Jejak manusia purba di sangiran

download Jejak manusia purba di sangiran

of 22

  • date post

    17-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    261
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Jejak manusia purba di sangiran

KARYA TULIS ILMIAHJEJAK MANUSIA PURBA DI SANGIRAN

DI SUSUN OLEH:Nama: Intan NovitasariKelas: X IIS4

SMA NEGERI 1 PUNGGURTAHUN PELAJARAN 2014-2015

KATA PENGANTARPuji syukur saya ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya bisa menyelesaikan penyusunan karya Tulis Jejek Manusi Purba Di Sangiran untuk menunjang tugas pembelajaran atau pembahasan Sejarah Jejek Manusia Purba Di Sangiran.Penyusun karya tulis ini menunjang pembelajaran mengenai Sejarah Manusia Purba Di Sangiran agar tidak terlupakan dari masa kemasa.Terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu penyelesaian karya tulis ini sehingga dapat terselesaikan dengan baik. Semoga karya tulius ini dapat membantu proses pembelajaran Sejarah Manusia Purba Di Sangiran terutama bagi diri saya sendiri dan teman-teman.Saya menyadari bahwa karya tulis ini masih terdapat banyak kesalahan, sehingga saya membutuhkan kritik dan saran dari semua pihak yang menunjang atau dapat membantu memperbaiki karya tulis ini.Punggur, 2014Penyusun

Intan Novita Sari

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL iKATA PENGANTAR iiDAFTAR ISI iiiBAB I PENDAHULUAN 1A. LATAR BELAKANG 1B. RUMUSAN MASALAH 2C. TUJUAN PENULISAN 2D. MANFAAT PENULISAN 2BAB II PEMBAHASAN 3A. Sejarah Terbentuknya Museum Purbakala Sangiran 3B. Keadaan Geo-Stratigrafi Dan Pertanggalan Manusia Purba Homo Erectus 6C. Pemeliharaan Dan Pelestarian Benda-Benda Yang Terdapat Di Museum Sangiran 10D. Pengembangan Museum Purbakala Sangiran 14BAB III PENUTUP 17A. KESIMPULAN 17B. SARAN 28DAFTAR PUSTAKA 19

BAB IPENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang diandalkan pemerintah untuk memperoleh devisa dari penghasilan non migas. Peranan pariwisata dalam pembangunan nasional, disamping sebagai sumber perolehan devisa juga banyak memberikan sumbangan terhadap bidang-bidang lainnya, diantaranya menciptakan dan memperluas lapangan usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat dan pemerintah, mendorong pelestarian lingkungan hidup dan budaya bangsa, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Indonesia mempunyai potensi besar untuk menjadi kawasan tujuan wisata dunia, karena mempunyai tiga unsur pokok yang membedakan Indonesia dengan negara lain. Hal tersebut merupakan daya tarik wisatawan untuk mengunjungi Indonesia, karena rasa keingintahuannya, potensi pertama adalah masyarakat (people), masyarakat Indonesia terkenal dengan keramahannya dan bisa bersahabat dengan bangsa manapun, potensi kedua adalah alam (nature heritage), Indonesia mempunyai alam yang indah, yang tidak dipunyai negara-negara lain, misalnya pegunungan yang ada di setiap pulau, pantai yang indah, goa, serta hamparan sawah yang luas dan enak untuk dinikmati, potensi ketiga adalah budaya (cultural heritage), Indonesia merupakan negara yang mempunyai kekayaan budaya yang beragam.

Setiap suku, Kota, dan pulau mempunyai ciri khas, baik dari segi logat, baju, bangunan rumah, musik, maupun upacara-upacara adat dan transportasi tradisionalnya, semuanya menjadi ciri khas bangsa Indonesia sebagai bangsa yang kaya budaya, ketiga unsur tersebut yang akan mendukung pesatnya kemajuan pariwisata Indonesia. Indonesia dikenal mempunyai sejarah dan budaya yang beraneka ragam, budaya juga meliputi sistem pengetahuan dan sistem ide gagasan yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, seperti pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni dan lain-lain, yang semuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

B. RUMUSAN MASALAH1. Bagaimana sejarah terbentuknya Museum Purbakala Sangiran?2. Bagaimana keadaan geo-stratigrafi danpertanggalan manusia purbaHomo erectusyang ada di Sangiran?3. Bagaimana pemeliharaan dan pelestarian benda-benda yang terdapat di museum sangiran4. Bagaimana pengembangan situs sangiran?

C. TUJUAN PENULISAN1. Bagaimana sejarah terbentuknya Museum Purbakala Sangiran?2. Bagaimana keadaan geo-stratigrafi danpertanggalan manusia purbaHomo erectusyang ada di Sangiran?3. Bagaimana pemeliharaan dan pelestarian benda-benda yang terdapat di Museum Purbakala Sangiran?4. Bagaimana pengembangan Museum Purbakala Sangiran?

D. MANFAAT PENULISAN1. Mengenali keadaan geologi umum daerah Sangiran dan membandingkannya dengan data literatur.2. Menambah pengetahuan tentang Museum Purbakala Sangiran3. Menambah referensi tentang Museum Purbakala.

BAB IIPEMBAHASAN

A. Sejarah terbentuknya Museum Purbakala SangiranSangiran adalah sebuah situs arkeologi (Situs Manusia Purba) di Jawa, Indonesia.Sangiran terletak di sebelah utara Kota Solo dan berjarak sekitar 15 km (tepatnya di desa krikilan, kec. Kalijambe, Kab.Sragen). Gapura Situs Sangiran berada di jalur jalan raya SoloPurwodadi dekat perbatasan antara Gemolong dan Kalioso (Kabupaten Karanganyar).Gapura ini dapat dijadikan penanda untuk menuju Situs Sangiran, Desa Krikilan.Jarak dari gapura situs Sangiran menuju Desa Krikilan 5 km.

Situs Sangiran memunyai luas sekitar 59, 2 km (SK Mendikbud 070/1997) secara administratif termasuk kedalam dua wilayah pemerintahan, yaitu: Kabupaten Sragen (Kecamatan Kalijambe, Kecamatan Gemolong, dan Kecamatan Plupuh) dan Kabupaten Karanganyar (Kecamatan Gondangrejo), Provinsi Jawa Tengah (Widianto & Simanjuntak, 1995). Pada tahun 1977 Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya. Oleh Karenanya Dalam sidangnya yang ke 20 Komisi Warisan Budaya Dunia di Kota Marida, Mexico tanggal 5 Desember 1996, menetapkan Sangiran sebagai salah satuWarisan Budaya Dunia World Heritage List Nomor : 593.Dengan demikian pada tahun tersebut situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

Pada awalnya Sangiran adalah sebuah kubah yang dinamakanKubah Sangiran. Puncak kubah ini kemudian melalui proseserosisehingga membentuk depresi. Pada depresi itulah dapat ditemukan lapisan tanah yang mengandung informasi tentang kehidupan di masa lampau.Museum Sangiran beserta situs arkeologinya, selain menjadi obyek wisata yang menarik juga merupakan arena penelitian tentang kehidupan pra sejarah terpenting dan terlengkap di Asia, bahkan dunia.

Di museum dan situs Sangiran dapat diperoleh informasi lengkap tentang pola kehidupan manusia purba di Jawa yang menyumbang perkembangan ilmu pengetahuan seperti Antropologi, Arkeologi, Geologi, Paleoanthropologi.Di lokasi situs Sangiran ini pula, untuk pertama kalinya ditemukan fosil rahang bawah Pithecantropus erectus (salah satu spesies dalam taxon Homo erectus) oleh arkeolog Jerman, Profesor Von Koenigswald.Di area situs Sangiran ini pula jejak tinggalan berumur 2 juta tahun hingga 200.000 tahun masih dapat ditemukan hingga kini.Relatif utuh pula.Sehingga para ahli dapat merangkai sebuah benang merah sebuah sejarah yang pernah terjadi di Sangiran secara berurutan.

Bentang lahan situs tersebut meliputi areal seluas 48 km2yang berbentuk seolah seperti kubah(dome), sehingga situs tersebut dinamakan dengan SangiranDome.Situs Sangiran merupakan salah satu situs manusia purba yang sangat berperan penting dalam perkembangan penelitian di bidangpalaeoanthropologydi Indonesia.Pada tahun 1934 penelitian yang dilakukan oleh G.H.R. von Koenigswald yang menemukan beberapa alat sepih yang terbuat dari batu kalsedon di atas bukit Ngebung, arah Baratlaut SangiranDome.

Berdasarkan penelitian geologis, situs Sangiran merupakan kawasan yang tersingkap lapisan tanahnya akibat proses orogenesa (pengangkatan dan penurunan permukaan tanah) dan kekuatan getaran di bawah permukaan bumi (endogen) maupun di atas permukaan bumi(eksogen). Aliran Sungai Cemoro yang melintasi wilayah tersebut juga mengakibatkan terkikisnya kubah Sangiran menjadi lembah yang besar yang dikelilingi oleh tebing-tebing terjal dan pinggiran-pinggiran yang landai. Beberapa aktifitas alam di atas mengakibatkan tersingkapnya lapisan tanah/formasi periodepleistocenyang susunannya terbentuk pada tingkat-tingkatpleistocenbawah (lapisan Pucangan),pleistocentengah (lapisan Kabuh), danpleistocenatas (lapisan Notopuro). Fosil-fosil manusia purba yang ditemukan di laipsan-lapisan tersebut berasosiasi dengan fosil-fosil fauna yang setara dengan lapisan Jetis, lapisan Trinil, dan lapisan Ngandong.

Diperkirakan situs Sangiran pada masa lampu merupakan kawasan subur tempat sumber makanan bagi ekosistem kehidupan.Keberadaanya di wilayah katulistiwa, pada jaman fluktuasi jamanglassial-interglassialmenjadi tempat tujuan migrasi manusia purba untuk mendapatkan sumber penghidupan.Dengan demikian kawasan sangiran pada kalapleistocenmenjadi tempat hunian dan ruang subsistensi bagi manusia pada masa itu.

Tempat-tempat terbuka seperti padang rumput, semak belukar, hutan kecil dekat sungai atau danau menjadi pilihan sebagai tempat hunian manusia pada kalapleistocen. Mereka membuat pangkalan(station)dalam aktifitas perburuan untuk m,endapatkan sumber kebutuhan hidupnya. Pilihan situs Sangirandomesebagai pangkalan aktifitas perburuan mengingatkan kita denganliving floor(lantai hidup) atauold camp sitedi lembah Olduvai, Tanzania (Afrika). Indikasi suatu situs sebagai tempat hunian dan ruang subsistensi adalah temuan fosil manusia purba, fauna, dan artefak perkakas yang ditemukan saling berasosiasi.

Secara geo-stratigrafis, Situs Sangiran yang posisinya berada pada depresi Solo di kaki Gunung Lawu ini dahulu merupakan suatu kubah (dome) yang tererosi di bagian puncaknya sehingga menyebabkan terjadinya reverse (kenampakan terbalik). Kondisi deformasi geologis seperti ini kemudian semakin diperjelas oleh aliran Kali Brangkal, Cemoro dan Pohjajar (anak-anak cabang Bengawan Solo) yang mengikis situs ini mulai di bagian utara, tengah dan selatan. Akibat dari kikisan aliran sungai tersebut maka menyebabkan lapisan-lapisan