KODE ETIK PROFESI BIMBINGAN DAN KONSELING INDONESIA (ASOSIASI BIMBINGAN DAN KONSELING INDONESIA )

download KODE ETIK PROFESI BIMBINGAN DAN KONSELING INDONESIA (ASOSIASI BIMBINGAN DAN KONSELING INDONESIA )

of 42

  • date post

    18-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    190
  • download

    3

Embed Size (px)

description

KODE ETIK PROFESI BIMBINGAN DAN KONSELING INDONESIA (ASOSIASI BIMBINGAN DAN KONSELING INDONESIA ). Disusun Oleh : Rima Sekarani I.N. (09104241008) Setia Kurniawan ( 09104241015) Yuli Nurfahmi (09104241017) Hara Permana ( 09104241029) Sri Ayu Puji Lestari ( 0910424134). - PowerPoint PPT Presentation

Transcript of KODE ETIK PROFESI BIMBINGAN DAN KONSELING INDONESIA (ASOSIASI BIMBINGAN DAN KONSELING INDONESIA )

Slide 1

KODE ETIK PROFESIBIMBINGAN DAN KONSELING INDONESIA(ASOSIASI BIMBINGAN DAN KONSELING INDONESIA)Disusun Oleh :Rima Sekarani I.N. (09104241008)Setia Kurniawan (09104241015)Yuli Nurfahmi (09104241017)Hara Permana (09104241029)Sri Ayu Puji Lestari (0910424134)BAB I PENDAHULUANAsosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) adalah organisasi profesi yang beranggotakan para pendidik & ahli bimbingan dan konseling minimal lulusan program studi sarjana (S1) bimbingan dan konseling atau lulusan program pendidikan profesi konselor.Dalam memberikan layanan, BK berdasarkan pada prinsip dasar profesionalitas, yaitu :Setiap individu dipandang atas dasar kemuliaan harkat dan martabat kemanusiaannyaSetiap individu memiliki hak untuk dihargai, diperlakukan dengan hormat dan mendapatkan kesempatan untuk memperoleh layanan BK yang bermutu secara profesionalProfesi BK memberikan pelayanan bagi individu dari berbagai latarbelakang kehidupan yang beragamSetiap individu berhak memperoleh informasi yang mendukung pengembangan diriSetiap individu berhak memahami pentingnya pilihan hidup dan bagaimana pengaruhnya untuk masa depannyaSetiap individu berhak dijaga kerahasiaannya.Kode etik profesi BK Indonesia bertujuan :Panduan perilaku berkarakter dan profesional bagi anggota organisasi dalam memberikan pelayanan BKMembantu anggota organisasi dalam membangun kegiatan pelayanan yang profesionalMendukung misi organisasi profesi, yaitu ABKINLandasan dan arah menghadapi permasalahan dari dan mengenai diri anggota asosiasiMelindungi anggota asosiasi dan sasaran layanan (konseli)Etika organisasi profesi BK adalah kaidah nilai dan moral sebagai rujukan bagi anggota organisasi melaksanakan tugas atau tanggungjawabnya dalam layanan BK kepada konseli.

Wajib dipatuhi dan diamalkan oleh seluruh jajaran pengurus dan anggota organisasi tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota.Landasan LegalDisamping AD/ART ABKIN, landasan legal kode etik organisasi profesi BK Indonesia adalah :

Pancasila, UUD 1945 NKRI, dan Bhineka Tunggal IkaUU No. 20 th.2003 tentang Sistem Pendidikan NasionalPeraturan Pemerintah Republik Indonesia No.19 th 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Pasal 28 ayat 1,2,3 tentang Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan)Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.74 th 2008 tentang GuruPeraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 22 th 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan MenengahPeraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No.27 th 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi KonselorDasar Standarisasi Profesi Konseling (DSPK) yang disusun dan diberlakukan oleh Dirjen Dikti mulai tahun 2003/2004Panduan Pengembangan Diri yang disusun dan diberlakukan oleh Pusat Kurikulum Badan Pengembangan dan Penelitian Pendidikan sejak th.2006BAB IIKUALIFIKASI,KOMPETENSI,&KEGIATANA. KualifikasiKualifikasi konselor adalah anggota ABKIN yang minimal sarjana pendidikan (S1) dalam bidang BK dan tamatan PPK.

B. KompetensiSebagai penyandang gelar profesi dalam bidang BK, konselor memiliki kompetensi sebagai berikut :Memahami secara mendalam konseli yang hendak dilayaniMenguasai landasan teoretik keilmuan pendidikan dan BKMenyelenggarakan pelayanan BK terhadap konseliMengembangkan pribadi dan profesionalitas diri secara berkelanjutanC. KEGIATAN PROFESIONALITAS1. Praktik Pelayanan Secara Umuma. Dinamika Pelayanan1) Konselor wajib menangani klien sesuai dengan kesepakatan antara keduanya2) Klien berhak mengakhiri hubungan dengan konselor jika dirasa perlu3) Konselor tidak melanjutkan hubungan bila klien tidak memperoleh manfaat4) Konselor membuat catatan ringkas mengenai kegiatan layanan dengan tetap menerapkan asas kerahasiaan.b. Hubungan Konselor dengan Klien1) Konselor wajib menghormati klien2) Konselor wajib menempatkan kepentingan klien diatas kepentingan konselor3) Konselor tidak diperkenankan melakukan diskriminasi tertentu terhadap klien4) Konselor tidak diperkenankan memaksa melakukan pelayanan tanpa izin pihak yang bersangkutan5) Konselor wajib memberi layanan kepada siapapun yang memerlukan, terlebih ketika keadaan darurat6) Konselor wajib memberikan pelayanan hingga tuntas sebagaimana diperlukan oleh klien7) Konselor wajib menjelaskan kepada klien tujuan konseling, sifat hubungan yang sedang dibina dan tanggung jawab masing-masing dalam hubungan profesionalitas konseling8) Konselor wajib memperhatikan kondisi klien ketika kegiatan layanan berlangsung.2. Praktik pada Unit KelembagaanDalam berpraktik pada unit kelembagaan seperti, satuan pendidikan, lembaga kedinasan (negeri/swasta), lingkungan kerja (perusahaan/industri), atau lembaga sosial kemasyarakatan:Konselor memahami visi, misi, tujuan, pola kerja dan nilai-nilaiyang berlaku dilembaga yang dimaksud, dengan ketentuan:1) Apabila visi, misi, tujuan, pola kerja dan nilai-nilai sesuai dengan konseling yang berkarakter dan memandirikan, konselor dianggap layak bekerja dilembaga tersebut2) Apabila visi, misi, tujuan, pola kerja dan nilai-nilai tidak sesuai dengan konseling yang berkarakter dan memandirikan, konselor dianggap tidak layak bekerja dilembaga tersebutb. Konselor ikut serta menjunjung dan mengimplementasikan visi, misi, tujuan, pola kerja dan nila-nilai yang berlaku melalui pelayanan bimbingan dan konselingc. Konselor memberikan pelayanan kepada seluruh sasaran layanan atau klien yang menjadi tanggung jawabnya di lembaga tempat bekerja dan klien0klien yang secara langsung meminta konselor memberikan pelayanan, dengan menerapkan segenap kaidah, kode etik profesional pelayanan konseling.3. Praktik pada Unit KeluargaDalam status sebagai konselor keluarga pada keluarga tertentu:Konselor mengenal dan menghormati kondisi keluargaKonselor memberikan pelayanan kepada seluruh anggota keluarga dengan menerapkan kaidah praktik dan kode etik profesional dalam pelayanan konseling.4. Praktik MandiriDalam status sebagai konselor mandiri (privat):Konselor Privat wajib memperoleh izin praktik dari organisasi profesi yakni ABKINKonselor memberikan pelayanan kepada seluruh warga masyarakat yang memerlukan bantuan.5. Dukungan Sejawat Profesional KonselorSetiap konselor harus saling menghormati dan mendukungJika dikehendaki konselor memberikan bantuan kepada rekan sejawatnya.6. Informasi dan RisetPenyampaian dan Penggunaan Informasi1) Catatan tentang diri klien seperti; wawancara, testing, surat-menyurat, rekaman dan data lain merupakan informasi yang bersifat rahasia dan hanya boleh dipergunakan untuk kepentingan klien.2) Penggunaan data/informasi dimungkinkan untuk keperluan riset atau pendidikan calon konselor sepanjang identitas klien dirahasiakan.3) Penyampaian informasi tentang klien kepada keluarganya atau anggota profesi lain membutuhkan persetujuan klien4) Keterangan mengenai informasi profesional hanya boleh diberikan kepada orang yang berwenang menafsirkan dan menggunakannya. b. Aplikasi Instrumentasi1) Suatu jenis instrumen hanya bisa diaplikasikan oleh konselor yang berwenang2) Testing dilakukan bila diperlukan data yang lebih luas tentang sifat, atau ciri kepribadian subyek untuk kepentingan pelayanan3) Konselor wajib memberikan orientasi yang tepat pada klien dan orang tua mengenai alasan digunakannya tes, arti dan kegunaannya.4) Penggunaan satu jenis tes wajib mengikuti pedoman atau petunjuk yang berlaku bagi tes tersebut.5) Data hasil testing wajib diintegrasikan dengan informasi lain baik dari klien maupun sumber lain6) Hasil testing hanya dapat diberitahukan pada pihak lain sejauh ada hubungannya dengan usaha bantuan kepada klien.c. RisetDalam melakukan riset konselor memperhatikan hal-hal berikut:1) Dalam mempergunakan riset terhadap manusia, wajib dihindari hal yang merugikan subyek2) Dalam melaporkan hasil riset, identitas klien sebagai subyek wajib dijaga kerahasiannya.BAB III PELAKSANAAN LAYANAN

A. PENGHARGAAN DAN KETERBUKAAN 1. Penghargaan terhadap Sasaran Layanana. Konselor menghargai klien sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaannya.b. Konselor menyadari dan menghargai klien sebagai individu dengan hak-hak pribadi dan kondisi multikultural dirinya.c. Konselor memahami permasalahan yang dialami klien dan memposisikannya sebagai subyek yang perlu dibantu, bukan menjadikan kesalahan klien sebagai objek layanan.d. Konselor memahami dan memposisikan klien sebagai subyek yang berpotensi untuk mampu mencapai solusi atas permasalahan yang dialaminya dan mengembangkan dirinya.

2. Kebenaran dan Keterbukaana. Konselor menangani masalah klien secara objektif atas dasar kebenaran dengan prinsip konselor tidak pernah memihak, kecuali pada kebenaran.b. Konselor mendorong klien untuk terbuka sehingga segala sesuatunya dapat dibahas dan dilayani secara mendalam, tuntas dan tepat.c. Konselor bertindak secara objektif, konkrit dan menghindari kerancuan peran dan sesuatu yang tidak jelas.

B. KERAHASIAAN DAN BERBAGI INFORMASI

1. Kerahasiaana. Konselor menempatkan informasi dari dan mengenai diri klien pada posisi yang sangat penting dan harus dirahasiakan sepenuhnya.b. Konselor berbagi informasi tentang diri dan kondisi sasaran layanan hanya seizin sasaran layanan sesuai asas kerahasiaan.

2. Berbagi Informasi dengan Pihak Laina. Dengan pegawai lembagab. Dengan Team Konselorc. Dengan Pihak sebagai Atasan Konselord. Dalam Memindahkan Informasi

3. Rekaman Data Konseling

a. Kerahasiaan rekamanb. Izin untuk merekamc. Izin untuk pengamatand. Rekaman bagi kliene. Bantuan dengan rekaman dataf. Membuka atau memindahkan rekamang. Penyimpanan dan pemutihan rekaman setelah konseling berakhir

4. Penelitiana. Persetujuan institusi atau lembagab. Informasi rahasia yang diperlukan dalam penelitian

c. SETTING LAYANAN

1. Suasana dan Sarana Fisika. Konselor menyelenggarakan pelayanan kepada klien di tempat yang dijamin keamanannya serta dalam suasana yang nyaman dan memberikan semangat.b. Pelayanan konseling dapat di