek dan lebar lebih kecil dan ringan

anterior margin ( lurus anterior margin ( ada cardiac notch

Setiap paru mempunyai :

Apex ( ujung superior yang tumpul pada paru-paru yang naik (ascending) ke atas setingkat 1st rib ke dalam root of the neck yang dilapisi oleh cervical pleura.

Three surface :

1. Costal surface of the lung

Large, smooth and convex

Behubungan dengan costal pleura yang memisahkan costal surface dengan ribs, costal cartilage dan intercostals muscle paling dalam.

Bagian paling posteriornya berhubungan dengan bodies of thoracic vertebrae dan kadang ditunjukan sebagai vertebral part of the costal surface.

2. Mediastinal surface of the lung

Concave, karena berhubungan dengan middle mediastinum, yang terdiri dari jantung dan pericardium.

Mediastinal surface meliputi hilum dan menerima root of the lung, dikeliling pleura ( pleural sleeve.

Pulmonary ligament menggantung secara inferior dari pleural sleeve disekitar lung root.

3. Diaphragmatic surface of the lung

Concave, membentuk base of the lung yang berpijak pada disphragma.

Cekungan yang lebih dalam disisi kanan karena posisi tertinggi pada right diaphragmatic dome yang membebani large liver.

Secara lateral dan posterior, diaphragmatic surface dibatasi oleh thin, sharp margin (inferior border) yang masuk kedalam costodiaphragmatic recess pada pleura.

Three borders :

1. Anterior border of the lung

Dimana costal dan mediastinal surface bertemu secara anterior dan overlap pada jantung, cardiac notch melekukan batasnya pada paru kiri.2. Inferior border of the lung

Membatasi diaphragmatic surface pada paru-paru dan memisahkan permukaan ini dari costal dan mediastinal surface.3. Posterior border of the lung

Dimana costal dan mediastinal surface bertemu secara posterior. Menyebar, mengelilingi dan terletak dalam rongga pada sisi thoracic region pada vertebral column.

Gambar 1.1: Divisions of thoracic cavity and lining of pulmonary cavity(dikutip dari Anatomi Moore)2. Aliran Limpatik pada Paru-paru Superficial (subpleural) lymphatic plexus terletak dalam pada visceral pleura.

Lymphatic vessels dari superficial plexus berdrainase kedalam bronchopulmonary lymph nodes (hilar lymph nodes) dalam hilum of the lung.

Deep lymphatic plexus terletak dalam submukosa bronchi dan dalam peribronchial connective tissue.

Lymphatic vessels dari deep plexuses awalnya berdrainase kedalam pulmonary lymphnodes, terletak sepanjang lobar bronchi. Kemudian berlanjut mengikuti bronchi dan pulmonary vessels ke hilum dimana mereka berdrainase juga kedalam bronchopulmonary (hilar) lymph nodes.

Lymph nodes dari superficial dan deep lymphatic plexuses berdrainase ke superior dan inferior tracheobronchial lymphnodes, superior dan inferior ke percabangan trachea dan main bronchi.

Paru kanan terutama berdrsinase pada nodes di sisi kanan dan lobus superior pada paru kiri terutama berdrainase melalui respective node di sisi kiri.

Lymph dari tracheobronchial lymphnodes masuk ke right dan left bronchomediastinal lymph trunks. Trunk ini biasanya berakhir di setiap sisi venous angle (junction of the subclavian dan internal jugular veins), meskipun right bronchomediastinal trunk pertama muncul dengan lymphatic trunk lain, berkumpul disini kemudian membentuk short right lymphatic duct.

Left bronchomediastinal trunk berakhir di thoracic duct.

Lymph dari parietal pleura berdrainase ke lymph nodes pada thoracic wall (intercostals, parasternal, mediastinal dan phrenic).

Sedikit lymphatic vessels dari cervical parietal pleura berdrainasi ke axillary lymphnodes.

Gambar 1.2 : lymphatic lung (dikutip dari Moore Anatomy)

Skema 1.1 lymphatic drainage of lung (dikutip dari Anatomi Moore)

Vasculature of the lungs and pleurae

Masing-masing paru-paru mempunya keunikan, mempunyai double: arterial blood supply(pulmonary and bronchial arteries) dan venous drainage (pulmonary and azygos veins).

Truncus pulmonalis

Arteri pulmonalis dextra dan sinistra

Arteri lobar dan segmental

Aorta

Left and righ bronchial artery

Small bronchial artery

Mensupply main bronchus

Ke cabang distal bronchiolus sampai bronchiolus respiratorius

Artery bronchiolus beranastomose dengan cabang artery pulmonalis pada dinding bronchiolus dan pleura visceral

Kapiler pulmonal

Bersatu menjadi vein besar

Vein pulmonal

Atrium kiri

Right bronchial vein

Azygos vein

Vena cava superior

Left bronchial vein

Hemiazgos vein

Vena cava superior

Innervation of lung and pleura Saraf paru dan pleura berasal dari pulmonary plexuses anterior dan terutama dari posterior root of the lungs

Nerve network mengandung parasympathetic fiber dari nerve vagus dan symphatetic fiber dari sympathetic trunks

Parasympathetic ganglion cells terdapat di dalam pulmonary plexuses dan sepanjang bronchial tree Sypathetic ganglion sel terdapat dalam paravertebal sympathetic ganglia pada sympathetic trunks Para sympathetic fiber dari nerve vagus merupakan :

Motor ke smooth muscle pada bronchial tree ((bronchoconstrictor) Inhibitory untuk pulmonary vessels (vasodilator))

Secretory untuk glands pada bronchial tree (secretomotor) Reflexive viseral afferent fiber dari nerve vagus menyebar ke :

Bronchial mukosa, berhubungan dengan tactile sensation untuk reflek batul

Bronchial muscle, untuk stretch recepton

Interalveolar connective tissue

Pulmonary artery, pressor receptors

Pulmonary veins , chemoreceptors

Viceral affrent fiber memediasi nociceptive impuls (untuk respon nyeri)

Sympathetic fiber

Inhibitory ke smooth muscle pada bronchial tree ((bronchodilator)

Motor untuk pulmonary vessels (vasoconstrictor))

Inhibitory untuk alveolar glands pada bronchial tree dan type II secretory epithelial cell pada alveoliTUBERKULOSIS Definisi

Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis complex(2) Epidemiologi Laporan WHO tahun 2004 menyatakan bahwa terdapat 8,8 juta kasus baru tuberkulosis pada tahun 2002. 3,9 juta adalah kasus BTA (Basil Tahan Asam) posisitf.

33 % dari seluruh kasus TB didunia, terjadi di asia tenggara.

Diperkirakan angka kematian akibat TB adalah 8000 setiap hari dan 2-3 juta setiap tahun.

Di Indonesia :

Menempati urutan ke-3 didunia untuk jumlah kasus TB.

Setiap tahun terdapat 250.000 kasus baru TB dan sekitar 140.000 kematian akibat TB(2)