KEGIATAN BELAJAR 4: Deklarasi Komitmen Diri · PDF file 2020. 8. 21. · saraf,...

Click here to load reader

  • date post

    09-Dec-2020
  • Category

    Documents

  • view

    0
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of KEGIATAN BELAJAR 4: Deklarasi Komitmen Diri · PDF file 2020. 8. 21. · saraf,...

  • Penguatan Integritas: Modul Belajar Mandiri bagi Program PPG 87

    KEGIATAN BELAJAR 4:

    Deklarasi Komitmen Diri

    “Tujuan utama pendidikan bukanlah penguasaan pengetahuan, melainkan aksi nyata dan tindakan”

    Anonim

  • 88 Penguatan Integritas: Modul Belajar Mandiri bagi Program PPG

    I. PENDAHULUAN

    Cukuplah bekal bagi anda untuk memahami dan menyadari bahwa integritas adalah pakaian seorang guru. Kini saatnya untuk mengaktualisasikan integritas dalam seluruh aspek kehidupan, sepanjang hayat dikandung badan. Yakinlah bahwa prinsip hidup ber- integritas merupakan jalan untuk menjalani profesi guru dengan penuh kebahagiaan dan kenikmatan. Godaannya akan sangat berat dan beragam, karena semua perilaku baik memang selalu diuji. Apakah kepribadian baik itu tulus sesuai karakter dan jati diri, atau hanya kamuflase. Tanpa ujian berat, integritas seseorang belum bisa dipastikan.

    Pada bagian ini anda akan mempelajari bagaimana proses aktualisasi prinsip hidup ber- integritas ditampilkan dalam keseharian guru, bukti-bukti apa yang dapat dilihat dan disaksikan dari pribadi guru berintegritas, serta karya-karya yang dapat dihadirkan se- bagai bukti penguatan integritas di kelas dan sekolah.

    Melalui kegiatan pembelajaran keempat ini, diharapkan setiap mahasiswa secara priba- di dapat mengembangkan beragam variasi aktualisasi diri dalam penguatan integritas, menunjukkan bukti-bukti hidup berintegritas serta menghasilkan karya sebagai wujud perilaku guru berintegritas.

    Tahapan pembelajaran yang dilakukan mahasiswa pada bagian ini adalah:

    1. Melakukan praktik aktualisasi perilaku berintegritas secara konsisten sesuai komit- men diri dalam segala aspek kehidupan;

    2. Menghadirkan bukti-bukti perilaku berintegritas melalui tindakan nyata (kepribadi- an) dalam segala segi kehidupan;

    3. Menghasilkan berbagai karya penguatan integritas baik berupa produk pembelaja- ran, karya seni, karya ilmiah, maupun karya lainnya yang memiliki dampak pada penguatan integritas.

    II. INTI

    A. CAPAIAN PEMBELAJARAN

    1. Mahasiswa mampu mengaktualisasikan perilaku berintegritas secara konsisten da- lam segala segi kehidupan sesuai komitmen diri;

    2. Mahasiswa mampu menunjukkan bukti komitmen sebagai orang yang berintegritas dalam segala segi kehidupan;

    3. Mahasiswa mampu menghasilkan karya nyata dalam upaya meluaskan gerakan penguatan integritas dalam segala segi kehidupan.

  • Penguatan Integritas: Modul Belajar Mandiri bagi Program PPG 89

    B. POKOK – POKOK MATERI

    1. Aktualisasi perilaku berintegritas; 2. Bukti-bukti komitmen berintegritas; 3. Karya nyata guru penggerak integritas;

    C. URAIAN MATERI

    Sudah waktunya, para guru menginsyafi bahwa kekuatan utama dirinya adalah inte-gritas. Bukan penguasaan materi ajar atau kefasihan berceramah. Pribadi yang ber- integritas mendekatkan setiap pribadi pada kebahagiaan hidup sesuai keyakinan agama. Terlebih integritas merupakan konsistensi dari suara hati manusia karunia Tuhan, yang tidak lekang oleh waktu.

    Meski zaman berubah, nilai kemanusiaan tetap melekat kuat. Ketika informasi dan materi ajar tersedia di mana saja dan kapan saja, segala jenis pekerjaan lebih cepat dilakukan dengan mesin, otomasi menjangkau segala pekerjaan rutin, dan komunikasi dapat dilakukan dari mana saja dan ke mana saja, manusia tetap dituntut untuk jujur, bertanggungjawab, disiplin dan peduli. Di era Society 5.0, integritas justru menjadi pra- syarat untuk tetap tangguh menghadapi berbagai gelombang perubahan.

    Menjadi guru apapun, tak ada pilihan selain menguatkan integritas diri. Saatnya meng- aktualisasikan dalam setiap desahan nafas, sepanjang hayat dikandung badan.

    1. Aktualisasi Perilaku Berintegritas

    Aktualisasi perilaku berintegritas dimulai dari ketika memikirkan, mengucapkan, dan melakukan sesuatu. Lalu apa yang terjadi ketika kita berpikir –baik atau buruk-- sebelum kita mengucapkan kata atau melakukan tindakan tertentu?

    a. Kendali dengan Cara Berpikir

    Cara berpikir begitu menentukan perilaku seseorang. Untuk memahaminya kita bisa dekati dari kaidah keilmuan, yakni kajian ilmiah tentang cara kerja otak manusia.

    Ketika kita memikirkan sesuatu, maka terjadi proses pelepasan neurotransmiter oleh satu neuron dan mengikat molekul neurotransmiter dengan reseptor (pene- rima) pada neuron lain. Neurotransmiter merupakan senyawa organik endoge- nus membawa sinyal di antara neuron. Pergerakan itu membangun hubungan antara struktur jaringan penyusun organ dan sistem koordinasi yang melibatkan

  • 90 Penguatan Integritas: Modul Belajar Mandiri bagi Program PPG

    saraf, hormon, dan bermuara pada alat indera.

    Struktur jaringan tersebut mendasari terbentuknya mekanisme dan regulasi yang membuat kita hidup, berpikir, berucap dan berperilaku. Koordinasi ini melibat- kan semua komponen, unsur, dan zat yang ada dalam tubuh kita yang bekerja secara kimiawi dan fisika. Koordinasi yang terjadi akan membangun sebuah konfigurasi sekaligus menjadi proses perekaman jejak, sehingga tidak ada jejak yang dapat dihapus.

    Sebagai contoh, bisakah kita menghapus perkataan yang telah terucap? Atau perilaku yang telah diperlihatkan?

    Proses itu mengakibatkan terbentuknya hubungan antara partikel-partikel yang ada dalam molekul-molekul pada otak kita membentuk sinyal-sinyal yang akan dikirim ke alamat tertentu di seluruh bagian tubuh kita, tanpa kecuali. Konfi- gurasi yang terbentuk akan berbeda ketika kita memikirkan sesuatu, baik atau buruk.

    Kira-kira apa yang terjadi ketika kita berfikir untuk berbohong, merekayasa ses- uatu yang salah sehingga terlihat seperti benar atau sebaliknya?

    Proses neurotransmiter akan mengirim sinyal semua alat indera dan terus ke seluruh tubuh. Secara berantai sinyal itu sampai ke semua bagian tubuh kita (wajah, mata, mulut, lidah, tangan, kaki dan seterusnya). Ketika sampai di mata, mata akan memancarkan sinar yang meyakinkan, sampai di wajah, wajahpun memancarkan rona yang meyakinkan, bagaimana bila sinyal itu sampai ke li- dah? Lidah akan mengeluarkan kata-kata yang terdengar enak dan meyakinkan. Ketika sinyal sampai di mulut, mulutpun bergerak dalam bentuk rupa yang me- yakinkan. Sesampainya di tangan, tanganpun akan menunjukkan gerakan-ge- rakan yang meyakinkan, begitupun ketika pesan itu sampai ke kaki, kaki akan mendukung semua yang telah ditunjukkan oleh organ-organ lainnya. Seluruh unsur dalam diri kita “beradaptasi” terhadap “perintah” yang lahir dari alam pikiran kita itu sehingga kita akan memproklamirkan kebohongan sebagai suatu kebenaran tanpa merasa bersalah.

    Lalu, apa artinya?

    Pikiran buruk yang sengaja kita munculkan itu menjadi tindakan sadar kita un- tuk membangun tatanan dan sistem koordinasi yang akan mengantarkan pe- san-pesan buruk itu ke seluruh tubuh kita. Seketika itu juga tubuh kita berubah wujud menjadi “buruk” dan tatanan yang telah kita bangun itu menjadikan diri

  • Penguatan Integritas: Modul Belajar Mandiri bagi Program PPG 91

    kita sebagai sosok manusia yang buruk. Pergerakan-pergerakan neuron terse- but menimbulkan jejak. Jejak yang terbentuk itu akan membekas dan bekasnya tidak akan pernah terhapus selamanya. Sekali jejak terbentuk, ia akan menjadi bagian yang mengutuhkan diri kita, selamanya.

    Ketika kita tertawa bahagia karena sukses membohongi orang lain, berarti keba- hagiaan kita itu merasakan kesuksesan kita merusak diri kita sendiri. Sama juga ketika kita berniat menfitnah seseorang, lalu agar fitnahan itu terlihat seperti benar, maka seluruh organ tubuh dan indera kita diperintah untuk meyakinkan lawan bicara bahwa yang kita sampaikan adalah kebenaran. Semua itu bisa ter- jadi karena ada reaksi kimia yang terjadi di otak dan menjalar ke semua ja ringan organ tubuh kita. Proses kimiawi itu meninggalkan jejak yang membekas se- lamanya. Artinya, jejak kebohongan itu dapat ditelurusi di kemudian hari bila diperlukan.

    Ketika kita berpikir dan merasa yakin untuk mampu berbohong, itu sebenarnya hanya ilusi dan tipuan belaka. Semua yang pernah kita pikirkan, katakan, dan lakukan akan terekam dan terungkap pada waktunya. Sekarang atau nanti, di dunia atau akhirat, itu hanya soal momen. Momen itu telah terpatri dan pasti akan kita lalui. Masihkah kita perlu berdusta?

    b. Contoh Konsistensi Berpikir-Berucap-Berperilaku

    Sebagaimana telah diuraikan di pembelajaran terdahulu bahwa integritas ada- lah konsistensi antara berpikir, berucap, dan berindak. Yang menjadi pegangan dalam berperilaku adalah kebenaran fitrah sebagai anugerah Yang Maha Kuasa yang dipancarkan melalui nilai-nilai karakter.

    Karakter dapat dikelompokkan ke dalam berbagai nilai, namun ketika menjadi perilaku, ia tidak mengacu pada nilai yang tunggal, melainkan saling keterkaitan antarnilai. Misalnya jujur terkait dengan tanggungjawab, disiplin dan peduli. Demikian pula jujur dengan peduli, mandiri dan kerja keras. Untuk memudah- kan, Tabel 4.1. menyajikan contoh konsistensi dalam berpikir, berucap dan ber- perilaku. Anda dapat menyusun kembali contoh ini lebih lengkap dan akurat disesuaikan dengan komitmen pribadi yang akan anda jalankan dalam keseha- rian hidup.

  • 92 Penguatan Integritas: Modul Belajar Mandiri bagi Program PPG

    Tabel 4.1. Contoh konsistensi dalam berpikir, berucap dan berperilaku sesuai nilai penguat intergritas

    Nilai utama

    Berpikir Berucap Berperilaku

    Jujur • Berpihak pada kebenaran

    • Jujur itu membaha- giakan

    • Apapun yang terja- di kehendak Yang Kuasa

    • Berkata baik ber- dasarkan fakta yang jelas ben