Jurnal pbk terjemahan (1)

Click here to load reader

  • date post

    27-May-2015
  • Category

    Documents

  • view

    871
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Jurnal pbk terjemahan (1)

  • 1. TREND PPP BARU DALAM SEKTOR PERAIRAN & SANITASIAileen Anderson dan Jan G. Janssens (April 2011)Paper ini mengulas tentang perubahan dalam pendekatan Public-PrivatePartnership (PPP) di sektor air & sanitasi. Berdasarkan wawancara dengan 21profesional yang aktif terlibat di lapangan, analisis difokuskan ke empat area,yaitu kontrak, regulasi, keuangan dan keterlibatan stakeholder. Meski adabatasan dalam penggunaan wawancara sebagai sebuah metodologi, tujuan kitaadalah menentukan persepsi pakar dimana trend PPP mengarah.Meski ada penurunan dalam jumlah kontrak skala-besar yang dibuatperusahaan sektor privat internasional sejak 2001, PPP, khususnya di sektorprivat lokal dan nasional, masih aktif di dalam sektor air dan melayanibanyak populasi. Pemain lokal baru memainkan peran lebih besar dan utilitaspublik bahkan dikontrak untuk bekerja di jurisdiksi lain. Emphasis dibeberapa tahun terakhir berpindah dari konsesi jangka-panjang dan kontraksewa ke kontrak manajemen dan layanan basis-kinerja yang lebih pendek danlebih bertarget. Penyesuaian monitoring dengan target kinerja inimembutuhkan instrumen regulasi yang jelas. Meski begitu, ini minim dalamnegara berkembang karena kurangnya otonomi dan informasi tentangkeputusan regulasi yang harus dibuat. Ketika interferensi politik berhasilmembuat level tarif menjadi rendah, pendanaan mulai sulit, tapi opsipendanaan inovatif baru malah mengurangi batasan antara publik dan privat.Keterlibatan stakeholder muncul sebagai sebuah prioritas kuat, sedangkanakuntabilitas semua penyedia layanan perlu peningkatan akuntabilitas. Tigaarea baru yang merubah lansekap PPP adalah PPP dengan perusahaan lokal,PPP di kota kecil dan area rural, dan keterlibatan sektor privat lebih besar didalam pengolahan sanitasi dan air limbah.1

2. PENDAHULUANSelama beberapa tahun terakhir, Building Partnerships for Development inWater and Sanitation (BPD) menggunakan seperangkat alat yang mendukungperencanaan dan implementasi public private partnership (PPP) di dalamsektor air & sanitasi. Perangkat ini dibuat di tahun 2005 oleh konsorsiumSwiss, termasuk SDC, SECO dan Swiss Re. Sejak dibuat, ada evolusi dikonteks PPP, dan BPD mencoba memahami bagaimana perangkat inimemenuhi kebutuhan praktisi dan pembuat kebijakan di dunia berkembang.Paper ini mensinthesis opini pakar tentang trend terbaru dalam PPP,khususnya di empat area: kontrak, regulasi, keuangan dan keterlibatanstakeholder.METODOLOGITiga peneliti melakukan 21 wawancara telepon dengan profesional yang aktifterlibat di sektor air & sanitasi, tepatnya dengan format wawancara semi-terstruktur. Interviewee (terwawancara) diminta memberikan komentartentang trend baru dan tantangan masa depan, atau diminta mendiskusikanperkembangan terkait kontrak, regulasi, keuangan dan keterlibatanstakeholder. Wawancara dijalankan antara bulan Juli dan Nopember 2010dengan wakil dari berbagai organisasi, termasuk bank pembangunan, operatorsektor privat, lembaga pembangunan dan institusi akademis, dan sejumlahkonsultan independen yang aktif di area tersebut. Untuk menghasilkaninterpretasi yang akurat, semua interviewee diminta memberikan komentartentang draft awal dari paper.Nama-Nama Interviewee: .ULASAN PPPSejak tahun 2001, ada penurunan dalam jumlah tahunan kontrak PPP yang2 3. dibuat di sektor air & sanitasi. Banyak dari penurunan ini disebabkan olehgagalnya kontrak beresiko yang dibuat selama 1990-an, khususnya diAmerika Latin dan Afrika. Banyak kontrak yang diterminasi cenderungbernada politis dan menghasilkan susutan investasi signifikan bagi sektorprivat (dan juga sektor publik). Hasil dari ini adalah bahwa ada sebuahpendekatan oleh semua stakeholder ke kontrak PPP, yang menganggapkontrak sebagai satu opsi untuk reformasi infrastruktur. Tantangannya adalahbahwa penyedia layanan (baik publik dan privat) tidak dimintaitanggungjawab, dan diskusi transparan tentang siapa yang membayar biayalayanan penuh dan ekspansi yang dibutuhkan bisa dikatakan masih minim.Pada dasarnya, PPP adalah persoalan politk. Cerita suksesnya masih minim.Karena itu, sektor privat tidak lagi mau terlibat di pasar ini. World Bank jugamerubah kebijakannya dan tidak lagi menjadikan PPP sebagai syarat.Sekarang, World Bank lebih fokus ke perusahaan publik. PPP sepertimelemah.Meski begitu, bahkan dengan mayoritas utilitas yang ada di manajemen sektorpublik, PPP adalah satu hal di masa lalu. Sektor harus digerakkan keluar daridebat tentang publik versus privat menjadi diskusi konkrit tentang caramemastikan layanan terbaik dalam set batasan sumberdaya. Elemen kuncisudah dipasang, termasuk dukungan politik dan strategi untuk mengatasibatasan operasi dan layanan seperti regulasi efektif, pendanaan kontinyu,monitoring transparan dan keterlibatan stakeholder. Layanan berkualitas baikpastinya bisa dicapai, apapun model layanannya.Generasi kedua dari kontrak PPP muncul, dan ini mencerminkanbanyak pelajaran yang diambil di tahun 1990-an dan awal 2000-an. Kontrakyang terbaru berisi pendekatan yang spesifik-konteks dan lebih inovatif, dan3 4. karena itu, lebih cocok untuk negara berkembang. Meski tidak mudahdigeneralisasikan ke dalam trend global atau regional, beberapa tema besarmulai muncul, dan diringkas di paper ini, ditata seputar isu kontrak,pendanaan, regulasi dan keterlibatan stakeholder.Ada kecenderungan bahwa World Bank dan donor lain melihat sektor privatsebagai obat, tapi mereka memilih pendekatan yang lebih seimbang. Adakesan bahwa kontrak dengan operator privat hanyalah satu alat, tapi ini bukansatu-satunya.Tidak peduli apakah utilitas dijalankan oleh publik atau privat, ini harusdiperkenalkan sebagai bisnis dengan agent perairan bebas mencari dana darisumber berbeda.KONTRAKBatasan antara publik dan privat semakin minim. Utilitas publik bisamembuat kontrak internasional dengan negara lain. Contoh, ONEP (Maroko)memenangkan kontrak di Kamerun dan Vitens Evides Int (Belanda) bisamembuat kontrak di Ghana. Ada juga joint venture dan perjanjian perusahaancampuran dimana operator privat akan membagi andilnya dengan utilitaspublik atau municipality (seperti di kasus Cartagena, Kolombia dengan Aguasde Barcelona). Selain itu, ketika utilitas publik menginvestigasi opsipendanaan inovatif, ownership menjadi lebih kompleks. Contoh, menjualandil ke pasar saham di sebuah kasus beberapa tahun lalu memberikanpeluang bagi utilitas publik Sao Paulo, SABESP, untuk menambah dana bagipengeluaran modal. Pendekatan ini telah dicoba di Kolombia (Canal Isabel II)dan dengan Phnom Penh Water di Kamboja. Tatanan ini mendapatkesuksesan, tapi ini merumitkan garis akuntabilitas antara utilitas publik,shareholder, dan konsumen.4 5. Negara tertentu juga membuat kontrak PPP lebih banyak dibandinglainnya. Contoh, China, Rusia, sebagian Eropa Timur, dan Kolombia, telahmemperluas penggunaan PPP, sedangkan negara Amerika Selatan (sepertiBolivia dan Venezuela) malah melawan tipe tertentu dari perjanjian PPP.Meski begitu, secara general, ada perubahan global yang menjauh darikontrak konsesi dan semakin mendekat ke kontrak dengan investasi finansiallebih sedikit, seperti sewa dan kontrak manajemen dengan insentif basis-kinerja yang jelas. Meski ada sedikit investasi dalam perjanjian dengan sektorprivat, jumlah orang yang dilayani lewat PPP ternyata meningkat.Ada banyak jumlah PPP tapi jumlah yang diinvestasikan menurun. Ini terjadikarena ada lebih banyak kontrak manajemen dan lebih sedikit konsesi. Meskibegitu, jika anda melihat angka populasi yang dilayani semua tipe kontrak,anda bisa lihat bahwa ada peningkatan dalam jumlah orang yang dilayani.PPP masih digunakan secara luas.Kontrak Generasi BaruBanyak PPP adalah kontrak manajemen 3-5 tahun seperti yang terjadi diGhana, Algeria, Armenia dan Johannesburg. Dalam perjanjian ini, ownershipdan manajemen aset tetap berada di otoritas publik, dan sektor privatmembawa keahlian spesifik guna meningkatkan efisiensi, meningkatkanstruktur manajemen, dan membangun kapasitas. Di beberapa kasus, kontrakadalah stimulus perubahan dan membuka pintu pendekatan baru. Kontrakmungkin juga hanya spesifik ke satu bagian rantai. Contoh, di Jordana,kontrak privat hanya difokuskan ke peningkatan rasio tagihan. Di situasi lain,PPP berisi reformasi lebih luas, seperti PPP di Ghana. Kontrak manajemenbisa didukung oleh pendana sektor privat dan dianggap kurang beresikokarena imbas ketidakpastian ekonomi, ketidakstabilan politik, dan devaluasi5 6. mata uang. Meski begitu, karena investasi finansial bisa lebih rendah, ongkosmanajemen bisa berisi kadar resiko tinggi, tergantung cara keterkaitannyadengan peningkatan kinerja. Dengan kata lain, level resiko finansial bisasignifikan tergantung cara pengaturan pembayaran insentif dan berapa banyakkontrak yang didasarkan pada ongkos tetap.Interest untuk menciptakan kontrak manajemen antar entitas publikmulai meningkat, dan operator publik yang berkinerja baik mulaimenggunakan kontrak manajemen untuk meningkatkan kinerja operatorpublik lainnya. Contoh dari ini meliputi kontrak manajemen terbaru antaraVitens Evides International dan operator nasional di Ghana, atau diskusiantara Phnom Penh Water di Kamboja dan Vientiane di Laos. Bila ditatadengan benar, maka beberapa pendekatan tersebut memberikan peluang untukmembangun kapasitas di area manajemen kunci.Kontrak manajemen, meski begitu, memiliki batasan yang membatasitipe reformasi tersebut. Kontrak tersebut sering dibuat untuk menghasilkanperubahan cepat dan menang-cepat di periode 3-5 tahun, dan cenderungdifokuskan ke reformasi lebih mudah, seperti sistem informasi atau sistemtagihan. Di beberapa kasus, contohnya di Algeria, ini berisi transfer targetknow-how, yang dimaksudkan untuk mengembangkan kompetensi dan alatuntuk menjaminkan manajemen layanan jangka panjang yang lebih efektif. Dikasus lain, ini tidak berisi reformasi institusional besar seperti restrukturisasimanajemen, pelatihan staff, atau perencanaan investasi jangka panjang, yangsering dibutuhkan untuk mend