Hormon reproduksi

Click here to load reader

download Hormon reproduksi

of 41

Embed Size (px)

Transcript of Hormon reproduksi

  • 1. HORMON REPRODUKSI

2. Kelompok II Fathia Nurhasana Mariska Septiany Ranika 3. Pendahuluan Estrogen dan progesteron merupakan hormon steroid kelamin endogen yang diproduksi oleh ovarium, korteks adrenal, testis dan plasenta pada masa kehamilan. Kedua jenis hormon ini dan derivat sintetiknya mempunyai peranan penting antara lain dalam perkembangan tubuh, proses ovulasi, fertilisasi, implantasi dan dapat mempengaruhi metabolisme lipid, karbohidrat protein dan mineral juga berperan penting pada pertumbuhan tulang spermatogenesis dan behavior 4. ESTROGEN Beberapa senyawa yang mempunyai aktivitas Estrogenik Steroid Alami Steroid Sintetik Nonsteroid Estradiol Etinilestradiol Dietilstibestrol (DES) Estron Mestranol Bisfenol a Estriol Quinestrol Genistein Equilin 5. Estradiol adalah estrogen alami paling poten kemudian disusul estron dan estriol paling lemah, sedangkan etinilestradiol merupakan estrogen sintetik paling poten Dietilstilbestrol (DES), estrogen nonsteroid sintetik pertama dengan potensi estrogenik sama dengan estradiol, dapat diberikan oral dan masa kerja lebih panjang dari estrogen alami. Senyawa nonsteroid lain yang berefek estrogenik atau antiestrogenik umumnya berasal dari tumbuhan seperti flavonoid, isoflavon (misalnya : genistein) dan kumestan. 6. BIOSINTESIS Estrogen disintesis dari androstenedion dan testosteron secara langsung dengan bantuan enzim aromatase atau CYP19 melalui 3 langkah proses aromatisasi cincin A. Aktivitas ini dilakukan oleh glikoprotein transmembran (cytochrome P450 family of monooxygenases) yang berada diretikulum endoplasmik berbagai sel dan diinduksi oleh gonadotropin. Sel-sel tsb antara lain digranulosa ovarium sel sertoli dan leidig kelenjar testis, sel stroma jaringan adiposa, sinsitiotrofoblas plasenta, tulang dan beberapa tempat diotak 7. Meski estrogen disintesis diberbagai tempat, sumber utama estrogen disirkulasi adalah ovarium. Organ ini mengandung 17-hidroksisteroid dehidrogenase tipe-I yang memproduksi testosteron dan estradiol dari androstenedion dan estron, keduanya merupakan reaksi timbal balik Dihepar terdapat enim dehidrogenase tipe II yang mengoksidasi estradiol disirkulasi menjai estron dan keduanya akan dikonversi menjadi estriol, kemudian ketiga estrogen ini terkonyugasi dengan glukoronoid dan sulfat sebelum diekskresi diurin. Pada wanita pascamenopause sumber estrogen utama adalah jaringan adiposa sedangkan estron disintesis dari dehidroepiandrosteron dari korteks adrenal. Pada pria estrogen diproduksi oleh testis dan diluar gonar dari aromatisasi C19 steroid disirkulasi, androstenedion dan dehidroepiandrosteron yg merupakan prekursor androgen 8. FISIOLOGI dan KHASIAT FARMAKOLOGI 1. Pertumbuhan Estrogen sangat penting peranannya pada perubahan bentuk dan fungsi tubuh masa pubertas anak perempuan menjadi bentuk tubuh yg karateristik utk dewasa antara lain fungsi seks sekunder. Efeknya langsung pada pertumbuhan dan perkembangan vagina,uterus dan tuba fallopi. Estrogen juga berperan pd pembentukan kontur tubuh,skelet dan tulang panjang pada masa pubertas dan diakhiri dengan fusi epifisis. Juga berperan pada pertumbuhan rambut aksila,pubis,pigmentasi regio genitalis dan pigmentasi areoloa mammae pada masa kehamilan trimester pertama. 9. Pada anak laki-laki, defisiensi estrogen tidak mempengaruhi usia pubertas tetapi kecepatan pertumbuhannya berkurang, amturasi skelet dan penutupan epifisis lambat sedangkan pertumbuhan lnier terus berlangsung menjadi pria dewasa. Pada pria defisiensi estrogen juga menyebabkan hipergonadotropisme, makrookhidisme dan peningkatan jumlah testosteron. 2. Regulasi Nonendokrin siklus mentruasi/haid Siklus haid wanita diatur oleh sistim neuroendkrin hipotalamus- hipofisis-ovarium. Suatu osilator neuronal dihipotalamus secara periodik akan menginduksi pengeluaran gonadotropin-releasing (GnRH, ormon pemicu gonadotropin) kepembuluh portal hipotalamus-hipofisis yang akan merangsang gonadotrop dan mensekresikan luteinizing hormone (LH) dan follicle stimulating hormone (FSH) dari hipofisis anterior 10. Kedua hormon ini menyebabkan pertumbuhan dan pematangan folikel graaf ovarium dan juga produksi estrogen dan progesteron. Bila kedua hormon ini kadarnya meningkat akan menghambat sekresi hormon hipotalamus dan hipofisis Karena sekresi GnRH berlangsung secara intermiten maka sekresi LH dan FSH juga bersifat pulsatif sesuai dgn pulsasi sekresi GnRH yg diatur sistem neuronal hipotalamus. Sekresi pulsatif ini penting untuk mempertahankan siklus haid ovulatoar yg normal karena pemberian infus GnRH terus menerus justru dpt menyebabkan sekresi LH dan FSH terhenti, produksi estradiol dan progesteron menurun hingga timbul amenorea 11. 3. Efek Steroid gonad secara siklik pada sistem reproduksi Selama fase folikuler ovarium atau fase poliferasi endometrium, estrogen akan mulai membentuk kembali endometrium dgn cara merangsang proliferasi dan diferensiasi : terjadi berbagai mitosis, ketebalan lapisan endometrium bertambah dan terjadi perubahan karateristik kelenjar dan pembuluh darah endometrium Proses ini dan kelanjutan efek estrogen & progesteron diduga sebagian besar dipengaruhi oleh peptide growth factors yg mengatur kerja steroid dan reseptornya diendometrium. di endometrium dan jaringan lain,respon terhadap estrogen yg penting adalah induksi reseptor progesteron yg menyebabkan sel-sel dpt memberikan respons terhadap hormon ini pada separuh fase kedua dari siklus haid (fase luteal atau fase sekretoris) 12. Pada fase ini,progesteron yg berasal dari korpus luteum kadarnya meningkat secara tajam dan estrogen juga terus meningkat. Progesteron akan membatasi efek poliferatif estrogen terhadap endometrium dgn cara menstimulasi diferensiasi Estrogen menstimulasi proliferasi dan diferensiasi tuba,progesteron menghambat proses ini. Kontraktilitas otot tuba meningkat karena pengaruh estrogen dan menurun oleh progesteron dan ini akan mempengaruhi waktu transit ovum ke uterus Jumlah dan komposisi cairan mukus serviks bertambah karena efek estrogen dan akan mempermudah penetrasi sperma sedangkan progesteron efeknya berlawanan. Estrogen menyebabkan kontraksi miometrium secara ritmik dan progesteron akan menurunkannya 13. 4. Efek metabolik Efek estrogen pada massa tulang yaitu tulang secara terus-menerus mengalami remodeling karena adanya osteoklas yg menyebabkan resorpsi dan osteoblas yg membentuk tulang. Osteoklas dan osteoblas mempunyai reseptor estrogen (ERs), androgen (ARs) dan progesteron (PRs). Hormon ini menginduksi apoptosis osteoklas dan mengantagonis efek osteoklastogenik dan pro-osteoklastik hormon paratiroid dan interleukin-6, jg merangsang produksi lepitin dari jaringan adiposa Efek utama estrogen antara lain menurunkan jumlah dan aktivitas osteoklas,menyebabkan pertumbuhan tulang dan penutupan epifisis pada wanita dan pria 14. Hormon ini juga mempengaruhi produksi dan aktivitas berbagai protein tubuh misalnya meningkatkan kadar transkortin (CBG), globulin pengikat tiroksin (thyroxine binding globulin), globulin pengikat hormon kelamin (sex hormone-binding globulin, SHBG), transferin, substrat renin dan fibrinogen. Estrogen meningkatkan HDL dan menurunkan LDL serta lipoprotein. Estrogen sedikit meningkatkan faktor koagulasi VII dan XII, menurunkan faktor antikoagulasi protein C, protein S dan antitrombin III. Penggunaan estrogen jangka panjang dihubungkan dgn berkurangnya renin plasma, angiotensin converting enzyme, endotelium-1 dan ekspresi reseptor angiotensin- 1. 15. RESEPTOR dan MEKANISME KERJA Estrogen mempunyai 2 jenis reseptor yaitu ER- dan ER- yang berasal dari gen yang berbeda dan berada di inti sel. ER- terdapat banyak di saluran reproduksi wanita seperti uterus, vagina, ovarium dan juga dikelenjar mamae, hipotalamus, sel-sel endotel dan otot polos vaskular ER- letaknya menyebar, terbanyak diprostat dan ovarium dan dalam jumlah kecil di paru, otak dan pembuluh darah. 16. ER- dan ER- mengikat 17- estradiol dgn kekuatan yg sama sekitar 0,3 nM, sedangkan fitoestrogen genistein terikat ER- dgn afinitas 5x lebih tinggi dari ikatannya pada ER- Kedua ER merupakan ligand-activated trans-cription factors yg dapat meningkatkan atau menurunkan sintesis mRNA dari gen target. Setelah masuk sel melalui difusi pasif membran plasma, hormon akan terikat ER diinti sel. ER yg semula merupakan monomer akan mengalami perubahan konformasi, terjadi dimerisasi sehingga afinitas dan kecepatan peningkatannya pada DNA meningkat. ER akan terikat estrogen response elements (EREs) digen target. 17. FARMAKOKINETIK Berbagai jenis estrogen dapat diberikan oral, parenteral, transdermal maupun topikal. Karena sifat lipofiliknya absorpsi per oral baik. Estradiol oral, absorpsinya cepat mengalami metabolisme lintas pertama dihepar yang ekstensif, substitusi etinil pada atom C17 dapat menghambat proses tsb. Transdermal estradiol patch, penglepasan hormon berlangsung lambat, kontinu, didistribusi sistemik, kadar dalam darah lebih konstant dari para per-oral. 18. Lanjutan Absorpsi estradiol valerat atau estradiol sipionat setelah pemberian dosis tunggal IM, berjalan lambat sampai beberapa minggu karenanya pemberiannya 1-4 minggu sekali. Didalam darah umumnya estrogen alami terikat globulin pengikat hormon kelamin steroid (sex steroid-binding globulin, SSBG) dan sedikit terikat albumin. Sebaliknya etinilestradiol terikat albumin dan tidak terikat SSBG. 19. INDIKASI Sebagai kontrasepsi Sebagai HRT (Hormone Replacement Therapy) pada wanita pasca menopause. 20. Sediaan dan Dosis Estriol tablet 1-2 mg masa kerja singkat karena ikatannya pada sel target singkat, afinitas terhadap protein plasma rendah, cepat dieliminasi dari tubuh Dosis : 2-4 tablet sehari Estradiol valerat tablet 2 mg Dosis : 1 tablet sehari Etinilestradiol tablet 50 g masa kerja lebih panjang dosis : - 1 tablet sehari 21. EFEK SAMPING Reaksi yang sering timbul adalah gangguan siklus haid Mual at