Kep.pariwisata Pengobatan Tradisional Fix

Click here to load reader

  • date post

    15-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    60
  • download

    1

Embed Size (px)

description

makalah rapus berbasis body manipulasi dalam keperawatan pariwisata

Transcript of Kep.pariwisata Pengobatan Tradisional Fix

KEPERAWATAN PARIWISATARAPUS BERBASIS BODY MANIPULASI

OLEH :KELOMPOK : 21. Ni Kadek Ariyastuti(P07120214007)2. Putu Epriliani(P07120214010)3. I Gusti Ayu Cintya Adianti(P07120214012)4. Ni Putu Novia Indah Lestari(P07120214016)5. Ni luh suci novi ariani(P07120214021)6. Pande Putu Setianingsih (P07120214022)7. Kadek Poni Marjayanti(P07120214026)8. Ni Putu Ayu Savitri(P07120214033)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES DENPASARDIV KEPERAWATAN TK.II / SEMESTER IVJURUSAN KEPERAWATAN2016KATA PENGANTAROm SwastyastuPuji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa/ Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah mata kuliah Keperawatan Pariwisata untuk proses pembelajaran di Politeknik Kesehatan Denpasar yang membahas tentang Rapus Berbasis Body Manipulasi tepat pada waktunya.Penyusunan makalah ini berkat bantuan dan motivasi berbagai pihak. Untuk itu dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan yang telah membantu dalam penelitian dan pengumpulan data.Kami menyadari makalah ini masih banyak kekurangan karena keterbatasan kemampuan penulis. Untuk itu kami mengharapkan saran dan kritik yang bersifat konstruktif sehingga kami dapat menyempurnakan makalah ini.Om Santih, Santih, Santih, Om

Denpasar, 12 Maret 2016

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar1Daftar Isi2BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang...5B. Rumusan Masalah..........6C. Tujuan Penulisan....................6D. Manfaat Penulisan ................7BAB II PEMBAHASANA. Konsep Terapi Komplementer ..81. Pengertian Terapi Komplementer ...92. Klasifikasi Terapi Komplementer .103. Penggunaan Terapi Komplementer ...11

B. Terapi Manipulatif dan Berbasis Tubuh .141. Pengertian Akupresur ...142. Sejarah Akupresur 153. Klasifikasi Akupresur ...174. Manfaat Akupresur ...185. Tekhnik Pemijatan Dengan Akupresur .186. Indikasi dan Kontraindikasi Pijatan ..19

C. Pengobatan Kiropratik Pijatan.261. Pengertian Kiropratik 262. Ibu, Bayi, dan Anak ..273. Tekhnik Penyembuhan Kiropratik 284. Tingkat Keamanan Kiropratik ...295. Manfaat Pijat Kiropratik ...29

D. Terapi fisika Nonkonvensional (Hidroterapi)311. Sejarah Hidroterapi .312. Pengertian Hidroterapi 323. Kualitas Penyembuhan Air ..334. Tekhnik Pengobatan Dengan Hidroterapi ...335. Jenis Perawatan Hidroterapi 386. Prinsip Hidroterapi ..39

BAB III PENUTUPA. Kesimpulan 42B. Saran ..42DAFTAR PUSTAKA

BAB IPENDAHULUAN1. Latar BelakangMenurut WHO (World Health Organization), pengobatan komplementer adalah pengobatan non-konvensional yang bukan berasal dari negara yang bersangkutan. Jadi untuk Indonesia, jamu misalnya, bukan termasuk pengobatan komplementer tetapi merupakan pengobatan tradisional.Pengobatan tradisional yang dimaksud adalah pengobatan yang sudah dari zaman dahulu digunakan dan diturunkan secara turun temurun pada suatu negara. Tapi di Philipina misalnya, jamu Indonesia bisa dikategorikan sebagai pengobatan komplementer.Terapi komplementer adalah cara Penanggulangan Penyakit yang dilakukan sebagai pendukung kepada Pengobatan Medis Konvensional atau sebagai Pengobatan Pilihan lain diluar Pengobatan Medis yang Konvensional.Salah satu terapi komplementer yang kini populer dimasyarakat adalah terapi akupresur.Terapi akupresur adalah perkembangan terapi pijat yang berlangsung seiring dengan perkembangan ilmu akupuntur karena tekhnik pijat akupresur adalah turunan dari ilmu akupuntur. Tekhnik dalam terapi ini menggunakan jari tangan sebagai pengganti jarum tetapi dilakukan pada titik-titik yang sama seperti yang digunakan pada terapi akupuntur. Ada beberapa jenis klasifikasi, cara, indikasi serta kontraindikasi dari terapi akupresur yang akan dijabarkan lebih jelas didalam makalah.Berdasarkan data yang bersumber dari Badan Kesehatan Dunia pada tahun 2005, terdapat 75 80% dari seluruh penduduk dunia pernah menjalani pengobatan non-konvensional. Di Indonesia sendiri, kepopuleran pengobatan non-konvensional, termasuk pengobatan komplementer ini, bisa diperkirakan dari mulai menjamurnya iklan iklan terapi non konvensional di berbagai media. Berdasarkan persentasi minat masyarakat terhadap terapi non-konvensional penulis tertarik untuk lebih mengenalkan terapi akupresur kepada seluruh masyarakat, oleh sebab itu kami menyusun materi terkait akupresur kedalam sebuah makalah.1. Rumusan Masalah1. Apakah pengertian dari terapi komplementer ?1. Apa sajakah klasifikasi terapi komplementer ?1. Bagaimanakah penggunaan terapi komplementer?1. Apakah pengertian dari Akupresur?1. Bagaimanakah sejarah dari dari Akupresur?1. Apa sajakah klasifikasi dari Akupresur ?1. Apakah manfaat dari Akupresur?1. Bagaimankah teknik pemijatan dengan dari Akupresur?1. Apa sajah indikasi dan kontraindikasi dari Akupresur?1. Apakah pengertian dari Kiropraktik?1. Bagimanakah teknik penyembuhan Kiropraktik?1. Bagaimanakah tingkat keamanan Kiropraktik?1. Apakah manfaat pijat Kiropraktik?1. Bagaimanakah sejarah hidroterapi?1. Apakah pengertian dari hidroterapi?1. Bagaimanakah kualitas penyembuhan dengan hidroterapi?1. Bagaimanakah teknik penyembuhan dengan hidroterapi?1. Apa sajakah jenis perawatan dengan hidroterapi?1. Apakah prinsip dari hidroterapi?

1. Tujuan Penulisan1. Tujuan UmumSetelah membahas tentang Terapi Akupresur mahasiswa mampu memahami Konsep Umum Terapi Akupresur.2. Tujuan Khusus2.1 Untuk mengetahui pengertian dari terapi komplementer 2.2 Untuk mengetahui klasifikasi terapi komplementer 2.3 Untuk mengetahui penggunaan terapi komplementer2.4 Untuk mengetahui pengertian dari Akupresur2.5 Untuk mengetahui sejarah dari dari Akupresur2.6 Untuk mengetahui klasifikasi dari Akupresur 2.7 Untuk mengetahui manfaat dari Akupresur2.8 Untuk mengetahui teknik pemijatan dengan dari Akupresur2.9 Untuk mengetahui indikasi dan kontraindikasi dari Akupresur2.10 Untuk mengetahui ntuk mengetahui pengertian dari Kiropraktik2.11 Untuk mengetahui Bagimanakah teknik penyembuhan Kiropraktik2.12 Untuk mengetahui tingkat keamanan Kiropraktik2.13 Untuk mengetahui Apakah manfaat pijat Kiropratik2.14 Untuk mengetahui sejarah hidroterapi2.15 Untuk mengetahui pengertian dari hidroterapi2.16 Untuk mengetahui kualitas penyembuhan dengan hidroterapi2.17 Untuk mengetahui teknik penyembuhan dengan hidroterapi2.18 Untuk mengetahui jenis perawatan dengan hidroterapi2.19 Untuk mengetahui prinsip dari hidroterapi

1. Manfaat PenulisanAdapun manfaat dari pembuatan makalah ini adalah untuk melatih dan menambah pengetahuan tentang Rapus Berbasis Body Manipulasi. Dan diharapkan agar mahasiswa/mahasiswi mengimplementasikan Rapus Berbasis Body Manipulasi tersebut

BAB IIISI

A. KONSEP TERAPI KOMPLEMENTERMenurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),Terapi adalah usaha untuk memulihkan kesehatan orang yang sedang sakit; pengobatan penyakit; perawatan penyakit.Komplementer adalah bersifat melengkapi, bersifat menyempurnakan.Menurut WHO (World Health Organization),Pengobatan komplementeradalah pengobatan non-konvensional yang bukan berasal dari negara yang bersangkutan, sehingga untuk Indonesia jamu misalnya, bukan termasuk pengobatan komplementer tetapi merupakan pengobatan tradisional. Pengobatan tradisional yang dimaksud adalah pengobatan yang sudah dari zaman dahulu digunakan dan diturunkan secara turun temurun pada suatu negara. Tetapi di Philipina misalnya, jamu Indonesia bisa dikategorikan sebagai pengobatan komplementer.Terapi Komplementeradalah cara Penanggulangan Penyakit yang dilakukan sebagai pendukung kepada pengobatan medis konvensional atau sebagai pengobatan pilihan lain diluar pengobatan medis yang Konvensional.Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan definisi pengobatan Komplementer tradisional-alternatif adalah pengobatan non konvensional yang di tunjukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, meliputi upaya promotiv, preventive, kuratif, dan rehabilitatif yang diperoleh melalui pendidikan terstruktur dengan kualitas, keamanan, dan evektivitas yang tinggi berandaskan ilmu pengetahuan biomedik tapi belum diterima dalam kedokteran konvensional. Dalam penyelenggaraannya harus sinergis dan terintregrasi dengan pelayanan pengobatan konvensional dengan tenaga pelaksanaanya dokter,dokter gigi, dan tenaga kesehatan lainnya yang memiliki pendidikan dalam bidang pengobatan komplementer tradisional-alternatif. Jenis pengobatan komplementer tradisional-alternatif yang daoat diselenggarakan secara sinergis dan terintergrasi harus di tetapkan oleh menteri kesehatan setelah memalui pengkajian.Terapi komplementer banyak menggunakan pada efektifitas dari beberapa terapi (Snyder dan lindquist, 1998). Florence nightingale menggambarkan penggunaan terapi komplementer, seperti musik, didalam perawatan holistik klien (nigthingale, 1860/1969).Surver di afrika mengemukakan bahwa 42% reponden menggunakan 1 atau lebih terapi komplementer (eisenberg dkk, 1998). Penggunaan terapi komplementer meningkatkan hampir 10% berdasarkan hasil survei tahun 90 (eisenberg dkk, 1993). Terapi komplementer lebih populer di Eropa daripada di Amerika Serikat (peletier, 2000). Di jerman penggunaan herbal merupakan bagian dari keperawatan kesehatan. Hasil penelitian tentang obat herbal menunnjukkan bahwa 70 90 % dari terapi kesehatan diseluruh dunia menggunakan terapi komplementer secara rutin sebagai bagian perawatan kesehatan ( kraitzer dan jansen, 2000).

1. Pengertian Terapi komplementerIstilah terapi modalitas dalam ilmu keperawatan lebih dikenal dengan terapi komplementer, terapi alternativ, terapi holistis, terapi nonbiomedis, pengobatan integratif atau perawatan kesehatan, perawatan nanalopati, dan perawatan nontradisional. Terapi modalitas merupakan metode pemberian terapi yang menggunakan kemampuan fisik atau elektrik. Terapi modalitas bertujuan untuk membantu proses penyembuhan dan mengurangi keluhan yang dialami klien ( lundy dan jenes , 2009). Terapi komplementer adalah istilah u