jurnal fix ok.docx

download jurnal fix ok.docx

of 31

  • date post

    28-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    11
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of jurnal fix ok.docx

" Improving patient safety in the operating theatre and perioperative care: obstacles, interventions, and priorities for accelerating progress"

Meningkatkan keselamatan pasien di ruang operasi dan perawatan perioperatif: hambatan, intervensi, dan prioritas untuk mempercepat kemajuan

Disusun Oleh :Kelompok Ners C

M. AlfianI1B110033M. Syaqib ArsalanI1B110038Nisya AndesitaI1B110008Ema YuandaI1B110209Tia NurcahyaniI1B110016Kurnia YuliantiI1B110025Maulidya SeptianyI1B110035Nor Afiffah AlfianaI1B110036

PROGRAM PENELITIAN ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT 2014Meningkatkan keselamatan pasien di ruang operasi dan perawatan perioperatif: hambatan, intervensi, dan prioritas untuk mempercepat kemajuanRingkasan: Publikasi dari To Err Is Human di Amerika Serikat An Organisation with a Memory di Inggris lebih dari satu dekade lalu menempatkan keselamatan pasien dengan tegas pada klinis dan agenda kebijakan. Untuk saat ini, bagaimanapun, kemajuan dalam meningkatkan keselamatan dan outcomes dari pasien rawat inap berkembang lebih lambat dibandingkan laporan dari tulisan ini. Di sini, pertama-tama penulis meninjau dan menganalisis beberapa alasan penyebab kurangnya kemajuan nyata dalam meningkatkan keselamatan pasien di seluruh spesialisasi kesehatan. Penulis kemudian fokus pada apa yang penulis percaya adalah bagian penting dari perawatan sistem kesehatan yang dapat memberikan kontribusi untuk keamanan tetapi juga untuk kesalahan tim kesehatan. Akhirnya, penulis meninjau intervensi pelatihan tim dan alat yang tersedia untuk penilaian dan peningkatan kinerja tim, penulis merekomendasikan berdasarkan bukti dasar yang ada yang memiliki potensi untuk meningkatkan keselamatan pasien dan outcomes dalam dekade mendatang. Kata kunci: komunikasi; pendidikan; kualitas kesehatan; Tim kesehatan; kepemimpinan; keselamatan pasienDalam 10 tahun terakhir, pelayanan kesehatan telah berubah secara dramatis. Laporan utama telah menyoroti kesalahan manusia dan peristiwa yang merugikan pasien, khususnya yang dirawat di rumah sakit, termasuk Institut of Medicines (IoM) yang diterbitkan Err Is Human pada tahun 1999 di USA dan dari Health Departemen (DH) Organisation with a Memory yang diterbitkan pada tahun 2000 di UK. Laporan ini diikuti juga oleh beberapa studi retrospektif perintis di Amerika Serikat, Australia, dan Inggris yang mendokumentasikan tingkat kesalahan rata-rata 10% di rumah sakit penerimaan, yaitu pada 10 pasien rawat inap rumah sakit adalah mungkin untuk menderita kesalahan selama di rawat di rumah sakit. Publikasi ini membawa fokus yang tajam pada isu-isu keselamatan pasien dalam perawatan kesehatan. Sebagai hasil dari publisitas ini dan pertumbuhan badan ilmiah dan literatur medis, keselamatan pasien telah menjadi bagian permanen dari kebijakan kesehatan dan agenda politik yang lebih luas. Banyak perubahan telah sejak dianjurkan untuk meningkatkan keselamatan pasien, termasuk mewajibkan rasio minimum perawat-pasien, mengurangi jam kerja dari trainee/dokter resident, memperkenalkan tugas masing-masing perawat yang dapat meningkatkan outcomes pasien, memperkenalkan checklist safety, dan meningkatkan ilmu saat simulasi dan latihan kerja sama tim. Pendanaan yang signifikan telah dihabiskan untuk mengembangkan dan mempromosikan intervensi tersebut dan untuk menghasilkan bukti dasar, melalui studi utama skala besar, yang akan membantu membuat kasus untuk menguji kemanjuran intervensi tersebut sebagai checklist keberhasilan intervensi tersebut dan pelatihan tim dalam meningkatkan proses perawatan dan outcomes pasien.Meskipun banyak penelitian, kebijakan laporan, dan ratusan intervensi untuk meningkatkan keselamatan pasien, kemajuan keseluruhan lebih lambat dari yang diharapkan. Sebuah studi baru berskala besar dari Amerika Serikat ditemukan bahwa tingkat kesalahan tetap relatif konstan selama beberapa tahun terakhir. Analisis serupa sebelumnya dari Inggris memiliki berbagai kesimpulan, dengan beberapa indikator keamanan membaik, orang lain memburuk, dan yang lain menunjukkan tidak ada perubahan. Meskipun banyak upaya telah dimasukkan ke dalam meningkatkan keselamatan pasien rawat inap, orang mungkin berpendapat bahwa dalam beberapa cara, hasilnya tetap kurang mengesankan.Tujuan penulis dalam artikel ini terdiri dari 3 hal. Pertama, mengkaji dan menganalisis alasan kurangnya kemajuan nyata dalam meningkatkan keselamatan pasien terutama di bidang pelayanan kesehatan. Kedua, fokus pada hal yang diyakaini merupakan bagian penting dari sistem kesehatan yang tidak hanya berkontribusi terhadap keselamatan tetapi juga pada kesalahan tim kesehatan. Terakhir, penulis meninjau pelatihan tim intervensi dan alat-alat yang tersedia saat ini untuk penilaian dan peningkatan kinerja tim dan tim keterampilan yang dapat digunakan dalam ruang operasi dan intensif care unit (ICU). Penulis menyimpulkan dengan sejumlah rekomendasi untuk perbaikan tim kesehatan.Apakah pelayanan kesehatan menjadi lebih aman?Fokus PenilaianMeskipun pertanyaan apakah perawatan berbasis rumah sakit menjadi lebih aman untuk pasien sangat mudah, hal ini menjadi semakin jelas bahwa jawabannya adalah kompleks, dengan berbagai alasan. Masalah pertama yang dihadapi adalah masih pada ketidaktersediaannya indikator keselamatan. Rumah sakit sistem di seluruh dunia bergantung pada berbagai coding skema untuk penyakit, pengobatan, dan komplikasi. Hal ini sering non-standar dalam entri mereka, sehingga sangat sulit untuk membandingkan tempat, negara, dan bahkan waktu yang bermakna. Untuk menambah kompleksitas, konsep 'indikator keselamatan pasien' diperbaharui; mengembangkan dan memvalidasi indikator secara ilmiah, permintaan dalam disiplin keselamatan pasien. Kekhawatiran kedua adalah bahwa pelaporan keselamatan skala besar sistem sebagai sarana untuk mengukur tingkat keselamatan pasien memiliki keterbatasan mereka sendiri. Sistem tersebut menjadi populer dan banyak yang diimplementasikan sebagai hasil dari IoM dan laporan DH, National Reporting and Learning system' (NRLS) adalah rekomendasi langsung dari laporan An Organisation with a Memory. Pertama kali diperkenalkan pada tahun 2003, database NRLS saat ini berisi lebih dari 6,5 juta insiden (data publik yang tersedia di www.nrls.npsa . Nhs.uk). Namun, pelaporan secara sukarela, biasanya dilakukan oleh tenaga keperawatan tanpa banyak melibatkan peran dokter, dan tidak diketahui benar kejadian kesalahan; studi terbaru menunjukkan bahwa insiden pelaporan menunjukkan 6% kesalahan yang ditemukan melalui kajian retrospektif terhadap riwayat pasien. Pelaporan pasien cenderung meningkat ketika 'safety alert' dari beberapa publikasi yang diterbitkan, sebagai wartawan akan menjadi lebih peka dan waspada terhadap topik spesifik. Untuk alasan pelaporan ini, insiden tampaknya menjadi penanda pengganti budaya-seperti keselamatan, bahwa rumah sakit yang melaporkan tingkat insiden yang lebih tinggi dari kesadaran keselamatan dan budaya di antara orang-orang yang berperan penting. Masyarakat umum membacakartu laporan (tersedia di Amerika Serikat) yang mengevaluasi sebuah rumah sakit dengan tingkat insiden yang mungkin lebih tinggi dari rumah sakit pesaing.MENYANGKUT PELAKSAANKeberhasilan intervensi dari keselamatan pasien sangat tergantung pada kualitas pelaksanaannya (bahkan mungkin lebih dari intervensi biomedis, misalnya obat baru). sebuah contoh nyata dari hal ini adalah pengenalan dari checklist keselamatan. Dipindahkan ke perawatan kesehatan dari industri berisiko tinggi lainnya (terutama penerbangan), daftar checklist keselamatan saat ini menjadi semakin populer. Perkembangan studi dasar, termasuk studi high-profile seperti proyek ICU Michigan Keystone, the WHO Surgical Safety Checklist international pilot evaluation,10 and the SURPASS checklist randomized controlled trial (RCT) in the Netherlands menunjukkan bahwa pengenalan checklist dapat meningkatkan hasil di banyak area klinis akut. Bagaimanapun checklist, bukan obat mujarab atau tidak selalu berhasil. Ilmuwan sosial dan kelompok riset Michigan berpendapat bahwa keberhasilan kisah 'checklist sederhana' yang tampaknya akan membuat headline kesehatan memjadi membingungkan. checklist tidak lebih dari solusi teknis: jika digunakan dengan benar, itu memastikan bahwa hal-hal tertentu akan ditinjau pada waktu tertentu. Jika masalah yang mendasari, bagaimanapun, melibatkan sikap-sikap yang buruk dan kurangnya budaya dari keselamatan maka diragukan bahwa checklist apapun akan membuat dampak positif pada keamanan. bahwa checklist bukan solusi 'murah dan ceria' untuk publik didanai UK National Health Service (NHS) terungkap oleh pengalaman awal menggunakan Checklist WHO dalam London rumah sakit pendidikan. Penggunaan Checklist WHO sangat bervariasi antara tiga bagian penyusunnya (SIGN IN, TIME OUT, SIGN OUT) dan juga dari waktu ke waktu. Tim penelitian mengamati checklist yang dilakukan hanya sebagian (misalnya SIGN OUT dihilangkan), dengan key participants yg tidak hadir di teater operasi (misalnya ahli bedah senior yang tidak hadir), atau dengan cara meremehkan. Checklist tidak unik dalam kompleksitas bundel pelaksanaan perawatannya, kinerja monitoring dan umpan balik, pelatihan tim, dan intervensi lainnya bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pasien semua bisa gagal di tahap implementasi. Kami berpendapat, karena itu, ini adalah penjelasan tambahan untuk kurangnya bukti kuat untuk perbaikan keselamatan skala luas jika intervensi keselamatan buruk diimplementasikan, potensi mereka untuk dampak positif pada hasil pasien akan dibatasi

Tim Kesehatan Dokter vs tim kesehatanKesehatan adalah suppport tim; tim merawat pasien. Tim kesehatan beroperasi di lingkungan ditandai oleh stres akut, beban kerja yang berat, sering membuat pengambilan keputusan yang tinggi (misalnya laparotomi tidak dapat dibatalkan jika nantinya tidak perlu) dan terjadinya kesalahan sangat tinggi. individu memiliki kemampuan terbatas. Dalam tinjauan klasik t