IDENTIFIKASI KETIDAKPAHAMAN SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA ALJABAR

Click here to load reader

  • date post

    12-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    76
  • download

    0

Embed Size (px)

description

Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : KHARITSA AULIA

Transcript of IDENTIFIKASI KETIDAKPAHAMAN SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA ALJABAR

Paper Title (use style: paper title)

Header halaman genap: Nama Jurnal. Volume Nomor Tahun 2015, 0 - 216Ketidakpahaman Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Aljabar

IDENTIFIKASI KETIDAKPAHAMAN SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA ALJABARKharitsa AuliaProgram Studi Pendidikan Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya,Email: kharitsa07@gmail.comTatag Yuli Eko SiswonoProgram Studi Pendidikan Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya,Email: tatagyes@gmail.comAbstrakSoal cerita memiliki kontribusi penting, baik dalam kehidupan sehari-hari, pembelajaran matematika maupun dalam perkembangan cara berpikir siswa. Namun masih banyak siswa yang melakukan kesalahan ketika menyelesaikan soal cerita, terutama pada soal cerita materi aljabar. Kesalahan yang biasanya dilakukan oleh siswa adalah kesalahan dalam memahami soal dan menerjemahkan kalimat dari soal cerita ke bentuk matematika. Kesalahan-kesalahan tersebut akan membuat siswa mengalami serangkaian ketidakpahaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan ketidakpahaman siswa dalam menyelesaikan soal cerita materi aljabar.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2013/2014.Subjek dari penelitian ini adalah tiga siswa kelas VIII-A SMP Negeri 1 Candi yang memiliki variasi kesalahan terbanyak ketika mengerjakan tes penyelesaian soal cerita. Adapun instrumen dalam penelitian ini adalah tes penyelesaian soal cerita aljabar dan pedoman wawancara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dalam mengerjakan soal cerita aljabar mengalami beberapa variasi ketidakpahaman yang ditunjukkan dari kesalahan yang dibuatnya, diantaranya yaitu siswa tidak mampu mengubah kalimat cerita pada soal ke model matematika, hal tersebut terjadi karena siswa kurang mengerti maksud dan tujuan dari soal; siswa tidak mampu dalam menyelesaikan perhitungan yang menggunakan sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan atau pengurangan, hal tersebut dikarenakan siswa telah lupa tentang materi tentang perkalian distributif; siswa tidak mampu menghasilkan jawaban akhir yang bernilai benar dikarenakan masih banyak ketidaktelitian siswa dalam menyelesaikan perhitungan yang menggunakan sifat distributif, melakukan penjumlahan dan pengurangan suku-suku sejenis, melakukan pembagian bentuk aljabar, serta melakukan subtitusi suatu nilai pada bentuk aljabar.Kata kunci: ketidakpahaman, penyelesaian soal cerita, aljabarAbstractWord problem has an important contribution, both in everyday life, as well as in the mathematics learning or in the development of student thinking. But there are many students who make mistakes when solving word problems, especially in the algebra word problems. Mistakes that usually done by the students is unable to understand the problems and change the problems into mathematical form. These mistakes will make the students has a series of lack of understanding. This study aimed to identify the forms of the lack of students understanding in solving algebra word problems.This research is a qualitative descriptive that held in the second semester of the academic year 2013/2014. The subject of this study is three eighth grader students of SMP Negeri 1 Candi which has the highest error variation when working on a word problem solution test. The instrument in this research is word problem tests in algebra and interview guides.The result show that in doing algebra word problems, students had some variation of lack of understanding that indicated by the mistakes they made. For example, students was unable to change word problems into mathematical models, this because they didnt understand the purpose of the problems; students was unable to do calculations that used distributive properties in multiplications of the summation, this because they had forgot about the concept of distributive properties in multiplications of the summation; students was unable to have a correct final answer because they did a lot of inaccuracy in doing calculation dealing with distributive properties of multiplications, add and subtract the same tribes, division in algebra form, and substitute a value in algebra form.Ketidakpahaman Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Aljabar

Header halaman genap: Nama Jurnal. Volume Nomor Tahun 2015, 0 - 216

Keywords: lack of understanding, word problem solution, algebra1

3

PENDAHULUANMatematika merupakan pengetahuan yang penting dalam kehidupan manusia. Disadari atau tidak, interaksi manusia dalam kehidupan sehari-hari selalu berhubungan dengan matematika. Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern dan mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu. Sehingga matematika perlu diberikan pada semua siswa mulai dari jenjang sekolah dasar untuk membekali siswa dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, kreatif, cermat, efektif dan efisien dalam memecahkan masalah. Sebagai ilmu dasar, matematika digunakan secara luas dalam segala bidang kehidupan manusia, sehingga diperlukan suatu upaya dalam pembelajaran matematika agar dapat terlaksana secara optimal sehingga setiap siswa dapat memahami matematika dengan baik.Pembelajaran matematika yang diharapkan muncul adalah kemampuan memahami konsep matematika itu sendiri. Pengetahuan yang dipelajari dengan pemahaman akan memberikan dasar dalam pembentukan pengetahuan baru sehingga dapat digunakan dalam memecahkan masalah-masalah baru. Setelah terbentuknya pemahaman dari sebuah konsep, siswa dapat memberikan pendapat dan menjelaskan suatu konsep. Menurut Janvier yang dikutip oleh Walle (2008:26) pemahaman dapat didefinisikan sebagai ukuran kualitas dan kuantitas hubungan suatu ide dengan ide yang telah ada. Hal tersebut sebagaimana yang dinyatakan oleh Santrock (Setiyawati, 2011) bahwa pemahaman kalimat dalam soal meliputi kemampuan mencari informasi yang penting saat membaca dan kemampuan dalam memahami hubungan antar bagian teks dari kalimat tersebut.Skemp (1976) membedakan pemahaman menjadi tiga tipe pemahaman yaitu instrumental understanding (pemahaman instrumental), relational understanding (pemahaman relasional), dan formal understanding (pemahaman formal). Pemahaman instrumental diartikan sebagai pemahaman siswa yang baru berada di tahap tahu tetapi belum tahu alasan dari hal itu bisa terjadi, pemahaman relasional diartikan sebagai pemahaman siswa yang sudah tahu tentang suatu hal dan dia juga tahu alasan dari hal itu bisa terjadi. Selain itu, dia juga sudah mengetahui hubungan dengan hal lainnya.Sedangkan pemahaman formal diartikan sebagai kemampuan siswa menguraikan suatu masalah menjadi bagian-bagian yang lebih rinci, serta mampu memahami hubungan antara bagian-bagian tersebut.Ketidakpahaman termasuk dalam pemahaman instrumental karena pada tahap tersebut siswa hanya tahu apa yang diingat tanpa tahu alasannya. Pemahaman ini bersifat jangka pendek karena siswa hanya mengingat atau menghafal sesuatu, tetapi tidak paham dengan konsepnya. Jika siswa hanya menghafal suatu rumus saja, siswa tidak akan bisa menerapkan rumus yang dihafal apabila diberikan soal yang telah dikembangkan. Hal tersebut dikarenakan bahwa pada dasarnya siswa tidak memahami konsep dari rumus tersebut. Sehingga siswa tidak dapat menghubungkan setiap informasi yang ada pada soal untuk menyelesaikan soal tersebut lebih lanjut.Definisi ketidakpahaman merupakan negasi dari definisi pemahaman. Jika kemampuan-kemampuan dalam definisi pemahaman tidak tercapai dengan baik, maka terjadilah ketidakpahaman. Ketidakpahaman berasal dari kata tidak paham yang berarti tidak mengerti atau tidak tahu. Ketidakpahaman adalah ketidakmampuan untuk menjelaskan suatu situasi atau suatu tindakan.Soal cerita dapat didefinisikan sebagai soal yang memuat rangkaian kalimat sederhana yang bermakna atau sebuah cerita pendek yang ada dalam lingkungan siswa dengan menggunakan bahasa dalam kehidupan sehari-hari.Soal cerita bermanfaat untuk perkembangan proses berpikir siswa karena dalam menyelesaikan masalah yang terkandung dalam soal cerita diperlukan langkah-langkah penyelesaian yang membutuhkan pemahaman dan penalaran. Polya (Suherman, 2003:91) menyarankan empat langkah dalam pemecahan masalah, yaitu: 1) Understanding the problem, 2) Devising a plan, 3) Carrying out the plan, dan 4) Looking back. Berdasarkan pendapat tersebut maka kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika meliputi empat langkah penyelesaian, yaitu: 1) Memahami soal, 2) Membuat model matematika, 3) Melakukan perhitungan dan membuat jawaban akhir, dan 4) Membuat kesimpulan. Ada kemungkinan siswa melakukan kesalahan dalam langkah pertama, kedua dan seterusnya. Dengan demikian berarti dapat terjadi serangkaian ketidakpahaman sehingga ketidakpahaman pertama menjadi penyebab ketidakpahaman kedua dan seterusnya, sehingga diperlukan langkah-langkah yang sistematis agar proses penyelesaiannya mudah dan terarah. Adapun salah satu materi yang memuat soal cerita adalah materi aljabar. Aljabar merupakan salah satu cabang matematika yang cukup penting disamping beberapa cabang ilmu matematika lainnya, yaitu aritmetika, geometri, dan analisis. Salah satu materi aljabar yang dipelajari siswa pada tingkat SMP adalah operasi hitung bentuk aljabar. Berdasarkan pengalaman peneliti, peneliti menemukan banyaknya siswa yang mengalami ketidakpahaman pada materi aljabar, khususnya pada sub materi penggunaan aljabar untuk menyelesaikan masalah. Kemungkinan hal tersebut dapat terjadi karena kurangnya pemahaman siswa terhadap materi aljabar atau dapat juga dikarenakan kurangnya pemahaman siswa tentang tahap penyelesaian soal cerita pada materi aljabar. Kompetensi siswa dalam memahami dan menyusun bentuk aljabar merupakan prasyarat siswa untuk dapat menyelesaikan masalah verbal atau soal cerita baik yang menyangkut persamaan maupun pertidaksamaan dan pengembangannya. Ketidakpahaman siswa harus segera mendapatkan solusi yang tepat. Pemecaha