Info Balap Liar

download Info Balap Liar

of 27

  • date post

    23-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    56
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Info Balap Liar

Jasa Reamer Carbu Mio standar jadi 28 skep 32-34 mm

Proses Reamer Carburator MioUntuk wilayah Jakarta dan sekitarnya kelas liaran mio banyak sekali speknya ......aturanya pun macam-macam diantaranya :1. 58 klep standar 90 % Komponen standar Modif2. 58 Klep Bebas 70% Komponen standar Modif3. Slembaran 50% komponenya standar Modif

Dari semua Spek tersebut diwajibkan menggunkan Carbu standar (modif) untuk itu dengan berbagai cara agar lebih unggul dari lawan-lawanya...jurus ampuh yang paling jitu salah satunya itu modif Carbu atau istilahnya reamer carburator standar...dimana meperbesar semua jalur-jalur yang ada pada carbu diantaranya memperbesar Skep,Koin dan lubang Ventury......semua itu di bela-belain semata-mata untuk mengikuti aturan main yang berlaku masih tetap menggunakan bawaan standar...namun masalahnya reamer Carbu itu tidak mudah...butuh jam terbang pengalaman dan keahlian dalam mengoprasikan mesin bubut sebagai salah satu alat bantu modifikasi Carbu tersesbut.....salah-salah reamer karbu susah di seting...motor gak mau lari alhasil carbu original mio seharga 500-600 di pasaran jadi tumbal dan berakhir di tong sampah.....Carbu mio reamer dengan Velocity (Modif)

Carbu mio reamer dengan Velocity (Modif)

Carbu mio reamer dengan tabung skep besar dan Velocity

Untuk memenuhi kebutuhan para- peminat carbu reamer tak banyak bengkel bubut yang menyediakan jasa sepesial untuk reamer carbu........karna untuk reamer carbu ini butuh ketelitian dan waktu yang ekstra jadi gak bisa sembarangan....makanya jasa reamer hanya di lakukan oleh bengkel-bengkel bubut tertentu saja itu sebabnya jasa reamer carbu ini tergolong mahal sekitar 300-500 ribuan untuk jasanya saja mengingat proses pengerjaanya yang begtu rumit....Hary Speed yang berlokasi di Lingkungan Sampora RT01/RW10 No. 18A Cibinong-Bogor 16911 menawarkan jasa pembuatan Carbu reamer yang cukup berani dan menjamin reameran carbu mionya mudah diseting dan dapat distel langsam....berikut adalah beberapa hasil contoh pengerjaan dari bengkel Harry Speed

Tampak depan carbu mio reamer dengan ukuran Skep dan ventury berbeda

Ukuran Ventury yang telah di perbesar

Tabung Skep mio dengan Ukuran Besar 28,32,33,34 mm

Tampak atas Carbu Reamer Mio denganukuran skep berbeda

Tampak atas Carbu Reamer Mio dengan Velocity

Bagian dalam Carbu mio reamer

Tampak Samping carbu mio setelah di reamer

Tampak depan carbu mio setelah di reamer

Tampak depan carbu mio dengan skep besar setelah di reamer

Tampak belakan carbu mio dengan koin lebih besar setelah di reamer

Kalo udah pada gak sabar pengen jajal bikinan harry speed cepetan deh kontek nomer di bawah iniContak person : 081804999866, PIN:28247F43

Thursday, May 15, 2014Jual Per Klep Swedia dan jepang Myochiko JUALAN INI SEPENUHNYA REKOMEDASI DARI I B L J TIDAK ADA UNSUR PENIPUAN DALAM JUALAN INI

Merek : MyochikoJenis Per Klep : Jepang dan SwediaRekomendasi : Racing dan kompetisi

1. Per Klep Jepang (Untuk Bebek dan Metic)

Spesifikasi :Tinggi Per : 30 mmDiameter per : 22 mmDiameter Ulir : 3 mmHarga : Rp. 200.000Harga Partai : Rp. ---- Pemesanan Hub : 0813 1058 7696

2. Per Klep Swedia (Untuk Bebek dan Metic)

Spesifikasi :Tinggi Per : 33,5 mmDiameter per : 23 mmDiameter Ulir : 3 mmHarga : Rp. 120.000Harga Partai : Rp. ---- Pemesanan Hub : 0813 1058 7696

3. Per Klep Swedia (Untuk Satria FU)

Spesifikasi :Tinggi Per : 41 mmDiameter per : 20 mmDiameter Ulir : 3 mmHarga Eceran : Rp. 200.000Harga Partai : Rp. ---- Pemesanan Hub : 0813 1058 7696

See hpwizard.comencari Batas aman RPM mesin Bore up dan Struk up

Berbicara motor korekan,drag atau liaran... jangan di tanya lagi soal putaran mesinya....kalo bisa sih setinggi-tingginya jika mesin mampu berteriak....apalagi anak liaran yang penting gaspoll dulu ga perduli motor sanggup atau tidak ujung-ujungnya jajan lagi-jajan lagi....hehehe kebanyakan si seperti itu...nah pola pikir seperti itu kalo bisa di hilangkan...sekarang jamanya informasi by data....jadi jika kita telah mengalami kesalahan ...kita cari dong solusinya jangan terus-terusan mengulangi kesalahan ok....kalo motor standar dari pabrikan sih udah di tentuin limiter rpm, bore dan strokenya ....jadi sudah pasti aman kalo di geber trus-trusan mesinnya.....

Nah sekarang bagaimana kalo mesin motornya sudah di modif abis-abisan...dari bore up struk up sampai mengganti cdi dengan yang limitnya lebih tinggi bahkan sampai non limit....???? bagaimana cara kita mengetahuinya kalo mesin yang udah kita korek tersebut masih dalam tahap aman.....??? bukan bermaskud untuk menggurui nih sob....IBLJ hanya menyapaikan cara yang sudah ada namun dengan penyampain yang berbeda...masih menganut rumus lama untuk mencari batas aman rpm mesin terhadap mesin korekan kawan-kawan semua.... apa lagi yang spek mesinya uda bebasan...yang sehernya segede-gede gaban dan strukan setinggi tiang listrik ups.....

Mungkin sebagian dari kawan-kawan sudah tau atau ada juga yang tidak.....bahwa piston memiliki kecepatan Ideal atau Piston Speed (PS) pada angka 21 meter/ detik atau = (21m/s) pada mesin Standar ...artinya jika kecepatan piston bergerak di atas angka 21m/s dapat di pastikan piston akan rawan jebol ...harap di ingat ini piston Speed " IDEAL " artinya masi bisa kurang atau lebih simak tabel piston speed bErikut.

Sumber http://hpwizard.com

Dan cara untuk menghitung Kecepatan Piston Kendaraan di dapat dengan Menggunakan Rumus:( 2 x Stroke (dalam satuan meter) x Rpm)/60

Keterangan :- Angka 2 merupakan gerak naik turun piston saat mesin berputar 1 x putaran penuh.- Stroke / langkah piston (satuan ukuran langkahnya di rubah dari milimeter ke cm)- RPM mesin yang ingin di tentukan batas amanya.- 60 adalah RPM (Rotari per Menit) di rubah menjadi Detik (second) 1 menit = 60 detik

Karna pada ulasan ini mencari batas aman untuk itu IBLJ menggunakan angka 21 m/s sebagai limit ideal piston speednya karna kebanyakan motor-motor yang kita oprek dan komponen partnya memiliki basic mesin standar ...tentunya biar tidak menyesatkan para pembaca dan terjadi mal praktek pada mesin anda hehe....Namun jika teman-teman tetap mau berpatok pada tabel di atas pun monggo/silahkan tapi pajak di tanggung pemenang....hehe

Coba hitung bareng-bareng kawan 1. Contoh mesin bore up yang paling umum....Mio 58 nan standar

Diketahui :- Stroke standar mio : 57 mm- Piston bore up : 58 mm (diameter piston tidak masuk dalam hitungan rumus hanya berlaku sebagai keterangan tambahan)- Batas Rpm yang ingin di tentukan contoh :12000 rpm Jawab :( 2 x Stroke (dalam satuan meter) x Rpm)/602 x 0,057 x 12000 / 60 = 22,8 m/s .....Nah kelewatan angka ideal piston speednya yang seharusnya 21 m/s Cara mengatasinya bisa menurunkan limit RPMnya jika menggunakan CDI racing programmable ...kalo CDI standar tergantung Limitnya yang di patok oleh pabrikan...namun jika di patok di bawah 11.000 rpm di rasa masih aman khususnya Spek 58 nan Standar karna angka yang di dapat adalah :2 x 0,057 x 11000 / 60 = 20,9 m/s

2. Contoh motor yang aplikasi mesin Bore up dan Stroke up biar aman yu kita cari Piston Speed Idealnya Contoh motor Satria FU Spek Slembaran atau bebasan

Diketahui :- Stroke up fu : 55 mm- Piston bore up : 70 mm (diameter piston tidak masuk dalam hitungan rumus hanya berlaku sebagai keterangan tambahan)- Batas Rpm yang ingin di tentukan contoh :12000 rpm Jawab :( 2 x Stroke (dalam satuan meter) x Rpm)/602 x 0,055 x 12000 / 60 = 22 m/s .....Nah kelewatan angka ideal piston speednya yang seharusnya 21 m/s Cara mengatasinya bisa limit RPM nya diturunkan jika menggunakan CDI racing programmable atau bisa juga dengan menurunkan panjang strokenya...Contoh Stroke nya di pendekin menjadi 54 mm maka : 2 x 0,054 x 12000 / 60 = 21,6 m/s Biar ga pusing ngitunganya IBLJ nyediain juga Link Piston Speed kalkulator tinggal masukin angkan-angkanya lihat hasilnya akan muncul pada tanda lingkaran merah gambar di bawah

KLIK GAMBAR

Kawan-kawan juga bisa menggunakan rumus di atas untuk spek motor lainya dengan data-data angka yang telah di ketahui terlebih dahulu .....Semoga saja Kawan-kawan dapat lebih teliti dalam menganalisa korekan mesinnya masing-masing dalam setiap langkah-langkahnya...Tanpa bermaksud untuk menggurui kurang lebihnya mohon maaf

NB : ada beberapa data dan gambar yang di ralat dari perhitungan sebelumnya terima kasih

Read more: http://infobalapliarjakarta.blogspot.com/2013/06/mencari-batas-aman-rpm-mesin-bore-up.html#ixzz3Sh0OCuhz

Satria FU meggunakan bearing di CAM

Mesin Satria Fu dirancang memberikan performa dahsyat di rpm tinggi. tetapi tidak semua kontruksi dan material standar FU dirancang untuk rpm tinggi..... salah satunya adalah sistem jalur pelumasan dan jurnal atau dudukan gerak cam FU.

Menurut mas Londo Punggawa TRB Motor, Kalasan, Sleman-DIY, jalur pelumasan ke cam bawaan FU kurang bagus untuk rpm tinggi...... Jalur masuk oli ke cam datang dari sisi samping jurnal (dudukan cam). Padahal cam yang berputar, berarti ada efek sentrifugal yang menghambat oli masuk ke lengah as cam...

Efek sentrifugal pada rpm tinggi jelas turut membesar. Berarti hambatan oli memasuki bagian tengah as cam makin membesar. Suplai oli ke nok atau profile cam dan jurnal cam berikutnya (dimulai dari jurnal sisi kanan, ke jurnal tengah dan sisi kiri) jelas menurun. Pelumasan rawan menjadi drop pada rpm tinggi.

Sedang soal tumpuan cam FU. Gerak cam FU standar ditumpu pada jurnal berbahan aluminuim alloy. Di jurnal ini tidak ada bearing atau metal jalan pun ga ada........ Artinya hanya mengandalkan lapisan film oli dan bahan dari kontruksi jurnal pada head dan cangkang FU (setengah bagian dari pengikat cam FU)

Nah, dari situlah mas Londo yang nama KTP-nya Agus Ern