Gizi Buruk Marasmus

Click here to load reader

  • date post

    19-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    58
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of Gizi Buruk Marasmus

Identitas PasienNama: An. Nadia RamadaniUmur: 5 tahunJenis Kelamin: Perempuan Pendidikan: Belom SekolahAgama: Islam Alamat: Pepaya no 341 PogarTanggal MRS: 2 - 7 - 2014Tanggal Pemeriksaan: 7 - 7 - 2014No. Medrec: 00113569B.ANAMNESISA. Keluhan Utama : Luka disekitar mulut tidak kunjung sembuh sudah 3 minggu, panas, mencret 5 kali dalam sehari dalam 2 minggu terakhir, sakit gigi sekitar seminggu yang lalu.B. Riwayat Penyakit Sekarang :Nenek pasien mengatakan awalnya panas kurang atau lebih 3 minggu pilek disangkal disertai mencret sudah 2 minggu lebih dari 5 kali sehari, banyaknya kurang lebih setengah gelas belimbing setiap mencret, konsistensi cair dan terdapat ampas berwarna kekuningan, terdapat darah di sangkal dan lendir di sangkal, bau khas tidak terdapat darah apabila ingin BAB perut terasa sakit. Pada awalnya anak rewel disertai sering minum sangat bernafsu (seperti kehausan) namun sejak 3 hari terakhir anak mulai malas untuk minum dan tampak amat lemas berat badan menurun disertai nafsu makan menurun tidak disertai batuk, nyeri saat menelan disangkal, riwayat kejang disangkal. mulut terdapat luka yang tidak kunjung sembuh,mukosa bibir yang sangat kering turgor kulit menurun dan perut membesar. Kulit terdapat bintik-bintik hitam.C. Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien pernah menderita diare dan asma sebelumnya. Riwayat batuk lama disangkal, Riwayat trauma pada umur 4 tahun jatuh dari sepeda terbentur kepala tapi tidak ada keluhan. Pasien pernah keluar nanah dari telinga pada saat panas.D. Riwayat Penyakit Keluarga :Riwayat alergi, riwayat asma dan TBC disangkal.E. Riwayat Pengobatan :Sempat diberikan penanganan di puskemas diberikan antibiotik dan penurun panas.

F. Riwayat Psikososial :Selama ini pasien tinggal bersama kakek, nenek dan ibunya, ayahnya sudah cerai semenjak mengandung nadia ayahnya bekerja sebagai supir truk malam jarang di rumah, sedangkan ibunya pegawai di sebuah pabrik. Kakek dan nenek tidak memiliki pekerjaan.

G. Riwayat Imunisasi:Nenek pasien mengatakan kalau pasien selalu rutin mengikuti imunisasi lengkap di puskesmas.(Tetapi tidak ada data).

H. Riwayat pemberian nutrisi:Tahun 1: Diberikan ASI selama 3 bulanSusu nutrilon soya selanjutnya diberikan selama 2 bulan ( ganti karena tidak punya biaya untuk membeli susu dikarenakan mahal.)SUSU SGM sampai sekarang

Sebelum Sakit : Selera makan kurang bagus jarang (1 porsi 3x1hari), Menu makanan: Nasi, ikan,sayur, Frekuensi makan: 3x sehari makanan pantangan tidak ada, pembatasan pola makanan: tidak ada.Cairan sebelum sakit: Pasien minum susu 120cc / 8x diminum melalui dot.Sesudah Sakit : Selera makan menurun (1/3 porsi 3x1 hari), Menu makanan: Nasi, ikan, Frekuensi makan 3 kali sehari 1 porsi tidak habis, makanan pantangan: tidak ada, pembatasan pola makan: tidak ada.Cairan sesudah sakit: Pasien minum susu 100cc / 8x diminum melalui dot.III.PEMERIKSAAN FISIK Keadaan umum : Compos MentisTanda Vital :Nadi: 120x/menitRR: 40x/menitSuhu: 37.1 oCStatus Antropometri Tinggi Badan: 89 cm Berat Badan : 10 kg BB/U= Terletak dibawah -3 SD (Gizi Kurang) TB/U= Terletak dibawah -3 SD(Perawakan pendek) BB/TB= Terletak diantara -3 SD dan -2 SD (Gizi Kurang)Kesan: Status gizi: Kurang

Kepala: A/I/C/D +/-/-/- , Perubahan warna rambut (+), Ubun-ubun cekung, Mata Cowong (+/+), old man face (+), Thrush (+)Leher : Tidak ada pembesaran KGBThorax : Bentuk Simetris, Retraksi (-) P: Rh (-/-) Wz (-/-) C: S1 S2 Tunggal Abdomen : Meteorismus, Bising Usus meningkat, Turgor kulit menurun, asites(-)Genetalia : dBnEkstremitas : Akral hangat, Odem -IV.PEMERIKSAAN PENUNJANGLaboratoriumHemoglobin: 7.98 g/dLHematocrit: 28.0 %Eritrosit: 3.46 x 103/lLeukosit: 5.54 x 103/lTrombosit: 293 x 103/lV.DAFTAR MASALAH Buang Air Besar lebih dari 5 kali sehari BAB Cair Diare sudah 2 minggu Frekuensi pasien minum sedikit Turgor kulit menurun Pasien tampak gelisah Bising usus meningkat Anemis Berat badan menurun Luka di mulut yang tidak kunjung sembuh Perut membesar Febris Dehidrasi sedang Nafsu makan semakin menurun Sakit perut saat ingin buang air besar Kekurangan nutrisi Pasien sangat lemah Ubun-ubun cekung Mukosa bibir kering Kulit terdapat bintik-bintik hitam (Crazy pavement dermatosis) Sakit gigi berkepanjanganVI.DIAGNOSA Diare persisten dehidrasi sedang Gizi Buruk Marasmus Candidiasis oral Hepatitis B TB Paru Pneumonia Anemia defisiensi besi

VII.PENATALAKSANAAN Infus RL@30cc/kgBB dalam 1 jam (240 x 15) /60= 60 tetes/menit Dilanjutkan Infus RL 70cc/kgbb dalam 5 jam (560 x 15)/300 = 28 tetes/menit Dilanjutkan Infus RL (8x(120+30)) / 96 = 12 tetes/menit Propyretic supp 80mg 3 x 1 Zinc syrup 1 x 1 cth Diet bubur saring

VIII. PEMBAHASAN DIAREDefinisiDiare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering (biasanya tiga kali atau lebih) dalam satu hari. Jenis diare ada dua macam, yaitu Diare akut dan Diare persisten atau Diare kronik. Diare akut adalah diare yang berlangsung kurang dari 14 hari, sementara Diare persisten atau diare kronis adalah diare yang berlangsung lebih dari 14 hari. Pada diare terdapat tiga penilaian derajat dehidrasi yaitu diare tanpa dehidrasi, diare dehidrasi ringan-sedang dan diare dehidrasi berat.EPIDEMOLOGIBerdasarkan kelompok umur, prevalensi tertinggi diare terjadi pada anak balita (1-4 tahun) yaitu 16,7% dengan prevalensi laki-laki dan perempuan hampir sama, yaitu 8,9% pada laki-laki dan 9,1% pada perempuan. Prevalensi diare lebih banyak di pedesaan dibandingkan perkotaan, yaitu sebesar 10% di perdesaan dan 7,4 % di perkotaan. Diare cenderung lebih tinggi pada kelompok pendidikan rendah dan bekerja sebagai petani/nelayan dan buruh. Penyebab kematian bayi (usia 29 hari-11 bulan) yang terbanyak adalah diare (31,4%) dan penyebab kematian anak balita (usia 12-59 bulan), terbanyak adalah diare (25,2%).2ETIOLOGI DAN PATOFISIOLOGISecara klinis penyebab diare dapat dikelompokkan dalam 6 golongan besar yaitu infeksi (disebabkan oleh bakteri, virus atau infestasi parasit), malabsorpsi, alergi, keracunan, imunodefisiensi dan sebab-sebab lainnya. Penyebab yang sering ditemukan di lapangan ataupun secara klinis adalah diare yang disebabkan infeksi dan keracunan.1DIARE DENGAN PENYEBAB INFEKSI VIRUSSecara global, rotavirus merupakan penyebab diare terparah kalangan anak kecil. Hampir semua anak telah terinfeksi sebelum mencapai usia lima tahun. Di negara sedang berkembang, rotavirus menyebabkan kurang lebih setengah juta kematian setiap tahun.5Di negara maju, kematian akibat rotavirus jarang terjadi tetapi rawat inap terjadi secara umum, terutama di kalangan anak di bawah usia 2 tahun. Kebanyakan orang sehat yang terinfeksi oleh rotavirus menderita penyakit selama 4 sampai 6 hari dan sembuh sepenuhnya. Infeksi rotavirus amat berjangkit dan ditularkan melalui muntah atau tinja dari orang yang terinfeksi melalui: kontak orang ke orang, misalnya menyentuh seseorang yang sakit dan mempunyai virus ini pada tangannya benda yang tercemar makanan dan minuman yang tercemar.5Gejala KlinikDIARE DENGAN PENYEBAB INFEKSI VIRUSRotavirus merupakan penyebab sebagian besar penyakit diare pada bayi dan anak-anak tetapi tidak pada orang dewasa. Masa inkubasinya 1-3 hari. Gejala yang khas meliputi diare, demam, nyeri perut dan muntah-muntah di ikuti dehidrasi.7Pada bayi dan anak-anak, kehilangan banyak elektrolit dan cairan bisa fatal jika tidak diobati. Penderita dengan kasus yang lebih ringan mempunyai gejala 3-8 hari dan kemudian sembuh sempurna. Pada anak-anak dengan imunodefisiensi, rotavirus dapat mengakibatkan penyakit yang lebih berat dan lebih dan lebih panjang.7DIARE DENGAN PENYEBAB INFEKSI BAKTERI1. E.coliSemua bentuk dapat menyebabkan penyakit pada anak-anak di negara berkembang, tapi enterohemorrhagic E. coli (EHEC, termasuk E. coli O157: H7) menyebabkan penyakit yang lebih umum di negara-negara maju. Enterotoksigenik E. coli (ETEC) - diare, diare pada bayi dan anak-anak di negara berkembang. Enteropathogenic E. coli (EPEC) - anak-anak 1 tahun :200 ribu SI (satuan Internasional).Umur 6-12 bulan : 100 ribu SI (satuan Internasional).Umur 0-5 bulan : 50 ribu SI (satuan Internasional).6). Mulai pemberian makanPemberian nutrisi harus dimulai segera setelah anak dirawat dan harus dirancang sedemikian rupa sehingga cukup energi dan protein untuk memenuhi metabolisme basal.I.PencegahanTindakan pencegahan terhadap marasmus menurut (Lubis, U.N.http: //www.cermin dunia kedokteran. diperoleh tanggal 4 Juni 2008)dapat dilaksanakan dengan baik bila penyebab diketahui.Usaha-usahatersebut memerlukan sarana dan prasarana kesehatan yang baikuntuk pelayanan kesehatan dan penyuluhan gizi, antara lain :1. Pemberian air susu ibu (ASI) sampai umur 2 tahun merupakan sumber energi yang paling baik untuk bayi.2. Ditambah dengan pemberian makanan tambahan yang bergizi pada umur 6 tahun ke atas.3. Pencegahan penyakit infeksi, dengan meningkatkan kebersihan lingkungan dan kebersihan perorangan..4. Pemberian imunisasi.5. Mengikuti program keluarga berencana untuk mencegah kehamilan terlalu kerap.6. Penyuluhan/pendidikan gizi tentang pemberian makanan yang adekuat merupakan usaha pencegahan jangka panjang.7. Pemantauan(surveillance)yang teratur pada anak balita di daerah yang endemis kurang gizi, dengan cara penimbangan berat badan tiap bulan.