Gizi Buruk Anak

download Gizi Buruk Anak

of 57

  • date post

    03-Apr-2018
  • Category

    Documents

  • view

    243
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Gizi Buruk Anak

  • 7/29/2019 Gizi Buruk Anak

    1/57

    Bagian Ilmu Kesehatan Anak TUTORIAL KLINIK

    Fakultas Kedokteran

    Universitas Mulawarman

    GIZI BURUK TIPE MARASMUS PADA ANAK

    DENGAN HIDROSEFALUS + SOL + ULKUS

    DEKUBITUS + KERATOMALASIA

    oleh:

    Ery Irawan (0708015017)

    Listyono Wahid R. (0808015009)

    Pembimbing:

    dr. William S. Tjeng, Sp.A.

    Dibawakan Dalam Rangka Tugas Kepaniteraan Klinik

    Pada Bagian Ilmu Kesehatan Anak

    Fakultas Kedokteran

    Universitas Mulawarman

    2013

  • 7/29/2019 Gizi Buruk Anak

    2/57

    2

    BAB I

    PENDAHULUAN

    Malnutrisi atau penyakit kurang energi protein (KEP) juga merupakan

    salah satu masalah kesehatan utama Indonesia dan melatarbelakangi lebih dari

    50% kematian balita. Prevalensi yang tinggi terdapat pada balita, karena pada saat

    itu gizi atau makanan tersebut disediakan untuk pertumbuhan dan perkembangan

    serta energi yang lebih aktif pada anak tersebut. Pada penyakit KEP ditemukan

    berbagai macam keadaan patologis disebabkan oleh kekurangan energi maupun

    protein dalam proporsi yang bermacam-macam akibat kekurangan tersebut timbul

    keadaan KEP pada derajat yang ringan sampai berat 2,5.

    Pada keadaan yang berat secara klinis terdapat 3 tipe: Kwashiorkor,

    Marasmus, Marasmus Kwashiorkor. Pada semua tipe tersebut terdapat gangguan

    pertumbuhan, disamping gejala-gejala klinis maupun biokimiawi yang khas bagi

    tipe penyakitnya 2,5.

    Marasmus merupakan salah satu bentuk gizi buruk atau kekurangan kalori

    protein yang terutama akibat kekurangan kalori yang berat dan kronis.

    Penyebabnya multifaktorial antara lain masukan makanan yang kurang, faktor

    penyakit dan faktor lingkungan serta ketidaktahuan untuk memilih makanan yang

    bergizi dan keadaan ekonomi yang tidak menguntungkan 2,5.

    Diagnosis marasmus ditegakkan berdasarkan gejala klinis dan pengukuran

    antopometri, untuk menentukan penyebab perlu anamnesis makanan dan penyakit

    lain. Pencegahan terhadap marasmus ditujukan kepada penyebab dan memerlukan

    pelayanan kesehatan dan penyuluhan yang baik. Pengobatan marasmus ialah

    pemberian diet tinggi kalori dan tinggi protein dan penatalaksanaan di rumah sakityang dibagi atas: tahap stabilisasi, tahap transisi dan rehabilitasi 2,5,7

  • 7/29/2019 Gizi Buruk Anak

    3/57

    3

    BAB II

    DATA PASIEN

    2.1IdentitasIdentitas Pasien

    Nama : An. ST

    Umur : 20 bulan

    Jenis kelamin : Laki-Laki

    Anak ke : 7 dari 7 beraudara (6 saudara tiri)

    Alamat : Teluk Dalam RT.05 Desa Bangun Rejo

    MRS tanggal 22 Februari 2013

    Identitas Orang Tua

    Nama Ayah : Tn.AP (Almarhum)

    Umur : 41 tahun

    Alamat : Teluk Dalam RT.05 Desa Bangun Rejo

    Pekerjaan : Swasta

    Pendidikan Terakhir : SMA

    Ayah perkawinan ke : IV

    Riwayat kesehatan ayah : -

    Nama Ibu : Ny. A

    Umur : 40 tahun

    Alamat : Teluk Dalam RT.05 Desa Bangun Rejo

    Pekerjaan : IRTPendidikan Terakhir : SD

    Ibu perkawinan ke : II

    Riwayat kesehatan Ibu : Sehat

  • 7/29/2019 Gizi Buruk Anak

    4/57

    4

    2.2AnamnesaAnamnesa dilakukan pada tanggal 4 Maret 2013 pukul 13.00 WITA, di

    Bangsal Melati Ruang Hematologi RSUD AW. Sjahranie Samarinda.

    Alloanamnesa oleh Ibu kandung pasien.

    Keluhan Utama

    Tidak mau makan minum

    Riwayat Penyakit Sekarang

    Anak mulai sulit untuk makan dan minum sejak 6 minggu sebelum MRS.

    Menurut ibu, anak mulai seperti ini saat mendapat ramuan tradisional yang

    rasanya pahit untuk menyembuhkan keluhan kepala yang terus membesar. Anak

    hanya makan dan minum susu sedikit saja sehingga berat badan terus menurun

    secara drastis. Keluhan ini disertai dengan keluhan pembesaran kepala sejak 3

    bulan sebelum MRS. Anak tidak ada mengeluhkan panas, batuk lama, mual,

    muntah, serta keluhan sakit menelan. Saat MRS anak tidak BAB selama 1 minggu

    dan BAK berwarna kuning agak pekat dengan frekuensi yang jarang, tidak lancar.

    Anak mulai mengalami penurunan kesadaran bersamaan dengan keluhan

    kepala yang membesar, hingga saat MRS anak hanya terbaring di tempat tidur.

    Selain penurunan kesadaran anak juga mengalami gangguan penglihatan yang

    semakin memburuk.

    Riwayat Penyakit Dahulu

    Pada saat anak berumur 15 bulan Oktober 2012, anak pernah dirawat di

    bangsal Angsoka dengan keluhan muntah disertai kejang dan penurunankesadaran dengan diagnosa awal Suspek Ensefalitis dengan berat awal sekitar 9

    kg. Setelah dirawat sekitar 1 minggu, dilakukan pemeriksaan penunjangHead CT-

    scan dan anak didiagnosa akhir oleh dr.Sp.BS dengan SOL (Space-Occupying

    Lesion) dengan rencana tindakan pembedahan elektif eksisi SOL. Dengan alasan

    yang tidak jelas, Ayah pasien menolak tindakan pembedahan dan memulangkan

    anak (pulang paksa). Selama jeda waktu umur 19 bulan ini hingga umur 20 bulan

  • 7/29/2019 Gizi Buruk Anak

    5/57

    5

    anak tidak mendapatkan terapi medis apapun,tetapi pengobatan tradisional dengan

    keluhan tambahan kepala yang semakin membesar, penurunan kesadaran dan

    gangguan penglihatan serta asupan makanan dan minum yang sangat kurang.

    Bulan Desember 2012, pasien sempat terkena campak dan berobat ke

    puskesmas. Pasien kontak dengan penderita campak di sekitar rumahnya

    (tetangga).

    Riwayat Penyakit Keluarga

    - Tidak ada keluarga dengan keluhan yang serupaPertumbuhan dan Perkembangan Anak

    - Berat badan lahir : 3000 gram- Panjang badan lahir : 47 cm- Tersenyum : 3 bulan- Miring : 3 bulan- Tengkurap : 4 bulan- Duduk : 7 bulan- Gigi keluar : Ibu lupa- Merangkak : 6 bulan- Berdiri : 1 tahun- Berjalan : 1 tahun- Berbicara dua suku kata : 7 bulan

    Riwayat Makan Minum anak :

    - ASI : 0 bulan- Dihentikan : 15 bulan- Susu sapi/buatan : susu sapi formula- Buah : 6 bulan- Bubur susu : 3 bulan , 3 x 1 mangkok (100 cc)- Tim saring : 9 bulan, 3 x 1 mangkok (150 cc)

  • 7/29/2019 Gizi Buruk Anak

    6/57

    6

    - Makanan padat dan lauknya : 1 tahun, 3 x 1 piring kecil (lauk,ikan/ayam, sayur) ikut menu orang tua

    - Saat sakit (Desember 2012) :o Makanan padat dan lauknya maksimal 3x2 sendok makano Minum (susu atau the manis), dituang saat makan dengan sendok

    tiap makan, sekitar 5 sendok, tumpah.

    Riwayat Kehamilan

    - Pemeliharaan Prenatal :- Periksa di : di bidan praktek swasta- Penyakit kehamilan : muntah pada awal kehamilan- Obat-obatan yang sering diminum : tablet penambah darah dan obat maag

    (nama lupa)

    Riwayat Kelahiran :

    - Lahir di : Klinik bidan- Di tolong oleh : Bidan- Berapa bulan dalam kandungan : 9 bulan- Jenis partus : spontan per vaginam

    Riwayat Postnatal :

    - Pemeliharaan postnatal : rutin- Periksa di : Puskesmas dan bidan

    Jadwal Imunisasi

    ImunisasiUsia saat imunisasi

    I II III IV Booster I Booster II

    BCG 1 bulan //////////// //////////// //////////// //////////// ////////////

    Polio 1 bulan 2 bulan 3 bulan 4 bulan - -

    Campak 9 bulan //////////// //////////// //////////// //////////// ////////////

  • 7/29/2019 Gizi Buruk Anak

    7/57

    7

    DPT 2 bulan 3 bulan 4 bulan //////////// - -

    Hepatitis B 0 bulan 2 bulan 3 bulan 4 bulan - -

    2.3Pemeriksaan FisikDilakukan pada tanggal 4 Maret 2013 pukul 13.00 WITA

    Keadaan Umum : Tampak sakit sedang

    Kesadaran : E2V2M3

    Tanda Vital :

    - Nadi : 105 x/menit- RR : 40 x/menit- Suhu (axila) : 36,8o CAntropometri :

    - Berat Badan : 6,5 kg- Panjang Badan : 70 cm- Lingkar Kepala : 48,5 cm- Lingkar Lengan Atas : 7 cm- BMI : 13.3 kg/m2 (berat badan kurang)- Status Gizi : Gizi Buruk

    Z-score (lampiran)

    BB/TB : < -3SD BB/U : < -3SD TB/U : < -3SD

    BMI/U : < -3 SD LK/U : - 2 SD sampai + 2 SD

    Kepala/leher

    Rambut : Warna merah kecoklatan, tipis, seperti rambut jagung mudah

    dicabut (-)

  • 7/29/2019 Gizi Buruk Anak

    8/57

    8

    Mata : Konjungtiva anemis (+/+), sklera ikterik (-/-), mata cowong (-/-) ,

    kornea tampak suram (+/+), pada occuli dextra tampak menonjol

    dimana kornea lunak, occuli sinistra tampak ulcus kurang dari

    1/3

    Telinga : sekret (-), darah (-)

    Hidung : Sekret hidung (+), pernafasan cuping hidung (-)

    Mulut : Mukosa bibir normal, sianosis (-), lidah bersih, faring hiperemis

    (sde), pembesaran tonsil (sde)

    Leher : Pembesaran kelenjar getah bening (-)

    Terdapat ulkus dekubitus regio os occipital dengan ukuran diameter 2,5 cm

    (tampak os.occipital) dan 1 cm.

    Thorax

    Paru Inspeksi : bentuk dada normal, tampak simetris, costa

    terlihat jelas, retraksi (-)

    Palpasi : pergerakan simetris

    Perkusi : Sonor

    Auskultasi : Vesikuler, rhonki (-/-), wheezing (-/-)

    Jantung Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat

    Palpasi : Ictus cordis teraba

    Perkusi : batas jantung kiri = ICS V MCL Sinistra

    batas jantung kanan = ICS IV PSL Dextra

    Auskultasi : S1 S2 tunggal, regular, murmur (-), gallop (-)

    AbdomenInspeksi : Flat

    Palpasi : Soefl, nyeri tekan (-), organomegali (-), turgor kulit (sde)

    Perkusi : Timpani

    Auskultasi : Bising usus (+) kesan normal

  • 7/29/2019 Gizi Buruk Anak

    9/57

    9

    Ekstremitas

    Akral hangat, pucat (-/-), edema (-), dekortikasi (+),tidak ada pembengkakan

    sendi atau tulang, Baggy Pant (+).

    Status Neurologis

    Kesadaran : E2V2M3

    Tanda meningeal : Kaku kuduk (-), Kernig (sde), Brudzinski I

    (-) , brudzinski II (sde)

    Refleks Fisiologis : Reflex biceps (sde), triceps (sde)

    Refleks patella (sde), achiles (sde)

    Refleks pat