kelompok 1 adaptasi fisiologis

Click here to load reader

  • date post

    26-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    99
  • download

    2

Embed Size (px)

description

kelompok 1 adaptasi fisiologis neonatus.doc

Transcript of kelompok 1 adaptasi fisiologis

ADAPTASI FISIOLOGIS PADA NEONATUS

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi, Balita, Anak Prasekolah

Dosen : SITI AMINAH WALUYO Spd, MkesDisusun Oleh :

Amanda Putri

Asri Lestari

Intan Rosyanti

Randina MuthiahRetno Safitri Utami

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA IJURUSAN KEBIDANAN

Jalan RS. Fatmawati, Cilandak-Jakarta SelatanTelp/Fax. 021-7656536

TAHUN 2013KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya maka kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul ADAPTASI FISIOLOGIS PADA BAYI BARU LAHIR. Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi, Balita, dan Anak pra sekolah Politeknik Kementerian Kesehatan Jakarta 1.

Dalam Penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan keterbatasan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat diharapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi mahasiswa Politeknik Kementerian Kesehatan Jakarta 1 sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai, Amiin.

Penulis,

DAFTAR ISI

Table of Contents

3BAB 1 PENDAHULUAN

31.1 PENDAHULUAN

41.2 TUJUAN PENULISAN

41.2.1Tujuan Umum

41.2.2Tujuan Khusus

41.2.3Manfaat

5BAB II PEMBAHASAN

5Penyesuaian pada bayi baru lahir

6Sistem pernapasan

9Sistem Imun

12System thermoregulasi

13Perubahan Pada Sistem Sirkulasi

19Sistem Pencernaan Neonatus

24DAFTAR PUSTAKA

BAB 1PENDAHULUAN

1.1 PENDAHULUAN

Bayi baru lahir adalah usia bayi semenjak 0-28 hari atau satu bulan. Kelahiran seorang bayi adalah peristiwa yang besar untuk si bayi, karena harus segera menyesuaikan diri dengan dunia luar. Pada masa ini, organ bayi mengalami penyesuaian dengan keadaan diluar kandungan, dan inilah yang diperlukan untuk kehidupan selanjutnya. Kalau saat-saat ini gagal atau tidak sempurna maka kelanjutannya bayi terancam kelangsungan hidupnya. Resiko kematian pada jam-jam pertama itu lebih besar dari pada saat sehari sesudahnya, seminggu sesudahnya, apalagi setahun setelahnya. Organ-organ mengalami proses pematangan. karena itu masa itu sangat peka, dan bila tidak dilalui dengan baik, akan pula membahayakan kelangsungan hidupnya. Karena itu penting ditentukan pada bayi baru lahir: keadaan fisiknya, antara lain ditentukan oleh berat badan, umur kehamilan bayi lahir, keadaan prenatalnya. Bayi perlu mendapatkan pemeriksaan pertamanya sesudah ia mengalami proses adaptasi pada awal kelahirannya diluar kandungan ibu. Juga perlu diperiksa kemampuannya menerima rangsangan.Sebagai seorang tenaga kesehatan, bidan harus mampu memahami tentang beberapa adaptasi atau perubahan fisiologi bayi baru lahir (BBL). Hal ini sebagai dasar dalam memberikan asuhan kebidanan yang tepat. Setelah lahir, BBL harus mampu beradaptasi dari keadaan yang sangat tergantung (plasenta) menjadi mandiri secara fisiologi. Setelah lahir, bayi harus mendapatkan oksigen melalui sistem sirkulasi pernapasannya sendiri, mendapatkan nutrisi per oral untuk mempertahankan kadar gula darah yang cukup, mengatur suhu tubuh dan melawan setiap penyakit /infeksi.

1.2 TUJUAN PENULISAN

1.2.1Tujuan Umum

Untuk mengetahui gambaran secara umum tentang adaptasi fisiologis bayi baru lahir dari kehidupan intrauterine ke kehidupan ekstrauterin.

1.2.2Tujuan Khususa. Untuk memahami apa itu adaptasi fisiologis bayi baru lahir dari intrauterin ke ekstrauterin. b. Untuk mengetahui apa saja perubahan fisiologis yang terjadi pada bayi baru lahir dari intrauterin ke ekstrauterin. c. Untuk memahami tentang bayi baru lahir serta gangguan yang mungkin terjadi pada bayi baru lahir.1.2.3Manfaata. Mampu memahami apa itu adaptasi fisiologis bayi baru lahir dari intrauterin ke ekstrauterin.b. Mampu mengetahui apa saja perubahan fisiologis yang terjadi pada bayi baru lahir dari intrauterin ke ekstrauterin.c. Mampu memahami tentang bayi baru lahir serta gangguan yang mungkin terjadi pada bayi baru lahir.BAB II PEMBAHASAN

2.1Penyesuaian pada bayi baru lahirDalam uterus semua kebutuhan janin secara sempurna dilayani pada kondisi normal yaitu :

1. Nutrisi dan oksigen disuplai oleh sirkulasi ibu melaui plasenta

2. Produk buangan tubuh dikeluarkan dari janin melalui plasenta

3. Lingkungan yang aman disekat oleh plasenta, membrane dan cairan amnion untuk menghindari syok dan truma, infeksi dan perubahan dalam temperature

Perubahan fisiologis yang menonjol yang diperlukan pada bayi baru lahir adalah peralihandari sirkulasi plasenta atau janin ke pernapasan sendiri. Kehilangan hubungan plasenta berarti kehilangan penopang metabolis seluruhnya, terutama suplai oksigen dan pelepasan karbondioksida. Stress persalinan yang normal menimbulkan perubahan pola pertukaran gas plasenta, keseimbangan asam basa dalam darah dan aktifitas normal ini meningkatkan asfiksia janin (suatu kondisi hipoksemia, hiperkapnia dan asidosis) akan mempengaruhi penyesuaian janin ke kehidupan diluar uterus.

Pada saat bayi lahir, perubahan fisiologis telah terjadi dengan tujuan untuk memfasilitasi peyesuaian pada kehidupan diluar uterus. Penyesuaian bayi baru lahir yang utama adalah sebagai berikut :

1. Memulai dan memelihara pernapasan paru-paru

2. Memulai perubahan sirkulasi dengan tujuan untuk memastikan oksigenasi yang kuat pada seluruh tubuh.

3. Kemampuan untuk mengatur temperature tubuh

4. Kemampuan mencerna, mempertahankan dan mengabsorbsi zat makanan melalui saluran pencernaan.

5. Kemampuan untuk mengeliminasi semua sisa-sisa buangan tubuh

6. Kemampuan untuk mempertahankan semua fungsi pada sistem tubuh

7. Kemampuan untuk melindungi tubuh terhadap penyakit2.1.1Sistem pernapasan

Penyesuaian yang paling kritis dan segera terjadi yang dialami bayi baru lahir adalah penyesuain sistem pernapasan. Udara harus diganti oleh cairan yang mengisi saluran pernapasan sampai alveoli. Dari cairan menuju udara bayi cukup bulan mempunyai cairan di paru-parunya. Pada saatbayi melewati jalan lahir selama persalinan, sekitar sepertiga cairan ini diperas keluar dari paru-paru. Seorang bayi yang dilahirkan secara sectiocesaria kehilangan keuntungan dari kompresi rongga dada dan dapat menderita paru-paru basah dalam jangka waktu lebih lama. Denganbeberapa kali tarikan napas yang pertama udara memenuhi ruangan trakea dan bronkus BBL. Sisa cairan di paru-paru dikeluarkan dari paru-paru dan diserap oleh pembuluh limfe dan darah.Awal adanya napas

Faktor-faktor yang berperan pada rangsangan nafas pertama bayi adalah :

1) Hipoksia pada akhir persalinan dan rangsangan fisik lingkungan luarrahim yang merangsang pusat pernapasan di otak.

2) Tekanan terhadap rongga dada, yang terjadi karena kompresi paru-paru selama persalinan, yang merangsang masuknya udara ke dalamparu - paru secara mekanis. Interaksi antara sistem pernapasan,kardiovaskuler dan susunan saraf pusat menimbulkan pernapasan yang teratur dan berkesinambungan serta denyut yang diperlukan untukkehidupan.

3) Penimbunan karbondioksida (CO2).

Setelah bayi lahir, kadar CO2 meningkat dalam darah dan akan merangsang pernapasan.Berkurangnya O2 akan mengurangi gerakan pernapasan janin, tetapi sebaliknya kenaikan CO2 akan menambah frekuensi dan tingkat gerakan pernapasan janin.

4) Perubahan suhu.

Keadaan dingin akan merangsang pernapasan.

Surfaktan dan upaya respirasi untuk bernapas. Upaya pernapasan pertama seorang bayi berfungsi untuk :

1) Mengeluarkan cairan dalam paru-paru

2) Mengembangkan jaringan alveolus paru-paru untuk pertama kali.

Selama kehidupan dalam uterus, janin tidak membutuhkan paru-paru untuk mendapatkan oksigen, karena oksigen didapat dari darah ibu dengan cara sirkulasi plasenta. Bagaimanapun, jauh sebelum lahir, mekanisme bernapas telah dibentuk. Kuncup paru-paru janin mulai terbentuk pada usia kehamilahn 4 mgg, maka pada saat ini gerakan prapernapasan telah dimulai. Pembentukan cabang terus berlangsung. Dari buan ke enam, lobulus berkembang menjadi duktus alveolus dan duktus berkembang menjadi sakus alveolus yang menjadi alveoli sebenarnya pada bulan ke 2 kahidupan setelah lahir.

Agar alveolus dapat berfungsi, harus terdapat survaktan (lemaklesitin /sfingomielin) yang cukup dan aliran darah ke paru-paru. Produksi surfaktan dimulai pada 20 minggu kehamilan, dan jumlahnya meningkat sampai paru-paru matang (sekitar 30-34 minggu kehamilan). Fungsi surfaktan adalah untuk mengurangi tekanan permukaan paru dan membantu untuk menstabilkan dinding alveolus sehingga tidak kolaps pada akhir pernapasan.Tidak adanya surfaktan menyebabkan alveoli kolaps setiap saat akhir pernapasan, yang menyebabkan sulit bernafas. Peningkatan kebutuhan ini memerlukan penggunaan lebih banyak oksigen dan glukosa.Berbagai peningkatan ini menyebabkan stres pada bayi yang sebelumnya sudah terganggu.Karena sakus alveolus berkembang, epitel yang membatasi sakus tersebut menipis. Kapiler-kapiler paru menekan dinding sakus karena paru-paru dipersiapkan untuk pertukaran oksigen dan karbondioksida, menjelang akhir bulan ke-6 kehamilah. Selama minggu terakhir kehamilan, paru-paru mengeluarkan surfaktan yang mencegah sakus alveolus kolaps selama ekspirasi, menyebabkan atelektasis (dalam keadaan kolaps) di antara gangguan-gangguan lain. Pada saat lahir, oksigen dari plasenta terputus, terbentuk karbondioksida dalam darah bayi, dan bayi secara tiba-