Job description bimbingan konseling

Click here to load reader

  • date post

    20-Jun-2015
  • Category

    Education

  • view

    831
  • download

    6

Embed Size (px)

description

Job Description bimbingan konseling

Transcript of Job description bimbingan konseling

2. JOB DESCRIPTION DESNI PURWANTI TEZAR LAKSANA PUTRA YOLLA DIATRY MARLIAN ZULFURNAEN 3. Siapa yang melaksanakan social worker visitting, or welfare worker Apa tujuan job description? Jika sekolah tidak ada job description apa yang terjadi?..... Azka: jika anak merasa nyaman dengan satu guru saja untuk bercerita.. Apakah menyalahi job description?... Syifa: jelaskan fungsional dan structural kepala sekolah? Cara kepala sekolah membimbing 40 siswa?... Ical: apakah semuanya harus ada di dalam sekolah? Apa maksud dari mentally retardet?... Imam: apakah job description menjadi sebuah keharusan?.... Yohana: kalo misalnya guru bk non profesional, bgaimana bisa menjadi mengatur job description?7 Jaka: sekolah mana yang mempunyai job description lengkap seperti ini?... 4. Tipe Petugas Bimbingan dan konseling di sekolah dan madrasah Tipe profesional Tipe non- professional 5. Para petugas Bimbingan Konseling Kepala Sekolah sebagai administrator (leader) Para Guru (teachers) Wali Kelas atau Guru Penyuluh (Teacher Counselor) Konselor (School Counselor) Psikolog (School Psychologist) Perawat (School Nurse) Dokter (School Doctor) Pisikeater (psychiatrist) Pekerja Sosial (Social Worker) Petugas Administrasi BK 6. Kepala Sekolah (administrator, leader) Memimpin penyusunan program bimbingan dan konseling serta pelaksananya di sekolah. Mengusahakan terpenuhinya tenaga (personil) yang bertugas melaksanakan program bimbingan dan konseling. Menentukan waktu pelaksanaan (scheduling) bimbingan dan konseling secara keseluruhan. Melengkapi sarana dan prasarana serta fasilitas yang diperlukan dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling. 7. Mengadakan in-service training Melakukan evaluasi proses dan hasil bimbingan dan konseling. Mengadakan penelitian yang faktor penghambat dan factor penunjang pelaksanaan dan hasil bimbingan konseling Mengadakan kerja sama dengan instansi lain ( 8. Para Guru (teachers) Melaksanakan pembelajaran yang bersifat membimbing dalam mata pelajaran yang diasuhnya Melaksanakan bimbingan kelompok di dalam kelas Membantu siswa memahami dirinya dan membantunya untuk menyadari potensi-potensi yang di milikinya dan menyadari kelemahan-kelemahannya Membantu siswa dalam memperbaiki kebiasaan- kebiasaan belajarnya. Membantu siswa mengembangkan sikap kerjasama Membantu siswa menikmati kesuksesannya (keberhasilan) dan kegagalannya 9. Memberikan pelayanan pengalaman belajar yang menanntang Memberikan pelayanan penempatan (placement) dalam kelas, dalam kelompok belajar, ekstrakurikuler, dalam jurusan yang sesuai, dsb Memberikan pelayanan informasi Memberikan pelayanan orientasi Memberikan pelayanan perencanaan pendidikan dan jabatan (pekerjaan) Memberikan pelayanan pengembangan kepemimpinan Mengidentifikasi kebutuhan dan masalah (problem) yang dirasakan (dialami) siswa Mengidentifikasi kesulitan-kesulitan dan gejala salah suai (maladjustment) siswa 10. Wali kelas atau guru penyuluh (teacher counselor) Alasan penetapan wali kelas sebagai tenaga konselor pun dikarenakan wali kelas dekat dengan siswanya sehingga wali kelas dapat dengan segera mengetahui berbagai persoalan siswanya. 11. Konselor (school counselor) Memberikan pelayanan studi tentang anak atau child study service Mengumpulkan dan menyusun data pokok tentang siswa yang dapat dipergunakan oleh semua petugas bimbingan dan konseling disekolah Memberikan pelayanan konseling bagi siswa yang mengalami lack of affection, over dependence, delinquency, stress, iner conflict, prustation, guilty feeling, neurosis, dsb 12. Bertanggung jawab tentang keseluruhan pelaksanaan konseling disekolah Bekerjasama dengan lembaga-lembaga di luar sekolah yang memberikan pelayanan yang berhubungan dengan bimbingan dan konseling terutama untuk keperluan referral Membantu para petugas bimbingan konseling lainnya di sekolah apabila dipandang perlu atau bila diperlukan oleh petugas bimbingan konseling di sekolah yang bersangkutan 13. Psikolog (school psikologist) menangani masalah-masalah yang berkaitan dengan tingkah laku menyimpang dan masalah-masalah kelainan fungsi dari unsur- unsur kepribadian siswa yang bersifat psikologist. Selain itu, psikolog juga menangani siswa yang memiliki mentally retardet baik yang memiliki kelebihan maupun kekurangan yang menonjol. 14. Perawat (school nurse) Memberikan informasi tentang kesehatan physik siswa agar para guru, orang tua dan administrator dapat memahami lebih baik tentang anaknya. Mengadakan inspeksi rutin terhadap siswa yang dilaporkan sakit Membantu dokter sekolah Membantu recourts kesehatan Mengadakan panggilan rumah bila perlu Memerintahkan anak agar melaksanakan hidup secara sehat dengan baik Ikut serta sebagai anggota tim bimbingan 15. Dokter (school doctor) Dokter sekolah bertugas memberikan terapi atau mengobati para siswa yang menderita sakit fisik atau jasmani dan memberikan alternatif cara yang menghindari atau mencegahnya. 16. Psikiater (school psychiatrist) Psikiater mempunyai tugas melakukan konsultasi dengan siswa yang mengalami gangguan kejiwaan (neurose), baik yang masih ringan maupun yang sudah tergolong berat dengan tujuan agar siswa kembali normal, memiliki jiwa yang sehat (mental health) 17. School Social Workers, Visiting Teacher, Or Welfare Worker Social worker: memberikan informasi tentang kesejahteraan anak kepada guru dan bagaimana sebaiknya anak itu di tolong community agency Welfare worker: menghubungkan pelayanan masyarakat dengan sekolah, menghubungkan masalah-masalah rumah tangga tersebut yang dapat mempengaruhi kemajuan sekolah. Kedua petugas itu (social worker dan welfare worker) sebenarnya berhubungan dengan masalah yang sama, yaitu sekolah dan keluarga apabila hubungan keduanya tidak harmonis. Welfare worker lebih spesifik lagi menarik minat masyarakat dalam masalah tersebut. Tujuan pekerjaan mereka ialah mengintegrasikan keluarga dengan sekolah untuk kesejahteraan masyarakat. 18. School social worker: menyelidiki masalah-masalah yang timbul disekolah sebagai akibat kondisi-kondisi rumah tangga 19. Visiting teacher: memasukan school room right ke dalam lingkungan rumah tangga 20. Welfare worker: menghubungkan pelayanan masyarakat dengan sekolah, menghubungkan masalah-masalah rumah tangga tersebut yang dapat mempengaruhi kemajuan sekolah. Kedua petugas itu (social worker dan welfare worker) sebenarnya berhubungan dengan masalah yang sama, yaitu sekolah dan keluarga apabila hubungan keduanya tidak harmonis. Welfare worker lebih spesifik lagi menarik minat masyarakat dalam masalah tersebut. Tujuan pekerjaan mereka ialah mengintegrasikan keluarga dengan sekolah untuk kesejahteraan masyarakat. 21. Petugas administrasi BK Mengisi kartu pribadi siswa Menyimpan catatan-catatan (record) dan data lainnya Menyelsaikan laporan dan pengumpulan data tentang siswa Mengirim dan menerima surat panggilan dan surat pemberitahuan Menyiapkan alat-alat atau formulir-formulir pengumpulan data siswa seperti angket, pedoman observasi, pedoman wawancara, riwayat hidup, sosiometri dan sosiogram, kunjungan rumah, panggilan orangtua, pemeriksaan kesehalan dan pemeriksaan psikologis.