Gangguan Tiroid Dan Paratiroid

Click here to load reader

download Gangguan Tiroid Dan Paratiroid

of 66

  • date post

    28-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    186
  • download

    1

Embed Size (px)

description

kelenjar tiroid dan para tiroid

Transcript of Gangguan Tiroid Dan Paratiroid

Jantungku berdebar !TermsBMR : basal metabolic rate

Jumlah energi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk melaksanakan aktivitas metabolik normal tubuh dalam keadaan istirahat

Jumlah energi yang dibutuhkan untuk menjalankan dan mempertahankan fungsi fisiologis tubuhSatuan : kkal/kgBB/jam

BMR berdasarkan faktor perkalian

Wanita : 0.9 x BB (kg) x 24 jam

Pria : 1 x BB (kg) x 24 jam

BMR berdasarkan rumus Harris-Bennedict

Wanita : 655 + 9.6BB (kg) + 1.8TB (m) - 4.7U

Pria : 66 + 13.7BB (kg) + 5TB (m) - 6.8U

EKG : elektrokardiograf

Hipertiroid : produksi hormon tiroksin berlebih

Hipotiroid : produksi hormon tiroksin kurang dari normal

1. Mampu menjelaskan anatomi, biokimiawi dan fisiologi kelenjar hipofisis, hipotalamus, tiroid, paratiroid, adrenal dan pankreas.

Anatomi glandula tyhroideaLetak di belakang m.sternohyoideus dan m.sternothyroideus

Setinggi C5-T1

Melekat pada cartilago cricoidea dan cartilago trachealis 1-2 (isthmus)

Lobus dexter dan lobus sinister dipisahkan oleh isthmus

Dibungkus capsula fibrosa

Bagian terluar dibungkus selaput longgar fascia pretrachealis fascia cervicales profundae

A.thyroidea superior (a.carotis communis-externa), inferior (a.subclavia), ima (a.brachiocephalica)

V.Thyroidea superior (jug.interna), inferior (brachiocephalica sinistra), media (jug.interna)Anatomi glandula parathyroideaSepasang terletak di tepi bawah cartilago cricoidea

Sepasang terlatak di inferior gland.thyroidea

A.thyroidea inferior (a.subclavia)

Kelenjar TiroidTerdiri dari folikel-folikel berisi substansi koloid gelatinosa yang dikelilingi sel folikular (epitel kubus selapis)

Koloid mengandung trioglobulin (simpanan hormon tiroid tidak aktif)

T3 dan T4 adalah kelenjar tiroid utama

Sel parafolikular terletak di tepi folikel kelenjar tiroid

Sel parafolikular mensekresi kalsitonin (menurunkan kadar Ca2+ darah)

Sel parafolikular bekerja tidak bergantung hormon kelenjar pituitari tetapi bergantung kadar kalsium darah

Hormon : T4 tetraiodotironin dan T3 triiodotironin.

Bahan dasar hormon : tirosin dan iodium. Keduanya diserap dari darah oleh sel folikel. Tirosin merupakan zat non-esensial yang terdapat dalam tubuh, sedangkan iodium bersifat esensial.

Langkah-langkahnya :

Proses distimulasi oleh FSH

TrappingYodida (I-) bersama Na+ masuk ke dalam sel apikal tiroid dibantu protein kanal NIS (sodium iodide symporter)

Proses masuknya secara transpor aktif sekunder (butuh O2 dan ATP)

Dihambat : tiosianat, perklorat

OksidasiYodida dioksidasi H2O2 (hidrogen peroksidase) dan TPO (tiroperoksidase atau iodideperoksidasi)

Hasil oksidasi (yodium) menempel pada rantai tirosin dalam Tg (tiroglobulin)

Terbentuk DIT (2 yodida) dan MIT (1 yodida)

Dihambat : metilmazol

Menghambat : TPOCouplingDIT + DIT menjadi T4

DIT + MIT menjadi T3

Dibantu diaphenyl ether link

Dihambat : propiltiourasilStorage

T4 dan T3 disimpan dalam koloid folikel

DeiyodinasiT4 dikonversi menjadi T3 oleh enzim yodotirosin deyodinase

Dihambat : propiltiorurasil (PTU), metilmazol

ProteolisisT3 yang masih berikatan dengan Tg koloid dipisahkan dari ikatannya oleh protease

PengeluaranT3 free hormon dalam darah

T4 keluar berikatan dengan TBG (tirosin binding globulin) ke dalam darah

Sebagian besar T4 yang disekresikan sel folikel tiroid diubah menjadi bentuk T3 di hati dan ginjal

T3 memiliki aktivitas biologis 4x lebih kuat

Kelenjar paratiroidSel prinsipalis (chief cell) fungsional : mensekresikan parathormon yang mempertahankan kadar kalsium CES

Sel oksifil : lebih besar, ditemukan tunggal atau dalam kelompok kecil, jumlah lebih sedikit daripada sel prinsipalis (terpulas asidofilik : agak kemerahan), inti lebih gelap dan lebih kecil

2. Mampu menerapkan peran hormon tiroid dan paratiroid dalam pengaturan metabolisme tubuh.Efek fisiologis T3 dan T4 (hormon tiroid utama)

Efek laju metabolisme dan produksi panas

Hormon tiroid menghasilkan laju metabolisme basal keseluruhan tubuh (laju langsam)

Mempengaruhi BMR, semakin tinggi sekretnya, semakin tinggi BMR dan juga produksi panasnya (kalorigenik)

Efek pada metabolisme antara

Hormon tiroid mempengaruhi pembentukan dan penguraian KH, lemak, dan protein

Anabolisme dan katabolisme terjadi dalam jumlah sekret hormon berkebalikan. Misal :

Glukosa ke glikogen - konsentrasi rendah

Glikogen ke glukosa - konsentrasi tinggi

Sintesis protein - konsentrasi rendah

Penguraian protein - konsentrasi tinggi

Katabolisme lebih besar daripada anabolisme

Efek pada sistem kardiovaskular

Hormon tiroid meningkatkan kecepatan jantung dan kekuatan kontraksi maka curah jantung meningkat

Peningkatan panas tubuh dari hormon tiroid (kalorigenik) menyebabkan vasodilatasi perifer untu membawa keluar panas

Efek pada pertumb.dan sistem syaraf

Merangsang sekresi GH dan meningkatkan produksi IGF I oleh hati

Memicu GH dan IGF I mensintesis protein struktural dan pertumb.tulang

Kekurangan hormon tiroid menyebabkan terhambatnya pertumb.tetapi bila berlebih, tidak menyebabkan pertumb.berlebihan (tidak seperti GH)

Menjaga aktivitas normal SSP

Efek simpatomimetikMeningkatkan responsivitas sel sasaran terhadap katekolamin (epinefrin dan norepinefrin)

Hormon tiroid membantu proliferasi reseptor katekolamin di sel sasaran

Katekolamin mengaktifkan aktivitas simpatis

Efek gastrointestinalMeningkatkan motilitas usus

Pada hipertiroid, motilitas usus meningkat, dapat terjadi diare

Pada hipotiroid, obstipasi, transit lambung melambat, bertambah kurus seseorang

Efek skeletMeningkatkan absropsi tulang daripada pembentukannya

Hipertiroid menyebabkan osteopenia (tulang kompak berkurang jumlahnya)

Efek neuromuskularKontraksi dan relaksasi otot meningkat (hiperreflexia)

Efek hematopoetikTingginya curah jantung, menyebabkan kebutuhan oksigen meningkat

Oksigen diikat oleh eritrosit

Eritropoesis prosesnya meningkat, tetapi volume darah tetap

Efek endokrinHipertiroid menurunkan waktu paruh kortisol menjadi 50 menit

Hipotiroid menaikan waktu paruh kortisol 150 menit

Normalnya 100 menit

Efek metabolik hormon tiroidTermoregulasi

Membantu meningkat produksi panas basal (kalorigenik)

Metabolisme proteinDosis rendah bersifat anabolik

Dosis tinggi bersifat katabolik

Metabolisme karbohidratBersifat diabetogenik

Glikogen banyak dirubah ke bentuk glukosa

Resorpsi intestinal meningkat

Metabolisme lipidPenguraian kolesterol lebih cepat dibandingkan sintesisnya

Pada kadar tinggi (hipertiroidisme), kolesterol rendah

Aktivasi vitamin AHormon tiroid membantu mengubah provitamin A menjadi vitamin A

Hipotiroidisme, carotenemia (kulit kekuningan karena kelebihan karoten dalam darah)

Metabolisme kreatinin fosfatGangguan menyebabkan miopati, tonus traktus GI meninggi, hiperplastik, menyebabkan diare

Peran Ca2+Eksitabilitas neuromuskulus

Hiperkalsemia

Peningkatan Ca2+ bebas dlm darah

Penurunan permeabilitas Na+ ke dalam sitosol sel otot, Na+ efluks, mendekati potensial instirahat

Penurunan kontraksi sel otot

Hipokalsemia

Penurunan Ca2+ bebas dlm darah

Peningkatan permeabilitas Na+ ke dalam sitosol sel otot, Na+ influks, mendekati ambang

Peningkatan kontraksi sel otot, spasme spontan

Pemeliharaan taut erat antarsel

Menyatukan sel-sel dengan membentuk bahan semen penghubung

Pembekuan darah

Sebagai kofaktor pembekuan darah

Efek kalsitoninMeningkatkan penyerapan kalsium oleh tulang

Menurunkan kadar Ca2+ darah

Merangsang pembentukan tulang

Menghambat proses absorpsi tulang oleh osteoklas

Tidak esensial mengatur metabolisme Ca2+ dan PO43-

Tidak berefek pada ginjal atau usus

Efek paratiroid hormon (PTH)

Meningkatkan kadar Ca2+ darah

Menurunkan kadar PO43- darah

Memberik efek pada :

Tulang

Mengambil Ca2+ tulang untuk dipindahkan ke dalam plasma darah

Meningkatkan aktivitas osteoklas daripada osteoblas

Menguraikan Ca3(PO4)2 menjadi (PO4)3- dan Ca2+

Ginjal

Menaikkan Ca2+ plasma dengan meningkatkan reabsorpsi urin di tubulus ginjal

Menurunkan (PO4)3- plasma dengan menurunkan reabsorpsi urin di tubulus, sehingga sekresi (PO4)3- bertambah

Usus

Mengaktifkan vit.D di hati

Vit.D meningkatkan absorpsi Ca2+ dan PO43- di usus

Untuk menghindari hiper/hipo fosfatase/kalsemia mekanisme berlawanan (meniadakan) terjadi di ginjal

3. Mampu menjelaskan patofisiologi dan patogenesis dari gangguan hormon tyroid meliputi hipertiroid dan hipotiroid dan hormon Parathyroid.Klasifikasi berdasarkan strumaStruma atau goiter adalah pembesaran kelenjar tiroid dengan atau tanpa sebab disfungsi kelenjar tiroidStruma toksik

Disebabkan karena disfungsi kelenjar tiroid, baik karena hiper/hipotiroidismeStruma nodusa

Gondok disertai nodul-nodul yang tumbuh di sekitar atau di dalamnya

Struma diffusa

Gondok yang tidak disertai nodul, tapi luasnya menyebar ke jaringan leher sekitar

Menyebabkan kompresi trakeaStruma non-toksik

Disebabkan karena lebih/kurangnya intake yodium, goitrogen : inhibitor hormonogensis (lithium, kol, padi-padian)Struma nodusa

Struma diffusaGondok (goiter)

Pembesaran kelenjar tiroid

Term : hormon tiroid um