Gizi Buruk Amel

Click here to load reader

  • date post

    14-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    226
  • download

    0

Embed Size (px)

description

cz

Transcript of Gizi Buruk Amel

PENDAHULUAN

Gizi buruk adalah Keadaan kurang zat gizi tingkat berat yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam waktu cukup lama yang ditandai dengan berat badan menurut umur (BB/U) yang berada pada 5x, warna kuning, darah (-), lendir (-), busa (-), sedikit berampas, volume banyak, bau tinja biasa. BAK biasa. Mual (-), muntah (-), demam (-). Selain itu pasien mengalami sesak nafas dan diperberat oleh batuk sejak 2 hari yang lalu sebelum masuk rumah sakit, batuk berlendir, lendir berwarna putih,darah (-), beringus (-).Riwayat penyakit dahulu: Sebelumnya pasien sering batuk dan sesak nafas. Post operasi PDA (Patent Ductus Arteriosus) 6 bulan yang lalu. Pasien pernah mendapat terapi gizi buruk sebelumnya namun tidak tuntas (hanya sampai masa transisi). Riwayat penyakit keluarga: Di keluarga tidak ada yang mengalami sakit serupaRiwayat kelahiran: Anak ke 2 dari 2 bersaudara, G2P1A0, lahir cukup bulan spontan di rumah di bantu oleh bidan, anak lahir tidak langsung menangis, berat badan lahir 3.200 gram, panjang badan lahir (?).Anamnesis makanan: Anak tidak pernah mendapatkan ASI. Susu formula: 0-sekarang Bubur saring: >3 bulan Nasi: > 1 tahun

Kepandaian/kemajuan bayi: Tengkurap: 1 tahun 8 bulan Sekarang pasien belum bisa duduk, belum bisa berdiri, belum bisa berjalan. Riwayat imunisasi:Imunisasi tidak lengkap, (pasien tidak mendapat imunisasi Hep B)Pemeriksaan fisis:Kondisi Umum:Sakit beratBerat Badan:5 kg

Tingkat Kesadaran:Compos MentisTinggi Badan:69 cm

Status Gizi:Gizi buruk (< -3 SD) Lingkar Lengan : 11 cm

Tanda-Tanda Vital

Nadi:82 kali/menit

Suhu:36,70C

Pernapasan:44kali/menit

Kulit:

Warna kuning langsat, tidak ditemukan ruam, turgor kulit kembali lambat.

Kepala:Bentuk bulat,rambut berwarna cokelat kemerahan kusam, mudah dicabut, tipis dan tidak mengkilap, botak dibagian belakang, konjungtiva anemis, sklera tidak ikterus, refleks kornea positif kanan dan kiri, pupil bulat isokor diameter 3 mm, mata cowong (+), tatapan sayu. tulang pipi tampak menonjol. Hidung sekret (-), pernapasan cuping hidung (+). Telinga tidak ada sekret, bibir tidak sianosis, bibir kering.

Tenggorokan-Leher:Tonsil sulit dinilai, Tidak ad Pembesaran kelenjar tiroid dan kelenjar getah bening, Tonsil sulit dinilai

Dada :Terdapat pectus carinatum, retraksi subcostal (+).

Paru-Paru:Inspeksi : pergerakan dada simetris, retraksi subcostal (+).Palpasi : tidak ada massa, taktil fremitus kiri dan kanan sama.Perkusi : sonor kanan dan kiriAuskultasi : bunyi napas brokovesikuler, wheezing (-/-), ronkhi (+/+) basah halus.

Jantung:Inspeksi : iktus kordis tampakPalpasi : iktus kordis teraba pada ICS V midclavicula sinistraPerkusi : pekakAuskultasi : bunyi jantung I dan II murni, reguler, bising jantung (-).

Abdomen :Inspeksi : permukaan cembungAuskultasi : peristaltik + kesan meningkatPerkusi : timpaniPalpasi : nyeri tekan (-), massa (-), hepar dan limpa tidak teraba.Turgot : > 2 detik

Ekstremitas Atas Bawah::Akral hangat , edema (-), hipotrofi.Akral hangat, edema (-) hipotrofi.

Tulang:Deformitas tidak ada

SKOR DEHIDRASI:Kriteria

Keadaan umum Gelisah, rewel

Mata Cekung

Mulut Kering

Air mataTidak ada

Turgor 2

Rasa hausHaus, ingin minum banyak

Merupakan tanda dehidrasi ringan sedang.PEMERIKSAAN PENUNJANG: -RESUMEPasien perempuan berusia 2 tahun datang dengan keluhan BAB cair sejak 3 hari yang lalu sebelum masuk rumah sakit, frekuensi >5x, warna kuning, sedikit berampas, volume banyak, bau tinja biasa. Selain itu pasien mengalami sesak nafas dan batuk sejak 2 hari yang lalu sebelum masuk rumah sakit, batuk berlendir, lendir berwarna putih.Pasien pernah mempunyai riwayat PDA (Patent Ductus Arteriosus) saat lahir pasien tidak langsung menangis. Pasien tidak pernah mendapatkan ASI sejak lahir. Sejak lahir sampai sekarang pasien mengkonsumsi susu formula. Pasien tidak mendapat imunisasi Hep B. Pasien juga mengalami keterlambatan pertumbuhan (