HIPERPLASIA PARATIROID

Click here to load reader

download HIPERPLASIA PARATIROID

of 62

  • date post

    26-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    86
  • download

    1

Embed Size (px)

description

kuliah blok endokrin tentang hiperplasia paratiroid

Transcript of HIPERPLASIA PARATIROID

  • KELENJAR PARATIROIDdr. Erlina Marfianti,MSc, SpPD

  • Tujuan belajarGangguan pada kelenjar-kelenjar paratiroid (hipoparatiroid & hiperparatiroid)Menjelaskan epidemiologi gangguan pada kelenjar-kelenjar paratiroid.Menjelaskan faktor risiko gangguan pada kelenjar-kelenjar paratiroid.Menganalisis etiologi,patogenesis,patofisologi gangguan pada kelenjar-kelenjar paratiroid.Menjelaskan manifestasi klinis gangguan pada kelenjar-kelenjar paratiroid.Menjelaskan pemeriksaan (fisik dan penunjang) gangguan pada kelenjar-kelenjar paratiroid.Menjelaskan manajemen gangguan pada kelenjar-kelenjar paratiroid.Menjelaskan prognosis dan komplikasi gangguan pada kelenjar-kelenjar paratiroid.

  • Anatomi Kelenjar ParatiroidGambar 1. Anatomi Kelenjar ParatiroidSumber: Bowen, 2003

  • The parathyroid glands are embedded in the posterior surface of the thyroid gland.

  • Pada manusia biasanya terdapat 4 kelenjar paratiroid, 2 kelenjar superior dan 2 kelenjar inferior Lokalisasi masing-masing paratiroid dan besarnya sangat bervariasi. Tiap-tiap kelenjar kaya akan vaskularisasi mengandung 2 jenis sel yang jelas berbeda. Sel utama berjumlah banyak, mempunyai sitoplasma jernih, mengsekresi hormon. sel oksifil, lebih jarang, lebih besar, mempunyai granula oksifil dalam sitoplasmanya, dan mengandung lebih banyak mitokondria Anatomi Kelenjar Paratiroid

  • Fisiologi Hormon ParatiroidEfek fisiologis hormon paratiroid adalah mempertahankan kadar kalsium dan fosfat dalam darah pada rentang normal (Kadar Ca = 9-10,5 mg/dL; Kadar P = 3,5-5,5 mg/dL).Gambar 2. Efek fisiologis hormon paratiroidSumber: Bowen, 2003

  • Efek hormon ParatiroidHormon paratiroid bekerja setidaknya dengan 3 proses

    Memobilisasi kalsium dari tulang: Bila kadar kalsium darah di bawah normal, maka hormon paratiroid menstimulasi osteoklast untuk mereabsorpsi mineral tulang, memindahkan kalsium ke darah.

    Meningkatkan absorpsi kalsium dari usus halus: Hormon paratiroid menstimulasi proses ini secara tidak langsung dengan menstimulasi produksi bentuk aktif vitamin D di ginjal. Hormon paratiroid meningkatkan pembentukan 1,25 dihidroksivitamin D3, suatu metabolit vitamin D yang meningkatkan absorpsi kalsium dari usus.

  • Efek hormon ParatiroidMensupresi calcium loss pada urin: Untuk menstimulasi perpindahan kalsium ke darah dari tulang dan usus, hormon paratiroid menghambat ekskresi kalsium di urin, dan meningkatkan kalsium di darah. Hormon paratiroid meningkatkan reabsorpsi kalsium tubulus ginjal di tubulus distal.

    Efek yang lain hormon paratiroid pada ginjal adalah menstimulasi eskresi fosfat di urin. Kerja fosfaturik disebabkan karena penurunan reabsorpsi tubulus terhadap fosfat

  • Fisiologi Hormon ParatiroidGambar 4. Axis ParatiroidSumber : Marx, 2000

  • METABOLISME KALSIUMTubuh orang dewasa mengandung 1-2 kg Kalsium

    90% di tulang

    Kadar Kalsium plasma total berkisar 9-10,5 mg/dl, yang terdiri dari kalsium ion sebesar 40-50 %, kalsium yang terikat albumin 46 %, dan siasanya 8 % dalam kompleks organik

  • Hormon Yang Berperan

    TulangGinjalUsus HalusHormon ParatiroidMeningkatkan absorbsi Kalsium dan Fosfat-Meningkatkan rebsorbsi Kalsium, menekan reabsorbsi fosfat dan bikarbonat, meningkatkan perubahan 25(OH)D31,25(OH)2D3Tidak ada efek langsungVitamin DMempertahankan transpor ion CaMenurunkan reabsorbsi kalsiumMeningkatkan absorbsi kalsium dan fosfatCalcitoninMenekan absorpsi kalsium dan fosfatMenurunkan reabsorbsi kalsium dan fosfatTidak ada efek langsung

  • VIT DDi tubuh kita: Vitamin D2 (ergokalsiferol) dari tumbuhanVitamin D3 (kolekalsiferol) dari hewanDiproduksi di kulit : 7 Dehidrokolesterol mengalami hidroksilasi 2 x menjadi 1,25 dihidrokolekalsiferol (kalsitriol)

  • USUSVIT D makananVIT D PlasmaKulit 7 Dehidroksikolesterol)Ultra violetHati25 (OH) Vitamin DGinjal (1 Hidroksilase)1,25 (OH)2 VIT DOrgan : usus, Tulang, GinjalSKEMA AKSI VIT D

  • KalsitoninKerjanya Antagonis dengan hormon paratiroidMenghambat osteoklas tidak terjadi resorpsi tulangDihasilkan oleh Sel C parafolikuler kelenjar tiroidDisekresi bila hiperkalsemiaDi ginjal : meningkatkan ekskresi fosfat melalui hambatan absrpsi fosfat, natriuresis ringan, ekskresi kalsium meningkat

  • HIPERKALSEMIADEFINISI Hiperkalsemia (kadar kalsium darah yang tinggi) adalah suatu keadaan dimana konsentrasi kalsium dalam darah lebih dari normal (10,5 mgr/dL darah). PENYEBAB - Intake yang meningkatPenyerapan pada saluran pencernaan maupun karena meningkatnya asupan kalsium. Orang-orang yang mengkonsumsi sejumlah besar kalsium (seperti yang kadang dilakukan oleh penderita ulkus peptikum yang minum banyak susu dan juga mengkonsumsi antasid yang mengandung kalsium), dapat menderita hiperkalsemia. Suatu overdosis vitamin D dapat mempengaruhi konsentrasi kalsium darah, yaitu dengan meningkatkan penyerapan kalsium dari saluran pencernaan.

    Hiperparatiroidisme: 90% penderita hiperparatiroidisme primer memiliki tumor jinak (adenoma) pada salah satu kelenjarnya. 10% sisanya memiliki kelenjar paratiroid yang membesar dan menghasilkan terlalu banyak hormon.

  • HIPERKALSEMIAPenderita kanker sering mengalami hiperkalsemia. Kanker ginjal, kanker paru atau kanker ovarium (indung telur), sering mengeluarkan sejumlah besar protein yang memiliki efek yang mirip dengan hormon paratiroid (HPTrP). Efek ini dikenal sebagai sindroma paraneoplastik.

    Kanker juga menyebar (bermetastasis) ke tulang, menghancurkan sel-sel tulang dan melepaskan kalsium tulang ke dalam darah. Hal ini sering terjadi pada kanker prostat, payudara dan paru-paru.

    Mieloma multipel (kanker yang melibatkan sumsum tulang) juga dapat menyebabkan penghancuran tulang dan mengakibatkan hiperkalsemia. Kanker yang lain juga meningkatkan konsentrasi kalsium darah, dengan mekanisme yang belum sepenuhnya dapat dimengerti.

  • PENYEBAB HIPERKALSEMI

  • Klinis HiperkalsemiaPada Hiperkalsemia akut:ConfusionMengantukKomaKelemahan otot, Gejala psikosisRasa hausPoliuriaAnoraksia,mual, muntah, nyeri abdomen,KonstipasiGangguan irama jantung (Gambaran EKG)

    Pada Hiperkalsemia kronis:Batu ginjalPenyakit tulangKalsinosis

  • DiagnosisGejala dan TandaPemeriksaan Fisik Pemeriksaan penunjang

  • TataLaksana HiperkalsemiaHiperkalsemi akut perlu penanganan segeraTerapi definitif bervariasi tergantung penyakit yang mendasarinyaRehidrasi agresif menggunakan salin fisiologisBifosfonatSteroid pada keganasan

  • HipokalsemiaKadar kalsium darah kurang dari normal (9 mg/dl)Menyebabkan rasa kesemutan di sekitar mulutTetaniKejangChovstek positifTrosseau postif

  • EtiologiIntake kurangHiperparatiroidisme sekunderPasca pembedahan tiroid atau paratiroidKegagalan paratiroid autoimun idiopatikOsteomalasia

  • Gejala dan Tanda

  • TerapiGejala akut Ca2+ < 1,9 mmol/L ) bolus kalsium gukonas 10 % intravena dengan pemantauan EKG dan intravenaKalsium oral dan vitamin DPenyakit kronis: metabolit vit D

  • Hiperparatiroid

  • HIPERPARATIROID PRIMERHiperparatiroid Primer:Hiperparatiroid primer merupakan gangguan metabolik dimana kelenjar paratiroid memproduksi hormon paratiroid berlebihan yang dapat menyebabkan kehilangan jaringan tulang.

    Di beberapa kasus, penyebab tidak diketahui. Hiperparatiroid primer terjadi paling banyak pada individu dibawah 50 tahun.

    Hiperparatiroid primer disebabkan : a single adenoma in 85% of cases, hyperplastic glands in 12%, and by multiple adenomas in 3% of cases

  • HIPERPARATIROID SEKUNDERHiperparatiroid sekunder terjadi karena malfungsi organ lain, paling sering adalah gangguan ginjal..

    Tertiary hyperparathyroidism is similar to secondary, however PTH production is now autonomous from the underlying condition. This is seen occasionally after renal transplant when hyperparathyroidism persists despite correction of the renal function.

    Malignancy-related hypercalcemia is the most common cause in individuals over the age of 50. The malignant hypercalcemia may be by two mechanisms: 1) bone destruction secondary to metastasis or 2) secretion of a variety of humoral mediators that stimulate bone resorption.

  • GEJALA HIPERPARATIROID PRIMERThe following are the most common symptoms of primary hyperparathyroidism. However, each individual may experience symptoms differently. Symptoms of too much calcium in the blood may include:loss of appetite increased thirst frequent urination lethargy and fatigue muscle weakness joint pain constipation kidney pain (due to the presence of kidney stones)

  • GEJALA HIPERPARATIROID PRIMEROther serious symptoms may include:nausea vomiting abdominal pain memory loss depression

  • Hiperparatiroid sekunderHiperparatiroid sekunder dan hiperplasia paratiroid merupakan komplikasi tersering pada penyakit ginjal kronik, sebagian besar pada yang hemodialisa

    Penelitian melaporkan sebanyak 84 % penderita GGK yang menjalani hemodialisis regular di RSCM Jakarta mengalami gangguan metabolisme fosfat, kalsium, dan hormon paratiroid Block et al., 2004; Fukagawa et al., 2006; Olgaard dan Lewin, 2006

  • Hiperparatiroid sekunder65 % penderita GGK dengan laju filtrasi < 30 % mengalami osteodistrofi renal

    Pada laju filtrasi glomerulus < 10 % hampir semua penderita mengalami osteodistrofi renal akibat hiperparatiroid sekunder.

    Penelitian dekade lalu menjelaskan mekanisme hiperparatiroid sekunder pd GGK karena penurunan kalsium plasma, kalsitriol dan peningkatan fosfat plasma. Penelitian terkini mendukung ada mekanisme biologi molekuler yang bertanggung jawab terhadap hiperplasia paratiroid

    Drueke, 2000; Fukagawa et al., 2006

  • Hiperparatiroid Sekunder pada Gagal Ginjal Kronik