Kebijakan Pengedaran Uang Di Indonesia - bi.go.id .fungsi pengedaran uang juga sering dikenal dengan

download Kebijakan Pengedaran Uang Di Indonesia - bi.go.id .fungsi pengedaran uang juga sering dikenal dengan

of 61

  • date post

    02-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    232
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Kebijakan Pengedaran Uang Di Indonesia - bi.go.id .fungsi pengedaran uang juga sering dikenal dengan

Seri Kebanksentralan

No. 13

Kebijakan Pengedaran UangDi Indonesia

PUSAT PENDIDIKAN DAN STUDI KEBANKSENTRALAN (PPSK)

BANK INDONESIA

Hotbin SigalinggingEry Setiawan

Hilde D. Sihaloho

BANK INDONESIA

Seri Kebanksentralan ini diterbitkan oleh:

Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK)

BANK INDONESIA

Jl. MH. Thamrin No. 2, Gd. A lt. 18, Jakarta 10010

No. Telepon: 021-3817628, No. Fax: 021-3501912

e-mail: PPSK@bi.go.id

Penulis adalah peneliti pada Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan Bank Indonesia

Isi dalam tulisan ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis

Seri Kebanksentralan No. 13

Kebijakan Pengedaran UangDi Indonesia

Hotbin SigalinggingEry Setiawan

Hilde D. Sihaloho

PUSAT PENDIDIKAN DAN STUDI KEBANKSENTRALAN (PPSK)BANK INDONESIA

Jakarta, Juli 2004

ii

Hotbin Sigalingging, Ery Setiawan, Hilde D.Sihaloho

Kebijakan Pengedaran Uang Di Indonesia/Hotbin Sigalingging, Ery Setiawan, HildeD.Sihaloho -- Jakarta :

Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan

(PPSK) BI, 2004.

i-vii; 52 hlm.; 15,2 cm x 22,8 cm. (Seri

Kebanksentralan; 13)

Bibliografi: hlm. 42

ISBN 979-3363-12-6

iii

Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, padakesempatan ini Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK), BankIndonesia kembali menerbitkan buku seri kebanksentralan. Penerbitanbuku ini sejalan dengan amanat yang diemban dalam Undang-UndangNo. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, bahwa dalam menjalankantugas dan tanggung jawabnya Bank Indonesia senantiasa berupaya untukmewujudkan transparansi kepada masyarakat luas. Selain itu, sebagaisumbangsih dalam kegiatan wawasan dan pembelajaran kepadamasyarakat, Bank Indonesia juga terus berupaya meningkatkan kualitaspublikasi yang ditujukan untuk memperkaya khazanah ilmukebanksentralan.

Buku seri kebanksentralan merupakan rangkaian tulisan mengenaiilmu kebanksentralan ditinjau dari aspek teori maupun praktek, yang ditulisoleh para penulis dari kalangan Bank Indonesia sendiri. Buku seri inidimaksudkan untuk memperkaya khazanah kepustakaan menganaiberbagai aspek kebanksentralan terutama yang dilakukan Bank Indonesiasebagai Bank Sentral Republik Indonesia. Sebagai bacaan masyarakatumum, buku seri ini ditulis dalam bahasa yang cukup sederhana dan mudahdipahami, serta sejauh mungkin menghindari penggunaan istilah-istilahteknis yang kiranya dapat mempersulit pembaca dalam memahami isibuku.

Penulisan buku seri kebanksentralan ini diorganisir secara sistematisdengan terlebih dahulu menerbitkan buku seri mengenai aspek-aspekpokok kebansentralan, yaitu: (1) bidang moneter, (2) bidang perbankan,(3) bidang sistem pembayaran, dan (4) bidang organisasi dan managemanbank sentral. Selanjutnya masing-masing bidang dirinci dengan topik-topik khusus yang lebih fokus pada tema tertentu yang tercakup padasalah satu bidang tugas bank sentral. Dengan demikian sistematikapublikasi buku seri kebanksentralan ini analog dengan pohon yang terdiridari batang yang memiliki cabang dan ranting-ranting. Sebagaikelanjutan buku seri sebelumnya, pada kesempatan ini diterbitkan bukuseri yang terkait dengan bidang sistem pembayaran dengan topikKebijakan Pengedaran Uang di Indonesia. Buku ini membahas teori

Sambutan

iv

dan konsep umum kerangka kebijakan pengedaran uang dan pelaksanaankebijakan pengedaran uang di Indonesia, yang dimulai dari pengadaanuang sampai dengan penarikan uang dari peredaran.

Akhirnya, pada kesempatan ini kami menyampaikan terimakasih danpenghargaan kepada para penulis yang telah berusaha secara maksimalserta pihak-pihak yang telah memberikan kontribusi berharga dalampenyusunan buku ini. Semoga buku ini bermanfaat dan menambahkhazanah pengetahuan kita.

Jakarta, Juli 2004

Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan

Perry Warjiyo

Direktur

v

Walaupun dewasa ini sistem pembayaran nontunai berkembang dengancepat seiring dengan perkembangan teknologi dan innovasi di pasar uang,keberadaan uang kertas dan uang logam yang disebut dengan uang kartalmasih memegang peranan penting dalam perekonomian. Uang kartalmasih merupakan alat pembayaran yang efisien khususnya untukpembayaran transaksi yang bersifat perorangan dan yang bernilai nominalrelatif kecil. Disamping itu, uang kartal juga memiliki arti strategis dalamrangka menjaga kedaulatan suatu negara. Setiap negara merdeka selaluberupaya untuk memiliki mata uang negara sendiri sebagai alatpembayaran yang sah di negara bersangkutan. Penggunaan mata uangsendiri dinilai dapat menunjukkan kemandirian sebagai negara berdaulat.Oleh karena itu, tulisan mengenai berbagai aspek yang berkaitan denganuang kartal masih relevan dan menarik untuk memperkaya khasanahpustaka.

Pada dasarnya Buku Seri Kebanksentralan ini membahas mengenaisalah satu aspek mengenai uang kartal yakni kebijakan pengedaran uangkartal secara umum dan secara khusus di Indonesia. Secara umumdiuraikan mengenai kerangka kebijakan pengedaran uang yang terdiri daritujuan dan langkah-langkah strategis yang dibutuhkah dalam rangkamencapai tujuan kebijakan pengedaran uang. Disamping itu dibahas pulamengenai kebijakan pengedaran uang di beberapa negara. Secara khusus,kebijakan pengedaran uang di Indonesia diuraikan baik mengenai aspekkelembagaan dan pengelolaan pengedaran uang. Dari aspek kelembagaandijelaskan bahwa Bank Indonesia sebagai Bank Sentral Republik Indonesiamerupakan lembaga yang berfungsi sebagai bank sirkulasi denganwewenang khusus menerbitkan uang kartal. Dalam menjalankan fungsinyasebagai bank sirkulasi, Bank Indonesia merumuskan arah dan tujuankebijakan pengedaran uang dan mengelola pengedaran uang di Indonesia.Arah dan tujuan kebijakan pengedaran uang di Indonesia adalahmemenuhi kebutuhan uang di masyarakat dalam jumlah nominal yangcukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu, dan dalam kriteria yanglayak edar. Dalam rangka pencapaian tujuan tersebut pengelolaan uangmencakup kegiatan yang luas, mulai dari pencetakan, pengedaran,pencabutan/penarikan, dan pemusnahan uang. Sebagai pelengkap dibahaspula mengenai penanggulangan uang palsu di Indonesia.

Pengantar

vi

Dalam kesempatan ini, penulis menyampaikan banyak terimakasihkepada rekan-rekan di Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan,Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter, Direktorat StatistikEkonomi Moneter, dan Direktorat Pengedaran Uang. Secara khususpenulis menyampaikan terimakasih kepada Sdr. Ascarya yang telahmemberikan sumbangan berharga baik dalam bentuk sumbangan tulisanmaupun bahan-bahan bacaan yang secara substansif memperkaya materitulisan. Penulis juga tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepadaSdr. J.D. Parera yang telah mengedit bahasa dan pihak-pihak lain yangtidak dapat disebutkan satu per satu atas partisipasi dan masukan yangditerima penulis.

Penulis menyadari buku ini masih jauh dari sempurna, dan untuk itupenulis sangat menghargai apabila ada kritik dan masukan gunapenyempurnaan buku ini di masa yang akan datang. Akhirnya, semogabuku ini bermanfaat dan dapat menambah khasanah pengetahuan kita.

Jakarta, Juli 2004

Penulis

vii

Sambutan III

Pengantar V

Daftar Isi VII

Pendahuluan 1

Gambaran Umum Kebijakan Pengedaran Uang 4 Kerangka Kebijakan Pengedaran Uang 6

Sejarah Pengedaran Uang di Indonesia 9

Kebijakan Pengedaran Uang di Beberapa Negara 15

Kebijakan Pengedaran Uang di Indonesia 20 Umum 20 Managemen Pengedaran Uang 22 Pengeluaran Uang Rupiah 23 Perencanaan Distribusi Uang 30 Pengadaan Uang 33 Pengedaran Uang 34 Pencabutan dan Penarikan Uang 38 Pemusnahan Uang 39 Penanggulangan Uang Palsu 40

Daftar Pustaka 42

Lampiran 44Penanggulangan Uang Palsu 44

Daftar Isi

1

Pendahuluan

Sejarah perkembangan peradaban manusia menunjukkan bahwa uangmemiliki peranan strategis dalam perekonomian terutama karena fungsiutamanya sebagai alat pembayaran sehingga pada awalnya sering diartikanbahwa uang adalah sesuatu yang dapat diterima umum sebagai alatpembayaran. Namun, sejalan dengan perkembangan perekonomiankhususnya di bidang keuangan, fungsi dan peranan uang juga mengalamiperkembangan dan definisi uang juga mengalami penyesuaian dari waktuke waktu. Fungsi uang yang semula hanya sebagai alat pembayaranberkembang menjadi alat satuan hitung, alat penyimpan kekayaan, danalat penyelesaian utang-piutang1 . Di samping itu, dengan semakinberkembangnya sistem pembayaran, konsep uang yang semula hanyadalam bentuk uang tunai atau sering disebut dengan uang kartal yangterdiri dari uang kertas dan uang logam, dewasa ini semakin berkembangsistem pembayaran nontunai baik yang berbasis warkat maupunelektronik2 .

Kebijakan Pengedaran UangDi Indonesia

1 Untuk mengetahui lebih jelas mengenai uang, baca Solikin dan Suseno, Uang : Pengertian,Penciptaan, dan Peranannya dalam Perekonomian, Buku Seri No.1, Pusat Pendidikan danStudi Kebansentralan, Bank Indonesia, 2002.2 Uraian lengkap mengenai sistem pembayaran, baca Sri Mulyati Tri Subari dan Ascarya :Kebijakan Sistem Pembayaran di Indonesia, Buku Seri No.8, Pusat Pendidikan dan StudiKebanksentralan, Bank Indonesia 2003.

2

KEBIJAKAN PENGEDARAN UANG DI INDONESIA

Perkembangan penggunaan sistem pembayaran nontunai ternyata tidakmengurangi pentingnya keberadaan uang kartal dalam perekonomiankarena masyarakat tetap membutuhkan uang kartal khususnya untukpembayaran yang bersifat perorangan dan yang bernilai nominal relatifkecil. Oleh karena itu, pembahasan mengenai berbagai aspek yang terkaitdengan uang kartal masih merupakan topik yang relevan dan penting.Guna menyamakan pemah