Web viewDalam pembelajaran persamaan dasar akuntansi dapat mengatasii ... transaksi penjualan yang...

Click here to load reader

  • date post

    30-Jan-2018
  • Category

    Documents

  • view

    233
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Web viewDalam pembelajaran persamaan dasar akuntansi dapat mengatasii ... transaksi penjualan yang...

BAB 2.PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI

KOMPETENSI INTI

KI 3:Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

KI 4:Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

KOMPETENSI DASAR

3.1 Mendeskripsikan konsep persamaan dasar akuntansi

4.4Menerapkan konsep persamaan dasar akuntansi

PETA KONSEP

Dengan mengamati peta konsep anda dapat lebih mudah mempelajari tentang pencatatan transaksi dengan teknik tehnik persamaan dasar akuntansi

Struktur Dasar Persamaan

Akuntansi

Harta

Utang

Modal

Sama dengan

Ditambah

Pendapatan

Biaya

Rugi/Laba

-

=

KATA KUNCI

1. Harta

4. H = U + M

7. Perlengkapan

10. Piutang

2. Utang

5. Pendapatan

8. Peralatan

11. Prive

3. Modal

6. Beban

9. Laba

12. Rugi

KARAKTER YANG DIKEMBANGKAN:

Setelah mempelajari tentang persamaan dasar akuntansi diharapkan peserta didik dapat mengembangkan karakter sebagai berikut:

1. Religius.

Rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa oleh karena masih mendapat kesempatan mempelajari tentang persamaan dasar akuntansi dengan baik dan benar.

2. Mandiri.

Dengan mempelajari persamaan dasar akuntansi secara konseptual, prosedural dan faktual peserta didik dapat mandiri dalam mengerjakan tugas-tugas dari guru, hal ini akan menumbuh kembangkan hasil belajar yang optimal dengan kekuatan sendiri. sehingga diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai manusia yang mandiri.

3. Responsif.

Dalam pembelajaran persamaan dasar akuntansi dapat mengatasii secara dini masalah keuangan yang akan muncul, sehingga dapat terlaksana sesuai harapan. Jika diaplikasikan dalam proses pembelajaran dengan mengetahui hambatan dalam pembelajaran dapat direspon sehingga keberhasilan pembelajaran semakin meningkat.

4. Kreatif.

Dengan mempelajari persamaan dasar akuntansi, dapat terbentuk sikap kreatif dalam proses pembelajaran, sehingga dapat menemukan cara-cara pembelajaran yang berdaya guna dan berhasil guna sehingga hasil semakin optimal. sehingga diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai manusia yang kreatif.

TUJUAN PEMBELAJARAN:

Setelah mempelajari bab ini anda diharapkan dapat :

Konsep persamaan dasar Akuntansi

Analisis transaksi dan pencatatan dalam persamaan dasar akuntansi

A. PENDAHULUAN

Transaksi bisnis adalah kejadian atau kondisi ekonomi yang secara langsung mempengaruhi kondisi keuangan atau hasil operasi suatu perusahaan.Kejadian yang bersifat keuangan ini harus selalu dicatat secara teratur baik secara manual atau menggunakan peralatan elektronik atau menggunakan program komputerseperti mesin kas untuk mengetahui hak dan kewajiban dalam suatu usaha.

Mesin Kasir/ Cash register adalah suatu peralatan mekanik maupun elektronik untuk menghitung dan mencatat transaksi penjualan yang biasanya terintegrasi secara modul dengan laci (cash drawer) untuk menyimpan sejumlah mata uang. Cash register umumnya juga mengeluarkan hasil cetak (print) dari struk penjualan (receipt) untuk pelanggan.

Nah, untuk mengetahui lebih banyak bagaimana Konsep persamaan dasar Akuntansi, Analisis transaksi dan pencatatan transaksi keuangan ke dalam persamaan dasar akuntansi, bacalah pengembangan konsep di bawah ini.

B. PERSAMAAN AKUNTANSI

1. Pengertian Persamaan Akuntansi

Pencatatan sistematis dan teratur dalam akuntansi selalu membentuk suatu persamaan atau keseimbangan. Persamaan atau keseimbangan ini dicapai dengan mencatat kekayaan pada satu sisi dan sumber kekayaan itu pada sisi lain dengan jumlah sama besar. Perubahan dalam persamaan atau keseimbangan itu terjadi karena transaksi usaha. Transaksi ini akan mempengaruhi harta, utang, dan modal tetapi tetap akan membentuk suatu persamaan.

2. Prinsip Keseimbangan antara Harta dan Modal (Equity)

Pencatatan transaksi keuangan harus membentuk suatu persamaan.Artinya kondisi harta dan modal setelah pencatatan transaksi harus selalu seimbang.Bila terjadi ketidakseimbangan antara modal dan harta, maka pasti terdapat suatu kekeliruan dalam pencatatan.

Rumus Keseimbangan

1. Harta menunjukkan kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan sementara modal (equity) merupakan hak kepemilikan atas kekayaan tersebut. Jika suatu perusahaan memiliki harta sebesar Rp4.000.000,00 maka modal perusahaan juga harus sebesar Rp4.000.000,00. Hubungan ini dapat dinyatakan sebagai berikut.

Harta = Modal ......... (1)

2. Modal atau hak kepemilikan atas kekayaan terdiri dari dua tipe: (1) modal kreditor dan (2) modal pemilik. Modal kreditor menunjukkan utang perusahaan dan disebut juga sebagai kewajiban. Persamaan (1) di atas dapat diperluas menjadi:

Harta = Kewajiban + Modal Pemilik ......... (2)

Persamaan (2) juga memperlihatkan bahwa besar utangdapat dihitung dengan mengurangkan harta terhadapmodal:

U = H M ......... (3)

di mana:

U = utang atau kewajiban

H = harta atau aktiva

M = modal

Hal serupa juga dapat dilakukan untuk menghitung modal: d

M = H U ......... (4)

Selama menjalankan usaha, ada pengeluaran-pengeluaran untuk memperoleh pendapatan. Beban usaha ini akan mengurangi harta dan modal perusahaan, dan jika dirumuskan akan menjadi:

H = U + M B......... (5)

di mana B adalah beban usaha.

Pendapatan dari hasil kegiatan usaha akan menambah harta dan modal perusahaan, dan dapat dirumuskan menjadi sebagai berikut:

H = U + M B + P ......... (6)

di mana P adalah pendapatan yang diterima perusahaan dari menjalankan usahanya.

3. Pencatatan Transaksi dalam Persamaan Akuntansi

Tiap transaksi akan mempengaruhi komposisi dalam persamaan akuntansi. Transaksi itu dapat mengubah susunan harta, kewajiban, dan modal.Itulah mengapa setiap transaksi harus dianalisis terlebih dahulu, apakah mengubah susunan harta, kewajiban, atau modal, dan berapa jumlah masing-masing. Perhatikan contoh analisis transaksi di perusahaan reparasi Nusantara berikut ini. Nilai transaksi pada persamaan akuntansi (dalam ribuan rupiah) adalah.

Transaksi a: Modal

Tanggal 8 Maret 2014, Ibu Mela menyetorkan uang sebesar Rp40.000.000,00 untuk mendirikan usaha reparasi kendaraan bermotor roda empat. Usaha tersebut dinamakan usaha reparasi Permata.

Analisis Transaksi:

Uang yang disetorkan oleh pemilik mengakibatkan harta dalam perusahaan dalam bentuk kas bertambah. Sebagai akibatnya, kewajiban perusahaan terhadap pemilik, atau disebut modal, bertambah dalam jumlah sama besar, Rp40.000.000,00. Transaksi ini dicatat sebagai berikut.

Transaksi b: Sewa Gedung

Tanggal 10 Maret 2014, Ibu Mela menyewa gedung untuk tempat reparasi kendaraan selama satu tahun sebesar Rp19.200.000,00 tunai.

Analisis Transaksi:

Sewa gedung mengakibatkan harta berupa sewa gedung dibayardi muka bertambah, dan harta lainnya berupa kas berkurang dalam jumlah sama besar, Rp19.200.000,00. Transaksi akan dicatat sebagai berikut.

Transaksi c: Pembelian Perlengkapan

Tanggal 11 Maret 2014, dibeli perlengkapan (oli mesin, oli gardan, dan minyak rem) sebesar Rp10.600.000,00, dibayar tunai.

Analisis Transaksi:

Pembelian perlengkapan menimbulkan harta berupa perlengkapan bertambah. Di pihak lain, harta berupa kas berkurang dalam jumlah sama besar, Rp10.600.000,00. Transaksi ini dicatat sebagai berikut.

Transaksi d: Pembelian Peralatan Reparasi

Tanggal 12 Maret 2014, dibeli peralatan reparasi kendaraan sebesar Rp7.800.000,00 dibayar tunai Rp5.800.000,00 dan sisanya dibayar kemudian.

Analisis Transaksi:

Pembelian peralatan mengakibatkan harta berupa peralatan reparasi bertambah sebesar Rp7.800.000,00. Di pihak lain, harta berupa kas berkurang sebesar Rp5.800.000,00 dan timbul utang usaha sebesar Rp2.000.000,00. Transaksi ini dicatat sebagai berikut.

Transaksi e: Penerimaan Hasil Usaha Perusahaan

Tanggal 13 Maret 2014, diterima hasil reparasi dan servis kendaraan selama 2 minggu pertama sebesar Rp4.400.000,00.

Analisis Transaksi:

Penerimaan hasil usaha operasi perusahaan mengakibatkan harta berupa kas bertambah. Di pihak lain, modal bertambah dalam jumlah sama besar, Rp1.400.000,00. Transaksi ini dicatat sebagai berikut.

Transaksi f: Pembelian Perlengkapan

Tanggal 14 Maret 2014, dibeli lagi perlengkapan dengan harga Rp2.800.000, dibayar tunai sebesar Rp1.400.000,00, dan sisanya dibayar kemudian.

Analisis Transaksi:

Pembelian perlengkapan mengakibatkan harta berupa perlengkapan bertambah sebesar Rp2.800.000,00. Di pihak lain, harta berupa kas berkurang sebesar Rp1.400.000,00 dan utang usaha bertambah sebesar Rp1.400.000,00. Transaksi ini dicatat sebagai berikut.

Transaksi g: Pembayaran Upah Karyawan

Tanggal 15 Maret 2014, dibayar upah karyawan untuk 2 minggu pertama sebesar Rp4.600.000,00.

Analisis Transaksi:

Pembayaran upah karyawan mengakibatkan harta berupa kas berkurang. Di pihak lain, modal berkurang dalam jumlah sama besar, Rp4.600.000,00. Tra