Gizi Buruk pada

download Gizi Buruk pada

of 21

  • date post

    14-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    24
  • download

    1

Embed Size (px)

description

tentang gizi buruk pada balita dan paradigma sehat

Transcript of Gizi Buruk pada

Paradigma SehatFakultas Kedokteran Ukrida

6 November 2010Kata Pengantar

Puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Allah swt. karena atas rahmat-Nya dan karunia yang telah diberikan saya dapat menyelesaikan makalah PBL blok 1 modul 2 ini dengan lancar tanpa hambatan yang berarti.

Makalah PBL ini dibuat berdasarkan sasaran pembelajaran yang telah kami lakukan bersama-sama dengan kelompok PBL saya yaitu E1. Makalah PBL ini diperuntukan bagi siapa saja yang ingin mengetahui tentang cara berfikir kritis terhadap suatu masalah. Oleh karna itu makalah PBL ini bisa membantu mengembangkan pola pikir kita akan segala sesuatu hal atau masalah yang akan kita hadapi dalam profesi dokter dari segala aspek yang ada, sehingga baik dan buruknya bisa terpikirkan dengan baik.

Saya berusaha menyajikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh siapa saja yang membacanya, sekalipun orang itu adalah orang yang awam akan pengetahuan tentang masalah bepikir kritis, sehingga tujuan dari makalah PBL ini akan tersampaikandengan baik.

Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada orang orang yang membantu sayadalam pembuatan makalah PBL ini. Saya menyadari bahwa makalah PBL ini jauh darisempurna, oleh karena itu, saya bersedia menerima kritik dan saran yang positif danmembangun dari rekan rekan pembaca untuk penyempurnaan pada makalah PBLselanjutnya. Semoga makalah PBL ini dapat memberikan manfaat kepada kita semuaJakarta, September 2010

Penulis

1BAB 1PENDAHULUANA. Paradigma Sehat

Paradigma Sehat

Menurut para ahli, paradigma dapat didefinisikan menjadi.11. Hubungan teori-teori yang membentuk susunan yang mengukur teori itu berhubungan satu dengan yang lain sehingga menimbulkan hal-hal yang perlu diselidiki.

2. Pola pikir alam memahami dan menjelaskan aspek tertentu dari setiap kenyataan (ferguson)

3. menurut Thomas Kuhn (1979) paradigma sebagai model , pola atau pandangan dunia yang dilandasi pada dua karakteristik yaitu penampilan dari kelompok yang menunjukan keberadaannya terhdap sesuatu yang diyakini dan terbuka untuk penyelesaian masalah alam kelompoknya.

Sedangkan sehat sendiri didefinisikan sebagai suatu keadaan kondisi fisik, mental, an kesejahteraan sosial yang merupakan satu kesatuan dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan.2 Sehingga paradigma sehat dapat iartikan sebagai upaya untuk lebih meningkatkan kesehatan bangsa yang bersifat proaktif. Paradigma sehat tersebut merupakan model pembangunan kesehatan yang dalam jangka panjang mampu mendorong masyarakat untuk bersikap mandiri dalam menjaga kesehatan mereka sendiri melalui kesadaran yang lebih tinggi pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif.

Visi Indonesia Sehat 2010

Upaya besar bangsa Indonesia dalam meluruskan kembali arah pembangunan nasional yang telah dilaksanakan dalam tiga dasawarsa terakhir ini, menurut reformasi total kebijakan pembangunan dalam segala bidang. Untuk bidang kesehatan, tuntutan reformasi total tersebut masih ada ketimpangan hasil pembangunan kesehatan antar-daerah dan antar-golongan, derajat kesehatan masyarakat yang masih tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga, dan kurangnya kemandirian dalam pembangunan kesehatan.Untuk meningkatkan daya tangkal dan daya juang kesehatan yang merupakan modal utama pembangunan nasional, tinjauan kembali terhadap kebijakan pembangunan kesehatan merupakan sebuah keharusan.3

Perubahan pemahaman tentang konsep sehat dan sakit serta makin kayanya khasanah ilmu pengetahuan dengan informasi tentang determinan penyebab penyakit yang multifaktorial, telah menggugurkan paradigma pembangunan kesehatan yang lebih mengutamakan pelayanan kesehatan yang bersifat mengutamakan pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif dan rehabilitatif. Pentingnya penerapan paradigma pembangunan kesehatan baru, yaitu paradigma sehat merupakan upaya untuk lebih meningkatkan kesehatan bangsa yang bersifat proaktif. Untuk terwujudnya paradigma sehat sebagai paradigma pembangunan kesehatan yang baru, kajian yang saksama tentang dasar, visi, serta misi pembangunan kesehatan perlu segera dilakukan.

B. Gizi pada balitaIndikator utama derajat kesehatan masyarakat adalah angka kematian bayi(AKB) atau Infat Mortality Rate(IMR). Dari hasil penelitian yang ada, angka kematian bayi ini tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan faktor faktor lain, terutama gizi. Status gizi ibu pada waktu melahirkan , dan gizi bayi itu sendiri sebagai faktor tidak langsung maupun langsung sebagai penyebab kematian pada bayi. Penyakit diare dan pneumonia pada bayi yang merupakan penyakit pembunuh(killing diseases) utama bayi dan anak balita ternyata juga berkaitan dengan gizi buruk pada bayi dan anak balita tersebut.4 Bayi ataupun anak balita yang kekurangan gizi sangat rentan terhadap penyakit-penyakit infeksi, termasuk diare dan infeksi saluran akut, utamanya pneumonia. Oleh sebab itu, perbaikan gizi masyarakat, yang difokuskan pada perbaikan bayi dan anak balita merupakan awal dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Sebaliknya, kekurangan gizi pada bayi akan berakibat terhadap munculnya masalah kesehatan yang lain, dan akhirnya akan berdampak terhadap menurunnya derajat kesehatan masyarakat. Gizi Buruk Balita

Makanan bergizi sangat penting diberikan kepada bayi sejak masih dalam kandungan. Selanjutnya, masa bayi dan balita merupakan momentum paling penting dalammelahirkan generasi pintar dan sehat. Jika usia ini tidak dikelola dengan baik, apalagi kondisi gizinya buruk, di kemudian hari akan sulit terjadi perbaikan kualitas bangsa. Masalah gagalnya penangan bayi dan balita bukan akibat pembawaan, melainkan merupakan proses usaha yang kurang berhasil. Hal ini dapat dilihat dari data yang menunjukan perbandingan yang sangat berbeda antara kondisi bayi yang lahir di negara berkembang dan bayi yang lahir di negara maju. Di indonesia misalnya, masih banyak bayi yang lahir dengan berat badan di bawah 2.500 gram. Artinya, di bawah berat badan lahir normal. Sementara itu, di beberapa negara maju berat badan bayi lahir rata-rata 3.800 gram. Hal ini disebabkan kondisi ekonomi mereka yang telah maju disampinng adanya kesadaran dan pengetahuan orangtua tentang gizi keluarga.5Kualitas gizi merupsakan cerminan kuantitas(jumlahnya) dan kualitas(ragamnya) pasokan gizi makanan yang dikonsumsi dan kemampuan tubuh untuk memanfaatkannya secara optimal. Kabar keprihatinan atas berita banyaknya anak balita yang menderita gizi buruk, hendaknya tak sekedar sebagai penghias media massa. Namun yang diperlukan adalah sebuah tindakan nyata. Dengan mudah kita dapat melacaknya , melalui pencatatan-pelaporan kader seperti di posyandu. Demikian pula , sebagian besar anak di saat usia balita (sejak lahir hingga 60 bulan), pastikan memiliki Kartu Menuju Sejahtera (KMS) yang diberikan saat berkunjung ke posyandu.6 Dari data yang dilacak ulang berdasarkan plot berat badan di setiap KMS anak, dapat ditentukan apakan anak-anak berstatus gizi buruk atau tidak. Kurang gizi tingkat berat atau gizi buruk ini disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dari makanan sehari-hari dan terjadi dalam waktu yang cukup lama. Gizi buruk ini diketahui dengan cara pengukuran berat badan (BB) menurut tinggi badan(TB) dan atau umur dibandingkan dengan standar, dengan atau tanpa tanda-tanda klinis (maramus, kwasikor, dan marasmus-kwasirkor). Batas gizi buruk pada balita adalah kurang dari -3.0 SD baku WHO.5,6Kekuragan zat-zat gizi pada makanan bayi dapat mengakibatkan terganggunya pertumbuhan dan perkembangan. Di samping itu, bayi menjadi lebih rentan terhadap penyakit infeksi dan selanjutnya bahkan dapat mengakibatkan kematian bayi tersebut.4 Oleh karena itu pemenuhan kebutuhan gizi bayi sangat perlu mendapat perhatian yang serius terutama pada bayi berstatus gizi buruk.C. Demografi dan KBDemografi adalah studi ilmiah tentang penduduk, terutama tentang fertilitas, mortalitas, dan mobilitas. Demografi meliputi studi ilmiah tentang jumlah, persebaran geografis, komposisi penduduk dan karakter demografis lainnya, serta bagaimana faktor-faktor berubah dari waktu ke waktu. Para ahli demografi terutama tertarik pada statistik fertilitas(kelahiran), mortalitsa(kematian), dan mobilitas(perpindahan tempat) karena ketiga variabel ini merupakan komponen yang berpengaruh terhadap perubahan penduduk.7

Sedangkan KB atau progran keluarga berencana merupakaan progran yang dibentuk oleh pemerintah Indonesia untuk membentuk sebuah keluarga yang sehat dan produktif. Berikut mrupakan pentingnya gerakan KB untuk keluarga terutama pada peningkatan kesehatan fisik karena mengikuti konsep KB.81. Umur optimal untuk mempunyai anak berkisar antara 20-30 tahun, dengan maksimal 35 tahun

2. dengan memperhitungkan rintangan umur, sisa usia selanjutnya apat dipergunakan untuk mempersiapkan diri berkarya sehingga kesejahteraan keluarga meningkat dalam arti luas.

3. jumlah dan susunan keluarga yang berorientasi NKKBS :

a. mengurangi morbiditas dan mortalitas

b. Menghilangkan konsep empat terlalu sehingga komplikasi,persalinan,dan masa laktasi apat diturunkan.

c. Dampak hamil ketika kesehatan optimal terhadap tumbuh-kembang intrauteri lebih baik sebagai dasar utama untuk membangun SM sejak awal.

Berkaitan dengan konsep pelaksanaan KB, ahli demografi dari Chili mengemukakan hubungan antara kesejahteraan an penerimaan KB. Gambaran demografi yang dikemukakan adalah.8 Jumlah penduduk diharapkan stabil, antara yang lahir dan yang meninggal.

Penerimaan KB adalah kebutuhan pokok setiap keluarga.

Saat tingkat kesejahteraan tercapai pelaksanaan gugur kandung untuk menstabilkan penduduk hanya merupakan suplemen semakin berkurang.

Tingkat kesejahteraan seimbang antara jumlah susunan keluarga, pendapatan per kapita(keluarga), serta upaya meningkatkan SM dalam keluarga.