Intisari Skripsi Ayu Tifani

Click here to load reader

  • date post

    26-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    35
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Intisari Skripsi Ayu Tifani

  • PENYESUAIAN PERNIKAHAN PADA PASANGAN BEKERJA

    INTISARI

    Diajukan Kepada Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau

    Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-Syarat Guna Mencapai Derajat Sarjana

    Strata Satu Psikologi

    DISUSUN OLEH:

    Diajukan Oleh :

    AYU TIFANI 098110067

    FAKULTAS PSIKOLOGI

    UNIVERSITAS ISLAM RIAU PEKANBARU

    2013

  • MARITAL ADJUSTMENT BETWEEN WORKING COUPLE

    AYU TIFANI

    FACULTY OF PSYCHOLOGY

    ISLAMIC UNIVERSITY OF RIAU

    ABSTRACT

    To work and to love are two things that remark the maturity of any individuals. In this stage of life they will involve actively in career, marriage, and family life. Marriage demands adaptation on the roles and new responsibilities of each spouse. The research was aimed to let couples know that any problems and obstacles have the solution and way out and to lead them to the thought of not giving up to divorce. The subjects in this research were two, a couple of working-married spouses. It was a qualitative-descriptive research which to figure out the behavior of adjustment between them by interviewing, observation, and psychology test as the technique of data collecting. Through this research, it was found that the both spouses could adjust themselves in their marriage by adapting themselves into the happiness of each, get satisfaction in sexual adjustment, economy issue, and each others family and relatives.

    Keywords : Marriage, Adjustment, Couple

    xvi

  • LATAR BELAKANG

    Masa dewasa biasanya dimulai sejak usia 18 tahun hingga kira-kira

    usia 40 tahun, biasanya ditandai dengan selesainya pertumbuhan puberitas,

    organ kelamin anak telah berkembang dan mampu berproduksi. Pada masa ini,

    individu akan mengalami perubahan fisik dan psikologis tertentu, bersama

    dengan masalah-masalah penyesuaian diri dan harapan-harapan terhadap

    perubahan (Jahja, 2011). Masa dewasa merupakan periode penyesuaian diri

    terhadap pola kehidupan baru dan harapan-harapan sosial baru. Harapan

    masyarakat untuk orang-orang dewasa muda cukup jelas digariskan dan telah

    diketahui oleh mereka sebelum mereka mencapai kedewasaan secara hukum

    (Hurlock, 1980).

    Diantara sekian banyak tugas perkembangan orang dewasa dini,

    tugas-tugas yang berkaitan dengan pekerjaan dan hidup keluarga merupakan

    tugas yang sangat banyak, sangat penting dan sangat sulit diatasi (Hurlock,

    1980). Menurut pakar psikologi termasyhur, Sigmund Freud, ada dua hal yang

    menandai kedewasaan seseorang, yaitu bekerja dan mencintai (Hadi, 2005).

    Bekerja merupakan sarana untuk menuju ke arah terpenuhinya

    kepuasan pribadi dengan jalan memperoleh kekuasaan dan menggunakan

    kekuasaan itu pada orang lain. Pada pokoknya, kerja itu merupakan aktivitas

    yang memungkinkan terwujudnya kehidupan sosial dan persahabatan

    (Anoraga, 2006).

    1

  • Masa dewasa ini individu memasuki peran kehidupan yang lebih luas.

    Selama periode ini orang melibatkan diri secara khusus dalam karir,

    pernikahan dan hidup berkeluarga (Desmita, 2010).

    Pernikahan adalah suatu ikatan janji setia antara suami dan istri yang

    didalamnya terdapat suatu tanggung jawab dari kedua belah pihak. Pernikahan

    yang dilandasi rasa saling cinta, kasih sayang, menghormati, pengorbanan

    merupakan suatu anugerah bagi setiap insan didunia ini (Karetamuda, 2009).

    Secara tradisi, perkawinan menuntut perubahan gaya hidup yang lebih

    besar bagi perempuan dibanding dengan laki-laki. Perubahan gaya hidup ini

    ternyata tidak jarang menjadi pemicu timbulnya problema dalam perkawinan

    (Desmita,2010). Penyesuaian diri pada suatu gaya hidup yang baru memang

    selalu sulit (Hurlock, 1980).

    Menurut Hurlock (1980), dalam pernikahan terdapat empat hal

    penting masalah penyesuaian diri yang harus dihadapi oleh pasangan suami

    istri, yaitu: Penyesuaian dengan pasangan, Penyesuaian seksual, Penyesuaian

    keuangan, Penyesuaian dengan pihak keluarga pasangan. Penyesuaian

    perkawinan yang baik adalah kesanggupan dan kemampuan sang suami dan

    istri untuk berhubungan dengan mesra dan saling memberi dan menerima cinta.

    Penyesuaian diri pada pasangan pernikahan peran ganda memiliki sisi-

    sisi keuntungan dan kerugian bagi individu. Salah satu keuntungan utama tentu

    saja dari segi keuangan, pernikahan dengan peran ganda juga dapat

    memberikan kontribusi pada hubungan yang lebih setara antara suami dan istri,

    serta meningkatkan harga diri bagi wanita. Sebaliknya, kerugian yang mungkin

    2

  • terjadi pada peran ganda adalah tuntutan adanya waktu dan tenaga ekstra,

    konflik antara peran pekerjaan dan peran keluarga, adanya persaingan antara

    suami dan istri, dan jika keluarga itu memiliki anak perhatian terhadap mereka

    menjadi berkurang (Desmita, 2010).

    Hampir semua orang mengharapkan kebahagiaan dan ikatan

    pernikahan yang langgeng. Perkawinan menuntut adanya menyesuaikan diri

    terhadap tuntutan peran dan tanggung jawab baru dari kedua pasangan, pada

    sebagian orang harapan-harapan tersebut sering kandas ditengah jalan dan

    tidak menjadi kenyataan (Desmita,2010).

    Berdasarkan data yang didapatkan dari Pengadilan Agama Kelas 1A

    Pekanbaru, diketahui jumlah perceraian pada tahun 2012 berjumlah 1421

    kasus. Gagalnya penyesuaian diri dalam pernikahan yang berujung pada

    perceraian, juga dialami oleh pasangan yang bekerja. Berikut disajikan data

    perceraian pasangan bekerja pada bulan Juni - Desember 2012 adalah:

    Tabel 1.1 Data Perceraian Pasangan Bekerja Pada Bulan Juni-Desember 2012

    Bulan Pasangan Bekerja Pasangan yang Istrinya Tidak

    Bekerja Jumlah

    Juni Juli

    Agustus September Oktober

    November Desember

    69 50 34 66 70 51 36

    63 45 39 74 59 57 60

    132 95 73

    140 129 108 96

    3

  • Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk menggali lebih dalam

    Penyesuaian Pernikahan Pada Pasangan Bekerja.

    FOKUS PENELITIAN

    Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa fokus penelitian yaitu:

    1. Bagaimana penyesuaian perkawinan pada periode tertentu akan lebih

    mudah selama hidup perkawinan daripada masa-masa lainnya?

    2. Bagaimana cara menyesuaian diri terhadap pasangan yang bekerja?

    Bekerja diluar rumah, dan mempunyai pasangan bekerja yang bekerja

    diluar rumah terikat dalam suatu Instansi tertentu.

    3. Bagaimana penyesuaian diri yang baik dalam wujudkan keberhasilan

    dalam perkawinan

    TUJUAN PENELITIAN

    Penelitian ini dilakukan karena aktifitas orang dewasa yang semakin

    banyak ingin berkarir, setelah itu mereka akan menikah. Dalam pernikahan

    tentu mereka terlibat konfik pernikahan. Setiap permasalahan tentu ada jalan

    keluar, dengan harapan pasangan dapat menyesuaikan diri dimasa pernikahan

    sehingga terhidarlah keputusan untuk bercerai.

    4

  • MANFAAT PENELITIAN

    Penelitian ini dilakukan dengan harapan dapat memberikan beberapa

    manfaat, antara lain:

    Manfaat Teoritik

    Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi positif pada

    pengembangan ilmu psikologi, utamanya pada teori-teori di bidang

    psikologi keluarga dan perkawinan, psikologi perkembangan dan sosial.

    Manfaat praktis

    Bagi informan sendiri

    Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan untuk lebih

    mengenal diri mereka sendiri. Selain itu, dari hasil penelitian ini

    diharapkan informan dapat mempelajari diri masing-masing dan

    memahami pasangan dengan kaitan penikahan, karir dan sosial lainnya.

    Bagi Pemerintah dan pihak lain yang terkait

    Dari pihak organisasi tempat pasangan bekerja sampai keluarga

    masing-masing pasangan, dan pada pasangan-pasangan bekerja lainnya

    yang akan menikah, semoga menjadi referensi untuk mereka sebelum

    memasuki dunia pernikahan.

    5

  • TINJAUAN PUSTAKA

    PENYESUAIAN DIRI

    Pengertian Penyesuaian Diri

    Penyesuaian dapat diartikan atau dideskripsikan sebagai berikut

    (dalam Hartono & Sunarto, 2008), Adaptasi, Konformitas, Penguasaan, dan

    Kematangan Emosional:

    Pertama, penyesuaian berarti adaptasi, dapat mempertahankan

    eksistensinya, atau bisa survive dan memperoleh kesejahteraan jasmaniah

    dan rohaniah, dan dapat mengadakan relasi yang memuaskan dengan

    tuntutan sosial.

    Kedua, penyesuaian dapat juga diartikan sebagai konformitas, yang

    berarti menyesuaiakan sesuatu dengan standar atau prinsip.

    Ketiga, penyesuaian dapat diartikan sebagai penguasaan, yaitu

    memiliki kemampuan untuk membuat rencana dan mengorganisasikan

    respon-respon sedemikian rupa, sehingga bisa mengatasi segala macam

    konflik, kesulitan dan frustasi-frustasi secara efisien. Individu memiliki

    kemampuan menghadapi realitas hidup dengan cara yang adekuat atau

    memenuhi syarat.

    Keempat, penyesuaian dapat diartikan penguasaan dan kematangan

    emosional. Kematangan emosional maksudnya ialah secara positif memiliki

    respon emosional yang tepat pada setiap situasi.

    6

  • Aspek-Aspek Penyesuaian Diri

    Aspek-aspek dalam proses penyesuaian menurut Sunarto dan

    Hartono 2008 terdiri :

    1. Adaptasi. Senang bergaul, bisa menghadapi situasi apapun dengan baik.

    2. Kesejateraan jasmani dan rohaniah. Dapat mensejahterahkan diri.

    3. Relasi yang memuaskan dengan tuntutan sosial. Dapat menerima

    keputusan dari orang lain, menerima pendapat orang lain.

    4